
Langkah seseorang terlihat sangat tegas dan tegap. sorot matanya memancarkan aura dingin yang tak tersentuh tangannya mengepal erat saat melihat siluet orang yang dicarinya hingga nafasnya memburu seketika.
" Evander!! '' teriak Florian lantang hingga Evander yang sedang menyesap kopi hitamnya tersedak begitu saja saat mendengar teriakan menggelegar itu.
" Kau ini kenapa? '' pekik Evander lagi kesal seraya berbalik dan menghadap sumber suara namun,
BUGHHHH
Florian melayangkan sebuah tinju nya tepat di wajar Evander tak hanya disana Florian menarik baju Evander hingga terdengar robekan dari kain berwarna hitam itu. koyak? tentu saja.
'' Kau gila!! '' pekik Evander marah dan langsung membalas pukulan Florian di perutnya hingga pemuda itu tersungkur begitu saja.
" AGHHH! '' teriak Florian lagi bangkit dan langsung menerjang Evander hingga mereka bergulat dan saling menyerang satu sama lain hingga para pengawal tak berani memisahkan keduanya karena tak mau mejadi sasaran salah pukul.
pertarungan kedua lelaki muda itu di tonton oleh banyak orang hingga langkah gusar dua orang wanita datang dan langsung menghentikan keduanya.
" Hentikan kalian berdua! '' teriak Larissa yang datang bersama dengan Aria. Namun kedua lelaki itu seolah tak mendengar teriakan Larissa. '' Flo! Evan! '' pekik Larissa lagi namun nihil keduanya semakin beringas saling menyerang satu sama lain walaupun keduanya sama-sama terluka akibat pukulan bebas yang mereka berikan secara bersamaan.
Aria yang kesal segera membawa tongkat bisbol nya dan berlari kearah keduanya. hingga.
BUGHHHH
BUGHHHH
keduanya sama-sama menjerit saat punggung mereka dihantam tongkat bisbol milik gadis itu. Aria menatap tajam keduanya yang saling bersitegang.
" Masih mau dilanjutkan! '' pekik Aria lagi.
" Kau! sebaiknya kau diam Aria. '' teriak Florian lagi namun rupanya aria gadis itu tersulut hingga tangannya ikut terkepal.
GREPPP
Larissa terkejut saat melihat Aria yang menyeret Florian dan Evander kasar hingga Larissa mengikutinya dari arah belakang. Rupanya aria menuju kesebuah kolam renang bahkan pemberontakan Evander dan Florian tak begitu dihiraukan oleh Aria.
__ADS_1
BYURRRR
Aria mendorong keduanya masuk kedalam kolam renang dengan wajah datarnya. Larissa terkekeh bukan main begutupun dengan para pengawal yang berjaga disana.
" Apa-apaan kau! '' marah Evander kepada Aria namun gadis itu menunjukan Wajah tanpa dosanya bahkan seringainya muncul begitu saja diwajah cantik nya.
" Jangan kekanakan! bersihkan tubuh kalian dan temui aku di ruang biasanya! kalian harus ku beri pelajaran! '' ucap Larissa lagi yang akhinya bersuara hingga kedua pemuda itu saling melempar tatapan membunuhnya. " ayo Aria! tinggalkan mereka '' ucap Larissa lagi hingga Aria melambaikan tangannya dengan senyum jenaka nya.
" bye!! '' ucap Aria lagi melenggang pergi dari tempat itu hingga menimbulkan kekesalan keduanya.
*******
Aria dan Larissa kedua gadis itu duduk disebuah kursi single dengan pikirannya masing-masing. Laporan para anak buahnya cukup membuat kepala mereka sakit ditambah pertengkaran Evander dan Florian cukup mengejutkan keduanya.
" Apa lagi yang menjadi pertengkaran mereka. '' gumam Larissa kesal hingga.
BRAKKKK
Evander dan Florian masuk setelah mereka mengganti pakaian nya yang basah bahkan kedua rambut mereka dibiarkan begitu saja tanpa di sisir.
" Tanyakan pada nya kenapa dia membunuh salah satu wanitaku! '' ucap Florian dingin dan Evander diam saja merasa tak terkejut dengan perkataan sepupunya itu.
" Siapa? '' tanya Aria lagi
" Dia membunuh Ganesha! '' pekik Florian lagi.
" Ganesha! Evan kenapa kau melakukan nya? '' tanya Larissa lagi namun Evander seperti tak perduli dan mengalihkan tatapannya kearah lain.
" Itu bukan salah ku! salah satu wanita nya masuk kedalam ruangan ku! dan kau tau aku tidak suka diganggu oleh wanita kotor sepertinya. Jadi dimana kesalahan ku? '' tenang Evander menatap tajam Florian
'' Tapi kenapa kau harus membunuhnya? cukup berikan pelajaran padanya tanpa dibunuh! '' Berang Florian tak terima hingga Evander menatap tajam kearah Florian.
" tidak bisa itu bukan gayaku! '' tandas Evander lagi hingga Larissa dan Aria memijat pelipisnya pelan.
__ADS_1
" Flo bukan kah sudah ku katakan jika dia cukup mencurigakan datang padamu dan bersedia menjadi salah satu wanita penghibur mu? bukan kah itu terlalu klasik ? '' Picing Larissa lagi menatap sepupunya tajam
'' itulah sebabnya aku bersedia membuat dia menjadi salah satu wanita ku. Aku mencurigai nya sebagai seorang mata-mata! Namun dia membunuh Ganesha begitu saja '' pekik Florian lagi.
" Dimana kau membuang nya? '' ucap Aria kepada Evander.
" Mungkin dia sudah menjadi santapan shino. '' ucap Evander datar hingga ketiga manusia itu menghela nafasnya kasar. Shino! seekor beruang hitam yang memiliki darah percampuran dari seekor gorila albino hingga Shino memiliki tubuh yang besar layaknya seekor gorila dengan gigi yang mencuat keluar nan tajam.
'' baiklah itu semua tak akan kembali. Jadi kau mencurigai Ganesha sebagai mata-mata? '' Picing Larissa menatap penuh curiga. Florian mengangguk saja tanpa mau menatap.
'' Apa yang kau sembunyikan? '' tanya Larissa lagi.
'' tidak ada! '' ucap Florian datar.
" Apa kau ada hubungannya dengan ledakan di kasino milik kakek? '' Picing Larissa tajam.
'' itu semua tidak ada hubungannya dengan ku! '' ucap Florian lagi hingga Larissa Evander dan Aria sontak terdiam. '' kenapa kau mencurigai ku? tandas Florian lagi tak terima.
" Tidak ada aku hanya bertanya. Namun aku berharap itu bukan kau Flo! Aku tau kau tak sepicik itu! '' ucap Larissa penuh harap dan Florian hanya diam tanpa ekspresi lalu setelahnya dia beranjak dan pergi dari sana.
Kemarahan di hatinya masih terasa jelas. Kematian Ganesha cukup membuat Florian marah namun semua itu dirinya mempunyai alasan kenapa Ganesha tidak boleh mati dengan cepat, namun takdir tak demikian justru Evander membunuh wanita itu hanya karena memasuki ruangan pribadinya saja.
Larissa menatap kepergian sepupunya itu dengan raut wajah yang tak terbaca. Ledakan sebuah kasino milik Asyur kakek nya cukup menggemparkan dunia perkasinoan dimana sebanyak sepuluh korban adalah orang-orang terpenting milik negara dan hal itu membuat Asyur mengalami kerugian ratusan milyar dalam sehari.
Namun sampai saat kini kejadian itu masih menjadi misteri walaupun Asyur sudah tak mempermasalahkan nya tak seperti diawal-awal dimana seorang Asyur mengamuk dan menghukum para anak buahnya.
Hingga satu Minggu berlalu Asyur dengan tiba-tiba menutupi kasus peledakan kasino milik nya dengan tiba-tiba dan hal itu membuat Larissa bertanya-tanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Huhhh udah dua up kemarin malam tapi sama dapat peringatan juga 😒 Entah apa dan entah kenapa bisa seperti itu. Padahal ceritanya tidak melanggar aturan sama sekali.
owe bingung dan pusing tapi gak apa-apa semoga kedepannya lebih baik lagi.
__ADS_1
TnQ ❤️❤️