
Blue Mansion, berkumpul nya para keturunan.
Bangunan megah bernuansa biru itu masih saja kokoh dan semakin kuat, aset yang diturunkan oleh generasi kedua King membuat generasi ketiga membuat bangunan itu semakin dikenal, bahkan para pihak berwajib pun dapat mengetahui bangunan Blue Mansion atas saran dari putra Alexandrea. Hanya saja mereka harus melewati serangkaian prosedur pemeriksaan dengan sangat ketat.
Para penjaga yang mengelilingi hampir seluruh mansion mengenakan pakaian berwarna putih dengan memiliki simbol masing-masing, hal itu bertujuan agar tidak ada penyusup yang mencoba memasuki kawasan Blue Mansion.
Gerbang bangunan megah itu terbuka secara otomatis karema sistem memberitahukan jika para generasi akan tiba beberapa menit lagi, hal itu membuat mereka bersiaga dengan penuh.
Tak lama sebuah mobil mewah berwarna merah tiba, para penjaga yang terlihat sontak menundukkan kepalanya sopan sebagai tanda menghormati.
" Selamat datang tuan Evander dan nona Aria " ucap salah satu dari mereka saat melihat putra dari pasangan isabella dan Maxim serta putri dari pasangan Aisley dan Daniel hadir. Aria tampak tersenyum manis begitupun dengan Evander.
" Hanya kami? " picing Aria seraya melihat kearah sebuah halaman yang terbiasa menjadi tempat parkir mobil para generasi.
" Anda betul nona " ucap penjaga itu dengan sopan membuat Aria kesal seketika. Namun tak lama sebuah mobil mewah berwarna biru datang dengan kecepatan sedang. Para penjaga sontak menundukkan kepalanya saat melihat kedatangan Larissa dan juga Serena.
Hal serupa terjadi dimana Larissa dan juga Serena di sambut oleh para penjaga Blue Mansion. Larissa tersenyum kecil saat melihat wajah Aria yang tampak kesal.
__ADS_1
" Halo Aria, lama tak berjumpa " ucap Serena anggun dengan senyuman nya yang memikat. Aria terkekeh dan langsung memeluk putri dari pasangan Malvin dan Madeline.
" Ayo masuk! " ucap Larissa yang di angguki oleh Aria dan juga Evander. Keempat para generasi berjalan memasuki pintu utama dengan disambut oleh maid perempuan yang bertugas.
Tak lama satu persatu mobil mewah berdatangan secara beruntun hal itu sontak membuat para penjaga sigap menyambut kedatangan para nona dan tuan mudanya.
Beberapa mobil mewah keluaran terbaru dengan edisi limited berjejer dengan begitu rapi di halaman outdoor yang terbuka. Pintu gerbang segera tertutup dengan sistem otomatis kala mengenali wajah-wajah yang hadir adalah para tuan dan nona mudanya.
" Aktifkan kunci otomatis untuk seluruh bangunan ini. Aku tak mau rapat kali ini disusupi walaupun pelakunya ibu terlebih nenek Valera! " ucap Mikael tiba-tiba membalikkan badan nya membuat Aslan terkejut bukan main.
" Kau ini! " gerutu Aslan " Ya aku mengerti! " ucap Aslan lagi hingga mereka berjalan menyusuri bangunan megah hingga lorong panjang untuk mencapai lantai tiga dimana sebuah tangga mewah berada di sana.
" Ku harap kau tak melakukan sesuatu yang salah Mike! " ucap tiba-tiba Florian datang membuat Mike menatap nya sekilas. " Ayo masuk " ucap Florian lagi hingga mereka berdua memasuki sebuah ruangan yang sudah terdengar riuh di telinga.
Benar saja Aria sedang memarahi dirinya dan juga yang lain karena datang terlambat, sudah bukan hal aneh lagi bagi mereka saat mendengar ocehan putri Aisley dan Daniel, namun mereka hanya bisa diam dan membiarkan Aria mengoceh hingga berhenti dengan sendirinya.
" Aria hentikan! " ucap Ezio hingga tatapan mereka bertemu. " Duduklah, dan mari kita mulai " ucap Ezio selaku dirinya yang paling tua. Aria duduk dengan wajah cemberutnya. " Aslan apa pendapat mu? " ucap tiba-tiba Ezio menatap putra Alexandrea dengan lekat.
__ADS_1
" Adakan pertemuan dengan bibi Lui! " ucap Aslan tenang membuat manik mereka menyipit secara bersamaan. " Nenek akan mengadakan pertemuan dengan orang yang di maksud oleh bibi Alexa " ucap Aslan lagi.
" Untuk apa? " jawab Mikael penasaran.
" Kalian tak ingin mendengar sebuah kisah? " ucap Aslan lagi namun mendapatkan kekehan kecil dari Mikael. " Kau jangan berlagak Mikael! " sinis Aslan.
" Apa maksud mu? " tajam Mikael lagi.
" Terserah! Namun aku mengatakan sebuah rahasia! Musuh kita kali ini tak bisa di remehkan Mikael. Maaf perihal kisah ibumu, mereka sama seperti kita orang yang tak bisa disentuh. Kali ini aku setuju dengan ucapan Larissa kala itu saat dirinya meminta bantuan dengan Xavier untuk mengungkap siapa dalang sebenarnya dari penyerangan di kapal pesiar kala itu. Dan Ex wang! Dia adalah orang yang tepat untuk kita ajak bekerja sama, satu hal lagi musuh mereka dan musuh kita saling terhubung. Jadi? " ucap Aslan panjang lebar seraya manik nya menyipit menatap layar laptop nya.
" Hmmm wang! Sebuah ramalan? Entah mengapa aku menjadi penasaran akan hal itu " ucap Ezio tiba-tiba dengan menghisap rokok mahal nya elegan. Elmer melirik dengan dalam pada kakak beda ayah itu.
" Jadi,Menurut mu kita harus bertemu dengan bibi Lui? " ucap Larissa menatap Aslan lekat.
" Tentu, hanya saja aku dengar nenek akan mengadakan pertemuan esok sore dengan mereka " ucap Aslan hingga Serena dan juga Larissa menoleh bersamaan.
" Mereka siapa maksud mu? " ucap Evan bertanya dengan kaki yang bertumpu layaknya tuan muda kaya.
__ADS_1
" Keturunan Wang akan hadir di Gold mansion! " ucap Aslan lagi tenang hingga mereka yang mendengar nya diam seketika.