King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
Mengambil sikap


__ADS_3

Berita ledakan salah satu gedung milik king yang beroperasi sebagai tempat club' para kelas atas sontak menggegerkan masyarakat disana, bahkan Valera yang mendapatkan kabar ini terkejut bukan main.


salah satu orang king mengatakan jika para tuan mudanya terlibat dalam kasus tersebut, Valera seketika memijat pelipisnya pelan. Tuan muda mana yang dimaksudnya.


kini gedung itu telah ditangani oleh pihak berwajib, ditemukan beberapa mayat yang tidak terindentifikasi sana sekali karena hangus terpanggang, bahkan beberapa polisi seperti sedang mencari bukti penyebab dari ledakan ini.


Markas utama.


" mengapa itu semua bisa terjadi ? ledakan ? yang benar saja " ucap Valera marah dengan mata yang melebar dengan sempurna.


" Aku baru mendapatkan kabar jika kejadian itu terjadi pada pukul sebelas malam" ucap Thomas ikut bersuara dan Valera memilih duduk di kursinya kembali.


tak lama Gabriel muncul di antara orang-orang dewasa tersebut, Valera menatap Gabriel dengan tatapan curiganya, Gabriel duduk di kursi memasang wajah datar dan tak lama Samuel serta Kenneth masuk dan melakukan hal yang sama.


valera, Thomas dan juga Dave menatap ketiganya dengan tatapan heran sekaligus penuh tanda tanya, terlebih wajah Samuel sedikit lebam disudut bibirnya.


" ada apa dengan wajahmu Sam ? " tanya Thomas menatap teliti putranya itu, Samuel yang ditanya seperti itu hanya menyentuh sudut bibirnya dengan gerakan perlahan lalu tersenyum polos.


" ohh tidak apa-apa jangan khawatir " ucap Samuel lagi.


" Kent, bukankah tadi malam kau tak ada di mansion. Lalu apa semua ini ada hubungannya dengan mu ? " tanya Valera menatap putranya lekat-lekat. Kenneth balas menatap sang ibu dengan datar lalu detik kemudian mengangguk begitu saja " kenapa kau meledakkan gedung itu ? " ucap Valera terkejut.


" itu bukan ulah kami aunty, ada beberapa orang yang berusaha mencari gara-gara saat kami sedang bersenang-senang disana. Mau tak mau kami melawan dan ya seperti itulah pada akhirnya " ucap Gabriel menjelaskan dengan datar hingga ketiga orang dewasa menatap Gabriel dengan tatapan pasrahnya

__ADS_1


" jadi semalam kalian berada disana ? " ucap Dave lagi dan sontak ketiganya mengangguk membenarkan, Thomas menghela nafasnya secara perlahan.


" sudahlah mom, biarkan itu menjadi urusan kami " ucap Kenneth lagi hingga valera diam tak menjawab. " kami sudah besar tak perlu dikhawatirkan. " lanjut Kenneth lagi.


" siapa ? " ucap Valera menatap tajam pada putranya.


" aku sudah mencari taunya, tapi aku tak mengenalnya dia seorang wanita " celetuk Kenneth lagi hingga manik hazel Valera terlihat menyipit.


wanita ? apa putranya sedang berurusan dengan seorang wanita ? hmm apa ini urusan percintaan anak muda ? entahlah. Valera diam saja menatap putranya dalam diam, jika benar putranya terlibat karena seorang wanita itu artinya ? seketika Valera terkekeh dibuatnya dan semua orang menatap sang lady dengan dahi yang mengeryit.


" ohh baiklah, sekarang putraku sudah besar dan tumbuh sangat tampan, bukankah begitu ? " tanya Valera dan semua orang diam saja " lihatlah para tuan muda ini, hmmm aku tak menyangka kalian sudah sebesar ini " celetuk Valera lagi hingga Samuel yang sedang memakan kue coklatnya terhenti karena tingkah Valera. " tapi ingat, jika kalian terlibat maka bereskan hingga tuntas jangan sampai meninggalkan jejak sedikitpun, apa kalian paham ? " tegas Valera dan sontak ketiga pemuda itu mengangguk patuh seperti terhipnotis akan perkataan Valera yang menyuruhnya harus dipatuhi. " Good boy " ucap Valera lagi.


" Jadi kita membiarkan mereka ? " tanya Dave lagi dan Valera mengangguk kecil.


" biarkan mereka melakukan sesukanya, kehidupan yang sesungguhnya sedang menanti mereka " ucap Valera dan Dave diam saja, hingga kehadiran dua orang gadis membuat Dave terbelalak lebar begitupun dengan orang-orang yang berada di sana.


" apa yang terjadi ? " ucap Dave menatap kedua putrinya secara bergantian.


" Kami baru saja bertempur " celetuk Isabella dengan wajah yang terlihat kesal menatap sang ayah " Dia " tunjuk Isabella kepada Aisley dan Dave menatap kedua putrinya semakin bingung. " Dia memakai mobil berwarna biru kesukaan ku yang berada di garasi, aku tak terima dan aku mengejarnya mengunakan mobil lain " ucap Isabella dengan nafas yang menderu hingga Dave dan lainnya tersentak secara bersamaan, tak lama datang dua orang lelaki bertubuh tegap dengan keadaan baju yang sobek serta bekas cakaran di wajah keduanya, Dave menaikkan sebelah alisnya seketika.


" ada apa ? " datar Dave menatap dua orang lelaki itu.


" maaf tuan, salah satu mobil yang digunakan nona Isabella rusak karena menabrak pohon " ucap lelaki itu lagi hingga Dave kesal bukan main, kedua putrinya benar-benar bar-bar

__ADS_1


" Isabella !! " ucap Dave dengan penuh penakanan, dan Aisley hanya tersenyum saat melihat sang ayah menatap tajam pada adiknya " Aisley !! " ucap Dave lagi hingga kedua gadis itu memilih duduk di samping Gabriel dan Samuel dengan wajah datar.


valera memperhatikan satu persatu wajah para anak muda ini, seketika senyum tengil nya terbit begitu saja di sudut bibir sang Lady.


" aunty maaf, mobil mu " ucap Isabella menatap Valera dengan mata yang berkaca-kaca karena merasa bersalah. " ini semua gara-gara Aisley jika ia tak memakai mobil yang sering aku gunakan " ucap Isabella kesal.


" heii kau, bukankah aku sudah bilang jika aku memakainya hanya sebentar saja " ucap Aisley datar dan tak terima. Thomas seketika memijat pelipisnya dengan pelan.


" Diamlah, ini bukan sikap yang baik " ucap Valera dan kedua gadis itu langsung terdiam ditempatnya dengan meremat gaun yang dikenakannya kini. " berkelahi ? membuat wajah kalian terluka ? ohh God. " keluh Valera ia tak habis fikir dengan para generasi selanjutnya.


" ckckck.. jika kalian terluka karena melawan musuh itu masih dibilang bagus tapi ini ? " sinis Samuel hingga Aisley mendengus kesal.


" ingat perkataan ku, dua tahun kedepannya kalian harus menjadi anak-anak tangguh, tingkatkan lagi kemampuan dalam segi bela diri dan lainnya. Berhenti bermain-main yang tak penting " ucap Valera lagi.


" kami mengerti aunty " ucap Aisley dan Isabella secara bersamaan.


" Dave ajaklah kedua putri mu untuk mengobati lukanya, oh tuan lihatlah cakaran itu sungguh mengerikan " ujar Valera lagi saat menatap wajah kedua nya yang sama-sama memiliki luka cakaran, dan Dave mengangguk saja lalu membawa kedua putrinya untuk diobati.


valera dan Thomas perlu berbincang berdua, ketiga pemuda itu memilih keluar dari ruangan itu dengan segera. Valera menatap kepergian ketiganya sampai menghilang dari pandangan, kini hanya Thomas dan Valera yang berada di ruangan itu.


" lihatlah Thomas mereka tumbuh terlalu cepat bukan ? " ucap Valera menatap lurus kedepan.


" ya seperti yang kita lihat lady " ucap Thomas menimpali dengan sudut bibirnya yang berkedut.

__ADS_1


" Awasi saja pergerakan mereka dari jauh, sebisa mungkin jangan ikut campur kala mereka tak meminta bantuan " ucap Valera dan Thomas mengangguk mantap. " aku akan berangkat menuju Amerika malam ini, siapkan keberangkatan ku Thomas '' ucap Valera lagi dan Thomas hanya mengangguk mematuhi apa yang dikatakan oleh ladynya.


Thomas segera mempersiapkan keberangkatan sang Lady menuju Amerika, rasanya ia ingin bertanya tapi itu semua tak mungkin karena Thomas merasa takut jika sikapnya akan lancang, hanya butuh satu jam semuanya telah siap sempurna hanya menunggu waktu malam hari sesuai perintah sang Lady.


__ADS_2