
Markas utama.
Keesokan hari nya Athena memilih menginap di markas utama bersama dengan Alexandrea dan juga Alexa tentu saja kedatangan mereka yang tiba-tiba dengan penampilan yang acak-acakan membuat tanda tanya di benak para anak buah king.
Alexa segera menghubungi Kenneth jika mereka kini sedang berada di markas, Alexandrea asyik melihat Jacob yang duduk dengan tangan terikat rantai di salah satu ruang kelam yang enggan untuk para anak buah king singgahi.
" Kenneth akan kemari bersama dengan aunty dan juga uncle Remi. " ucap Alexandrea dan Athena hanya mengangguk saja seraya menikmati jus jeruk dingin di cuaca yang cukup terik siang ini.
" Bagaimana kalian tau aku berada di sana ? " Picing Athena lagi.
" Kenneth dan Gabriel yang menghubungi kami dan kebetulan kami berada di Italia untuk berlibur tentu saja itu menjadi tugas menyenangkan untuk ku " ucap Alexandrea cepat dengan senyum tipis menghiasi wajah tampannya.
'' begitukah ? '' ucap Athena merasa tak percaya dengan penuturan Alexandrea.
'' jangan konyol kak, pasti mereka melacak mu dengan benda itu '' tunjuk Alexa tiba-tiba kearah pergelangan kaki Athena, dan Athena ikut menoleh kearah kakinya dan melihat sebuah gelang kaki milik nya seketika ia tersadar jika di dalam gelang tersebut terdapat sebuah Micro cip pelacak.
" Hahaha...aku hampir melupakannya '' tawa Athena karena ia merasa bodoh dengan tingkahnya sendiri. Alexa hanya diam sembari menatap ikan-ikan cantik yang terdapat di sebuah akuarium berukuran besar.
Di luar sana mobil mewah milik Remigio telah memasuki gerbang utama markas, Remigio dan Valera segera bergegas turun dan sedikit berlari untuk menemui putrinya itu, dan Kenneth hanya berjalan dengan santai sembari menatap layar tabletnya.
terdengar suara gelak tawa Athena disana, Valera dan Remigio seketika menghela nafas saat melihat putrinya baik-baik saja.
'' sayang " ucap tiba-tiba Remigio yang telah berada di belakang Athena.
" Daddy " pekik Athena senang hingga ia langsung melompat kedalam pangkuan Remigio dan memeluknya erat. Remigio menahan tubuh Athena agar tak terjatuh.
'' kau baik-baik saja " tanya Remigio dan Athena hanya mengangguk pelan, '' Kau berada di mana dan siapa orang yang telah membawamu ? '' tanya Remigio lagi dengan sorot mata yang tajam menatap lekat wajah putrinya yang terdapat bekas sebuah tamparan.
" Jacob '' saut Athena singkat hingga Remigio dan Valera mengeryitkan dahinya pelan '' jangan bertanya lebih dad, aku yakin setelah kau melihatnya kau akan menyadarinya. '' lanjut Athena lagi dan Remigio menaikkan sebelah alisnya memandang sang istri lalu mengangguk kecil seperti sedang memberikan sebuah kode.
__ADS_1
GM Crop's.
George telah mendapatkan kabar jika Athena telah kembali tentu saja ia senang bukan main tapi dirinya tak bisa kembali dengan waktu cepat karena urusannya di perusahaan.
" Athena telah kembali ? " tanya Malvin dan George mengangguk dengan senyum manisnya. " syukurlah, jika saja belum pasti malam ini kita akan sibuk " kekeh Malvin lagi.
" lalu bagaimana dengan pencarian ibumu ? " tanya George lagi.
Malvin menggeleng samar keyakinannya begitu kuat jika Chaiden yang berada dibalik semua ini tapi ia juga perlu sesuatu serta petunjuk untuk membuktikan analisisnya.
Malvin berencana untuk menemui Valera sore ini dan George akan menemaninya, Elisya akan dititipkan oleh Malvin di Gold mansion selama percerian Diandra berlangsung.
Tak terasa waktu menunjukan pukul lima sore Malvin dan George segera pergi meninggalkan perusahaan mereka menuju Gold mansion karena sebelumnya Valera berada di sana karena George sudah mengkonfirmasikan kedatanganya.
Mobil mewah itu melesat maju dengan kecepatan diatas rata-rata, Malvin duduk tenang dengan pandangan kearah samping kanan nya sedangkan George tetap fokus untuk menyetir.
Hingga beberapa saat kemudian mereka telah tiba di kawasan Gold mansion, dua orang lelaki bertubuh tegap menunduk hormat akan kedatangan George dan juga Malvin.
" Kau naiklah, aku akan menemui Athena terlebih dahulu " ucap George dan Malvin mengangguk saja.
Lantai tiga kediaman Gold mansion ruang pribadi milik sang Lady.
Valera duduk berhadap-hadapan dengan Malvin putra dari Macky. Valera tersenyum tipis saat melihat wajah Malvin sangat mirip dengan Macky muda dulu.
Malvin bersikap tenang walaupun ia merasa ragu dan sungkan akan permintaan nya kelak, Valera memicingkan matanya sesaat melihat reaksi Malvin yang tampak gelisah.
" Ada masalah.? " tanya Valera dengan nada santai tapi tetap saja wajahnya datar tanpa ekspresi.
" Ibuku menghilang dan kemungkinan di culik. " ucap Malvin dengan cepat dan Valera mengerutkan dahinya sesaat tampak nya ia sedikit terkejut dengan penuturan dari Malvin jika Diandra menghilang " Aku mempunyai analisis jika Chaiden pelakunya. Hanya saja aku butuh informasi yang akurat mengenai lelaki itu " ucap Malvin secara gamblang hingga membuat Valera terdiam sesaat.
__ADS_1
" Chaiden ? " ulang Valera merasa tak yakin. " Kenapa kau mencurigainya ? " tanya Valera lagi. Malvin diam tapi ingatannya kembali mengenang kejadian beberapa tahun kebelakang dimana ia selalu di ganggu oleh anak buah Chaiden dan mereka berusaha ingin mencelakai dirinya tapi itu semua sia-sia karena Malvin rupanya lebih cerdik dari para anak buah Chaiden.
" Dia muncul kembali dan berusaha untuk melenyapkan aku beberapa kali tapi gagal karena aku berhasil menghindar, dan kini ibuku menghilang jadi kemungkinan besar dia pelakunya " ucap Malvin lagi dan Valera masih diam ditempatnya sembari memikirkan sesuatu di kepalanya.
Entah mengapa Valera justru memikirkan hal lain yaitu Asyur ! Dimana Greta memberikan kabar jika Asyur pergi menemuinya hanya untuk meminta bantuan kecil.
Apa dia benar-benar pelakunya ? jika benar berarti perkara masa lalu akan terulang kembali. Batin Valera.
" Lalu apa yang kau butuhkan ? " tanya Valera merasa jika Malvin menginginkan sesuatu.
" hmm apakah jika aku mengajukan beberapa pertanyaan kau akan menjawab ? " tanya Malvin menatap balik manik hazel wanita dihadapannya kini dan Valera tentu saja mengangguk tanpa ragu.
" Aku membutuhkan kan informasi detail tentang dirinya. Bukankah kau membebaskan Chaiden serta kembarannya pada beberapa tahun silam. Aku takut ada dendam yang terselip disini " ucap Malvin dan Valera diam saja.
" seperti yang kau tahu Chaiden dan ibumu dulu adalah sepasang kekasih " ucap Valera dan Malvin hanya mengangguk saja " karena suatu kejadian membuat keduanya berpisah dan Diandra memilih pergi meninggalkan Chaiden karena sifat tempramental nya, hingga salah atau orang ku yaitu ayahmu menemukan ibumu dan akhirnya ya.. kau pun terlahir ke dunia ini Malvin " ucap Valera mengenang cerita Diandra dulu. Malvin diam sesaat walaupun ia tahu jika Chaiden adalah mantan kekasih ibunya tapi ia sendiri tak mengetahui cerita detail ini.
" Lalu apa yang membuat kedua lelaki itu berada di sini menjadi tawanan king ? " tanya Malvin dan Valera tersenyum tipis.
" Ayahnya Aldebaran yang membuat kekacauan bersama dengan sekutunya hingga pada suatu ketika aku mengetahui jika Chaiden yang membunuh Macky dengan sebuah racun pada saat pesta perusahaan berlangsung pada kala itu. Awalnya aku menahan Chaiden tapi Aldebaran beserta sekutunya berniat dan berencana untuk menghancurkan ku bersama dengan Everest kala itu.
" Jadi benar dia yang membuat aku kehilangan ayahku " sendu Malvin dan Valera diam saja.
" itulah kenyataan nya Malvin dunia memang kejam apalagi kita berada di jalur ini, banyak resiko yang harus kita terima dengan lapang dada walaupun kita tak mau menerima nya. " ucap Valera lagi. " hmm.. dimana Asyur ? " ucap Valera menatap putra Macky dengan intens.
" mencari keberadaan ibuku " ucap Malvin lagi dan Valera hanya terdiam.
" disini ? " ucap Valera dan Malvin mengangguk.
" Apakah kalian tidak menemukan nya ? " ucap Valera lagi merasa heran.
__ADS_1
" Kami terlambat. Dia sudah pergi membawa ibuku semakin jauh. Entah mengapa aku mempunyai firasat buruk dan dia membawa ibuku ke indonesia " ucap Malvin dan Valera hanya terkekeh dan mengulum tawanya itu.
Kau memang mirip sekali dengan ayahmu. Macky pun mempunyai daya dan firasat serta analisis yang tinggi dan terkadang prediksinya tak pernah melesat, aku tidak bisa membantu banyak adanya Asyur dan Malvin cukup untuk menyelamatkan Diandra. batin Valera.