King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Kedatangan Vergo.


__ADS_3

Athena menatap sebuah peti berwarna putih tulang dengan corak mawar emas yang tersemat indah diatas nya, pandangan nya hanya menatap kearah peti itu dengan datar. Valera dan George yang berada disampingnya sedari tadi terus mengusap punggung gadis bermanik hitam itu dengan lembut.


Para jajaran king berdatangan untuk melakukan penghormatan terakhir pada sosok Rayzen yang mulai terkuak menjadi kaki tangan dari putri sang Lady king. Namun mereka masih tak menyangka jika sosok itu sudah tewas dengan cara yang konyol menurut para mafia kejam itu.


Para anak buah Athena datang dan membuat barisan khusus disamping kiri sang Quenn. Pakaian hitam mereka kenakan dengan serempak Remigio yang berdiri disamping istrinya hanya bisa diam seraya melirik sekilas kearah putrinya hal itu membuat Valera merasa jika sosok prince dan rose muncul secara bersamaan.


Namun pada saat peti itu hendak dimasukkan kedalam liang yang telah tersedia tiba-tiba beberapa orang masuk secara memaksa. Semua orang menoleh namun dahinya mengeryit karena pakaian mereka memiliki lambang bunga mawar emas yang mirip dengan corak pada peti Rayzen.


Para lelaki itu berjalan dengan wajah dingin sehingga menimbulkan banyak pertanyaan dibenak para jajaran king. Athena diam tak berekspresi apapun. Valera terus menatap kehadiran tamu yang menurutnya tak diundang hingga mereka membungkuk penuh hormat pada sosok putrinya.


" Quenn " ucap mereka serempak dan Athena hanya diam mengangguk saja, dirinya sudah tahu siapa yang datang namun tidak dengan yang lainnya. Pandangan semua orang tak lepas dari para tamu yang datang dengan tiba-tiba itu bahkan para anak buah king terlihat menyiagakan senjatanya.


" Lama tak berjumpa Vergo " ucap Athena yang akhirnya bersuara melirik orang yang menyapanya dengan sopan. Orang yang dipanggil Vergo oleh Athena hanya mengangguk kecil seraya menatap peti mati Rayzen dengan tajam.


" Biarkan kami yang melakukannya " ucap Vergo pada beberapa orang anak buah king yang hendak melakukan tugasnya untuk memasukkan peti milik Rayzen. Athena mengangguk dan anak buah king dengan cepat menyingkir kembali pada barisan utama.


George masih mengelus punggung kekasihnya dengan lembut namun sorot mata nya yang tajam tak lepas dari sosok Vergo dan anak buahnya. Athena menaburkan kelopak bunga mawar putih sebelum tanah menimbun peti mati milik Rayzen, tak ada ekspresi apapun yang diberikan oleh Athena dirinya seakan larut dalam kesedihannya.

__ADS_1


Hanya butuh waktu beberapa menit sebuah gundukan tanah yang dibentuk indah sedemikian rupa telah usai. Vergo dan lainnya sedikit membungkuk seraya menyematkan sebuah bunga mawar disekitarnya begitupun dengan yang lain.


Maafkan aku Rayzen. Aku tak bisa menyelamatkan mu namun takdir begitu kejam kau tewas dengan kedua tangan ku sendiri. Lokanne tewas begitupun dengan dirimu. Bisakah waktu ku putar kembali ? Selamat jalan Rayzen tenang lah di alam sana. Batin Athena sendu.


" Buru dia Vergo!! " ucap Athena tiba-tiba hingga semua orang menoleh kearah gadis bermanik hitam. Buru ? siapa yang harus diburu mereka tak tahu siapa gerangan, termasuk Valera yang mendengar perkataan putrinya dengan ambigu. " Bawa dia untukku. Berani sekali dia membawa mainan ku pergi begitu saja '' ucap Athena lagi dan Vergo mengangguk dengan tegas tanpa ekspresi.


" Serahkan pada kami Quenn. Aku berjanji akan membawa nya tepat kehadapan mu " tegas Vergo dan Athena menyeringai penuh arti. ''well waktu ku tak banyak. Namun sebelum itu biarkan aku menyapa ibumu terlebih dahulu '' ucap Vergo mengalihkan tatapannya pada sang Lady dari king yang sedari tadi bungkam diam seribu bahasa. Athena mengangguk saja namun pandangan Remigio justru melekat pada sosok Vergo.


" Salam " ucap Vergo sedikit membungkuk dengan tangan kanan yang ia letakkan di dada nya. Valera pun melakukan hal yang sama " senang bisa bertemu dengan anda Lady, aku Vergo. '' ucap Vergo dan Valera hanya mengangguk bingung namun hal ini membuat dirinya terkekeh lucu karena putrinya selalu membuat jantungnya terkejut.


" Jika begitu aku pamit. Quen kami pergi '' ucap Vergo dan Athena mengangguk dengan tegas. Vergo dan lainnya membungkuk serempak dengan posisi menghadap seluruh jajaran king yang hadir setelah itu mereka berjalan menjauh dari area pemakaman dan pergi meninggalkan tempat itu menggunakan tiga buah mobil SUV berjenis sama.


Cukup lama Athena memandangi makam Rayzen orang yang telah berjasa dalam hidup nya. Lelaki yang telah dirinya anggap sebagai Kakak maupun teman kini telah tiada untuk selamanya.


Kematian Rayzen membuat Athena menggebu-gebu. Pihak Lokanne cukup cerdik dan licik menggunakan Rayzen sebagai tamengnya dan kini lelaki mantan tentara itu telah tiada hingga membuat Athena mau tak mau menghubungi Vergo dan lain nya.


" My baby girl. Hari sudah semakin sore sebaik nya kita semua pulang. '' ucap Remigio tiba-tiba dan Athena melirik sang ayah dengan sendu. Remigio tersenyum dan mengusap pipi putrinya. " Mari kita bicarakan hal ini di mansion saja. Daddy yakin kau ingin berbicara sesuatu bukan ? '' ucap Remigio lembut dan Athena mengangguk pelan. Akhirnya pemakaman Rayzen telah selesai, Valera mengijinkan Rayzen di makam kan ditempat khusus king seperti Macky dan Greta. Semua orang berbondong-bondong menuju Markas utama dan Gold mansion untuk membahas lebih lanjut perihal apa yang terjadi, terlebih banyak sekali kejadian yang telah merenggut nyawa

__ADS_1


******


" Jadi dia tewas " gumam George setelah mendengar cerita Athena yang bertarung melawan lokanne seorang diri tanpa siapa pun. Semua orang tampak larut dengan cerita yang Athena sampaikan. Bahkan Remigio sedikit tertarik dengan Garvish yang tiba-tiba datang begitu saja sudut bibirnya tertarik keatas seraya menatap putrinya dengan tatapan penuh arti.


" Lorenza dan Lokanne kini tewas namun bukan berarti kita bisa bernafas lega " ucap Valera tiba-tiba dan semua orang hanya mengangguk samar " kita tak tahu musuh diluar sana siapa sebaiknya tingkatkan lagi keamanan sekitar atau lebih baik aku buat ulang struktur kerja yang baru " imbuh Valera menanggapi


" Athena siapa yang akan kau buru selanjut nya ? " Picing Remigio.


" Roby " tegas Athena mantap " Dia putra Lokanne dan uncle Garvish " ucap Athena hingga Remigio dan Valera saling tatap satu sama lain. " Aku tak perduli jika harus berhadapan dengan uncle Garvish Daddy. Dia mengusik ku terlebih dahulu maka aku akan mengejarnya hingga dapat, aku tak akan membiarkan buruan ku lepas begitu saja. " tegas Athena seperti tak ingin terbantahkan.


Remigio diam saja sebaiknya dia segera bertemu dengan kawan lamanya itu. Mengenai Roby ia akan fikirkan nanti yang terpenting berbicara empat mata dengan seorang Garvish lebih penting saat ini.


" Vergo. Dia adalah orang mu ? " tanya tiba-tiba Remigio menatap Athena dengan lekat. Karena sedari tadi wajah Vergo selalu mengusik sang penguasa ORTAXS itu. Athena yang mendapatkan pertanyaan seperti itu sontak hanya tersenyum tipis.


" ya bisa dibilang begitu " ucap Athena santai.


" Namun sepertinya aku pernah melihat wajah nya " gumam Remigio lagi dan Athena hanya terkekeh kecil melihat sang ayah. Sosok Vergo memang tak siapapun yang tahu namun jika seseorang pernah bertemu dengan nya di pasar gelap terkenal maka mereka akan tahu siapa sosok Vergo sebenarnya. Remigio menatap kearah Valera yang ikut memandangi wajah putrinya begitupun dengan George yang memilih diam karena tak tahu harus berbicara apa lagi.

__ADS_1


__ADS_2