King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Serangan tiga.


__ADS_3

Tubuh Ellara dan si penarik jatuh terjerembab ke tanah. Ledakan terakhir itu cukup dahsyat hingga meruntuhkan bangunan yang selama ini ditinggali oleh keluarga kecil Ornaf.


Ellara bangun dengan rasa sakit yang luar biasa di tubuhnya. Matt lelaki itu tampak mengeryit saat kakinya terasa keram karena terjatuh.


" ohh tuhan. Matt. Kau kah itu ? '' pekik Ellara dan Matt tampak menggerutu pelan saat Ellara bertanya seperti itu.


" Ahhh sial. kaki ku sungguh keram '' umpat Matt dan Ellara seketika panik entah apa yang harus ia lakukan. Tak lama datang zumba dengan Hugo mereka berbondong-bondong untuk melihat kondisi keduanya.


" Ornaf ? dimana suamiku ? '' tanya Ellara panik saat melihat dua anggota predator lainnya datang dengan nafas yang terengah-engah.


" Edgar ? dimana ia ? " pekik Hugo saat menyadari jika salah satu kawan psikopatnya tak tau berada dimana.


sontak keempat orang itu panik bukan main Edgar dan Ornaf tak diketahui keberadaanya sedangkan bangunan itu runtuh sempurna, seketika Ellara berfikir buruk tentang keduanya.


" tidak mungkin !! Tidak mungkin mereka terperangkap oleh reruntuhan itu !! '' gumam Ellara panik.


suasana kembali panik dan hening. Matt, Hugo dan zumba saling melemparkan pandangannya. Ellara mendadak tulangnya lemas seketika hingga ia terduduk di tanah.


" cari Edgar dan Ornaf !! " perintah zumba pada anak buah king yang berada disana serempak mereka mengangguk tegas. Para anak buah king itu mulai mencari keberadaan Edgar dan Ornaf dari segelas sisi.


Tapi reruntuhan itu tak mungkin mereka bongkar hanya untuk mencari keberadaan Edgar dan Ornaf, mereka seperti mencari jarum di tumpukan jerami.


Ellara dan ketiga anggota predator lainnya ikut mencari keberadaan dua orang yang tidak terlihat oleh mereka sejak tadi. Hampir satu jam mereka mencari tapi nihil keduanya tak ditemukan.


Ellara menangis histeris akan insiden itu termasuk dengan Hugo, zumba dan Matt yang kehilangan Edgar teman seperjuangannya.


" Lakukan sesuatu ku mohon. " pinta Ellara menyayat hati dengan derai air mata yang mengalir deras. " zumba ku mohon lakukan sesuatu. Mereka masih hidup, aku yakin itu '' pekik Ellara lagi dengan memukul dada zumba serampangan.


" Ella. Tenanglah. '' pinta Hugo.


" Apa maksud mu tenang !! " teriak Ellara marah karena perkataan Hugo yang terdengar ambigu. " Suamiku hilang !! " teriak nya lagi.


Ellara meratapi puing-puing bangunan yang tertimbun sempurna dirinya terduduk dengan manik yang masih menatap kearah sana. Namun manik nya menangkap sesuatu.


NGENGGG!!!


Tiba-tiba sebuah motor datang dari arah sisi timur membuat Ellara menyipitkan maniknya begitupun dengan yang lain. Motor itu bergerak cepat bahkan seperti memaksakan menabrak apa saja didepannya.

__ADS_1


" Oh Edgar " pekik Ellara senang saat melihat salah atau anggota predator menaiki motor trail yang entah milik siapa.


" Cepat bantu!! " pekik Edgar menatap para kawan-kawan nya yang justru terlihat mematung ditempatnya. " sialan!! Cepat Ornaf terluka " teriak Edgar lagi dan sontak zumba berlari dan segera membantu temannya itu.


Tubuh Ornaf yang terlilit sebuah tali yang menyatu dengan tubuh Edgar seketika langsung dipotong begitu saja, Ellara panik saat melihat bahu suaminya tertembak dan ada beberapa luka dibagian wajah serta kakinya.


zumba dan Hugo membopong tubuh Ornaf kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh anak buah king. Matt memeluk kawan gilanya erat dan Edgar menjadi geli dengan hal itu.


" Aku hampir mati karena serangan jantung ketika kau tak muncul saat ledakan itu Edgar " keluh Matt dan Edgar yang mendengarnya hanya terkekeh kecil.


" Sudahlah ayo kita harus kerumah sakit. Lihatlah tubuhku terluka " ucap Edgar dan Matt melihat jika tangan Edgar tersayat oleh senjata tajam.


hari itu rombongan king pergi meninggalkan kediaman Ellara dan Ornaf yang sudah hancur dan runtuh. Ellara melihat kearah belakang untuk melihat mansion nya.


Rasa sesak kembali menjalar di hati nya dan dendam semakin berkobar, ya Ellara sudah mengingat seseorang yang wajahnya cukup tak asing di ingatannya.


Ia adalah salah satu anak buah kepercayaan milik Lorenza yang berhasil kabur saat pertempuran dulu dengan Valera. Ellara tak menyangka jika lelaki itu masih hidup setelah mengalami luka yang cukup mengerikan. Apa kemungkinan Lorenza pun masih hidup ?


Fikiran Ellara mencoba mengingat masa lalu, pada saat itu Lorenza pun ikut menghilang tanpa jejak padahal Lorenza mengalami beberapa luka dalam yang Ellara yakini jika ia tak akan bertahan lama.


Apa Lorenza masih hidup. Batin Ellara.


Kabar Alexa dan Alexandrea yang mengalami penyerangan dengan tubuh terluka membuat semua yang mendengarnya terkejut bukan main bahkan kabar mansion Ellara dan Ornaf yang diserang pun membuat para jajaran king lagi-lagi terkejut, sudah bertahun-tahun tak ada bentuk penyerangan tapi kini itu kembali terjadi.


Alexa mengalami luka-luka akibat pecahan kaca bahkan luka bakar yang tak terlalu parah di area tangan nya bahkan kaki Alexa mengalami patah tulang ringan akibat sebuah benturan.


Sedangkan Alexandrea tak jauh berbeda dengan sang adik yang mengalami luka bakar ringan di tubuhnya. Ornaf dilarikan kerumah sakit yang sama oleh keempat predator bahkan Ellara mendapatkan kabar jika kedua anak nya pun masuk rumah sakit karena penyerangan dan hal itu semakin membuat wanita yang sudah lama tidak membunuh menjadi murka.


'' Bagaimana keadaan mereka ? '' tanya Ellara panik saat melihat Dave. Thomas, dan Syina yang sedang duduk disebuah kursi panjang khas rumah sakit.


Syina beranjak dan langsung memeluk Ellara sekilas dan Ellara balas memeluk Syina dengan mata yang menatap kearah pintu berwarna putih itu.


Dave menjelaskan keadaan Alexa dan Alexandrea pada Ellara. Wanita itu hanya diam mematung saat mendengar penjelasan dari Dave. Suaminya terluka begitupun dengan kedua anaknya. Ellara benar-benar marah dan akan mencari siapa dalang dari penyerangan ini.


******


Disisi lain penyerangan kembali terjadi pada Gloria dan Isabella yang sedang berada di pusat kota untuk membeli sesuatu. Empat buah pengawal yang selalu disiapkan oleh Dave dengan sigap melindungi nyonya nya.

__ADS_1


Isabella dan Gloria berlari saat para pengawal nya sibuk melawan para penyerang. Nafas kedua wanita itu sama-sama tersengal.


SWINGGG


" Mommy !! " teriak Isabella melihat Gloria yang jatuh tersungkur akibat lemparan suatu benda. Gloria meringis saat punggung nya terasa nyeri Isabella segera membantu ibunya untuk bangun. " Mommy. " panik Isabella


Manik Isabella menatap lingkungan sekitar kenapa semuanya mendadak sepi kemana semua orang pergi. Tiba-tiba Isabella sadar jika ini sudah direncakan.


DUAKKK


Isabella tersungkur saat tubuhnya ditendang tiba-tiba oleh seseorang. Gloria terpekik bukan main dan langsung melihat siapa pelaku penendang putrinya.


" Josephine " gumam Gloria saat melihat lelaki yang merupakan adik dari lelaki yang pernah ia tolak dulu. Lelaki itu menyeringai tipis saat Gloria bergumam menyebut namanya.


" Rupanya kau tau siapa aku '' desis nya dan Gloria menatap tajam pada lelaki yang tersenyum penuh arti.


DUAKKK


AGHHH


" Isa!! " pekik Gloria saat dirinya harus melihat putrinya ditendang kembali. Isabella meringis memegang perutnya yang terasa nyeri dan ngilu teriakan sang ibu membuat ia tersadar jika kondisinya tak memungkinkan.


Isabella bangkit dan kini wajahnya memerah. Lelaki asing itu tertawa mengejek saat melihat tatapan yang dilayangkan oleh Isabella, Gloria semakin waspada karena tiba-tiba beberapa wanita datang mengelilinginya.


" Aku sudah lama menunggu hari kehancuran kalian semua. Kau wanita tak tau diri yang telah berani menolak cinta kakak ku bahkan kalian menyiksa nya tanpa ampun, dan kini biarkan aku melakukan hal yang sama pada kalian berdua " ucapnya lagi menatap Gloria dan Isabella bergantian dengan tatapan membunuh nya.


" ckckck. Rupanya dendam masa lalu. Kakak mu bukan mencintaiku dia hanya terobsesi saja. Lagipula kakak mu pantas mendapatkan hal itu karena perbuatannya '' lantang Gloria dengan manik tajam menatap kearah Josephine.


DORR !!


melesat peluru itu melesat karena Gloria menarik seseorang untuk menjadikan tamengnya, dan pada akhirnya orang itu yang terkena imbas peluru pertama milik Josephine. Gloria tersenyum miring rupanya mereka ingin bermain-main.


Isabella telah bersiap dengan senjatanya namun lagi-lagi seseorang hendak menyerangnya dan alhasil Isabella melawan dengan kembali memukul dadanya.


BUGHHHHHH


uhukkk

__ADS_1


rupanya pukulan Isabella membuat korbannya memuntahkan cairan berwarna merah yang sangat kental. Isabella melangkah maju untuk melawan para penyerang yang kurang ajar itu begitupun dengan Gloria.


Sedangkan Josephine diam berdiri seraya menampilkan senyum terselubung nya. Dirinya sangat menikmati perkelahian antar wanita dihadapan nya itu.


__ADS_2