
Mikael dan Mike kini berhadapan dengan Valera setelah mereka berdua justru tak bergabung saat acara pengenalan. Valera menatap tajam kedua putra kembar dari Alexa itu.
Mike dan Mikael justru diam dengan wajah angkuh dan datarnya Maniknya seolah tak terusik dengan tatapan tajam Valera selaku orang yang paling disegani semua orang.
'' Kemana? '' pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibi Valera. Mike dan Mikael sama-sama menghembuskan nafasnya pelan dengan tenang.
'' Aku tak bisa meninggalkan ibuku yang sedang menangis demi pengenalan itu! '' ucap Mike datar.
" Aku bahkan lebih memilih tidak dikenal sebagai keturunan King! Aku terlalu nyaman hidup bersama kembaran dan juga ibuku! '' ucap Mikael menimpali. Valera diam saja dan menyesap red wine nya secara perlahan. Perkataan kedua pemuda itu justru menyentil hatinya. Valera tau dengan cerita masa lalu dimana kejadian naas itu menimpa keluarga mereka.
" Dan harusnya nenek tak mempermasalahkan nya bukan? '' saut Mikael menimpali dengan wajah dingin dan sorot mata yang tajam.
" Ya baiklah. Lupakan saja! '' ucap Valera akhinya mengalah dengan memberikan jawaban yang saat ini dibutuhkan oleh si kembar. Tak lama pintu terbuka dan menampilkan pasangan baya yang memakai pakaian dengan warna senada.
" maaf kami terlambat '' ucap Elena dan Ed secara bersamaan. Hingga Mike dan Mikael sontak menoleh kearah sumber suara. Manik mereka saling bertemu dan terkunci satu sama lain.
" Apa ini rencana mu? '' tanya Mikael dengan nada tak sukanya. Valera hanya mengedikkan bahunya acuh.
" Kalian datang? " ucap Elena senang dengan manik yang berbinar karena melihat kedua cucunya yang berada disini. Mike dan Mikael diam tak mau menjawab Ed berjalan dan mendudukkan tubuhnya disamping Mikael.
" Apa kabar ? biar ku tebak kau Mikael dan kau Mike '' ucap Ed mencoba berkomunikasi dengan kedua cucunya itu. Namun lagi-lagi keduanya diam tak menjawab.
" Duduklah Elena mari kita berbincang dan luruskan masalah yang sudah sangat larut ini. '' ucap Valera lagi hingga Elena mengangguk dan duduk di kursi single disamping Mike.
Keheningan melanda di ruangan itu. Valera hanya memiliki waktu tiga puluh menit untuk berada diruangan ini sebelum dirinya kembali dan bergabung dengan yang lainnya terlebih Dyora gadis itu merenggut ketika ditinggal sang nenek.
__ADS_1
Mike dan Mikael lebih memilih diam dan enggan mengeluarkan suara terlebih dahulu Valera tersenyum tipis melihat tingkah si kembar yang menurutnya memiliki gengsi tinggi.
" Bagaimana keadaan kalian selama disana? apa kalian makan dengan baik? tidur dengan baik? '' ucap Elena menatap kearah cucu kembarnya dengan senyum tulus.
" Kami baik-baik saja! '' datar Mike mewakili karena melihat Mikael seperti enggan menilai perkataan nenek nya.
" Aku tak menyangka kalian tumbuh dengan secepat ini, bahkan kalian terlihat tinggi '' ucap Elena lagi mengusap lembut pipi Mike hingga membuat pemuda itu terkejut bukan main.
Mike baru pertama kali merasakan sentuhan lembut tangan Elena karena setiap kali Elena dan Ed berkunjung mereka berdua enggan bertemu hingga pada akhinya Alexa yang meminta maaf atas sikap kedua putranya.
Tiga tahun Alexa hidup sendiri di Indonesia karena diasingkan namun di tahun keempat Alexandrea selaku kembaran Alexa datang dan melunakkan hatinya terlebih melihat kedua balita yang tumbuh tanpa hangatnya keluarga.
Namun Alexa bersyukur di tengah keterpurukan nya justru sang kakak masih mau memaafkannya. Salah? bahkan Alexa tak mengetahui apa salahnya. Hingga di tahun kelima Ed dan Elena memutuskan untuk menemui putri mereka setelah mendengar cerita dari Alexandrea jika kedua cucunya tumbuh baik disana.
" Sudahlah jangan menangis. Tangisan mu tidak merubah semuanya! tangisan mu tidak mengembalikan masa kecil kami yang seperti anak pada umumnya! itu semua tidak akan pernah kembali '' sarkas Mikael kesal.
" Tenang saja jangan memikirkan kami dengan rasa bersalah yang membelenggu hatimu nenek. Sungguh kami tak mengapa melihat mommy hidup bahagia itu sudah cukup untuk kami! '' ucap Mike menimpali lalu beranjak dari kursi nya. " Maaf kami tak bisa lama! dan terimakasih waktunya. Mikael ayo! '' ucap Mike lagi dan Mikael mengangguk lalu mengikuti langkah sang kakak hingga siluet mereka berdua hilang dari pandangan.
Kini Elena dan Ed tertegun dengan perkataan menohok kedua cucu kembarnya. Benar! mereka merasa bersalah dan rasa itu semakin kian membesar hingga saat ini. Valera yang melihatnya dengan cepat mengelus lembut tangan Elena.
" Kau harus bersabar Elena. Bisa kita lihat jika jiwa mereka berdua sangatlah keras. Hanya Alexa yang bisa meluluhkan keduanya. '' ucap Valera lagi dan Elena mengangguk kecil. " Masih banyak waktu untuk merubah takdir buruk itu Elena! dan aku percaya jika si kembar tak selemah itu. '' ucap valera lagi.
" Aku harap demikian. Aku hanya ingin mereka berdua hidup disini bersama dengan kita. '' sendu Elena lagi.
" Jangan khawatir sayang. Seiringnya berjalan waktu keduanya akan luluh dengan sebuah ketulusan '' ucap Ed menenangkan.
__ADS_1
********
Acara itu masih saja meriah hingga malam hari dikarenakan puncak acara berlangsung di langit yang sudah gelap. Gemerlap cahaya menghiasi sepanjang tempat itu.
Nampak para mafia muda dan tua menikmati waktu mereka yang ditemani musik indah yang mengalun sangat merdu. Terlihat sekumpulan keturunan king sedang berkumpul ditemani oleh anak buah mereka masing-masing.
" Wah aku baru tau jika kau sangat handal Flo! '' ucap jenaka Evander saat melihat Florian yang terkait handak sebagai seorang peminum berkelas.
" Why? " ucap Florian apa adanya.
" Tidak ada. Hanya saja aku baru tau '' ketus Evander lagi hingga tawa Dyora pecah seketika.
" hahaha.. kau harus melihat saat Florian ditemani para wanita cantik Evan! '' celetuk Dyora hingga Aria dan lainnya terkejut bukan main. " bukankah dia pembual ulung! Aria harusnya kau ada disana untuk melihat Flo yang ditemani para wanita seksi hingga tonjolan buah dadanya seakan tumpah ruah '' ucap Dyora lagi.
" Oh astaga! " ucap Serena menatap Florian dengan tatapan tak percaya nya.
'' ckck kalian sungguh membuat ku kesal! '' ucap Florian dengan ketus hingga lagi-lagi Dyora dan Serena tertawa bersamaan. Hingga
klikkk
Padam! lampu yang menerangi tempat itu seketika padam hingga tak ada sedikitpun cahaya yang menerangi disana. Semua orang mulai riuh dengan menyiagakan senjatanya masing-masing karena takut jika mereka diserang oleh pihak luar.
*aunggggggg
" GIANT!!! " teriak seseorang hingga mereka semua terkejut bukan main*.
__ADS_1