King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
40


__ADS_3

keadaan di GM Crop's kini mulai sepi, Malvin merenggangkan otot-otot lengannya karena merasa lelah dan mengantuk, pintu diketuk dan muncul sosok Malika yang membawa setumpuk berkas-berkas, Malvin mendesah pelan di buatnya.


" Tuan Malvin, ini adalah berkas yang butuh tanda tangan anda, saya sudah mengkonfirmasikannya kepada tuan George " ucap Malika sopan.


" letakkan disana saja Malika, saat ini saya lelah dan ingin segera beristirahat. " ucap Malvin dan Malika mengangguk patuh dan berlalu pergi meninggalkan Malvin diruangan itu.


Malvin segera menyambar jas mahal dan kunci mobil miliknya, hari ini fikirannya sungguh kacau entah mengapa ucapan Madeline bagaikan sesuatu yang buruk untuk dirinya.


langkahnya terhenti saat melihat darah segar yang sudah mengering, dahi Malvin mengeryit pelan tak jauh dari sana sebuah kalung berisinial M tergelatak begitu saja, Malvin mengambil nya dan menelisik Kalung tersebut.


" Tuan Malvin " ucap suara bariton seorang pria dari arah belakang, seorang satpam yang berasal dari King menyapa Malvin dengan ramah. " Anda masih belum kembali ? " tanya nya lagi dan Malvin diam saja.


" apa ada kejadian disini tadi ? darah, ini darah siapa ? " ucap Malvin bingung karena darah itu dibiarkan menganggu pemandangan.


" ohh maafkan atas keteledoran saya tuan, ini darah dari korban penusukan tuan. Seorang wanita yang baru saja keluar dari gedung ini " jelas lelaki itu dan Malvin mengerutkan dahinya seketika, korban penusukan ? di sekitar GM Crop's ? yang benar saja. Malvin berlalu pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun, langkahnya lunglai dan tanpa sadar tangannya masih memegang kalung tersebut.


" sepertinya aku butuh sesuatu. Entah mengapa aku merasa lemas seperti ini " ucap Malvin lalu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah mewah milik nya.


setelah itu ia bergegas untuk mandi dan bersiap karena akan menuju sebuah club' elit salah satu usaha mewah dibawah naungan king tentunya.


******


dentuman alunan musik begitu menggema di sebuah club' malam elit milik sang Lady, pesona Malvin begitu terpancar kala dirinya memakai kemeja dengan kancing yang terbuka menampilkan dadanya yang begitu menggoda.


Ditambah setelan mahal dirinya membuat ia semakin berkelas, wajah yang tegas tersamar dengan lampu yang berkelipan. Aroma tubuhnya yang begitu jantan menarik perhatian wanita-wanita disana.


" Sediakan minuman terbaik disini " perintah Malvin kepada salah satu lelaki berbeda tegap serta berpakaian serba hitam yang tampil layaknya seorang bodyguard, lelaki itu mengangguk dengan sopan dan tak lama ia datang dengan sebotol minuman dengan dilapisi warna golden dibagian tutup nya, tampilannya mewah membuat Malvin tersenyum tipis.


" Haii.. Kau sendiri saja ? " ucap seorang wanita seksi yang tanpa permisi duduk dipangkuan Malvin, sesaat ia menatap wajah wanita itu dengan dingin dan menyingkirkannya dengan segera.

__ADS_1


" Jaga sikapmu !! " tegas Malvin dan wanita itu terdiam dengan suara berat Malvin yang terdengar begitu mengerikan. " sebaiknya kau menyingkir " tegas Malvin lagi tapi wanita itu hanya tersenyum sinis seperti sedang menantangnya.


wanita itu semakin berani memainkan jari-jarinya di dada bidang Malvin dengan tatapan menggoda dan bibir bawahnya ia gigit secara sensual.


" Aku hanya ingin menemani mu. Apa salah ? duduk disini saja " tawar wanita itu dan. kabin tersenyum menyeringai.


" jika begitu lebih baik kau duduk dan menyingkir dari pangkuan ku " ucap Malvin dengan datar dan wanita itu mengangguk lalu duduk dengan manis di samping Malvin. Tatapannya tak lepas dari sosok lelaki yang telah menarik perhatian nya itu.


Malvin mulai meminum minuman miliknya dengan elegan, hingga tak sadar jika ada seorang wanita muda yang sedang memperhatikan nya dengan tatapan tajam penuh kemarahan.


PRANGGG


Malvin terkejut saat gelas miloknya di hempas begitu saja oleh seorang wanita, untung saja keributan disana tak menarik perhatian banyak orang, Malvin menatap tajam pada seorang wanita muda dengan mik up yang cukup tebal sedang menatapnya tajam.


" Apa yang anda lakukan nona " tekan Malvin menatap wanita muda itu.


" dasar kau laki-laki sialan !! " pekiknya lagi hingga membuat beberapa orang menatap kearah mereka. " Kau !! gara-gara kau Kakak ku berada di rumah sakit. " ucap wanita itu dan Malvin diam mengeryitkan dahinya pelan. Kakak ? apa wanita ini sudah gila. !! " Deanna !! namaku Deanna adik dari Madeline " ucapnya lantang.


" Kau !! memang tak punya hato dan perasaan. kakak ku menjadi korban penusukan didepan gedung GM Crop's. !! itu semua tak akan terjadi jika kakak ku tak bersikeras untuk menemui laki-laki seperti dirimu. " tajam Deanna lagi dan Malvin diam memperhatikan wajah Deanna yang sedang diliputi api amarah.


" Jangan membual, aku tak perduli. '' acuh Malvin lagi " bukannya kau pun tak perduli dengan kakak mu itu lalu ada apa sekarang ? " sinis Malvin dan Deanna tertegun.


Bagaimana Malvin tau jika ia tak perduli dengan kakak Madeline. Ya Madeline dan Deanna memang tak terlahir dari ibu yang sama melainkan berbeda ibu, tapi biar manapun mereka tetap saudara.


" Kau akan menyesal ! " pekiknya lagi lalu berlalu pergi begitu saja meninggalkan Malvin yang termenung dengan wanita yang berada di sampingnya itu.


korban penusukan ? ada apa ini, Malvin memijat pelipisnya pelan rasanya waktu untuk bersenang-senang nya sirna sudah, wanita yang menggoda Malvin dengan lancang menyentuh bahu nya dan detik kemudian Malvin bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan club' itu dengan cepat.


Wanita itu menggerutu dengan wajah kesal saat dirinya hendak menyusul, tangannya dicekal begitu saja dengan seseorang matanya menangkap salah satu petinggi king, wanita itu seketika menelan ludahnya kasar dengan wajah yang gugup.

__ADS_1


" jangan mengejar pemuda itu, " tegasnya dan wanita itu hanya mengangguk kecil " jangan berharap bisa menggodanya karena ia lelaki yang tak mau diganggu. " tegasnya lagi dan wanita itu lagi-lagi mengangguk seraya menatap manik lelaki dewasa dihadapannya itu.


lelaki itu berlalu pergi dengan beberapa orang dibelakangnya, wanita yang bernama Isa hanya mengelus dadanya pelan, tapi dalam hatinya ia tertarik dengan sosok Malvin yang dingin dan tegas itu rasanya lebih menyenangkan dan tertantang.


Disisi lain Malvin masih bergelut dalam pemikirannya, ia merebahkan tubuhnya tanpa mau mengganti pakaiannya terlebih dahulu, Madeline satu kata yang terlintas di fikirannya saat ini. Deanna ? wanita itu tiba-tiba muncul dan mengatakan omong kosong dihadapan Malvin.


perlahan-lahan manik itu terlelap dengan gaya yang serampangan, bahkan kaos kaki hitam milik Malvin masih terpasang dengan tepat di telapak kakinya kini.


******


" Athena " panggil seorang lelaki yang tak lain adalah dosen muda itu.


" selamat pagi pak " sapa Athena ramah dan dosen muda itu tersenyum hangat.


" selamat pagi Athena " balasnya dan Athena hanya tersenyum tipis " wow wajahmu pagi-pagi seperti ini sudah ceria apa kau sedang berbahagia ? " celetuk dosen muda itu dan Athena hanya diam saja.


" kenapa ? daripada aku menampilkan wajah jelekku " celetuk Athena hingga lelaki itu terkekeh kecil dan mengelus lembut rambutnya, gerakan tangan dosen muda itu seketika membuat Athena gugup bukan main, maniknya mengerjap-ngerjapkan dengan polos.


" baiklah, aku hanya ingin menyapamu saja, jika begitu aku permisi " ucap dosen itu dan Athena mengangguk tipis.


Athena hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan dengan tingkah dosen muda nan tampan itu, hingga Athena menjadi pusat perhatian para gadis yang mengelu-ngelu kan dosen muda itu.


langkah Athena terhenti kala seorang gadis berambut coklat menghalangi jalannya, Athena memicingkan matanya seketika. Gadis itu menatap tajam pada Athena dan terlihat tak suka.


" ada apa ? jangan halangi jalanku '' ucap dingin Athena.


" Apa kau begitu bahagia setiap hari harus tebar pesona ? bahkan dosen pun kau jerat dengan cara licik " ucapnya dengan pedas dan Athena menyunggingkan senyuman saja, tebar pesona ? apakah benar begitu.


" tebar pesona ? hmm aku suka ucapan mu, itu artinya aku memang cantik mata mu saja yang katarak " ucap Athena tak kalah pedas hingga gadis berambut coklat itu menggeram marah. Athena berlalu pergi dengan berwajah kesalnya.

__ADS_1


Lagi-lagi orang-orang selalu mengganggunya tanpa sebab, rasanya Athena ingin menyobek mulut gadis berambut coklat tadi tapi ia sadar ini masih di lingkungan universitas, ia tak bisa gegabah dalam mengambil tindakan jika tidak Athena akan mendapatkan masalah lagi.


__ADS_2