
Markas utama king, sehari setelah Greta dimakamkan.
Disebuah ruangan yang besar dan luas dengan meja panjang dan besar duduk beberapa orang berwajah serius. Masing-masing diantara mereka mengeluarkan tatapan dingin dan tajam nya.
Para generasi selanjutnya diminta hadir oleh Valera sendiri hanya untuk membahas sesuatu yang sangat serius. Valera duduk di kursi kebesarannya dengan elegan seraya meminum secangkir wine mahal.
KLEKKKK
" maaf membuat kalian Lama menunggu " ucap tiba-tiba Athena yang berjalan dengan anggun mengenakan sebuah dress berwarna hitam yang sangat indah di tubuhnya. Semua orang menatap kearah gadis bermanik hitam itu.
" Ckckck sungguh. Aku lapar sekali menunggumu " gerutu Isabella hingga Athena terkekeh kecil dibuatnya. Valera hanya diam seraya melihat interaksi para anak-anak nya, entah apa yang sedang sang Lady itu fikirkan.
Athena tersenyum kecil saat semua orang justru menatapnya lekat. Tak lupa George pun turut hadir disana membuat Athena terkejut bukan main. George hanya tersenyum menatap Athena dengan lembut.
" Frazzes willyam !! Aku melihatnya sendiri '' ucap Elena tiba-tiba hingga semua orang yang berada disana menatap istri dari Ed. Ellara yang hadir bersama dengan suami serta putranya Maxim turut menyimak namun Ellara sungguh terkejut dibuat nya.
" Bagaimana mungkin ? " saut Ellara tiba-tiba dengan tatapan tak percaya. Elena menatap Ellara dengan tajam seolah melayangkan protes nyata nya. " salah itu bukan dia !! " Tegas Ellara
" Jika bukan dia lalu siapa ? '' Picing Syina menimpali perkataan Ellara dengan cepat.
" Dia sudah mati !! Aku sendiri yang membunuhnya " ucap Ellara tegas
" Atau mungkin kau tak membunuhnya Ellara ? " lanjut Syina lagi hingga Ellara tersentak bukan main. Apa maksud dari perkataan Syina itu. Ellara menggeleng tegas dengan sorot mata yang tajam.
" Kau meragukan ku ? '' tanya Ellara menatap Syina dan Elena secara bergantian " Aku memang putrinya tapi aku juga yang telah membunuhnya dengan kedua tangan ku!! jangan lupakan itu Syina bahkan kematiannya kau juga ikut menyaksikan " tegas Ellara dan Syina hanya diam seraya berfikir keras. " Aku yakin dia bukan Frazzes willyam '' saut Ellara dengan tegas.
__ADS_1
Valera hanya menyimak perdebatan itu dengan santai, Valera justru menuangkan kembali wine kedalam cangkirnya.
" Jack !! Bahkan aku melihatnya disana " ucap Syina lagi dan kini Valera ikut menatap kearah Syina.
" Dia sudah mati aku yang membunuhnya " ucap Valera dan Syina hanya mengangguk saja " Aku yakin ada yang menggunakan wajah mereka berdua '' santai Valera dan semua orang sependapat dengan ucapan sang Lady.
Valera menggerakkan jari-jarinya di atas meja hingga muncul tampilan seperti tablet lalu muncul layar besar dibelakangnya hingga semua orang bisa melihat apa yang sedang dikerjakan oleh sang Lady.
Beberapa photo ditampilkan oleh Valera semua orang melihat dengan seksama begitupun dengan para generasi yang justru semakin penasaran dengan sosok mereka.
" Bukan kah dia putri dari Ben ? '' gumam Dave saat melihat photo seorang wanita dewasa dengan rambut yang panjang dan sangat indah. Valera mengangguk saja.
" Yasmin " ucap Valera. " Aku kehilangan berita tentang dirinya beberapa tahun lalu, Entah kemana wanita itu berada. Aku mengutus kau Elion untuk mencari tahu tentang dirinya kembali. Aku khawatir dia ikut terlibat dengan ini " ucap Valera tegas dan Elion mengangguk mantap.
" Aldebaran tewas begitupun dengan putrinya Bianca serta paman nya. Chaiden kini tertangkap oleh Asyur begitupun dengan Chaiton yang pada saat itu menyerang Athena karena menjebloskan putranya Jacob. Aku menugaskan Lotus untuk mencari tahu lebih lanjut tentang Chaiton, apakah dia mempunyai anak yang lain lagi atau hanya Jacob seorang. " ucap Valera dengan tegas menatap kearah Lotus dan Lotus siap mengangguk dengan tegas. Para jajaran king itu sibuk mengingat masa lalu mereka yang sudah belasan tahun itu.
Valera memperlihatkan beberapa visual yang telah diberikan tanda X berwarna merah oleh dirinya. Semua orang menatap dengan seksama. Bahkan visual Lokanne dan Mrs oto berserta dengan sang istri dan juga Patricia pun turut disiarkan disana.
" Serahkan padaku untuk memburu Lokanne " ucap tiba-tiba Athena dengan tegas dan tenang, Valera tampak diam menatap Athena dengan lekat namun semua orang tampak heran dengan perkataan Athena yang ingin memburu Lokanne.
" Kau ingin memburunya ? " Tanya Valera dan Athena mengangguk dengan mantap.
" Dua kali dia ingin membuat aku celaka, dan saat ini dia juga yang telah membuat Rayzen terbaring lemah di ranjang rumah sakit setelah aku berhasil membuat dirinya terluka. Sungguh pengecut " geram Athena dengan sorot mata yang tajam bagaikan ujung mata pedang. George mengelus lembut punggung kekasih nya.
" Rayzen ? siapa dia " ucap tiba-tiba Dave, Thomas dan lainnya. Athena diam tak menjawab. Rayzen hanya segelintir orang yang mengetahuinya termasuk sang ibu. Ucapan Athena sungguh membuat beberapa orang penasaran.
__ADS_1
" Baiklah. Aku serahkan ini padamu Athena " ucap Valera dengan tegas dan Athena tersenyum miring. Semua orang melihat interaksi ibu dan anak itu dengan hawa yang dingin bagaimana tidak, Valera dan Athena sama-sama bertatapan dengan sorot mata yang tajam saat mereka dalam keadaan serius.
" Aku mempunyai kabar berita yang cukup buruk " ucap Kenneth tiba-tiba hingga kini pemuda itu menjadi tatapan banyak pasang mata. " Maaf jika ucapan ku sedikit membuat tersinggung. Hanya saja beberapa anak buah yang direkrut oleh paman Thomas untuk menjaga bisnis legal ku mereka semua penghianat, Aku menemukan sesuatu benda asing yang berada di sekitar tempat itu. '' jelas Kenneth dengan tenang namun maniknya menatap sang ibu dengan lekat.
'' Seperti dua orang yang aku bawa ? '' picing Athena dan Kenneth mengangguk membenarkan. Valera terlihat memejamkan matanya perlahan. Kata penghianat kini ia hadapi kembali setelah bertahun-tahun lamanya, namun Valera mempunyai alasan kenapa tak langsung membunuh kedua orang yang telah dibawa oleh putrinya.
BipBipBip
Semua orang menoleh kearah pintu berwarna hitam yang terdapat layar 17 inci. Valera menekan tombol sesuatu hingga layar itu menyala dan menampilkan sosok anak buah nya diluar sana.
" Maaf menganggu Lady. Diluar sana ada seseorang yang mengatakan jika lelaki yang bernama Rayzen menghilang dari rumah sakit. " tutur anak buah king yang memberikan informasi pada sang Lady.
Athena terkejut bukan main saat mendengarnya. Alland dan blue saling lirik satu sama lain. Namun semua orang tampak melihat kearah Athena yang kini sudah seperti dikuasai amarah.
" Sayang tenang lah dulu. " lembut George kepada Athena.
" Bagaimana ? katakan padaku ? " datar Athena karena langkahnya terhenti saat George menarik tangannya lembut. Semua orang terlihat menatap kedua sejoli itu dengan lekat. " Wanita itu harus ku bunuh kak !! Dia selalu mengganggu ku, bahkan paman Garvish melindungi keberadaan dirinya " tekan Athena hingga Valera yang mendengarnya terkejut.
" Athena apa maksud mu ? " Picing Valera dan Athena hanya tersenyum tipis.
" Entahlah aku belum terlalu yakin. Maaf mom aku harus pergi " ucap Athena dan Valera mengangguk saja. Namun George terlihat enggan jika kekasih hatinya selalu terlibat dengan peperangan, Valera melirik kearah blue dan Alland lalu kedua lelaki berbeda usia itu terlihat mengangguk samar.
" maaf semua nya aku harus pergi menyusul Athena " ucap George tiba-tiba dan semua orang diam saja seperti orang bingung namun Valera kembali mengangguk memberikan ijin. Hening kini ruangan itu kembali hening beberapa orang dari mereka mulai menuangkan wine kedalam gelas kristalnya begitupun dengan valera.
Tak lam Valera dan lainnya memulai pembicaraan serius dengan para generasi yang akan ikut terlibat karena mereka kekeh ingin masuk kedalam nya. Bahkan Valera menyuruh seluruh anak buahnya untuk memblokir akses masuk wilayah nya.
__ADS_1