
Serangan yang sudah sudah membuat sang Lady menerapkan aturan baru dimana dirinya menempatkan dua puluh orang anak buah terlatih di setiap sisi bangunan. Tak hanya aturan yang dirubah sistem pun ikut berubah dimana kini hanya dirinya yang tau.
Serangan sudah dilontarkan oleh pihak asing sehingga terdengar suara ledakan senjata dan adu tembak dari dua kubu. Valera terus mengamati pergerakan para anak buah nya dan juga para musuh yang berdatangan secara terus menerus.
DODODOR
DODODODOR
Para anak buah king saling memberikan kode untuk menyerang di waktu yang tepat agar tak begitu menghabiskan banyak amunisi, namun rupanya mereka tak menyangka jika sebuah mobil tank masuk dan siap meluncurkan senjata kearah depan dimana halaman luas Gold mansion tertata indah.
DUARRRR
" Tahan mereka !! " suara Dave begitu sangat menusuk di pendengaran para anak buah king. Mereka mengangguk mengerti dan paham akan situasi nya. Ingat perkataan sang lady. Jangan beri mereka celah dan terus tekan mereka maka saat itu juga mereka akan tau berhadapan dengan siapa.
Ucapan itu begitu terngiang-ngiang di kepala para pasukan king. Mereka tak akan memberi celah dan terus menekan musuh dengan cara halus.
SHOTTT
DODODOR
AGHHH
suara jeritan kematian begitu bersahut-sahutan. Dave yang melihatnya mendadak tak bisa melakukan apa-apa dikarenakan para anak buah king bisa melakukan tugasnya dengan baik bahkan sangat baik.
DODODODOR
AGHHH
Seakan tak memberi jeda maupun nafas kepada musuh nya, lontaran amunisi tak berkesudahan terus terjadi hingga hampir sepuluh menit dimana kini lautan manusia tak bernyawa berserakan begitu saja dengan cairan kental nan pekat serta berbau amis.
Siapa sebenarnya mereka ? Seperti pertahanan baru yang aku lihat. Batin Dave bergumam.
Dave melihat pergerakan yang cepat kembali terjadi dimana mereka menutup dan mengaktifkan sistem otomatis yang berada di gerbang Gold mansion. Namun Dave mengeryit sejak kapan terdapat pemindaian sistem otomatis di gerbang.
" Tuan Dave. " seru seseorang berkata sopan dan Dave melirik bingung. " Sebaiknya tuan segera masuk karena menurut kami keadaan belum sepenuhnya aman. " ucap lelaki itu dan Dave semakin mengeryit karena ucapan lelaki itu seperti sedang mengkhawatirkan nya. Tanpa banyak bicara Dave memilih masuk dan kembali bergabung bersama dengan sang Lady.
Di ruang kendali Gold mansion.
" Apa hanya mereka saja yang datang ? aku kira akan banyak " ucap Valera terlihat santai seraya menunjuk secangkir teh beraroma terapi itu.
" Sepertinya hanya memang itu lady. Tapi bukankah ini aneh ? '' ucap Dave meragukan sesuatu. Valera menyipit dan menatap Dave dengan sekilas.
__ADS_1
Valera memainkan jari-jari nya diatas keyboard dan Dave diam seraya memperhatikan sang lady yang sedang melihat beberapa tempat berbeda dari pantauan satelit miliknya.
Dave dan Valera seakan tercekat saat seluruh tempat yang berada dilayar monitor itu menampilkan kekacauan secara serempak. Tangan Valera mengepal erat saat melihat para jajaran nya diserang dan di gempur habis-habisan.
Mansion George dan Athena.
" Nyonya !! " pekik seseorang saat melihat Athena sudah tersungkur dengan wajah lebam. Athena meringis tertahan dan merasakan ngilu diarea yang lebam.
" Aku tak apa, dimana George ? " tanya Athena sedikit cemas.
" Tuan George sedang berada dibawah melawan serangan yang terjadi. Aku ditugaskan untuk melindungi nyonya " ucap lelaki itu dan Athena hanya mengangguk pelan dan kemudian beranjak lalu mengambil senjata yang tersimpan di brankar pribadinya.
Athena melirik sesosok tubuh yang sudah tergelatak tak bernyawa dengan bersimbah darah yang keluar dari kepala dan mulutnya. Sedangkan seorang lelaki yang berada di samping nya hanya bergidik saat membayangkan apa yang telah terjadi diruangan ini tadi.
Tak lama keduanya memutuskan untuk turun dan bergabung dengan yang lainnya dimana serangan asing itu masih ada, dan kini sudah merusak sebagian properti yang ada bahkan para pengawal yang bertugas pun tergelatak begitu saja tanpa nyawa.
DODODOR
PRANGGG
" Beraninya kau !! " lantang Athena saat melihat siluet seseorang yang hendak melukai George. Lelaki bermanik biru itu terkejut karena gerakan cepat yang dilakukan sang istri guna menyelamatkan nya dari ancaman maut.
" Ohh sayang terimakasih, sekarang bukan saat nya kau menggodaku dengan hmm belahan dada mu yang terlihat. Saat nya kita membantai mereka yang telah berani datang dan mengusik. " ucap George terkekeh kecil saat melihat Athena datang dengan gaun tidur yang berbelahan rendah. Lelaki yang berada di samping Athena itu hanya diam seakan tak menganggap pasangan pengantin ini yang bicara secara frontal.
" Habisi mereka " seru George bersemangat kala kini ia bisa berkolaborasi dengan Athena yang haus akan darah musuh-musuh nya. Istrinya itu sudah melompat dan memuntahkan isi peluru nya kearah samping saat segerombol orang bertopeng hendak menerobos kekediaman nya.
Athena dan George serta seseorang lelaki yang sering di panggil dengan sebutan Kenji dengan cepat membantu para anak buah yang lain dengan membantai habis tikus yang berani datang ke kediaman nya.
" Tutup akses !! " perintah Athena begitu menggema di seluruh bangunan karena wanita bermain hitam itu telah mengaktifkan sistem otomatis untuk mempermudah pekerjaan nya. Setelah itu mereka melihat musuh yang mendekat mulai kejang dengan mata melotot seperti tersetrum aliran listrik berkekuatan sedang.
CRATTT
CRATTT
AGHHH
teriakan itu kembali terdengar saat korban yang terdengar listrik mengalami gosong di tubuhnya hingga tak lama tubuh mereka terbelah dua saat laser merah menyoroti mereka dengan beringas.
Kenzi menatap tak percaya dengan sistem buatan Athena yang baru saja diterapkan di kediamanan pribadi tuan dan nyonya nya untuk bekerja memusnahkan musuh.
" Terus lah mendekat maka akan terlihat menyenangkan untuk ku " lirih Athena lalu ia berjalan menuju balkon rahasia yang tersembunyi dan melihat keadaan yang kacau di luar sana. Tangannya terkepal saat melihat kawasan mansion miliknya berantakan dengan mayat manusia dan ceceran darah yang bersimbah dimana-mana.
__ADS_1
Sedangkan disisi lain hal serupa dialami kediaman Elena dan Ed. Keduanya yang sedang berdiskusi dibuat terkejut saat jeritan para maid yang bertugas karena suara letusan senjata serta ledakan.
Elena dan Ed segera menyiagakan senjatanya dan melihat apa yang terjadi. Namun diluar dugaan kediaman itu kini seakan dikepung oleh orang tak dikenal. Bahkan para pengawal yang berjaga terlihat sedikit kewalahan untuk mengatasi serangan yang berlangsung.
" Berikan mereka hadiah Ed. " kesal Elena lalu Ed mengangguk saja seraya tersenyum.
SWINGGG
JLEBBB
DODODODOR
lemparkan senjata buatan Aisley yang merupakan seribu anak panah uty berhasil melesat kearah sekumpulan orang asing yang mencoba hendak menerobos ke kediaman nya. Ed tersenyum puas saat mendengar jeritan kematian yang terdengar pilu.
" More " ucap Elena.
" Sure " ucap Ed lagi, Namun.
DUARRRR
Kedua manusia itu terpental saat serangan dadakan mengarah kearah balkon yang mana dinding kokoh itu jebol dan terbuka lebar. Ed melihat Elena yang merintih karena terkena serpihan ledakan tadi.
" Kau tak apa ? " tanya Ed dan Elena menatap tajam lalu mendengus. " Kita turun sayang. " ucap Ed dan Elena segera mengambil senjata andalannya
Ibu dari si kembar itu dengan beringas melontarkan amunisi nya dengan kecepatan kilat hingga lagi-lagi teriakan kesakitan itu memenuhi luar kediaman nya.
" Tak akan aku lepaskan !! " desis nya lalu turun kelantai satu dimana ia merasa kurang puas jika tidak melawan secara dekat. Ed terkejut melihat aksi istrinya dimana justru Elena membuka gerbang besar itu dan seketika.
DUARRRR
" Mati! " sarkas Elena dengan bengis. Lalu berlari secepat kilat kearah musuh saat para anak buahnya sibuk melawan dengan senjata. Elena begitu menggila kala melihat darah yang telah ia torehkan Ed tak bisa mengelak jika ia pun harus turun serta bergabung dengan dan istri. Namun tak lama sebuah mobil modifikasi yang terlihat seperti mobil perang datang dan langsung menabrak tanpa ampun dengan moncong mata pisau yang keluar secara otomatis.
Benda itu menggores dan menyayat tubuh korban nya tanpa ampun. Elena dan Ed tak mau diam dan mereka harus mengambil bagian dimana kini Ed sudah siap untuk melontarkan senjata terakhir nya.
" Alex menyingkir kita akhiri permainan membosankan ini!! " teriakan Ed yang lantang membuat Alexandrea mengangguk paham. Saudara dari Alexa itu secepat kilat menjauh tanpa berhenti menabrak musuh bahkan menggeleng tanpa perasaan tubuh yang sudah tergelatak hingga tak berbentuk.
DUARRRR
DUARRRR
DUARRRR
__ADS_1
Tiga ledakan besar yang secara bersamaan terdengar kuat bahkan menggetarkan pijakan tanah yang mereka tempat. Suara erangan dan rintihan tak terelakan bahkan kepulan asap hitam mulai menghiasi kediaman Ed dan Elena walaupun musuh sudah tewas dengan sempurna.