
Keberadaan Elion dan Lotus.
Kedua jajaran king yang berusaha untuk mencari pembunuh Greta dengan sebuah lambang yang dibawa nya ternyata membuahkan hasil, namun mereka sedikit terkejut saat mengetahui sebuah fakta didalam nya dimana salah satu anggota ORTAXS ikut campur dalam hal ini.
" Elion aku rasa ini cukup pelik dimana justru seseorang dalam jajaran tuan Remigio ikut campur.. namun aku yakin jika pekerjaan kita akan bertambah lagi " ucap lotus dengan menopang dagunya diatas meja layak nya seorang anak kecil yang sedang merengek.
" Tapi lotus. Kasus dimana Greta dibunuh masih berkaitan dengan tuan Gil " ucap Elion dan Lotus hanya mengangguk karena sudah mengetahui jika ayah dari Gloria yang sudah lama menghilang itu justru terlibat dalam kasus dimana Greta diculik dan dibunuh.
" Rasanya aku ingin sekali memukul bokong tuan Gil karena sudah membuat pekerjaan kita semakin sulit, dia berlari dan bersembunyi namun cukup miris dia tewas, bahkan aku dengar jasad nya diseret oleh Maxim " ucap lotus seraya bergidik ngeri membayangkan dimana putra Ellara dan Ornaf itu begitu kejam diusia muda nya.
" Huhh aku bahkan tak tau jika anak-anak itu turut mencari para ngengat yang sudah membuat kepalaku berdenyut pusing selama beberapa hari ini. " ucap Elion lagi
BRAKKKK
" Tuan maaf. Terlihat ada pergerakan yang mengangkut banyak barang menggunakan sekoci, namun pada saat kami hendak memeriksa mereka justru menembak dan membuat dua diantara kami tewas. '' ucap seseorang membuat Elion dan Lotus menghembuskan nafasnya kasar.
PRANGGG
" tentu saja kalian kejar mereka!! jangan membuang-buang waktu dengan melapor dan membuat mereka lolos!! cukup kejar, serang dan ringkus mereka! '' pekik Elion marah karena lagi-lagi waktu istirahat nya terganggu begutupun dengan lotus namun lelaki itu memilih diam karena dirinya sudah paham jika teman nya itu akan mengamuk.
" Baik tuan maaf. " ucap seseorang lalu membungkuk hormat dan berlalu pergi. Elion semakin frustasi dan mengacak rambutnya kasar. Waktu yang hampir memakan dua Minggu itu berakhir cukup tak memuaskan dalam penilaian nya.
" Sepertinya mereka tak membiarkan kita untuk bersenang-senang sedikit saja. '' gerutu Elion dan Lotus terkekeh dibuat nya.
Blue mansion.
Pagi itu beberapa maid yang bertugas dibuat panik saat cairan kental berwarna kekuningan Keluar begitu saja dari kaki Madeline, tampak wajahnya pucat dan meringis tertahan. Maid yang bersamanya dibuat panik tat kala Madeline mengerang dengan suara yang tertahan.
" Sepertinya aku akan melahirkan..Malvin.. Apakah dia sudah pulang " ucap Madeline meringis dengan keringat yang mulai membasahi wajah nya.
__ADS_1
" Tuan Malvin belum kembali nyonya.." ucap nya dan Madeline diam saja. Beberapa orang tampak masuk begitupun dengan Diandra istri Asyur yang ikut diungsikan di blue mansion.
" Cepat!! Panggil penjaga dan bawa madeline kerumah sakit " ucap Diandra panik. Semua orang tampak sibuk dan begitu panik bahkan tuan Ramius yang mendengar hal itu pun dibuat terkejut pasalnya tak siapapun yang dibolehkan untuk keluar dari area ini namun saat ini justru Madeline akan melahirkan ditengah-tengah kerusuhan yang ada.
" Pakai helikopter. Jangan khawatir aku akan ikut menjaga nya. " ucap tiba-tiba Alexa seraya menyuruh beberapa orang untuk membawa Madeline menuju helipad pribadi.
Madeline tampak meringis saat rasa sakit itu semakin bertambah bahkan Diandra tampak ketakutan karena air ketuban Madeline sudah keluar begitu banyak. Alexa tampak mengirim pesan pada seseorang disebrang sana dengan wajah nya yang datar tanpa ekspresi.
Sedangkan Malvin yang sedang bekerja dibuat terkejut saat seseorang mengirim pesan jika Madeline akan melahirkan. Tentu saja ia bergegas menuju rumah sakit dan meninggalkan pekerjaan nya pada sang asisten.
Rumah sakit internasional prancis itu tampak sibuk tat kala kedatangan Madeline yang bersama dengan Alexa yang mereka ketahui salah satu putri dari orang yang berpengaruh di negara itu. Madeline memejamkan kedua matanya karena ia merasa lelah dengan rasa sakit yang dirasakan nya.
" Kalian. " Tunjuk Alexa pada dia orang anak buah king yang ikut serta " perketat keamanan dan jangan siapapun yang mengetahui hal ini bahkan wartawan sekalipun " tegas Alexa dingin.
" Baik nona " ucap kedua lelaki itu lalu beranjak pergi menjalan kan perintah Alexa demi keselamatan bersama. Sudah beberapa menit berlalu namun bayi Madeline tak kunjung keluar dan hal itu lagi-lagi membuat Diandra cemas bukan main.
" Tuan Malvin.. " ucap gugup seorang wanita saat melihat seorang penguasa muda sedang berdiri dihadapan nya " ah.. nyonya pasien harus segera dioperasi " ucap dokter itu dan Diandra mengangguk dengan cepat.
" Jika begitu cepat !! " ucap Malvin kesal karena mendengar suara Madeline yang berteriak kesakitan bahkan Alexa dibuat merinding karena suara teriakan Madeline yang membuat dirinya frustasi.
Malvin segera masuk dan melihat keadaan Madeline yang tampak sudah pucat dan berkeringat. Madeline tersenyum saat melihat wajah kekasih hatinya.
" Malvin " ucap Madeline Namun Malvin menggeleng dan mengecup pucuk kepala Madeline lembut saat ini dirinya tak ingin mendengar perkataan apapun dari Madeline karena ia tau saat ini Madeline sedang tidak baik-baik saja. " Malvin..andai kata aku.. "
" Jangan berbicara lebih sayang.. " tekan Malvin seraya mengelus lembut perut Madeline yang sudah membuncit itu. Manik nya menatap kearah perut dimana anak nya tumbuh. " Aku akan selalu berada disamping mu " ucap Malvin lagi dan Madeline mengangguk lemah, hingga beberapa perawat datang dan langsung membawa Madeline keruangan operasi.
Diandra tampak memejamkan kedua matanya seperti seseorang yang sedang berdoa, Alexa melihat nya dengan sekilas seraya menatap lampu di ruang operasi yang sudah menyala beberapa menit berlalu. Seseorang datang dan membisikkan sesuatu pada Alexa hingga membuat gadis muda itu terkejut bukan main.
" Lalu apa yang kalian tunggu! " Tekan Alexa geram " Bawa bibi Diandra kearah tangga darurat " ucap Alexa namun Diandra mengeryitkan dahinya pelan saat Alexa berkata demikian " bibi keadaan sedang tidak baik-baik saja..hmm entahlah aku bingung menjelaskan nya namun saat ini bibi sebaiknya mengikuti mereka untuk segera pergi. Biarkan aku yang berada disini " ucap Alexa.
__ADS_1
" Apa sesuatu telah terjadi? " Picing Diandra dan Alexa mengangguk, Akhinya Diandra mengangguk pasrah karena dirinya sudah paham jika seperti ini maka musuh sedang mengintai Diandra tak ingin membuat masalah yang lain hingga dirinya menurut untuk pergi dari rumah sakit tersebut.
Sedangkan Alexa terlihat sedang menghubungi sesuatu ia terlihat geram dan mengumpat kasar. Bisa-bisa nya saat sedang berada dirumah sakit pun musuh masih saja terus mengintai namun Alexa tak mengetahui siapa kali ini, bisa saja rekan bisnis Malvin maupun musuh dari bawah tanah.
'' Tak akan kubiarkan mereka mengusik keluaga ku!! " kecam Alexa menatap tajam sebuah pintu lift yang berada dihadapan nya. seseorang mengatakan jika mereka para musuh sudah memasuki area rumah sakit dengan menyamar sebagai warga sipil. Namun kejelian mata anak buah king tak bisa diremehkan. Alexa sebisa mungkin bertahan sampai pihak bantuan datang '' Show time " lirih Alexa yang sudah siap dengan senjata didalam nya.
Tingggg
CEKLEK
DODODODOR !!
Alexa bergulung bahkan terlihat seperti melayang saat melakukan gerakan menghindar dengan cara melompat. Empat orang lelaki masuk dan langsung menodongkan senjata mereka tepat kearah tubuh Alexa namun gadis berambut panjang itu memahami situasi.
" Tidak sopan kalian melawan seorang gadis dengan cara seperti ini. Bagaimana jika kita bertarung dengan tangan kosong " ucap Alexa mencoba untuk bernegoisasi hanya untuk mengulur waktu.
" Hahaha kau mencoba sedang mengelabui kami " ucap salah satu dari mereka. " Kami tidak menerima tawaran mu. Waktu sungguh terbatas sebaiknya kita harus bergerak cepat. " ucap orang itu hingga Alexa membulatkan kedua manik nya.
DODODOR !!
TRANGGG
Para dokter yang sedang melakukan tugasnya dibuat terkejut dengan suara letusan senjata api yang terasa dekat bahkan Malvin menajamkan pendengarannya lalu manik nya menatap kearah pintu dan ia melihat bayangan beberapa orang diluar sana.
apa-apaan ini. Batin Malvin.
Hingga Malvin dengan cepat mengunci pintu itu secara otomatis hingga para dokter dibuat gugup serta ketakutan. Malvin sadar jika diluar sana sedang tak baik-baik saja.
" Lakukan dengan baik dan fokus. Jika terjadi sesuatu dengan istri dan anak ku. Maka kalian semua akan menanggung akibat nya. " ucap Malvin dingin seraya mengeluarkan sebuah senjata dibalik pinggang nya, sontak hal itu membuat para dokter dan perawat semakin ketakutan terlebih Madeline yang dalam keadaan lemah namun lamat-lamat dirinya melihat jika Malvin sedang menggenggam sebuah senjata.
__ADS_1