King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
sebuah permintaan ?


__ADS_3

Malvin saat ini sedang menikmati makan siangnya sendiri di salah satu restoran cepat saji yang tak jauh dari kantornya, George sang sahabat malah belum ingin bekerja hal itu membuat Malvin hanya bisa melakukan hal lainnya seorang diri.


restoran yang menghadap kearah laut lepas menjadi ikon tersendiri yang sangat indah, Malvin menikmati setiap hembusan angin laut yang menerpa tubuhnya itu.


" tuan nona Madeline baru saja keluar dari kediamannya ia juga membawa dua buah koper dan sepertinya nona Madeline akan menuju bandara. " pesan singkat itu tertera begitu saja di ponsel milik nya, tiba-tiba hati Malvin merasakan hal lain setelah membaca pesan tersebut dari anak buahnya.


" ikuti terus dia, jika memang dia menuju bandara cek seluruh penerbangan " perintah Malvin pada anak buahnya melalui pesan singkat.


mata lelaki itu terlihat memandang lurus kedepan, tiba-tiba hatinya berdenyut saat mengetahui jika Madeline akan pergi, Apakah Malvin tak menyadari jika diapun tertarik akan sosok wanita lembut itu tapi perasaan itu tertutup rapat-rapat saat dirinya mengingat masa lalu apa yang dilakukan oleh ayah Madeline.


Malvin seperti tak berselera untuk melanjutkan makan siangnya, ia beranjak dan meninggalkan beberapa menu yang belum tersentuh itu, maniknya menatap tajam saat melihat pergerakan seseorang yang terus mengawasinya.


Siapa lagi ini, awas saja jika kalian menganggu waktuku akan ku keluarkan bola mata kalian karena telah mengawasi ku. batin Malvin


Malvin pura-pura tak tau akan hal itu ia justru dengan sengaja berdiri didepan pintu restoran hanya untuk memasang kaca mata hitam miliknya, Malvin berjalan dengan gagah tanpa memperdulikan keadaan sekitar.


setelah mobil Malvin menghilang dari pandangan, akhirnya pria itu keluar dari tempat persembunyiannya dan mengkonfirmasikan hal ini pada seseorang.


sesampainya di perusahaan GM Crop's Malvin segera memarkirkan mobil mewahnya di salah satu parkiran khusus milik petinggi perusahaan, terlihat Malvin mengerutkan dahinya saat sebuah mobil mewah dengan keluaran terbaru yang sangat dikenalinya.


Ternyata saat itu Malvin kedatangan tamu dan Malika menyuruh tamu tersebut untuk menunggu disebuah ruangan khusus, Malvin segera masuk dan hal pertama yang ia lihat adalah seorang lelaki bertubuh atletis dengan tinggi yang sempurna sedang kaki nya yang bertumpu terlihat sedang menatap keluar jendela.


" Ehemm " ucap Malvin membuyarkan lamunan pria itu. " ada perlu apa tuan kemari ? '' ucap Malvin datar lalu duduk di sofa yang tersedia, lelaki itu menatap Malvin tanpa berkedip.


" Tidak ada, hanya saja aku ingin berkunjung kemari, lagipula aku ada pekerjaan disini " ucap lelaki itu yang tak lain adalah Asyur.


" bagaimana keadaan mommy disana ? " ucap Malvin lagi.


" baik, mommy mu sangat baik dia sangat merindukan mu '' ujar Asyur lagi dan Malvin hanya diam saja membuang pandangan nya kerah lain agar tak bertatapan dengan ayah sambungnya itu.


Asyur menatap dalam putra pertama dari istrinya itu, Malvin yang biasanya ramah kini telah berubah jauh dimana Asyur merasakan sebuah benteng pembatas dalam diri seorang Malvin.


Asyur memilih untuk menyesap kopi yang disediakan oleh Malika, dan Malvin masih memilih diam dengan seribu bahasa.


'' baiklah jika begitu, pekerjaan menungguku untuk cepat diselesaikan '' ujar Malvin seraya bangkit dan hendak meninggalkan Asyur diruangan itu seorang diri.


" bukankah pekerjaan yang kau lakukan tak akan pernah selesai ? " Picing Asyur dan Malvin melirik langsung kearah Asyur '' temani Daddy untuk meminum kopi disini " pinta Asyur dan Malvin tersenyum sinis.


" maaf aku bukan orang yang lenggang sehingga bisa menemani tuan untuk minum kopi bersama '' ucap Malvin lagi dengan sopan.


" Daddy !! panggil aku dengan sebutan itu, kau tetap putraku '' ucap Asyur sedikit tegas dalam intonasinya dalam berbicara, Malvin berbalik dan menatap dingin lelaki yang berusia lanjut itu.


" bukankah kita sudah pernah membicarakan masalah ini waktu dulu tuan Asyur ? Aku masih menghormatimu karena kau suami dari ibu ku '' ucap Malvin lagi dan Asyur hanya diam saja mencerna perkataan Malvin.

__ADS_1


" tidak bisakah kau bersikap sedikit lunak terhadapku ? aku tau apa kesalahan ku pada masa lalu tapi itu semua sudah berakhir dengan aku yang mengakui semua kesalahan ku '' ujar Asyur tak ingin kalah dan Malvin hanya mengangguk tipis.


" Ya semuanya sudah berlalu ada lagi ? '' ucap Malvin ia benar-benar kesal bahkan mood nya hari ini hancur total, rasanya Malvin ingin pergi ke suatu tempat untuk berteriak sekuat tenaga sampai amarahnya hilang dengan sendirinya.


" bisakah kita membangun hubungan yang lebih baik lagi ? " pinta Asyur seperti memohon kepada Malvin dan Malvin hanya bisa terdiam dengan perkataan Asyur.


Hubungan yang lebih baik ? seperti apa yang ia maksud ? apa hubungan seperti dirinya dan sang adik ? Malvin memijat pelipisnya pelan sungguh hari ini menjadi hari terburuk untuk dirinya.


" bukan kah diantara kita baik-baik saja ? '' Picing Malvin tapi Asyur menggeleng pelan dengan tatapan sendu menatap putra pertama dari sang istri. " sudahlah jangan terlalu berkelit, aku masih ada pekerjaan yang harus segera aku selesaikan '' ucap Malvin lagi dan Asyur lagi-lagi menahannya.


" satu Minggu lagi ulang tahun mommy mu apa kau tak ingin datang ke turki ? '' tanya Asyur.


" aku pasti datang dan tak akan pernah lupa '' tegas Malvin berlalu pergi dan meninggalkan Asyur yang diam terpaku seorang diri.


Asyur menghembuskan nafasnya pelan seraya memijat pelipisnya dengan mata terpejam, Malvin benar-benar berubah layaknya sebuah es yang susah mencair.


lagi-lagi Asyur gagal untuk berusaha mendapatkan hati Malvin yang terlanjur membeku bahkan untuk sekedar berbincang ringan pun Asyur merasa canggung bukan main.


*******


Isabella baru saja selesai membersihkan diri sesuai perintah dari lelaki asing itu, tak ada pilihan lagi selain menurut jika tidak ia akan mendapatkan perlakuan buruk dari orang yang tak dikenalnya sama sekali.


" pakai ini " ucap lelaki itu seraya memberikan sebuah lingerie berwarna hitam dengan potongan yang sangat dewasa, Isabella membulatkan matanya penuh nafasnya naik turun dan ia berjalan mendekati lelaki asing itu.


BUGHHHHHH


AGHHH


PLAKKK


satu buah tamparan Isabella dapatkan hingga sudut bibirnya pecah walaupun hanya sedikit tapi meninggalkan rasa panas dan kebas di pipi putihnya, matanya memerah lalu maniknya menemukan sebuah pisau buah diatas meja nakas.


lihatlah, aku akan membalas mu saat ini juga. Batin Isabella.


SRETTTT


AGHHH


" sialan kau !! " marah lelaki itu dengan menggeram sempurna, Isabella menyayat lengan lelaki itu tanpa memperdulikan apapun. Lelaki itu bangkit dan berjalan tergesa menuju Isabella tapi belum sampai juga, Isabella telah mendorong sebuah meja pada lelaki asing itu hingga mengenai benda keramat tak bertulang milik sang lelaki asing.


BUGHHHHHH


" aghhhh " erang lelaki itu dengan merintih kesakitan, Isabella segera pergi dari ruangan itu dan sial pintunya terkunci dengan sempurna, Isabella terus mencoba membuka pintu itu dengan asal agar bisa terbuka tapi lagi-lagi usahanya gagal.

__ADS_1


AGHHH


jerit Isabella saat rambutnya dijambak kuat dari arah belakang oleh si lelaki, mata nya merah menatap nyalang pada Isabella nafasnya terdengar menderu dan siap meledak.


DUAKKK


AGHHH


lelaki itu membertur kan kepala Isabella ke dinding yang kokoh, hingga Isabella merasakan sakit yang luar biasa pada dahi dan kepalanya, tak ingin mati konyol Isabella melawan dengan menendang perut lelaki itu dengan kakinya yang jenjang


BUGHHHHHH


" mati saja kau !! " ucap Isabella menaiki tubuh si lelaki dengan mencekik erat leher si lelaki, keduanya saling bergulung dan melawan satu sama lain, ternyata lelaki itu tak bisa meremehkan Isabella, gadis ini cukup tangguh dan kuat.


SRETTTT


lelaki itu menarik habis dalaman yang dikenakan oleh Isabella hingga aset kembar miliknya terlihat sempurna, lelaki itu terlihat menyeringai puas, dan Isabella semakin beringas marah.


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


lelaki itu mendapatkan dua pukulan di wajahnya dari Isabella hingga hidungnya mengeluarkan darah segar, Isabella tak memberi ampun ia seperti merasakan kekuatan besar dalam dirinya setelah beberapa hari ia harus diam dan bungkam.


BRAKKKKKK


lelaki itu mendorong kasar tubuh Isabella hingga punggungnya membentur meja, Isabella meringis menahan rasa nyeri di bagian punggung belakanganya, penampilan nya terlihat acak-acakan, dan kini ia hanya memakai segitiga berwarna kuning yang menutupi harta berharganya.


" kau.. memang benar-benar sialan, kau gadis bar-bar, " pekik lelaki itu dan menyerat Isabella hingga keranjang, Isabella memberontak dan menerjang apapun dengan kakinya. " DIAM ATAU AKU AKAN MEMBUNUHMU !! " teriak lelaki itu dengan suara uang menggelegar sempurna hingga Isabella terkejut buka main.


tubuh nya kini terkungkung oleh lelaki asing itu, mata si lelaki menatap penuh ***** akan tubuh Isabella yang tergolong sempurna untuk anak seusianya.


" AGHHH " pekik Isabella saat tangan kekar itu meremat benda kenyal miliknya " bajingan lepaskan aku " teriak Isabella lagi tapi si lelaki semakin beringas dan meremat bahkan meremas benda itu dengan kasar, nafas keduanya memburu Isabella menangis, dan meronta hingga suara keributan tersebar hingga lantai dua.


lelaki itu terpaksa menghentikan kegiatannya dan melihat apa yang terjadi kearah jendela yang terbuka, matanya terbelalak saat beberapa orang mulai mengepung rumah ini bahkan terdengar suara selongsong senjata api disana.


sial. Apa lelaki itu telah mengetahui jika putrinya aku sekap disini, jika ya aku harus pergi dengan cepat.


******


*Hai-hai para readers setia pembaca novel owee.. Owee cuma mau ngasih tau jika novel owee yang berjudul " kembalinya sang ratu mafia " nyusul yah hari Senin, karena novel tersebut akan segera tamat tinggal menyempurnakan untuk akhir-akhir cerita dari novel tersebut.


love you all*

__ADS_1


__ADS_2