King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Crazy.


__ADS_3

Yunani, Waktu setempat.


Gabriel, Samuel, Alexandrea dan juga Maxim baru saja tiba mendarat di bandara internasional Yunani dengan menggunakan pesawat pribadi milik Gabriel.


keempat pemuda itu langsung disambut oleh para anak buahnya di sana, Gabriel dan Samuel menaiki mobil yang sama sedangkan Alexandrea dan juga Maxim mengunakan mobil lainnya.


Tujuan mereka kali ini adalah ke gudang perakitan yang akan memakan waktu sekitar tiga jam. Gabriel rasanya sudah muak saat rajutan bom yang susah payah mereka rakit serta kembangkan kini di klaim oleh orang lain dan juga beberapa barang yang dikirim oleh Alexandrea langsung nyatanya tidak sampai ke tangan para anak buahnya, sontak hal itu membuat Alexandrea geram seketika.


" Apa kau yakin dia orangnya ? '' tanya Maxim menatap Alexandrea yang sedari tadi terus memainkan tabletnya entah apa yang dilakukannya.


" aku yakin '' tegas Alexandrea dan Maxim mengangguk saja, lalu ia beralih menatap pemandangan di luar yang dilaluinya itu. '' aku telah mengintainya beberapa hari yang lalu ya walaupun kurang maksimal karena fokus ku terpecah membantu lainnya untuk mencari kak Athena '' lanjut Alexandrea lagi dan Maxim diam tak menjawab.


setelah sekian lama menempuh perjalanan akhirnya mereka telah tiba disebuah kota yang sangat indah. Samuel menatap sekitarnya dengan intens.


Bangunan modern berbetuk Piramida menjadi singgahan utama keempat pemuda itu, Mereka disambut oleh para anak buahnya yang bertubuh tegap dan besar bahkan mereka terlihat menunduk sopan pada keempat pemuda itu.


Samuel bersiul kala melihat seorang wanita cantik dengan tubuh seksi dan hampir memperlihatkan dada serta bokongnya. Gabriel memicingkan matanya sesaat.


'' Siapa kau ? '' ucap Gabriel tepat berdiri di hadapan wanita berambut keemasan dengan hidung yang mancung serta bubur mungilnya yang sungguh menggoda.


" lembut lah jika berbicara brother " kekeh Samuel dan Gabriel tak menggubris ocehan Samuel yang terkesan menggodanya.


Wanita bertubuh tinggi itu gugup bukan main saat tatapan Gabriel seperti menusuk tepat di jantungnya, sungguh mengintimidasi.


" Selamat datang tuan " ucap tiba-tiba seorang yang setengah berlari dengan nafas yang tersengal, Gabriel melihat siapa yang menyapanya. Rupanya Alpha orang yang dipercaya penuh untuk menjaga gudang ini. " Dia adalah Mika tuan. " ucap Alpha dengan sopan " Sebaiknya kita segera masuk untuk membicarakan sesuatu tuan " ucap nya pada Gabriel, Samuel, Alexandrea dan juga Maxim.


Gabriel akhirnya mengangguk tanpa melihat kearah alpha. Wanita yang bernama mika tentu saja ikut karena mendapatkan lambaian tangan seperti sebuah kode dari Alpha untuk segera mengikutinya.


keempat pemuda itu duduk dengan gaya angkuhnya masing-masing bahkan Maxim sangat minim ekspresi sedangkan Samuel matanya tak lepas dari Mika yang terlihat menunduk tak berani menatap.


Alexandrea justru masih asyik dengan tablet dalam genggamannya. Maxim menatap datar kearah Alpha yang masih berdiri tak jauh dari meja dihadapannya.


" Apa semuanya makin runyam ? " ucap Gabriel menatap Alpha dengan datar.

__ADS_1


" Benar tuan. Semuanya makin runyam terlebih barang yang dikirimkan oleh tuan Alex tak sampai pada kami, padahal kami sudah menunggunya di pelabuhan sehari sebelum tiba " ucap Alpha dan Alexandra terlihat menaikkan pandangannya.


" Lalu masalah pengklaiman itu ? " ucap Maxim bertanya.


" Sebagian konsumen kini tak lagi bekerja sama dengan kita tuan. Mereka lebih memilih perusahaan yang baru saja berjalan kurang lebih empat bulan yang lalu " jawab Maxim lagi.


BRAKKKKKK


" Empat bulan kau bilang !! " pekik Maxim marah " Jika sudah empat bulan lalu kenapa baru akhir-akhir ini kalian mengetahuinya hah !! " teriak Maxim lagi hingga Alpha hanya bisa menunduk merasa kali ini tugasnya lalai dan lengah.


Wanita yang bernama mika itu sontak terkejut setengah mati mendengar teriakan dari lelaki berambut kecoklatan dengan maniknya yang tajam seakan hendak menerkam incarannya.


Alexandrea dan Samuel diam saling melirik satu sama lain entah apa yang mereka fikirkan saat ini sedangkan Gabriel hanya menghela nafasnya perlahan mencoba untuk menetralkan kembali amarahnya, dirinya sadar jika alpha dan lain nya tak bisa berbuat banyak tanpa persetujuan apapun.


" Lalu apa kau sudah tau siapa dia yang berani melakukan hal ini " tekan Alexandrea.


" sudah tuan. '' ucap nya lagi dan Maxim hanya mengangguk kecil.


rumor jika Maxim memang kejam terbukti adanya. Usianya yang masih muda tapi kedudukannya cukup diperhitungkan ditambah Maxim hampir mirip dengan seorang algojo. Sekali tebas langsung putus. Tak berperasaan.


'' lalu dia .. " ucap Maxim lagi melirik Mika dengan tajam.


" Dia sudah membantu pekerjaan ku tuan. Mika ini adalah orang yang diperintah kan untuk menyusup masuk dan mencari tau siapa pelaku dari kekacauan yang terjadi, dan hasilnya cukup memuaskan. " ucap Alpha lagi dan Maxim hanya diam saja lalu melirik Samuel yang tak henti-hentinya menatap Mika dengan tatapan menggodanya.


" Aku menginginkan mu malam ini. " ucap Samuel tiba-tiba hingga Gabriel yang sedang meminum air mineralnya langsung tersedak, sedangkan Alexandrea dan Maxim memilih diam karena mereka sudah tau dengan sifat dari seorang Samuel.


" tapi.. " ucap jika terhenti karena alpha langsung menggeleng tegas menatap mika. Akhirnya mika pasrah dan mengangguk ragu. Samuel tersenyum miring dibuatnya.


" besok kita akan beroperasi. Sebaiknya kau gunakan malam ini dengan baik Sam. Pastikan senjata milikmu dimanjakan dengan benar " Sindir Alexandrea dan Samuel terkekeh kecil sedangkan Mika menelan ludahnya kasar. Sungguh ia akan melayani pemuda itu yang mungkin usianya berada di bawah dirinya.


" Hmmm terimakasih kalian sangat perhatian brother. " ucap Samuel.


*****

__ADS_1


Waktu menunjukkan pukul sembilan malam. Samuel sudah menunggu di kamar miliknya. Sebuah minuman berkelas menemani dirinya malam ini.


pintu berwarna coklat itu diketuk dan Samuel membukanya. Senyumnya mengembang saat melihat Mika berdiri dengan cantik Samuel mempersilahkan nya untuk masuk dan Mika menurut saja.


" Hmmm kau memang menggoda " ucap Samuel seraya memegang lengan mika yang hendak duduk di sisi ranjang. Entah mengapa Mika menjadi gugup sekaligus canggung saat berhadapan dengan Samuel.


Samuel duduk di kursi single miliknya menatap Mika dengan tatapan penuh minat nya namun tersirat sebuah keangkuhan didalam sana. Mika bingung harus melakukan apa.


" Kemarilah " perintah Samuel dan Mika segera beranjak dan dengan cepat Samuel menarik tubuh mika hingga menciumnya dengan beringas. Mika sungguh terkejut akan sikap tiba-tiba dari Samuel yang.


Samuel begitu menggebu-gebu dalam mencium bibirnya membuat Mika cukup kewalahan tapi detik kemudian Mika bisa mengimbangi ritme yang Samuel berikan.


Samuel semakin liar dan kian menelusuri rongga mulutnya dengan lincah, Mika mengerang kala kedua bulatan kenyal itu diremas gemas oleh Samuel.


" Hmmm kau cukup manis Mika '' puji Samuel dan Mika tersipu malu, Samuel menuntun Mika untuk duduk di bawah. Samuel kian gila saat ia melepaskan kain tipisnya hingga memperlihatkan senjata pribadi miliknya yang cukup mempesona.


" Tu...Tuan..'' lirih Mika dan Samuel tersenyum miring.


" puaskan aku malam ini maka bayaran tinggi akan kau dapatkan Mika '' ucap Samuel begitu tegas dengan manik yang sayu karena sangat bergairah. Senjata pribadinya sudah sangat mengeras meminta untuk dimanjakan.


Awalnya Mika ragu tapi dengan perlahan Mika mulai melakukan tugasnya, memanjakan milik Samuel dengan begitu teliti bahkan memberikan nya sentuhan yang sungguh memabukkan.


Samuel menikmati permainan Mika hingga matanya ikut terpejam dengan bibinya yang sedikit terbuka bahkan Samuel menahan suara erangannya.


Mika melakukannya dengan baik hingga gerakan cepat mika berikan membuat Samuel benar-benar gila dan merasa sedang di atas awan. Samuel mencengkram rambut Mika seolah meminta wanita itu memperdalam kegiatannya.


'' Ahhhh " erang Samuel panjang saat sesuatu yang ia tahan akhirnya keluar dengan sangat banyak. Mika hampir tak bisa menghindar karena Samuel menekan erat kepalanya.


Nafas Samuel naik turun tak karuan, pandanganya sedikit sayu dan menggabur bahkan keringat membanjiri wajah serta tubuh nya.


Mika segera berlari untuk membersihkan diri karena penguatan Samuel dan sang pelaku hanya tersenyum sinis, setelah selesai Samuel memberikan sebuah cek yang nominalnya cukup menggiurkan. Mika berterimakasih dan Samuel hanya mengangguk saja.


Akhirnya malam itu Samuel yang kelelahan tertidur dengan nyaman dan mencoba mengarungi mimpi yang indah di alam nirwana sana.

__ADS_1


__ADS_2