
Maxim dan Isabella menyudahi adegan romantis nya. Maxim benar-benar membuat Isabella kehabisan nafas dalam kegiatan panas nya. Isabella merengut dan memilih menyeruput segelas cola yang telah disiapkan oleh Maxim.
" jadi siapa dia ? '' ketus Isabella tanpa menoleh dan hanya fokus pada kaca terbuka yang berada di samping kiri nya seraya melihat taburan bintang di langit sana.
" Tallea lebih tepat nya agen Tallea atau TL-1 " ucap Maxim yang seraya duduk dengan mata terpejam. Isabella mengerutkan dahinya halus. Tallea nama yang aneh untuk seorang agen.
" Dari mana kau memungut nya ? '' picing Isabella namum Maxim tertawa dengan keras hingga membuat Isabella terkejut bukan main. Pemuda yang sedang terluka itu justru tertawa dengan manik yang sedikit berair. '' hentikkan tawa sialan mu itu Max '' ketus Isabella namun Maxim tak mengidahkan dan justru bangkit lalu mengecup gemas pipi Isabella.
" Entahlah aku tak tau. Yang terpenting dia bagian dari keluarga ibuku isa. Aku merasa Frazzes Willyam memiliki cerita yang masih teka-teki. Wanita itu datang tiba-tiba dan langsung menembak mati Lorenza. '' jelas Maxim dan Isabella mendengarnya dengan seksama.
" Mungkin ucapan mu ada benar nya Max. Aunty Ellara tidak memiliki keluarga lain lagi selama ini. Bisa jadi keluarga nya menyimpan banyak cerita '' ujar Isabella yang justru menatap Maxim dengan kaku.
" Itu sebab nya aku akan menyelidiki nya terlebih dahulu. Untuk sekarang biarkan dia bersikap seperti itu namun aku akan menguji nya secara bertahap untuk mengetahui apakah dia lawan atau kawan '' ujar Maxim dan Isabella mengangguk dengan setuju. " oh ada apa kau kemari Isa ? kau tahu aku sangat terkejut akan kedatangan mu yang tiba-tiba mendatangiku di sini ? You miss me ? " ucap Maxim dengan mendekap erat tubuh Isabella yang tampak berisi dari hari sebelum nya.
" Max lepaskan !! " gerutu Isabella kesal namun Maxim tetap dengan posisi nya yang memeluk dan mengecup lembut leher sang Kekasih hingga Isabella bergerak dengan gelisah.
Maxim menghentikkan kegiatan nya karena merasa kasihan dengan Isabella yang terlihat risih namun manik nya menangkap bayangan dari bawah lantai yang menuju pintu. Maxim diam saja dan mulai duduk dengan tenang seraya menuntun Isabella untuk duduk bersama nya.
Isabella tanpa sengaja melihat kearah bawah pintu, dirinya tak bodoh ada seseorang dibalik pintu itu. Isabella bangkit dan langung menakan tombol sesuatu hingga tampilan visual layar belakang terlihat jelas oleh nya maupun Maxim.
Wanita yang disebut Agen TL-1 itu sedang berdiri bagaikan sebuah patung disana. Isabella heran sekaligus penasaran begitupun dengan Maxim.
" Max.. '' ucap Isabella namun Maxim hanya mengangguk dan tersenyum lembut.
" Ruangan ini kedap suara Isa. Kau tenang saja Fitur canggih di sini tidak di tampilkan dengan mencolok jadi aku bisa memantau pergerakan dia di sini.'' ucap Maxim dan Isabella tak menjawab
__ADS_1
" Dia tinggal disini ? '' kesal Isabella dan Maxim tentu saja menggeleng tegas. " Awas saja jika kau berani maka aku akan mencari lelaki yang paling tampan dan lebih kaya di luaran sana '' oceh Isabella hingga Maxim menajamkan manik nya seketika.
'' Maka aku yang akan membunuh nya terlebih dahulu Isa. Kau tau aku seperti apa bukan ? Jadi jangan macam-macam '' tegas Maxim dan putri bungsu Dave itu hanya acuh dan memutar bola matanya seakan tak mendengar apa yang dikatakan oleh Maxim.
Siapa pun tahu akan sosok psikopat dingin putra semata wayang Ellara dan Ornaf. Alih-alih takut justru Isabella terkesan menantang nya. Maxim diam melihat Isabella yang duduk dengan tenang, namun sebuah senyum tipis terselip di wajah tampan nya itu.
Di tempat Athena berada.
Athena bersama beberapa orang anak buah nya dan juga Alland serta Blue sudah di suatu tempat yang diyakini keberadaan Rayzen berada. Butuh waktu untuk menemukan jejak Rayzen namun hal itu membuahkan hasil kini Athena kembali ke negera di mana Garvish berada.
Sebuah desa terpencil menjadi pilihan si penculik Rayzen. Athena menerbangkan sebuah drone kecil dengan kamera segala arah. Sedangkan Blue melihat hasil akhir nya melalui jam tangan canggih buatan king.
" Cukup banyak pergerakan disana Nona. " lapor Blue yang menggunakan MH di telinganya agar terhubung dengan yang lainnya.
" Ya. Namun mereka semua bersenjata blue. '' ujar Athena lagi, Blue mengiyakan apa yang dikatakan oleh Athena. Dirinya pun tak bisa gegabah dalam melangkah.
krekkkk
" Oh shittt !! " umpat Alland saat ia melihat drone milik Athena diketahui oleh salah satu dari mereka. Blue diam saja saat benda kecil yang melayang dengan banyak kamera tertangkap dan bahkan wajah orang itu terlihat.
Namun Blue tertegun saat melihat wajah itu, wajah yang berada di arsip merah milik king. Blue tampak mengingat-ngingat nya kembali, namum lamunan Blue buyar kala mendengar suara ledakan.
DUARRRR
Kilatan api dan hembusan angin bercampur material bangunan terlihat oleh manik Blue ia segera berlari menuju tempat pertama. Sedangkan Alland sedang kebingungan karena diri nya kehilangan jejak Athena, walaupun mereka saling terhubung namun Alland yakin nona nya itu mematikan sistem yang ada.
__ADS_1
DODODODORRR
'' Penyusup !! " teriak lantang para orang-orang yang bertugas untuk menjaga kawasan itu, sontak hal tersebut membuat kubu Athena dan lawan mulai resah. Mereka sibuk menghalau serangan yang ada begitupun dengan anak buah Athena yang melawan semakin beringas di bawah komando Blue dan juga Alland.
Disisi lain Athena diberondong oleh beberapa peluru yang mengincar nya terus menerus, akan tetapi kecekatan dari keturunan darah mafia begitu kental dalam diri gadis bermanik hitam itu. Athena berlari dengan penuh percaya diri dan menerobos masuk kedalam dengan cepat tanpa luka sedikit pun.
DODODODORRR
DODOODODODORRR
" Tangkap gadis itu !! " teriakan seseorang yang begitu menggema mengusik tepat di telinga Athena. Langkah nya terhenti kala melihat beberapa orang berada di depan seperti siap akan menangkap nya.
" Sial !! Cari mati '' desis Athena dirinya langsung menarik dua buah pistol yang berada di balik paha nya. Kedua tangan nya menggenggam cantik sebuah senjata api dengan corak yang begitu mencolok.
DODODODORRR
aghhhh
Erangan dan rintihan menghiasi pertempuran itu. Athena menembak mati para target nya tanpa sungkan manik tajam nya bergerak dengan tajam seperti sedang menandai dan mengunci sesuatu.
" Aku tau kau disini. Keluar dan jangan jadi seorang pengecut ! '' teriak Athena memutarkan tubuhnya secara perlahan diruangan yang sunyi dengan beberapa mayat yang tergeletak bersimbah darah.
DORRR
Athena menembak sesuatu benda berukuran kecil di sudut ruangan. CCTV ? ya benda itu ditembak hingga hancur berkeping-keping dirinya marah karena merasa pergerakan nya di awasi.
__ADS_1
Diluar sana para anak buah lawan sudah berkurang, Alland dan Blue memukul mundur dengan cara kejam. Beberapa anak buah Athena sudah menguasai beberapa tempat dan menyelidiki beberapa temuan yang ada.
Alland masih terus mencari jejak sang nona yang selalu menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Alland mencoba untuk menghubungi melalui MH yang terhubung namun sang nona tak menjawab sedikit pun.