
Disisi lain Alexa terus menyerang tanpa ampun terhadap orang-orang yang ingin menyerangnya dengan berbagai senjata yang mereka miliki. Alexa yang memiliki tubuh ramping sangat mudah dan terlihat lihai meliukkan tubuhnya.
DUAKKK
Alexandrea terpental hingga mengenai tubuh saudari perempuannya. Alexa mengerang karena tubuh Alexandrea yang menghantam tubuhnya dengan sangat keras.
" Dasar bocah sialan!!! '' pekik marah salah satu dari mereka yang memiliki tubuh tegap berotot dengan kepala plontos.
Alexandrea menghindar saat sebuah katana siap membelah tubuhnya. Alexa yang masih terasa nyeri harus menerima tendangan lagi dari seseorang yang entah siapa.
DUAKKK
AGHHH
Alexa berteriak nyaring saat tangannya diinjak oleh seseorang. Alexandrea yang mendengar suara saudarinya menjerit dengan cepat melemparkan sesuatu pada orang yang telah berani menyakiti adiknya.
SWINGGG
JLEBBB
uhukkk
orang itu terdiam sesaat kemudian mengeluarkan darah segar dari mulutnya, Alexa yang melihat itu dengan segera menendang kasar kaki orang yang telah berani menginjak tangan mulusnya.
Suasana cukup mencekam dimana mereka berada dikawasan perbatasan yang sudah ditandai jika tidak ada yang boleh melewati wilayah ini, tapi Alexa heran mengapa Aisley berada disini ? jika tidak dirinya dan juga Alexandrea mengikutinya dari belakang kemungkinan besar masalah tak akan seperti ini.
" Tangkap kedua bocah sialan itu!! '' perintah seseorang menggema di ujung sana. Mata nya melotot tajam dengan membawa senjata tipe baret. Alexa gugup saat melihat mata orang itu yang melotot hampir keluar.
ckckck..Kenapa dia menyeramkan. Batin Alexa.
DUAKKK
AGHHH
Alexandrea yang tak fokus kehilangan keseimbangannya saat seseorang menendang pinggangnya hingga senjata tipe belati berwarna biru itu terlempar bebas kedepan sana.
GREPPP
seseorang menarik baju Alexandrea hingga pemuda itu merasa tubuhnya melayang.
" Dasar bedebah kecil " sinis suara seseorang dibelakang Alexandrea yang tak lain adalah si pelaku. Alexandrea menajamkan pendengarannya seketika.
DORR!!
Alexandrea terhuyung begitupun dengan orang yang mencengkram nya. Pundak nya terasa sangat sakit bahkan punggung dan perutnya terasa nyeri dan ngilu.
" Alex. Kau tak apa ? '' Alexa ternyata menembak cepat orang yang hendak mencelakai saudaranya. Alexandrea menerima uluran tangan yang Alexa berikan dengan susah payah.
__ADS_1
" Ahhh sial!! Badan ku terasa sakit semua '' keluh Alexandrea dan Alexa terkekeh kecil.
GREPPP
Alexa tersentak saat sebuah tangan mencengkram pergelangan kakinya erat rupanya orang itu masih bernafas.
" Akan ku kirim kau untuk bertemu dengan raja neraka!! '' tekan Alexa tersenyum sinis.
DORR
Orang itu tewas dengan mata yang terbelalak dengan dahi yang berlubang karena peluru milik Alexa menembus isi kepalanya. Alexandrea melirik sekilas.
" Aisley !! Dimana dia ? '' ucap Alexandrea tiba-tiba yang teringat akan mobil Aisley yang terjun bebas. Kedua Kakak beradik itu saling pandang sebelum mereka berlari menuju sisi tebing untuk melihat ke arah bawah.
Kobaran api dengan asap yang tebal menjadi pemandangan pertama. Alexandrea dan Alexa terperangah saat melihat mobil yang Aisley gunakan hancur tak berbentuk.
" Alex. Bagaimana ini '' gugup Alexa dengan manik yang menyapu untuk mencari tanda-tanda keberadaan Aisley beserta seorang gadis lainnya.
" AISLEY !! '' teriak Alexandrea langsung mencoba untuk memanggil nama putri sulung darj Dave dan Gloria itu. Alexandrea terus berteriak dan memanggil nama Aisley begitu pun dengan Alexa.
Kedua Kakak beradik itu terus mencari dan memanggil nama Aisley tapi usahanya sia-sia keduanya menggeleng tak menemukan apapun sebagai tanda keberadaan orang yang sedang dicarinya namun tiba-tiba.
DORR !!
suara letusan senjata api berserta suara siulan terdengar ditelinga Alexa. Gadis cantik itu menghentikkan sejenak langkahnya begitupun dengan Alexandrea yang melihat saudari nya berhenti.
Pwitttt
" Ohh Aisley !! " ucap nya berbinar kala melihat pergerakan diantara semak-semak belukar dibawah sana. Sebuah tangan melambai ke udara menandakan jika ia memang Aisley.
Alexandrea menghela nafas lega tapi maniknya terbelalak saat Alexa dan Alexandrea kembali ditodongkan beberapa senjata oleh orang-orang tak dikenal nya.
Jantung Alexa berdegup kencang tak karuan bagaimana bisa beberapa senjata mengarah tepat di kepalanya begitupun dengan Alexandrea.
" menurut atau kalian mati dengan cara mengenaskan !! " ucap seseorang dengan nada tak suka. Alexa mengangguk begitupun dengan Alexandrea.
DUAKKK
AGHHH
seseorang menendang kaki Alexa hingga gadis itu menjerit kesakitan. Alexandrea yang melihat jika adiknya disakiti sontak memberontak tapi sial nya lagi dirinya mendapatkan pukulan bertubi-tubi di tubuhnya.
Alexandrea memejamkan matanya saat rasa sakit menjalar ditubuhnya. Begitupun dengan Alexa yang rambutnya dijambak keras oleh seseorang.
" Kalian telah ikut campur terlalu jauh anak muda " bisik seorang wanita tepat ditelinga Alexandrea yang sedang memejamkan matanya erat karena sedang menikmati rasa sakit yang mulai perlahan menghilang.
Alexandrea diam saja tapi sudut bibirnya berkedut tipis dirinya menyeringai seketika tubuhnya menegang saat merasakan sebuah aliran yang sangat kental dalam tubuhnya.
__ADS_1
AGHHH
suara teriakan itu membuat Alexandrea terperanjat bagaimana bisa seorang lelaki bertubuh kekar dengan lancang menyentuh Alexa dengan mencekik serta menyeret tubuh Alexa dengan kasar.
'' Kalian harus mati!! '' lirih Alexandrea dengan seringainya yang terlihat sangat menakutkan.
DUAKKK
DUAKKK
AGHHH
Alexandrea memberontak keras sehingga bisa menendang dan menerjang tubuh orang yang mencengkram nya erat. Alexandrea menggila dengan terus melayangkan jurus-jurus andalannya.
KRAKKKK
suara retakan tulang terdengar sangat memilukan, Alexandrea yang kejam kini telah kembali setelah sekian lama dirinya memendam jiwa psikopat alami yang berada dalam tubuhnya.
" Ahhh!! " teriak Alexandrea saat ia mematahkan leher korban nya dan tak lama Alexandrea tertawa lucu melihat tubuh korban nya yang tergolek tak bernyawa.
DODODODOR !!
suara rentetan peluru membuat Alexandrea dan Alexa melihat kearah segerombol orang yang batu saja tiba. Ternyata Elena dan juga Ed serta beberapa anak buahnya datang membantu.
DODODODOR !!
DODODORDODODOR !!
Ed dan Elena bagaikan pasangan yang sangat serasi dimana mereka melakukan aksi serang tak terduga bahkan pihak musuh tak diberikan kesempatan untuk melawan, semuanya tewas dengan luka tembak yang dialami di tubuhnya masing-masing.
Alexa meringis saat Ed sang ayah mencoba untuk menariknya kedalam pelukan, Elena melihat jika tatapan Alexandrea berubah menjadi hitam bak predator.
" Alex hentikan!! " Ucap Elena dengan tegas melihat putranya terus mencekik seorang wanita.
Wanita itu tersengal dan hampir saja tewas jika Elena tidak menghentikkan aksi kejam putranya. Tapi baru saja Elena akan menghampiri putranya justru Alexandrea menendang keras tubuh wanita asing itu hingga terpental cukup jauh.
" Oh. Alex .. " kejut Elena dengan mata yang menatap tak percaya.
" Kalian terlambat mom. Pertempuran telah berakhir karena kalian mengambil bagian ku '' ucap dingin Alexandrea dan Elena diam saja seraya tersenyum kikuk.
Alexandrea menghampiri Alexa yang dalam keadaan acak-acakan bahkan lehernya terlihat membiru dan lebam akibat cekikan dari pihak lawan, tapi Alexa bersikap biasa dan terlihat kesal menatap wajah saudaranya itu.
Anak buah king yang mengikuti Ed dan Elena segera menolong Aisley menggunakan alat-alat canggih lainnya. Alexa dan Alexandrea menunggu diatas tanpa harus mengikuti kebawah karena perintah Ed dan pada akhirnya kedua nya mengangguk tanpa membantah.
Medan yang tak begitu sulit membuat anak buah king dengan mudah mengangkat tubuh Aisley yang terlihat lemah begitupun dengan seorang gadis yang tak jauh dengan keberadaan Aisley.
DORR !!
__ADS_1
Aisley menembak tepat di dahi seorang lelaki yang telah diselamatkan oleh anak buah king yang tak lain supir yang mengendalikan mobil yang Aisley gunakan. Semuanya terkejut begitupun dengan Alexa. Namun Aisley tak menjawab dan justru menatap tajam kearah lelaki yang sudah tak bernyawa itu.
Ckckck. putrimu jauh lebih agresif dalam menembak ketimbang dirimu Dave. Batin Ed