King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Mengikuti.


__ADS_3

Apartemen Isabella.


Gadis bersurai panjang itu baru saja keluar dari kamar mandi setelah melakukan ritual mandinya karena hari ini ia masih akan tetap menuju Gold mansion sebelum menuju markas utama.


Isabella tak menyadari kedatangan seseorang disana bahkan kini Isabella hanya memakai handuk saja untuk melilit tubuhnya yang basah.


GREPPP


Isabella terkejut saat sebuah lengan kekar melingkar erat ditubuhnya.


BUGHHHHHH


" Isa " erang seseorang saat mendapatkan serangan tak terduga dari Isabella. Gadis itu melangkah mundur dan melihat siapa gerangan.


" Max !! " pekik Isabella marah karena Maxim masuk kedalam kamarnya tanpa ijin. Maxim tersenyum menggoda menatap Isabella. " Kau!! Keluar kau dari kamar ku " sentak Isabella lagi akan tetapi Maxim menggeleng tegas dan kini berjalan mendekat kearah Isabella. " Max jangan macam-macam!! " ucap Isabella lagi


GREPPP


" Aghh!! Lepaskan aku max " jerit Isabella saat Maxim meraih tubuhnya dan mengungkungnya dengan erat. Jantung Isabella berdetak cepat seperti sudah melakukan sesuatu hal yang berat.


" Berhenti menjerit Isabella. Diluar sana ada mata-mata dari ayahmu jika kau tak ingin ayahmu tau hal ini maka diam dan jadilah gadis penurut. " bisik Maxim dengan memejamkan kedua matanya sesaat ia menghirup aroma coklat ditubuh Isabella. Manis! sangat manis.


Isabella akhirnya menurut dan mengikuti saran Maxim jika tidak maka ayahnya akan tau, menghadapi Maxim tidak bisa dengan kekerasan, baiklah maka Isabella akan jadi gadis penurut.


" Kenapa kau masuk kedalam kamar ku max ? " tanya Isabella lembut.


" Aku merindukan mu " singkat Maxim dan Isabella mengeryitkan dahinya halus. Merindukan mu ? bukankah kemarin dirinya dan juga Maxim bertemu ? Apakah Maxim gila. " Isa kau sangat wangi " ucap Maxim lagi dan Isabella sontak tersadar jika saat ini dirinya hanya memakai handuk saja.


" Maxim menjauh lah dariku " ucap Isabella dengan mendorong dada Maxim akan tetapi Maxim justru semakin mengungkungnya " Max !! " ancam Isabella saat melihat manik itu menatap nya penuh minat '' Aku percaya kau tak akan pernah melakukan hal itu '' ucap Isabella dengan memalingkan wajahnya kesamping agar tak bertatapan dengan Maxim.


" Kau terlalu percaya diri Isabella '' ucap Maxim dan Isabella langsung menatap tajam pada Maxim. " hehehe Aku hanya bercanda Isa. Jangan marah " ucap Maxim lagi dengan tawaran kecil diiringi.


" Menjauh lah max. Kau berat '' ucap Isabella lagi dan Maxim akhirnya menjauh tapi sebelum itu ia terus melingkarkan tangannya di pinggang milik Isabella.

__ADS_1


" Aku mencintaimu Isa '' ucap Maxim lagi tapi Isabella diam tak menjawab " Aku tak butuh jawaban darimu yang aku butuhkan cukup kau berada di sampingku karena aku akan membuatmu jatuh cinta padaku dan jadilah wanitaku Isa '' ucap Maxim panjang lebar walaupun terkesan dingin tapi itu tak membuat Isabella menjawabnya.


Maxim mengecup lembut bibir Isabella saat dirinya sangat dekat dengan gadis yang dicintainya. Isabella awalnya terkejut dan tidak membalas ciuman yang dilakukan oleh Maxim, tapi satu ide terbersit di kepalanya saat ini.


Aku akan mengikuti permainan mu Maxim. Batin Isabella.


Isabella akhirnya membalas pertautan itu dengan lihai, bahkan kini lengannya sudah berada di leher Maxim.


Maxim tersenyum dalam kegiatannya tapi ia tak bodoh Maxim tau jika Isabella memiliki rencana. Maxim meremas kedua bongkahan padat milik Isabella hingga membuat si mpunya meremang bukan main.


" Max.. eughh..Max.. " erang Isabella saat Maxim menyusuri leher jenjangnya.


" Nikmatilah Isa " bisik lirih Maxim dengan nada sensualnya.


" No max.. Jangan begini aku mohon " ucap Isabella dengan nada penuh permohonan agar Maxim tak melakukan hal yang lebih gila lagi.


Maxim menghentikan gerakannya dan menatap wajah Isabella lekat, diselipkannya rambut yang menutupi wajah cantik Isabella dibelakang telinga mungil milik wanita nya. Maxim tersenyum dan mengecup dahi Isabella lembut.


" Maaf Isa. Aku hampir tak bisa mengontrol diriku sendiri " ucap Maxim lagi dan Isabella hanya diam dengan menatap tajam pada Maxim. " Segeralah berpakaian. Aku tunggu di bawah " ucap Maxim lagi dan kini Isabella menganggu saja.


******


disaat Valera tak berada di Gold mansion seseorang datang dengan membawakan sebuket bunga mawar untuk Athena hal itu membuat seluruh penghuni Gold mansion terkejut bukan main termasuk tuan Ramius dan nyonya sofhia.


"Ada apa ? " tanya Athena saat semua orang sibuk melihat buket bunga raksasa yang sangat indah dan elegan di antara orang-orang yang mengelilinginya.


" sayang ada seseorang yang mengirim bunga ini untuk mu " ucap nyonya sofhia dan Athena mengerutkan dahinya seketika. Athena berjalan dan melihat sebuah kartu tanda ucapan disana.


Areez ? jadi dia ada disini ? restoran Clomodon 7.00 Pm. Batin Athena.


Athena meminta seseorang untuk membawakan buket bunga itu kedalam kamarnya, dan setelah itu ia segera naik kelantai atas untuk menghubungi Areez.


Alland dan Brandon saling lirik satu sama lain, Ya selain ditugaskan untuk memantau keadaan selama sang lady pergi, kedua pria itu juga ditugaskan untuk menjadi mata-mata Athena atas perintah sang lady.

__ADS_1


" lihatlah, besar sekali buketnya '' ucap Brandon terperangah saat melihat dua orang pelayan membawa buketan bunga raksasa menuju kamar Athena yang berada dilantai atas.


" Aku sempat melihat namanya. Areez '' gumam Alland dan Brandon diam saja tapi senyum jenaka terbit diwajahnya. Setelah itu mereka segera mengirimkan pesan pada sang lady untuk memberitahukan hal ini.


Di lantai atas tepatnya dikamar pribadi milik Athena gadis itu sedang menghubungi seseorang disana, setelah lama menunggu akhirnya terhubung juga.


" Athena " satu kata yang terucap oleh bibir seseorang diseberang sana.


" Areez. Kau disini " picing Athena


" Ya aku baru tiba tadi siang. Apa kau sudah menerima buket mu ? " tanya Areez lagi.


" Ya. " singkat Athena.


" datanglah nanti jam tujuh malam. Apa kau ingin aku jemput ? " Areez bertanya dengan nada menggoda nya.


" Tidak!! Aku akan datang nanti malam. Ya sudah sampai nanti " ucap Athena lagi setelah itu dirinya duduk disisi ranjang. Tak lupa Athena pun menghubungi Rayzen untuk ikut serta dan menjadi pengawal bayangan nanti. Athena yakin jika kedatangan Areez pasti sudah diketahui pihak kerajaan terlebih ayah Gloria yang mengubah identitasnya.


Paman Gil. Sungguh epik persembunyian mu paman. Tapi sepertinya kau tidak beruntung entah mengapa setiap kali kau melihatku kau seperti menyimpan dendam kesumat terhadap diriku. Batin Athena.


Pada malam harinya Athena telah bersiap akan pergi menuju restoran yang sudah disiapkan oleh Areez. Sebuah gaun hitam panjang dengan belahan dada yang cukup rendah menjadi pilihan Athena kali ini, rambutnya ia buat selurus mungkin dengan sentuhan riasan yang sangat pas untuk wajahnya.


Waktu menunjukkan pukul setengah tujuh malam, pada saat itu beberapa anggota keluarganya sedang berada di meja makan karena akan memulai ritual malamnya. Tampak nyonya sofhia mengerutkan dahinya saat melihat sang cucu sudah tampil rapi malam ini.


" Nenek, Kakek aku akan keluar untuk makan malam bersama dengan teman ku. Maaf aku tak bisa bergabung " ujar Athena dan nyonya sofhia mengangguk begitupun dengan tuan Ramius.


" Jika begitu hati-hati " seru nyonya sofhia lembut dan Athena mengangguk lalu mengecup kilas pipi nenek dan kakek nya. Setelah berpamitan Athena segera pergi menggunakan mobil sport berwarna putih miliknya.


Rayzen sudah menunggu di persimpangan jalan sesuai dengan perintah nona nya, begitupun dengan Alland dan Brandon yang memilih untuk menunggu diluar agar Athena tak mencurigai kedua pria itu.


" Entah mengapa jika harus dibandingkan Lady nona Athena lebih sulit untuk dikendalikan Brandon dan juga dia sangat cantik." ucap Alland saat melihat mobil sport milik Athena melewati mobil miliknya, Brandon melirik sekilas kearah Alland lalu melihat kembali pandangannya kedepan.


" Ya aku rasa begitu. Tapi nona Athena lebih bisa mendominasi walaupun terkadang ia tak bisa mengontrol emosinya " ucap Brandon lagi dan Alland diam saja seraya fokus pada kendali setirnya untuk mengikuti kemana Athena akan pergi.

__ADS_1


Rupanya Rayzen berada di belakang mobil yang digunakan oleh Alland dan juga Brandon, mereka pun tak tau jika dibelakang mobil nya itu adalah salah satu orang milik Athena yang sedang mengikutinya.


__ADS_2