King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
*32


__ADS_3

kedatangan Athena di markas utama sontak membuat para orang-orang mengerutkan dahinya seketika terlebih raut wajahnya yang tak biasa, Athena langsung menuju ruang pelatihan tanpa menyapa orang-orang yang menatapnya heran.


tak lama George datang dengan nafas tersengal, hal yang dilakukan George pun sama lelaki bermanik biru itu segera menuju ruang pelatihan tempat Athena berada.


Thomas yang melihat itu hanya mengerutkan dahinya sesaat, Syina pun tak kalah bingung dengan dua anak muda berbeda usia itu.


" sepertinya masalah asmara Thomas " celetuk Syina dan Thomas mengangguk demikian.


di ruang pelatihan Athena menatap benda-benda tajam dan berbagai jenis senjata api disana, rasanya ia ingin sekali mengamuk tak karuan tapi Athena sebisa mungkin membuat dirinya tenang agar tak hilang kendali seperti tadi.


DODODODOR !!


DODODODOR !!


" Aghhh... aku belum puas menyiksanya " pekik Athena melepaskan peluru-peluru itu dengan kasar hingga mengenai titik sempurna.


George yang melihatnya dari arah samping hanya bisa diam sembari memperhatikan setiap bidikan yang Athena lepaskan.


DODODODOR !!


DODODORDODODOR !!


" Mati saja sekalian ! " geram Athena dengan wajah yang merah padam.


GREPPP

__ADS_1


tubuh Athena tersentak kala seseorang memeluknya erat dari arah belakang, sesaat jantung Athena berdebar tak karuan ia mengetahui aroma ini, aroma dari lelaki yang bertahta di hatinya.


" jangan seperti ini sayang, " lirih George hingga Athena melemparkan senjatanya begitu saja ke sembarang arah, dan membalikkan tubuhnya menatap George dengan tatapan yang sulit diartikan. " Aku tau kau marah karena aku mehentikkan kegiatan mu hmm ? tapi satu hal yang harus kau ingat Athena, jangan lakukan itu secepat mungkin lebih baik kau ikuti saja alurnya " ucap George dengan lembut hingga Athena sedikit mengerutkan dahinya.


'' katakan saja jika kau masih peduli dengan calon istrimu itu " ketus Athena hingga George terkekeh bukan main " Jangan bercanda saat ini, katakan saja aku akan siap mendengarkan nya " ucap Athena lagi tanpa mau menoleh kearah George.


" Kenapa ? kau cemburu karena aku menyuruh orang-orang itu membawa mereka kerumah sakit ? " tanya George sembari meraih dagu Athena hingga pandangan keduanya saling bertatapan satu sama lain, nafas hangat keduanya saling terasa menyapu wajah.


" mereka mengirimkan orang untuk mencelakai ku, dan apa aku harus diam saja begitu maksud mu ? " ucap Athena dan George diam sembari memandang lekat wajah gadisnya itu.


" Aku akan mengurusnya untuk mu sayang, jangan seperti ini percayakan padaku. Aku akan memberi mereka hukuman. " ucap George sedikit tegas dan mengelus lembut pipi Athena.


" Jangan hanya membual aku perlu bukti. Jika kau benar-benar mencintaiku maka lakukan apa yang seharusnya dilakukan " tegas Athena menatap manik biru itu dengan tajam.


nafas George begitu menderu setelah mendengar perkataan gadisnya yang terdengar seperti meremehkan nya, George sedikit mencengkram leher Athena hingga membuat gadis itu sedikit terkejut bukan main.


Athena sedikit mendesah membuat George semakin bersemangat, Athena meremas rambut George dengan lembut dan penuh penakanan.


ciuman keduanya belum juga terlepas hingga keduanya kini berada di sebuah sofa yang berada tak jauh dari sana, tubuh George berada di atas tubuh Athena dengan bibir yang masih bersentuhan satu sama lain.


" kenapa kau berkata seperti itu my princess ? tidakkah kau menyakiti hatiku " lirih George saat melepaskan ciuman itu dan menyatukan dahi mereka satu sama lain, Athena bisa melihat jelas tatapan sendu George yang sedang menatapnya. " hanya kau. Hanya kau yang aku cintai. Tidak ada yang lain " tegas George kembali mencium Athena dengan lembut dan kini kaos putih milik Athena sedikit terangkat dan George memainkan tangannya diperut rata Athena hingga membuat gadis bermanik hitam itu merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya.


" Jika pada saat waktunya tiba, Aku akan membuatmu menjerit nikmat dibawah kendaliku sayang " ucap George mengendus aroma Athena dengan mengecup leher itu dan memberikannya tanda kepemilikan yang begitu kontras dikulit nya, Athena melenguh dengan mata terpejam menikmati itu semua.


" Athena " panggil George dengan suara yang berat dan serak.

__ADS_1


" hmm " ucap Athena singkat


" Aku menginginkan mu " ucap George lagi. Hingga Athena menelan ludahnya kasar, menginginkan mu ? disini ? bahkan terdapat cctv di setiap sudutnya, Athena melirik tajam kearah cctv itu dan George ikut melirik kearah pandang Athena.


George terkekeh karena kesenangannya diketahui oleh mata otomatis itu, Athena mendorong pelan tubuh George agar sedikit menjauh dan George menurut saja sembari memperhatikan apa yang Athena lakukan.


" jangan menatapku seperti itu " ketus Athena dan George terkekeh.


" kemarilah " ucap George lagi dan Athena hanya menurut saja dan duduk disamping George bahkan keduanya sampai tak ada jarak. " jangan lakukan hal seperti tadi lagi sayang, sungguh aku takut terjadi sesuatu pada mu Athena. Ryunnal bukan orang yang mudah, memang dia tidak bisa melawan atau bermain senjata dan lainnya tapi seseorang yang cukup diwaspadai berada di belakangnya " ucap George mulai serius hingga Athena menyimaknya dengan seksama.


" Lalu siapa orang itu ? '' ucap Athena penasaran.


" kau tidak akan tau sayang, orang itu cukup berbahaya, yang terpenting kau tidak terlibat lagi dengan Ryunnal maupun Karen. Biarkan aku yang mengurus semuanya. " ucap George dan Athena diam saja sembari mengerucutkan bibirnya kesal.


" terserah kau saja kak, tapi aku akan tetap bertindak jika wanita itu berani mengusik ku lagi aku akan memberi kejutan yang lebih padanya " tegas Athena dan George mengangguk saja.


akhirnya George dapat membujuk Athena dan George memutuskan untuk mengantar gadisnya hingga Gold mansion, beberapa menit yang lalu Malvin baru saja menghubunginya jika ada sesuatu hal yang harus mendapatkan persetujuannya, mau tidak mau George harus kembali ke perusahaan.


GM Crop's.


George disambut oleh sekertaris wanitanya yaitu Malika, wanita anggun berambut panjang itu menunduk sopan pada George, dan George hanya mengangguk tipis saja


" Tuan sudah di tunggu di ruang rapat. " ucap Malika dan George hanya mengangguk, diruangan meeting tentu saja Malvin sesudah sedikit menjelaskan tentang perencanaan bisnis barunya yaitu bisnis furnitur yang selalu melekat di lingkungan masyarakat.


Malvin dan George tentu saja mengembangkan berbagai bisnis dan usaha legalnya agar mencapai puncak kejayaan dan namanya semakin melambung tinggi.

__ADS_1


tak lama George datang dengan penuh wibawanya, Malvin melirik sekilas saat melihat sahabatnya itu yang baru saja tiba.


George meminta maaf dengan sopan karena keterlambatannya, dan semua orang mengangguk paham. George pun menyimak penjelasan Malvin yang terkesan padat dan lugas. Tanpa George sadari jika ada sosok wanita muda yang sedang memperhatikannya dengan intens di sudut meja sana.


__ADS_2