
Turki, kediaman Asyur dan Diandra.
Rupanya kedatangan Kenneth membantu Asyur untuk melindungi Elisya dan Diandra. Serangan tiba-tiba itu terjadi pada pukul dua dini hari dimana semua orang sedang beristirahat.
" Elisya ayo " seru Kenneth menatap gadis yang hanya memakai piyama pendek hingga kulit mulus nya jelas terlihat.
" Tapi Daddy " cicit Elisya merasa ragu meninggalkan sang ayah yang masih berada di dalam untuk melumpuhkan orang-orang yang mulai menguasai mansion. Kenneth terpaksa menarik tangan Elisya hingga gadis itu terkejut bukan main.
" bukan waktunya untuk bingung Elisya. Daddy mu bukan orang bodoh '' seru Kenneth lagi namun Elisya diam saja tak menjawab. Kenneth membuka pintu mobil dimana beberapa anak buah nya sudah menunggu. " Masuk lah mereka akan membawamu ketempat yang aman " ucap Kenneth lagi seraya menangkup kedua pipi gadis yang wajahnya kini sudah pucat. " percaya padaku. Semuanya akan baik-baik saja '' ucap Kenneth lagi dengan mengecup lembut pucuk kepala Elisya.
Gadis itu mengangguk walaupun tak menjawab. Kenneth tersenyum tipis dan berbicara singkat pada anak buahnya hingga mereka mengangguk tanda mengerti. Akhirnya mobil berwarna hitam itu melesat pergi menjauh dari area penyerangan dengan anak buah Kenneth yang akan menjaganya.
DUARRRR
ledakan kedua kembali terjadi Kenneth berbalik dan masuk kembali untuk melihat apa yang terjadi. Diandra dan Elisya terpaksa dipisahkan karena perintah Asyur yang sangat khawatir jika mereka akan mengincar anak dan istrinya.
DODODODOR !!!
AGHHH
" amatiran " kekeh Kenneth saat berhasil melepaskan pelurunya pada para pemberontak.
Mansion yang tampak megah dan kokoh itu kini telah dinodai oleh cairan berwana merah yang sangat pekat, para anak buah Asyur membagi beberapa kelompok untuk memukul mundur tamu tak diundang.
DODODOR !!
AGHHH
suara jeritan kembali terdengar di lantai atas. Kenneth segera berlari menuju lantai tersebut dimana terakhir kali dirinya bertemu dengan Asyur yang meminta untuk mengamankan putrinya.
DUAKKK
Kenneth menerjang tubuh seseorang kala manik nya melihat jika Asyur tertembak di bagian perutnya. Asyur tersenyum tipis saat melihat kedatangan putra Valera itu.
" Siapa kau ? '' desis Kenneth dengan sorot mata yang tajam menatap lelaki berambut gondrong.
" hahahaa " tawa lelaki itu pecah saat melihat kedatangan Kenneth dihadapannya, Asyur diam saja namun manik nya tetap awas mewaspadai. " ohh putra Lady berada di sini rupanya '' ucapnya santai dan Kenneth mengerutkan dahinya sesaat. Apa orang ini mengenalnya ? atau mengenal ibunya ? entahlah Kenneth tak tahu. " membantu nya hmm ? '' ucap lelaki itu lagi dan Kenneth melirik sekilas kearah Asyur yang wajahnya sudah pucat namun masih berdiri dengan kokoh.
__ADS_1
DORRR !!
ahhh
" bicaralah yang jelas bung !! '' sinis Kenneth setelah berhasil menembak salah satu kaki si lelaki yang wajah nya mirip dengan seseorang.
Lelaki itu mengerang dan menimbulkan perhatian lainnya sontak Kenneth segera membawa Asyur pergi dari ruangan itu dan menguncinya dari luar, sayang pergerakannya tak semulus ekspetasinya. Para lelaki berpakaian serupa justru muncul tiba-tiba dan langsung menyabetkan katana nya kearah Asyur maupun kenneth namun kedua lelaki berbeda usia itu mampu menghindar dengan baik.
Asyur tersenyum tengil saat jiwa lainnya muncul begitu saja Kenneth hanya mengeryit namun ia yakin jika Asyur tak akan tumbang hanya dengan satu peluru saja.
'' perhatikan gerakan mu, jangan lengah '' ucap Asyur menatap Kenneth tajam dan pemuda itu tersenyum tipis seraya menyerang beberapa orang yang berdatangan untuk melukai maupun melumpuhkan nya.
DUAKKKK
BRAKKKK
suara hantaman itu seakan meremukkan seluruh tulang yang ada, Asyur dengan kekuatannya mampu melempar seseorang ke dinding hingga menimbulkan suara retakan yang begitu jelas.
" Ayo. Aku mau lagi '' kekeh Asyur setelah berhasil melumpuhkan beberapa orang dengan tangan kosong.
DUAKKK
ahhh
DUAKKK
SRETTTT
Kenneth membalikkan tubuhnya dan langsung menancapkan katana yang berhasil ia rebut dari tangan musuh pada seseorang. Nafasnya begitu terengah-engah karena melawan orang-orang yang menurutnya tak jelas.
DODODODOR !!
BRUKKK
Kenneth maupun Asyur tertegun karena lawan-lawan mereka tiba-tiba ambruk begitu saja dengan cairan berwarna merah keluar dari tubuh mereka.
" cepat pergi !! Aku melihat jika ada beberapa buah mobil truk yang datang dari arah barat '' ucap tiba-tiba seorang lelaki yang usianya hampir paruh baya.
__ADS_1
'' kenapa kau disini, dimana istriku !! '' pekik Asyur saat melihat orang kepercayaan nya datang yang sebelumnya ia beri tugas untuk membawa Diandra pergi.
DUARRR
DUARRRR
" **** !! '' umpat Kenneth saat merasakan jika bangunan kokoh itu bergetar begitu saja. " Uncle ayo '' ucap Kenneth namun Asyur diam dan menatap tajam Simon.
" cepatlah tuan. Nyonya Diandra aman ia bersama dengan tuan muda Malvin. '' seru nya lagi dan Asyur terkejut karena Malvin berada di Turki lalu ia melirik kearah Kenneth seolah meminta jawaban. Namun pemuda bermanik hitam itu justru acuh dan menggeleng tak tahu.
DODODODOR !!
DODODODOR !!
" ruang rahasia !! " pekik Asyur. Ketiga lelaki itu beranjak pergi dari mansion yang megah. Awalnya Asyur enggan meninggalkan bangunan yang menyimpan banyak sejarah untuk hidupnya namun ia pun bukan orang bodoh yang akan menyerahkan nyawanya begitu saja pada sang musuh terlebih Asyur tak mengenal orang-orang yang menyerangnya.
Markas utama.
Zizi datang dengan tiba-tiba setelah Dave, dan lainnya datang. Wajah mereka begitu tampak panik saat saling berhadapan. Thomas memijat pelipisnya pelan seraya meminum cepat secangkir teh.
" Kemana mereka !! oh kepalaku. " gumam Dave yang duduk dengan kasar dan mengembuskan nafasnya berat.
" Apa kedua putrimu tak memberikan kabar ? " tanya Zizi penasaran dan Dave menggeleng tegas " Gabriel pun tidak ada Dave. " gumam Zizi cemas.
" ckckck bahkan Samuel pun menghilang, " kesal Thomas dan semua orang menjadi saling pandang satu sama lain. Hari itu markas utama ramai kedatangan para petinggi king bahkan Anggota black woman dan pasukan phoenix pun turut hadir karena mereka akan merayakan hari paling bersejarah the they king.
Namun kabar jika para penerus tak ada dan menghilang tanpa kabar membuat mereka was-was dan waspada, terlebih kini Athena berada di teluk Persia setelah Valera memberi kabar keberadaan putrinya sebelum sinyal milik alland tiba-tiba menghilang. Namun Valera pun tak mengetahui dengan aksi para generasi yang saling membantu dan gotong royong dalam menyelesaikan masalah.
Malam harinya Thomas dan Zizi berkutat di ruang kendali untuk memeriksa sinyal milik anak-anak mereka namun setelah beberapa jam mereka menatap layar komputer tak ada satupun yang membuahkan hasil.
" Mereka pandai bersembunyi Zizi " gumam Thomas dan Zizi diam saja karena dirinya masih terfokus pada layar miliknya. " Blue mansion " ucap Zizi seraya mengeryitkan dahinya bingung. Karena sinyal terakhir milik Noe putra bungsunya berada di Blue mansion yang sungguh sangat asing di telinga mereka.
" Blue mansion ? apa itu ? " saut Thomas penasaran.
" Entahlah aku melacak sinyal terakhir milik Noe berada di kawasan pellura dan disini nama Blue mansion tercetak jelas dari satelit milik king Thomas. " jelas Zizi sedikit dan Thomas diam saja namun matanya terfokus pada layar komputer milik Zizi. " ohh ada sebuah satelit disana Thomas. Tempat apa itu ? mansion ? hunian " gumam Zizi bingung.
" tandai. Sebaiknya kita bicarakan hal ini dengan yang lainnya. Jujur aku pun baru mengetahuinya " ucap Thomas memijat pelipisnya pelan dan akhirnya Zizi menandai tempat tersebut tanpa mereka ketahui jika Alexandrea melihat pergerakan Zizi dan Thomas dari satelit yang ada.
__ADS_1