King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Dipermainkan


__ADS_3

Alexandra lagi-lagi harus melawan menghadapi beberapa orang yang terus datang untuk mencegah dirinya masuk. Namun Alexandrea tak perduli dirinya begitu cepat melumpuhkan lawan hanya dengan sebuah revolver ditangan kanan nya.


" Menyingkir dariku !! " sentak Alexandrea menatap datar kearah seorang wanita yang sedang menatapnya dengan tatapan permusuhan. Alexandrea memicingkan matanya melihat wajah asing dihadapan nya. Namun otak pintarnya seketika bekerja dengan baik.


Sial tempat ini pasti terhubung dengan sebuah tempat lainnya. Darimana mereka berdatangan seperti ini. Ya tempat ini pasti memiliki pintu rahasia untuk menuju tempat yang lain.


DODODOR !!


" Licik!! " pekik Alexandrea marah dengan manik berkilat merah dengan dada yang naik turun. Keringat membanjiri wajah tampannya. Alexandrea bergulung dan berlari ke sisi kiri untuk mengindari kejaran dari wanita asing yang menghalanginya.


DUAKKK


Enghhh !!


Alexandrea mengerang kala punggungnya di tendang begitu kuat hingga mengeluarkan darah segar dari mulutnya. Nyeri dan ngilu Alexandrea rasakan.


DODODOR !!


tiba-tiba Alexa datang dan langsung meluncurkan pelurunya kearah dua orang yang telah melukai kembarannya. Namun mereka cukup gesit dan peka dengan kehadiran dari Alexa


'' berani sekali kalian menyentuh kakak ku !! " dingin Alexa dengan wajah datar tanpa ekspresi. Alexandrea bisa melihat jika tatapan intimidasi milik Alexa sangat mirip dengan sang ayah yang begitu kental.


" Hanya anak ingusan " sinis seorang wanita dengan nada mencibir seolah Alexa dan Alexandrea bukan lawan yang seimbang. Alexa gadis itu tersenyum licik dalam hatinya ia terkekeh.


SWINGGG


AGHHH


" Bangun wanita jelek !! jika kau kuat harusnya kau bangkit " ucap Alexa memperkeruh keadaan. Alexandrea menggeleng pelan menyeka darah yang keluar dari mulutnya.


Wanita itu maju dan langsung menyerang Alexa namun Alexandrea lebih dulu menyerang karena maniknya menangkap sesuatu yang mengejutkan dirinya.


" Berani sekali tangan kotor mu ingin menyentuh adikku !! " dingin Alexandrea dengan menatap Alexa dengan kerlingan mata kecil. Alexa tertegun saat melihat tangan wanita itu mengeluarkan sesuatu.


DODODODOR !!


Alexa dan Alexandrea sama-sama menghindar dengan gerakan asal karena tempat yang mereka singgahi begitu sempit, salah langkah saja maka peluru itu akan bersarang di tubuh keduanya.


DUAKKK


Alexa menendang perut si lelaki yang telah menendang punggung kembarannya, lelaki itu mengerang dengan mata yang terpejam.


" Sialan !! " sentak lelaki itu dengan beringas menatap Alexa bagaikan bak seekor mangsa. Alexa berhati-hati karena kini dirinya sedang terancam.


Alexandrea terus melawan dan menghindar kala si wanita itu terus melayangkan pukulan nya secara bertubi-tubi.

__ADS_1


DUAKKK


KRAKKKK


AGHHH


teriakan si wanita begitu menggema diruangan berukuran kecil. Alexandrea tersenyum miring kala melihat lawannya tersungkur dengan teriakan kesakitan.


DUAKKK


SRETTTT


Alexa dengan beringas menyayat perut si lelaki saat lawannya hanya terfokus pada satu titik saja. Tak sampai disitu Alexa berlari dan menendang dada si lelaki kembali.


JLEBBB


CRATTTT


" Alexa !! " teriak Alexandrea melihat Alexa yang kehilangan kendali dengan menusuk kejam mata lawan nya. Wanita yang sempat melawan putra dari Ed itu tertegun bukan main melihat kekejaman Alexa yang nyata.


" Jangan Alexa. Cukup tembak saja jika kau menginginkan nya mati. Jangan mengotori tangan mu dengan darah hina mereka '' tegas Alexandrea menatap tajam sang adik yang menatapnya tak kalah tajam.


Sedangkan disisi lain. Ed, Elena dan Leam berada dalam satu tim setelah Syina, Melani dan Roz berada di tim kedua menuju ruang bawah tanah. Sebelum itu Ed sudah mematikan sistem aktif dari cctv yang berfungsi di setiap sudut ruangan.


" Hahaha " teriakan seseorang membuat Ed dan Elena terkejut bahkan Leam beringsut mendekat kearah Elena. " Hahaha apa yang kalian cari disini heh " ucap sosok tak terlihat itu. Ed dan Elena semakin waspada maniknya bergerak kesana-kemari untuk mencari benda yang bersuara keras itu. '' penyusup ? pengintai ? atau apa hmm. Kalian semua masuk dan menyerang bangunan milik ku, namun aku tak pernah berbaik hati untuk membebaskan orang-orang yang telah memasuki nya. " tegas suara itu.


" Pengecut !! " teriak Elena lantang dengan geram karena dirinya merasa dipermainkan. " Dasar pengecut sialan !! Kau dan lainnya benar-benar tak punya nyali. '' sentak Elena lagi dengan kasar. Namun lagi-lagi suara tawa penuh kemenangan terdengar kembali hingga benar-benar membuat Elena geram.


DORR !!!


Leam terkejut saat Elena justru menembak atap yang terdapat sebuah benda bulat berwarna hitam yang mirip dengan speaker. Ed melihat nya dengan seksama


" sayang kita diawasi " bisik Ed kepada Elena.


" Hmm sepertinya begitu " ucap lirih Elena dengan dahi mengeryit.


DUARRRR


DUARRRR


Bangunan itu bergetar hebat, Elena dan Ed sangat panik begitupun dengan Leam.


" Kita sebaiknya keluar " ucap Leam dengan panik, namun tiba-tiba pintu itu terkunci dengan sendirinya membuat Leam kian panik bukan main " Elena pintu ini terkunci seperti ada yang mengendalikannya " teriak Leam penuh dengan kekhawatiran


DUAKKK

__ADS_1


DUAKKK


Ed marah dan menendang-nendang daun pintu namun nihil tak ada satupun usaha nya yang berhasil.


" jebakan !! " desis Elena " Aku yakin mereka sengaja. Greta tak ada disini !! '' geram Elena semakin marah. Elena melihat kearah jam tangannya untuk melihat titik merah keberadaan anak-anak nya, setelah itu Elena mengirimkan sinyal darurat pada Alexandrea.


Disisi lain Alexandrea melirik kearah benda yang melingkar dipergelangan tangannya. Manik nya membulat saat benda itu berbunyi dengan semestinya. Alexa terus menghajar para lelaki yang berdatangan entah dari mana begitu pun dengan Melani,Roz dan Syina yang terus menggempur dengan habis-habisan.


BUGHHHH


Kali ini Roz menghajar seseorang yang hendak melukai Melani dengan sebuah senjata tajam di tangannya. Melani yang melihat itu hanya tersenyum miring.


" Aunty menghindar !! " teriak Alexa saat berpapasan dengan tim kedua Melani, Syina hingga Roz sontak terkejut dan mereka sama-sama menghindar


DUARRRR


Alexa benar-benar ingin menghabisi nyawa lawan nya tanpa ampun. Terbukti dirinya melempari sebuah bom berukuran bola pingpong ke sekumpulan orang-orang yang terus menyerang nya.


Jeritan kematian begitu terdengar setelah itu Alexandrea menarik lengan sang adik untuk menjauh dan menuju tempat titik sang ibu kini yang sedang membutuhkan bantuan.


BRAKKKK


" Alex !! bangunan ini hendak roboh '' panik Alexa saat pijakan lantai mulai retak lebar dan terbuka, Melani tertegun bukan main.


" Ohh dimana mereka. '' panik Melani dengan memegang senjata nya erat.


" ikuti jalan ku. Kita harus cepat jika tidak kita akan mati tertimbun dengan reruntuhan sialan ini !! '' gerutu Alexandre berwajah dingin.


Melani, Roz, Syina dan Alexa mengikuti langkah Alexandrea yang tergesa-gesa. Sedikit demi sedikit bangunan ini mulai runtuh dan berjatuhan, jantung mereka terasa berpacu lebih cepat.


rupanya bangunan ini cukup luas namun keadaan seperti tak memihak. Alexandrea berlari menuju kesebuah ruangan dimana titik merah milik sang ibu berada.


" Mommy !! " teriak Alexandrea dengan menggedor pintu berwarna hitam. " Mommy !! " teriak nya lagi namun tak ada sautan didalam sana.


Alexa mengerutkan dahinya seketika. lalu manik nya bergerak seperti sedang mencari sesuatu. Melani dan Roz kompak mendobrak pintu itu bersama dengan Alexandrea.


" **** you !! " pekik Alexa dengan mengacungkan jari tengahnya kearah atas dimana terdapat sebuah benda berukuran kancing jas. " Sialan !! awas saja akan ku cari dan ku bunuh kalian !! '' teriak Alexa lagi. " Minggir kalian. Tak ada cara lain tembak saja waktu kita tak banyak Alex bangunan ini akan runtuh !! '' pekik Alexa terkejut begitupun dengan saudara kembarnya.


DODODOR !!


KLEKKK


" ohh. Kalian " pekik Melani saat melihat Leam Elena dan Ed seperti orang lunglai kehabisan tenaga. '' cepat bawa mereka !! '' panik Melani.


Alexandrea dan Alexa berusaha untuk membopong tubuh Ed sedangkan Melani mencoba membantu Elena sedangkan Roz membawa Leam pergi dari sana. Mereka berbondong-bondong menuju keluar untuk menghindari kendala yang terjadi, dan benar saja bangunan kamuflase itu hancur bertubi-tubi setelah Roz selesai membawa tubuh Leam yang menurutnya begitu sangat berat.

__ADS_1


__ADS_2