
DORR !!
PRANGGG
Athena tersenyum miring saat tembakan Karen melesat dan melewati sebuah pajangan dinding di samping kanan nya, Karen menggeram kesal dan Athena hanya menatap nya dengan datar.
" Kau memang benar-benar sialan " maki Karen dengan berwajah garang dan mata melotot menatap Athena.
" Kau lah yang sialan " ucap Athena pedas dengan sorot mata yang tajam " Aku tak akan melepaskan mu kali ini " ucap Athena lalu ia berlari kearah Karen dan.
BUGHHHHHH
satu tendangan Athena layangkan dan berhasil melemparkan senjata yang sedang di genggam oleh Karen.
" bagaimana ? ingin bertarung dengan ku " tawar Athena lagi dan Karen menatap nyalang lalu tanpa aba-aba ia maju menyerang Athena dengan rasa marah dan kesal yang menumpuk dalam hatinya.
Karen melayangkan serangan bertubi-tubi tapi Athena justru menepis dan kian membuat dirinya tersudut.
Karen terus menyerang tanpa ampun tapi tak satupun pukulan yang mengenai gadis dihadapannya itu, Athena menyeringai kala melihat Karen yang sedang mengatur nafasnya itu.
AGHHH
Athena menjambak rambut Karen dengan sekuat tenaga yang ia miliki, hingga Karen menjerit dan merintih kesakitan, Athena benar-benar marah karena wanita yang menjadi rivalnya itu telah berkali-kali mengganggunya.
KRAKKKK
AGHHH
Karen menjerit karena tulang kakinya dipatahkan dengan mudah oleh Athena, tak sampai disitu ternyata Athena berubah menjadi buas layaknya seekor singa betina yang sedang terusik dalam ketenangannya.
BUGHHHHHH
Athena tersungkur saat mendapatkan sebuah tendangan dari rivalnya, Karen tak akan menyia-nyiakan latihan beberapa bulan terakhir ini hanya untuk melawan dan membalas Athena tapi ia tak menyangka jika kekuatan gadis kecil itu melebihi yang ia kira.
" ohh baiklah, jika seperti itu '' ucap Athena menyeringai penuh arti dengan tatapan kelam yang sungguh mematikan.
Di luar sana Gevariel baru saja melumpuhkan para pengawal yang bertugas menjaga kediaman Ryunnal, sang tuan rumah ternyata tak ada di kediaman nya hal itu membuat Athena lebih mudah memasuki rumah itu.
__ADS_1
Karen menyeret kakinya yang terasa kebas dan ngilu, terlebih ia harus menahan sakit saat kakinya sedikit bergerak.
Athena kini tepat berada di hadapan Karen tersenyum penuh arti menatap tubuh Karen dari atas hingga bawah lalu detik kemudian terdengar suara teriakan Karen yang begitu memilukan.
" Athena " lirih Gevariel saat melihat teman masa kecilnya berubah menjadi sosok yang mengerikan tak berperasaan. " Athena hentikan. Dia bisa mati '' bujuk Gevariel saat melihat Athena menginjak kaki Karen dengan beringas.
" sing..singkirkan gadis gila ini dari..ha..hadapan ku '' ucap Karen tercekat dengan kerutan di wajah nya karena menahan sakit.
" jangan ikut campur Gevariel !! kau tak tau apa-apa '' sentak Athena menatap tajam kearah lelaki yang mencoba untuk menahannya.
" Athena..'' ucapan Gevariel terhenti saat Athena membenturkan dahi Karen tepat kelantai marmer itu.
DUAKKK
AGHHH
" ohh aku suka mendengar jeritan mu '' ucap Athena lagi. " apa yang ingin kau katakan untuk terakhir kalinya hmm ? setelah itu aku akan membuatmu mati dengan damai '' bisik Athena hingga karena melototkan maniknya dan meludah tepat diwajahnya Athena.
" menjijikan !! " pekik Athena marah.
DUAKKK
DUAKKK
" kau memang harus mati di tangan ku !! " ucap Athena lagi dengan terus membenturkan dahi dan kepala Karen ke lantai, Gevariel syok dengan cepat ia menangkap tubuh Athena agar berhenti bertindak demikian tapi entah mengapa kekuatan Athena seakan besar dan sulit untuk di hentikan, hingga seorang lelaki bertubuh tegap ikut membantu menyadarkan Athena yang gelap mata.
" Nona hentikan " bisik Sean tepat telinga Athena. Gevariel terkejut bukan main saat melihat reaksi Athena yang berhenti dari aksinya.
" berhenti ? " Picing Athena dan Sean mengangguk pelan tapi kenyataan nya salah besar justru Athena semakin beringas dan menggila hingga teriakan Karen mulai melemah dengan wajah babak belur serta darah yang keluar disekitar kepalanya. " jangan pernah mencoba menghentikkan kegiatan ku Sean ! " tandas Athena seraya melepaskan Karen yang sudah jatuh tak sadarkan diri. '
" Nona '' ucap Sean tapi Athena justru menatap tajam dan tak ingin dibantah akhirnya Sean diam dan melirik lelaki di sampingnya itu.
" bawa dia " ucap Athena dan Sean hanya mengangguk saja
Hari itu kediaman Ryunnal berantakan dengan beberapa barang yang hancur, para pengawal yang terkapar lemah tak berdaya akibat serangan Athena dan juga Gevariel yang tak diduga.
sebelum meninggalkan tempat itu Athena menatap cctv yang terpampang di sudut ruangan, Athena tersenyum tengil dengan seringai yang menantang lalu pergi dari tempat itu dengan segera.
__ADS_1
********
" Bagaimana Diandra ? apa tubuh mu lebih baik ? " ucap Chaiden seraya mengelus lembut rambut Diandra.
" Kau benar-benar biadab Chaiden, aku menyesal telah mengenalmu bahkan mencintaimu dulu. Aku benar-benar menyesal " desis Diandra tapi Chaiden hanya diam lalu tersenyum lembut.
" menyesal ? benarkah ? '' ulang Chaiden lagi dan kini Diandra mengangkat pandangannya dan menatap lelaki itu dengan tajam.
" Bahkan aku menyesal saat dulu menyelamatkan mu dari tangan Valera. " lanjut Diandra lagi.
" Lalu ? " ucap Chaiden.
" harusnya kau mati saja !! itu jauh lebih baik " bentak Diandra.
PLAKKK
Diandra tertegun saat mendapatkan tamparan dari Chaiden, airmatanya seakan sudah kering dan kini lelaki dihadapannya itu justru menatapnya dengan lekat.
Chaiden tersadar saat tangannya sudah berhasil melukai pipi Diandra, lagi-lagi kebiasaan itu tak bisa hilang dalam dirinya. Chaiden melangkah maju tapi Diandra justru memundurkan dirinya.
" maaf " hanya itu kata-kata yang terucap dari bibir Chaiden. " Tidak bisakah kau diam saja Diandra ? jangan pernah mengujiku aku tak sesabar itu '' bisik Chaiden lagi dengan menyapu anak rambut yang bertebaran disekitar dahi Diandra.
Lagi-lagi Diandra hanya menahan isakan nya saat Chaiden mulai melakukan aksinya membuka perlahan baju yang dikenakannya saat ini.
Chaiden tak perduli jika keinginan nya selalu ditolak bahkan ditatap penuh kebencian oleh orang yang dicintainya, Diandra memalingkan wajahnya saat Chaiden bermain kembali di aset kembarnya.
suara geraman Chaiden tentu saja terdengar ditelinga Diandra betapa lelaki itu sangat menikmati setiap permainan nya hingga tangan kekar itu kini telah bermain sempurna di aset terlarang.
" ckckck.. masih tidak ingin mengeluarkan suara mu sayang ? '' ucap Chaiden lagi tapi Diandra menggeleng dengan mengigit bibirnya sendiri
" aghh " erang Diandra saat benda keramat memasuki diri nya dengan kuat, Chaiden tersenyum miring lalu ia kembali melanjutkan permainan ini dengan begitu keras. " kau sungguh bajingan Chaiden '' Isak Diandra.
" Ya.. aku memang bajingan, dan bajingan ini yang akan memuaskan mu '' ucap Chaiden dengan terus melanjutkan aktifitasnya dengan mata yang terpejam karena menahan sesuatu yang sangat luar biasa.
tubuh Diandra terhentak dan bergerak tak beraturan, Diandra memejamkan kembali matanya hingga Chaiden benar-benar bergerak lebih dan pada akhirnya ia mengeluarkan seluruh amunisinya didalam sana.
'' Aku membencimu. Pasti mereka akan menemukan ku '' ucap Diandra lagi dengan perasaan benci yang mendarah daging dihatinya, Chaiden diam saja menatap sendu wanita yang berada dihadapannya kini, lalu ia menyelimuti tubuh polos Diandra dengan selimut.
__ADS_1