
Gold mansion.
Valera yang mendapatkan informasi mengejutkan dari Alland tentu saja syok bukan main bahkan Remigio yang baru saja tiba dibuat bingung karena sang istri justru menarik tangannya dengan begitu cepat.
" sweatheart. Ada apa ? " bingung Remigio melihat wajah Valera yang tampak frustasi bercampur aduk. " Ada apa ? " desak Remigio lagi.
" Athena menemui Garvish ? " tanya Valera dan Remigio diam tentu saja dirinya pun memikirkan tentang putrinya, namun detik kemudian Remigio mengangguk pelan membuat valera terdiam begitu saja. " Colorum ? " ucap Valera dan Remigio memicingkan maniknya tajam. Colorum ? ada apa ini " Athena terlibat dengan mereka Remi " ucap Valera menatap lurus kedepan tanpa mau menatap wajah Remigio yang tampak terkejut. " Athena berada di Persia " ucap Valera lagi.
" Persia ? " ulang Remigio. " oh baby girl. " gumam Remigio dengan manik terpejam seraya mengacak rambutnya kasar. " Athena pasti tak akan melepaskan buruan nya sweatheart. Aku sudah membicarakan mengenai hal ini dengan Garvish namun dia juga terlihat akan melawan jika Athena benar-benar menangkap putranya. '' ujar Remigio lagi dan Valera tak menjawab justru dirinya asyik berbalas pesan dengan seseorang.
" ini kesalahan ku Remi. Kenapa aku tak membunuh Lokanne pada kala itu, dan lihatlah sekarang putriku justru terlibat dengan masa lalu ku '' ucap Valera lagi.
Pada saat keduanya berbicara dengan serius tiba-tiba Kenneth datang dengan pakaian serba hitam membuat Valera dan Remigio lagi-lagi bingung bukan main. Kenneth menatap datar kepada orang tuanya.
" Aku akan terbang ke Turki. Kediaman uncle Asyur tiba-tiba diserang begitu saja mom. '' ucap Kenneth dan Valera lagi-lagi terkejut dengan manik terbelalak. " ijinkan aku membawa beberapa orang anak buah mu termasuk dengan Asnee. '' ucap Kenneth lagi.
'' ya bawalah mereka. Kembalilah dengan selamat Kent " ucap Valera bangkit dan memeluk erat putra bungsu nya. Semakin hari masalah semakin saja datang silih berganti. Valera dibuat pusing dan bingung dengan semuanya terlebih para generasi turun tangan langsung ke medan perang, dan mereka memukul mundur para musuh dengan cara serampangan.
Kenneth mengangguk dan balas memeluk sang ibu lalu Remigio hanya memberikan anggukan saja begutupun dengan Kenneth. Valera kembali terduduk dengan lemas namun Remigio terlihat santai seakan tak terjadi apa-apa.
" Percayalah pada anak-anak kita sweatheart '' lembut Remigio seraya mengelus lembut punggung sang istri. Valera hanya mengangguk namun wajahnya masih terlihat cemas, dirinya saat ini sedang berubah menjadi sosok ibu yang mengkhawatirkan anak-anak nya bukan menjelma menjadi sosok sang lady yang kejam tak berbelas kasih.
******
__ADS_1
" Jadi begitu ? baiklah. Aku akan membantumu dan menyuruh beberapa orang ku untuk mengawasi dan memastikannya. '' tenang Gabriel seraya meminum secangkir anggur merah yang menghangatkan tubuh nya di karena cuaca akhir-akhir ini sangat dingin.
" pastikan akurat Gabriel. Aku butuh kepastiannya. " tegas suara seorang wanita disana. Gabriel hanya tersenyum dan mengangguk kecil walaupun tak terlihat dengan orang yang menghubunginya.
" Ya baiklah. " singkat Gabriel namun detik kemudian sambungan itu terputus begitu saja tanpa permisi. Gabriel menghembuskan nafasnya kasar. Maxim yang berada disampingnya turut penasaran dengan apa yang terjadi.
" Ada apa hmm ? " tanya Maxim tenang.
" Sebuah identitas, sebuah pulau dan sebuah mansion. Kak Athena sedang mencari seseorang Maxim. " ucap Gabriel namun Maxim terlihat memicingkan maniknya. " Vegas, Kak Athena sedang mencari sosok itu " ucap Gabriel lagi.
". Vegas ? Sepertinya aku pernah mendengarnya. " gumam Maxim " ohh ya. Colorum. Vegas Sunni !! Namanya Vegas Sunni " ujar Maxim.
" Kau mengenal nya ? " Picing Gabriel namun Maxim menggeleng lemah.
" Dimana ? " desak Gabriel lagi.
" Yunani " ucap enteng Maxim hingga Gabriel mendelik matanya malas. Yunani lagi-lagi negara itu. " kau saja yang menyelidiki nya aku ada pekerjaan " ucap Maxim bangkit dan meninggalkan Gabriel yang sedang duduk menatap nya tajam.
Malam harinya para generasi berkumpul di Blue mansion yang sangat megah dan mewah bahkan beberapa penjaga terlihat bergerak kesana-kemari karena para tuan dan nona mudanya akan berkumpul, Terlihat mobil-mobil mewah berjejer rapi dihalaman nan luas terbentang.
Maxim datang bersama dengan Isabella dan juga agen TL dan tentu saja manik semua orang menatap wanita asing yang ikut berkumpul diantara mereka. Agen TL sampai dibuat kikuk dengan tatapan mereka yang seperti akan menerkam nya.
" who is she ? " ucap Alexandrea menatap dingin Maxim dan juga Isabella.
__ADS_1
" Nanti ku ceritakan " saut Maxim santai, Isabella memilih duduk disamping Aisley namun baru saja dirinya hendak bersantai Maxim sudah menarik lembut tubuh Isabella hingga kini putri bungsu Dave itu duduk dipangkuan Maxim.
Aisley menatap jengah kepada Isabella dan juga Maxim yang selalu terang-terangan menunjukkan kemesraan didepan mereka. Sedangkan Samuel dan lainnya seakan tak melihat apa yang terjadi.
" Max !! " pekik Isabella karena Maxim mengecup mesra pipinya hingga membuat Maxim tersenyum tanpa dosa.
" Mari kita bicara dan untuk kau ! '' tunjuk Alexandrea kepada agen TL " tinggalkan ruangan ini!! " dingin Alexandrea tanpa menoleh maupun menatap agen TL yang menurutnya sangat asing. Alexa menatap tanpa berkedip kepada wanita berpakaian layak nya seorang bodyguard. Agen TL masih diam tak mengidahkan ucapan Alexandrea.
" keluar lah. Aku akan berbicara dengan mereka '' ucap Maxim tegas menatap wanita yang berdiri dibelakang nya. Isabella hanya diam dan melirik sekilas. Akhirnya agen TL mengangguk dan keluar dari ruangan itu meninggalkan sekumpulan anak muda yang hendak berbicara penting.
" Yunani dan Persia " ucap Gabriel tiba-tiba membuka suaranya namun jari-jari dan matanya hanya terfokus pada benda berbentuk pipih dengan layar 14 inc.
" Wow aku sudah tak sabar Gabriel " celetuk Isabella menatap tajam pada putra pertama vyan dan juga Zizi.
" Jangan berfokus hanya pada dua tempat itu saja. " ucap Aisley malas.
" Baiklah. Besok pagi aku akan pergi menuju Yunani bersama dengan Samuel. " ucap Gabriel menanggapi namun Samuel terlihat santai dan justru asik memakan anggur hijau yang tersedia di meja marmer yang mewah.
" hmm aku setuju. Namun siapa yang akan pergi menuju persia ? " ucap Alexa ikut bersuara. Semua orang saling pandang terlebih negara itu cukup unik dan ketat. Namun pada akhirnya Isabella dan Aisley yang akan pergi bersama dengan beberapa anak buah mereka.
Semua orang mengangguk dengan setuju, para generasi akan membagi tugasnya masing-masing karena masalah mereka semakin hari semakin panjang tak berkesudahan. Lebih baik dibantu daripada melakukan nya dengan seorang sendiri yang akan memakan waktu yang cukup lama.
Terlebih the they king akan segera dimulai dan mereka harus sudah menuntaskan segala masalah yang ada dengan sangat epik. Bahkan Malvin yang akan menikahi Madeline tertunda seketika karena urusan nya belum juga selesai begitupun dengan George. Namun mereka pastikan semuanya akan cepat berlalu dan menemukan babak selanjutnya.
__ADS_1