King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
season 3 ~ Misteri dibalik ramalan bibi Rui.


__ADS_3

keesokan harinya Florian dan seorang lelaki baya yang bernama Zay itu pergi meninggalkan rumah kayu seraya mengambil beberapa alat untuk mereka bawa. Rupanya Xenya sengaja menaruh beberapa senjata disebuah box hitam untuk keperluan Florian.


" Tuan muda apa anda yakin? " ucap lelaki bernama Zay. Florian menatap lurus kedepan dan mengingat saat rombongan Xenya pergi Melawati jalan ini.


" Ya ikuti saja jalan ini. Lihatlah ada jejak ban mobil disini " ucap Florian lagi dan Zay mengangguk membenarkan. Namun mereka tak tau apa yang akan terjadi di depan sana nanti saat melihat jalanan terjal yang menurun dan curam. " Sebaiknya hati-hati " ucap Florian lagi.


" Saya mengerti tuan muda '' ucap lelaki itu lagi.


Zay dan Florian berjalan dan menyusuri sepanjang jalan seraya mengikuti jejak mobil kemungkinan tentang kejadian semalam, ini Sudan hampir dua jam mereka berjalan namun belum menemukan titik terangnya.


Florian sesekali melihat layar ponsel nya untuk memeriksa sesuatu. Namun gagal Florian tak bisa mengirim kembali lokasi mereka.


" Tempat ini seperti tersembunyi tidak ada sinyal apapun disini aku tak bisa mengirim kan apapun '' keluh Florian lagi dengan terus berjalan bersama dengan Zay dimana cuaca yang cerah tiba-tiba mulai mendung seperti akan turun hujan.


Florian dan Zay terpaksa menghentikkan perjalanan mereka karena langit mulai bergemuruh dan tak lama hujan pun turun. Mereka berdua berlindung disebuah pohon yang daunnya sangat rimbun.


Florian pemuda itu memaki dan mengumpat sumpah serapah pada orang yang telah membuat dirinya seperti ini. Para pemotor trail itu benar-benar mengincarnya dan Florian bersumpah setelah keluar dari tempat ini dirinya akan mencari orang-orang itu dan membunuhnya dengan kejam.


Sedangkan rombongan Aslan sudah berada di sebuah titik terakhir sinyal milik Florian menyala, namun setelah itu mereka tak bisa lagi melacak Florian karena kendala sinyal.


Ini sudah dua hari mereka berada di tempat yang sangat jauh namun demikian rombongan Aslan masih bisa bertahan mencari keberadaan saudaranya tanpa memikirkan apapun.


Afrika, waktu setempat.


Larissa terlihat sangat lemah dengan tangan dan kaki yang diikat di keempat sisi ranjang. Rambut panjangnya nya berantakan dengan wajah memar. Maniknya sayu dan nafasnya terdengar lirih.

__ADS_1


dua bulan ini dirinya berusaha untuk meluluhkan Xavier namun kenyataan nya tidak. Setiap Larissa melihat dan menatap Xavier sisi gelap nya selalu berontak dan pada akhirnya Larissa menyerang Xavier dengan begitu brutal begitupun sebaliknya.


Namun keteguhan hati Larissa yang ingin membuat Xavier bertekuk lutut di bawah kakinya tak membuat dirinya goyah, setelah melakukan kekerasan pada Larissa maka Xavier akan datang dengan wajah penyesalan nya.


BRAKKK


" oh tuhan " pekik seorang wanita baya yang terlihat syok saat melihat tubuh Larissa yang terkungkung dengan tali rantai yang membelenggu kedua kaki dan tangannya. Larissa menatap lekat wanita paruh baya itu.


" Oh Xavier! " lirih wanita itu lagi.


" siapa kau? " lirih Larissa bertanya dengan pelan kerena tubuhnya merasa lemah. Namun wanita itu tak menjawab dan sibuk mencari sesuatu. Larissa diam dan menatap pergerakan wanita itu yang terlihat cemas.


" maafkan Xavier. Aku akan melepaskan mu " ucap wanita itu lagi membuat Larissa memicingkan maniknya pelan. Wanita baya itu berhasil membuka ikatan rantai yang membelenggu kedua tangan dan kaki Larissa hingga nafas wanita muda itu terdengar lega. " kau baik-baik saja? " tanya wanita itu lagi lembut.


" Simpan saja pertanyaan konyol mu itu " ucap Larissa ketus membuat wanita baya itu tersenyum dengan tipis. " Kau siapa ? " tanya Larissa lagi.


" Tidak! ini adalah bukti bagaimana lelaki sialan itu menyiksa ku! Aku akan membuat si lelaki brengsek itu menyesal " tegas Larissa lagi dan membuat bibi Rui terdiam sesaat.


CEKLEK


pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan sosok lelaki yang tak kalah mengejutkan. wajahnya lebam bahkan salah satu matanya terlihat bengkak dan membiru hingga sudut bibinya ikut terluka.


Larissa tersenyum puas melihat hasil karyanya saat melihat wajah Xavier tak kalah jauh berbeda dengan dirinya hanya saja larissa masih terlihat jauh lebih baik.


" Bibi " ucap Xavier sedikit menunduk seperti orang yang sedang ketakutan. Bibi Rui menatap datar pada Xavier. " kenapa tak bilang padaku jika berkunjung " ucap Xavier lagi hingga lirikan matanya melihat Larissa yang duduk dengan tenang.

__ADS_1


Larissa seperti tak menanggapi keberadaan Xavier di ruangan itu, gadis cantik berambut panjang itu hanya sibuk menatap kearah samping dimana terdapat balkon yang terbuka luas dengan pemandangan luar biasa.


" Apa aku harus memberitahumu terlebih dahulu? '' Picing bibi Rui dan Xavier tentu saja menggeleng cepat. " apa yang kau lakukan Xavier? " ucap bibi Rui lagi menatap Larissa yang beranjak dengan tertatih menuju balkon diiringi tatapan tajam Xavier yang ikut menatap kearah Larissa. '' kau memperlakukan nya dengan buruk? bahkan ini sangat buruk '' ucap bibi Rui lagi pelan.


" bibi kita bicara di ruangan lain saja '' ucap Xavier lagi dan bibi Rui mengangguk mengerti. Mereka akhinya meninggalkan Larissa yang masih saja berdiri di pinggir balkon seperti tak perduli dengan keberadaan Bubi rui dan Xavier.


Kini mereka berdua sudah berada di sebuah ruangan yang terkesan tertutup. Bibi Rui bisa melihat jelas jika Larissa masih berdiam diri dari balik jendela yang berada di ruangan tempat nya kini.


" Dia yang melakukan nya terlebih dahulu dan aku hanya membalas nya '' datar Xavier ikut menatap Larissa lekat dari kejauhan.


" Siapa pun itu tapi kau tetap saja salah Xavier. Dia seorang wanita dan kau menyiksanya seperti ini? '' tajam bibi Rui lagi. " Apa yang harus aku katakan pada ibumu nanti saat aku telah tiada jika para putranya justru sangat suka menyiksa yang namanya perempuan '' ucap bibi Rui lagi hingga pandangan Xavier mengangkat dan menatap kearah bibi Rui lekat.


" Bibi kau bicara apa? kau akan tetap bersama kami '' ucap Xavier tegas dan tak suka. Bibi Rui tersenyum tipis dibuatnya. " kau tak jauh berbeda dengan Ex Xavier! bahkan saat pertama kali bertemu dengan wanita yang ditakdirkan untuk nya. Ex justru melempar wanita itu tepat kearah deretan guci antik miliknya. Dan kau tau apa selanjutnya? " tanya bibi Rui lagi dan Xavier menggeleng pelan. " wanita itu terluka akibat perbuatan Ex namun lambat laun Ex menyesalinya Xavier. '' jelas bibi Rui lagi yang masih menatap lekat Larissa yang kini terduduk di kursi yang terbuat dari rotan. " Lihatlah dia cantik bukan? " ucap bibi Rui lagi.


" Ya " jawaban Xavier membuat bibi Rui tertawa renyah. Singkat padat dan jelas.


" buanglah sifat kejam mu pada seorang wanita Xavier Karena kau terlahir dari rahim seorang wanita! Justru ibu mu akan sangat marah jika para putra dan putrinya mengikuti sifat dan jejak Omara Oglo! " kecam bibi Rui hingga Xavier diam saja dibuatnya. " Jangan mengulang cerita masa lalu Xavier. Aku hidup sampai saat kini hanya untuk memastikan kalian hidup bahagia. Termasuk dengan ramalan itu ? bagaimana kini kau mempercayainya bukan. Aku sangka kau akan bertemu dengan putri kesayangan tuan George yang lemah lembut namun sepertinya takdir ingin mempertemukan mu dengan putri dari tuan Kenneth! Larissa Dutton '' ucap bibi Rui lagi.


" Apa bibi mengetahui banyak tentang ramalan itu? " tanya Xavier penuh penasaran.


" Sangat Xavier. Aku sangat mengetahuinya. Itu sebab nya aku akan terus membimbing kalian agar tidak salah langkah dan berakhir menyesalinya. Kau tau ramalan itu tak semuanya berjalan dengan mulus, akan ada dimana kalian mengalami apa yang namanya pertentangan seperti yang sudah kau lakukan kini Xavier. Kau menyukai gadis itu namun kau ikut menyiksa nya. Aku bisa melihat api dendam dalam matanya '' lirih bibi Rui lagi.


" Aku tak perduli! dia sangat liar dan keras kepala bibi! bahkan dia berani menyerang ku tanpa ampun hingga wajah ku berakhir seperti ini '' imbuh Xavier kesal.


" itu artinya hanya dia yang mampu menyentuhmu. Lihatlah Xavier yang ku kenal tak akan mudah membuat lawan nya menyentuh tubuh mu bukan? tidak kah kau lihat jika Larissa sama persis dengan dirimu '' kekeh bibi Rui lagi dan Xavier ikut tersenyum dan mengingat bagaimana Larissa menyerangnya tanpa ampun hingga terjadi perkelahian hebat diantara mereka. " Waktu itu akan segera tiba Xavier. Dan bibi harap kalian semua akan menyikapinya dengan pandangan yang benar. kalian sama-sama kejam dan terlahir sebagai generasi dari darah mafia. Oglo dan king mempunyai cerita masa lalu saat... '' ucapan nya terhenti karena tiba-tiba manik bibi Rui mengembun mengingat masa lalu yang menyesakkan dadanya.

__ADS_1


" saat apa bibi ? '' ucap Xavier penasaran dan cemas saat bibi Rui terlihat sedang menahan tangisan nya.


Benang kusut itu akan segera terungkap. Takdir dan ramalan yang sudah ku nantikan sangat lama akan segera terjadi. Aku harap kalian benar-benar bersatu di alam sana tidak seperti kehidupan di dunia ini dimana kalian terpisah dengan takdir yang begitu kejam. Batin bibi Rui.


__ADS_2