King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
*Turki


__ADS_3

Turkey, waktu setempat.


Hari ini adalah hari perayaan ulang tahun Diandra walaupun hari lahirnya sudah lewat tapi Asyur tetap merayakannya dengan sangat meriah disebuah hotel megah miliknya di Turki.


Para tamu hadirin tentu saja banyak sekali, karena Asyur mempunyai rekan bisnis yang sangat banyak ditambah Diandra pun memiliki beberapa teman di Turki selama menjadi istri dari seorang Asyur.


Malvin yang telah siap dan rapi hanya menunjukkan ekspresi datarnya saat ia menginjakkan kakinya di hotel milik ayah sambungnya itu.


Malvin bisa melihat senyum dan tawa bahagia sang ibu di hadapannya yang bersanding dengan Asyur dan sang adik Elisya.


Malvin sebenarnya tak begitu menikmati pestanya kini, hanya saja ia ingin menunjukkan pada sang ibu bahwa dirinya begitu menikmati pesta malam ini karena tak ingin membuat Diandra kecewa.


" Ohhh tuan Malvin " ucap salah satu lelaki muda dengan setelan formal akan tetapi kancing kemeja pria itu sengaja dibuka begitu saja.


Malvin memicingkan matanya saat lelaki itu menyapa, wajahnya tak asing tapi Malvin dengan cepat mengingat wajah itu.


" Tuan Alex ? " ucap Malvin datar dan Lelaki itu tersenyum tipis " sepertinya dunia begitu sempit sehingga kita bertemu di acara ini " ucap Malvin lagi kepada lelaki itu.


" Kau benar " ucap Alex singkat tanpa eskpresi " tapi.. ngomong-ngomong untuk apa kau berada di sini ? " heran Alex menatap Malvin dengan tatapan heran.


Malvin tersenyum sinis mendengar perkataan rival bisnis nya itu, Alex Wuhan seorang pria keturunan China yang bergelut di dunia bisnis serta jaringan dunia hitam warisan keluarganya tersendiri serta pernah berselisih dengan George maupun Malvin pada kala itu.


Seharusnya Malvin yang bertanya pada Alex untuk apa dirinya berada di acara keluarganya itu ? apa Asyur mengenalnya ? mungkin saja ia.


" Kakak " ucap seorang gadis muda menepuk pelan bahu nya, Malvin langsung menoleh dan tersenyum menatap sang adik. " Mommy mencari mu " ucap Elisya dengan senyum manis.


" wait !! Kau.. " ucap Alex terpotong.


" Dia adikku " tegas Malvin dan Alex langsung terkejut bukan main, Elisya menatap Alex dengan tatapan biasa nya tapi Alex justru menatap tak percaya.


Malvin menarik tangan Elisya lembut untuk segera menemui sang ibu meninggalkan Alex Wuhan yang masih diam saat mendengar perkataan Malvin.


Diandra tersenyum lembut saat melihat putranya, Malvin balas tersenyum dan mereka sesaat berpelukan satu sama lain, Asyur dan Elisya yang melihat itu hanya tersenyum tipis.


" Selamat ulang tahun mom " ucap Malvin dengan lembut seraya melepaskan pelukan sang ibu. " Aku harap mommy selalu bahagia " ucap Malvin lagi dan Diandra tersenyum lalu mengangguk dan mengelus lembut pipi Malvin.


" terimakasih sayang. " ucap Diandra lirih dan Malvin hanya tersenyum lembut lalu ia pamit untuk duduk bersantai sembari menikmati hidangan yang ada.


Diandra tersenyum samar saat menatap wajah sang putra dari jarak jauh, dirinya tau hubungan Asyur dan Malvin tak pernah ada kemajuan mereka akan terlihat bersikap biasa-biasa saja saat dihadapan banyak orang.

__ADS_1


Diandra menatap Asyur dengan sendu dan Asyur hanya menunduk lalu memeluk erat tubuh sang istri, tentu saja pemandangan itu tak luput dari tatapan para tamu yang hadir.


'' Aku akan berusaha untuk membangun hubungan yang selayaknya. Aku... aku berjanji padamu, aku akan lebih berusaha lagi '' ucap Asyur lirih dan Diandra hanya mengangguk pelan dengan senyum tipis yang menghiasi wajah indahnya.


CETAKKK


Tiba-tiba ruangan ballroom yang luas dan megah serta ramai itu gelap gulita, tentu saja itu membuat orang-orang yang hadir terkejut bukan main.


suara kericuhan ringan mulai terdengar disana, Asyur dengan cepat menghubungi anak buahnya untuk melihat apa yang terjadi.


Malvin masih diam ditempat dan tak ingin bergerak entak mengapa hatinya merasakan hal yang lain, Malvin berjalan sedikit demi sedikit untuk mencapai suatu tempat dan memanfaatkan penerangan yang berada di luar.


Tak lama kemudian lampu menyala dan orang-orang terlihat lega bukan main, Asyur menghela nafasnya dengan pelan begitupun dengan Malvin.


" Mommy " ucap Malvin saat ia tak mendapatkan sosok sang ibu.


Asyur yang pada saat itu tak jauh dari Malvin langsung menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari sang istri tapi sial Diandra tak ada, jantung Malvin berdebar tak karuan saat ini begitupun dengan Asyur.


AGHHH


teriakan itu sontak mengejutkan semua orang yang hadir bagaimana tidak seorang lelaki ditemukan tak sadarkan diri dengan dahi yang berlubang seperti ditembak seseorang.


pesta yang tadinya berjalan dengan mulus dan lancar kini hancur hanya beberapa menit saja, Para tamu wanita langsung berteriak saat mereka menemukan beberapa mayat tergelatak tak jauh dari sana.


" Periksa cctv cepat " teriak Asyur lantang dengan mata melotot lebar menahan amarah, sontak para anak buah Asyur berlari dan menjalankan tugasnya masing-masing.


" Tuan, Nona Elisya menghilang " ucap salah atau dari mereka hingga Asyur syok dan terkejut bukan main, Malvin yang mendengar hal itu langsung pergi meninggalkan gedung itu.


" Diandra. Elisya " ucap Asyur.


******


Diandra mengerjap-ngerjapkan matanya secara perlahan, kepala nya berdenyut dan terasa pusing ia menatap sekelilingnya yang terasa asing.


" Aku dimana ? " gumam Diandra saat ia duduk di tepi ranjang tapi kemudian tubuhnya seperti bergetar karena merasakan sesuatu. " Apa-apaan ini, siapa yang membawa ku pergi!" sentak Diandra dirinya tersadar jika dia sedang berada di dalam pesawat.


CEKLEK.


seorang wanita muda menunduk hormat pada Diandra membuat si mpunya mengeryitkan dahinya pelan, wanita itu adalah seorang pelayan.

__ADS_1


" Nyonya sudah sadar ? syukurlah. Kau baik-baik saja, aku sudah menyiapkan beberapa menu hidangan ringan untuk anda selama diperjalanan " ucap wanita itu dan lagi-lagi membuat Diandra bingung.


Diandra tau jika telah terjadi sesuatu hal pada dirinya karena pada saat pesta berlangsung dan kejadian mati lampu itu dirinya tiba-tiba dibekap hingga tak sadarkan diri.


tapi Diandra sendiri pun tak tau siapa yang melakukan hal itu, apa musuh suaminya ? ohh Diandra merasa dirinya kurang beruntung saat ini.


saking asyiknya melamun Diandra tak menyadari jika wanita muda yang sebagai seorang pelayan itu telah keluar dari ruangan itu, dan kini sosok lelaki tinggi bertubuh kekar sedang menatapnya dalam.


Diandra kemudian berbalik dan hendak bertanya tapi seketika bibirnya bungkam dengan mata yang melebar sempurna, tubuhnya terasa lemas dan kaku saat menatap wajah itu kembali.


Lelaki itu hanya tersenyum tipis dengan perasaan penuh luka, wanita yang dulu selalu menatapnya dengan penuh binar kini telah berubah, ia mendapati pancaran sorot mata yang ketakutan disana.


perlahan-lahan Diandra mundur dengan menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, airmatanya saat itu juga tumpah membasahi pipinya.


" kau... " ucap Diandra tercekat.


" Ini aku Diandra, ini aku Chaiden " ucap lelaki itu dengan perasaan sendu tapi Diandra menggeleng dan justru melemparkan sebuah hiasan meja berukuran sedang yang terbuat dari kaca keramik disana.


PRANGGG


Chaiden menghindar saat Diandra melemparkannya dengan benda itu, tatapan Chaiden masih tetap sana menatap Diandra dengan sendu dan penuh kehancuran.


" Kenapa kau berada di sini bajingan !! apa yang telah kau lakukan hah... " teriak Diandra lantang.


" Tentu saja membawamu menuju istana kita Diandra " ucap Chaiden datar dan Diandra langsung tersulit emosi dibawanya. Chaiden masih tetap berdiri di tempat agar Diandra tak memberontak dan melakukan hal lainnya.


" Bajingan !! kau memang brengsek.. Aku Sudah menikah. Jangan mengusikku lagi, aku sudah bahagia " ucap Diandra tegas dan penuh penekanan.


Chaiden hanya diam tak bereaksi sedikit pun ia terus menatap Diandra dengan lekat-lekat dan mengamati dengan dalam wajah yang ia rindukan selama ini.


Diandra menangis dan kini ia melangkah mendekat kearah Chaiden.


PLAKKK


" Aku kau pulang. Aku mau suamiku..!! " teriak Diandra lagi dihadapan Chaiden. " kau memang bajingan Chaiden kau tak berubah sama sekali. '' ucapnya lagi dan Chaiden masih saja diam.


Diandra memukul, memaki, bahkan melakukan apapun yang ia mau untuk melukai Chaiden, tapi lelaki itu masih diam bergeming dan membiarkan Diandra melupakan emosinya kini.


" bisakah kau diam " datar Chaiden dan kini tatapan Diandra menajam saat mendengar perkataan ambigu seorang Chaiden. " Diam dan jangan memberontak Diandra. Kau tentu nya tau betul siapa aku bukan ? jadi saat ini berhenti membuang-buang tenaga mu hanya untuk mengamuk tak jelas seperti ini '' ucap Chaiden dengan penuh penakanan dan berlalu pergi dari ruangan itu meninggalkan Diandra yang sedang dilanda amarah.

__ADS_1


Diandra terduduk lemas dan menangis tersedu, kenapa ia harus bertemu lagi dengan lelaki itu ? kenapa ia harus bertemu lagi dengan lelaki masa lalunya itu.


Diandra duduk dengan wajah sendu memikirkan suami serta anak-anak nya, apakah mereka menyadari jika dirinya diculik ? Diandra harap Asyur segera menemukannya.


__ADS_2