King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Dendam yang muncul


__ADS_3

BRAKKKKKK


" Gagal !! " teriak lantang seorang wanita disana dengan mata yang melotot lebar karena menahan amarah, dadanya naik turun karena sebuah emosi. Kegagalan para anak buah nya membuat si wanita itu murka seketika. " Kenapa harus gagal hmmm ? Hanya menangani gadis kecil seperti dirinya pun kalian tak sanggup. Memalukan " pekiknya dengan berteriak hingga dua orang lelaki yang memberikan nya sebuah informasi itu hanya menunduk dengan gugup.


" Maafkan atas kegagalan kami nyonya. " ucap salah atau dari mereka dan wanita itu menatap tajam pada dua lelaki yang kini menunduk.


" beberapa dari kalian tewas hanya menangani gadis ingusan seperti dirinya, menyebalkan " ucap wanita itu lagi " sekarang kalian pergi dari hadapan ku " ucap wanita itu lagi dan dengan cepat kedua lelaki itu kocar-kacir meninggalkan ruangan majikannya dengan segera, mereka tak ingin menjadi bahan pelampiasan.


wanita itu mengepalkan kedua tangannya erat hingga kuku-kuku nya ikut memutih, tatapannya tajam menyimpan sejuta kebencian yang tertunda.


" Remigio !! lihatlah aku akan membalas semua perbuatan mu melalui putri tercinta mu " seringai wanita itu kala selintas pemikiran licik dan penuh kepalsuan terngiang di otak cantiknya.


Dia adalah stefy putri dari Gracelina yang berhasil ia sembunyikan selama ini tanpa sepengetahuan orang-orang diluar sana, bahkan putra nya Gracelina pun tak mengetahui jika ia memiliki saudara.


Gracelina mempunyai masa lalu yang cukup pelik dan kelam, Gracelina yang dulunya mantan seorang penasihat yang bijaksana berubah kembali menjadi orang lain saat percikan demi percikan terjadi dalam organisasi ORTAXS kala itu.


stefy memandang sebuah photo berbingkai hitam dengan ukiran corak naga disampingnya, Gracelina tampak cantik saat di sana, stefy tersenyum getir saat memandang wajah sang ibu.


" aku akan membalasnya.. Ibu jangan khawatir kematian mu tak akan sia-sia. Jika aku tak bisa menyentuh mereka maka aku bisa gunakan anak-anak nya untuk membalas kematian mu " bengis stefy dengan mata yang memerah dan sorot mata yang tajam penuh dendam yang membara dalam diri dan juga hatinya.


Stefy mendapatkan kabar tentang kematian ibunya setelah dua tahun terakhir ia berkunjung ke Amerika, tapi ia tak menemukan Gracelina di manapun berada, satu Minggu stefy melakukan pencarian terhadap sang ibu tapi nihil semuanya sia-sia.


Alhasil ia mendatangi salah satu anggota ORTAXS untuk menanyakan perihal ibunya, dan mereka mengatakan jika Gracelina ditangkap dan menjadi tawanan sang pemimpin, awalnya Stefy terkejut bukan main, hatinya bertambah hancur saat ia mendapatkan kabar dari mata-mata yang menyusup markas tawanan ORTAXS jika sang ibu telah tewas.


Stefy termenung dan terpaku saat mendapatkan kabar tersebut, amarah meliputi dirinya mengapa sang ibu yang mempunyai jabatan sebagai penasihat justru berakhir tragis ditangan sang penguasa ORTAXS itu.


Akhirnya stefy bertekad untuk membalas kematian sang ibu kepada Remigio, walaupun ia tau jika semuanya tak mungkin ia lakukan tanpa berusaha dan kerja keras, kekejaman Remigio yang tertutup masih menjadi misteri, stefy hanya tau jika Remigio tak akan pernah melepaskan musuh-musuh nya begitu saja dengan mudah.

__ADS_1


" Ahhhhhhhh !!! Akan ku balas kalian semua, bertahun-tahun aku memantau kalian semua dan ini sudah waktunya. Sudah cukup aku mengasah kemampuan ku untuk melawan mu Remigio. Jika aku tak bisa menyentuh mu maka jangan salahkan aku jika aku menyentuh para keturunan mu " pekik lantang stefy dengan deraian airmata yang mengalir deras di pipi mulusnya, bahkan stefy membanting benda-benda yang mudah ia jangkau dan ia raih.


Gold Mansion.


kedatangan Dave dan Gloria serta Aisley dan Isabella, menambah ramai mansion mewah dan megah tersebut. Untung hari ini adalah hari Minggu Athena maupun Kenneth berada di Mansion hanya untuk menghabiskan waktu bersama dengan orang tua mereka.


" ada apa dengan dahi mu itu gadis manis " seru Dave menatap Athena.


" ckckck dia selalu saja terluka " sinis Kenneth.


" kau.. " kesal Athena menatap sang adik yang hanya memasang wajah datarnya saja " Dad, lihatlah putramu itu " kesal Athena hingga Remigio dan Kenneth saling pandang satu sama lain sedangkan Valera hanya diam saja.


" Kak, apa kau terbentur dinding karena merindukan kak George " celetuk Isabella lagi.


" ckckck.. Jangan bodoh Isa, mana mungkin aku terbentur dinding hanya merindukan dirinya. Jangan konyol " ketus Athena hingga Isabella terkekeh dan semakin ingin menggoda gadis bermanik hitam itu.


" Lalu jika bukan merindukan George, kenapa dengan dahi mu " ucap Gloria menimpali dan Athena hanya terdiam dan menatap orang-orang dengan heran seakan luka di dahinya ini sangat menarik dari topik pembicaraan.


" tikus ? " Picing Gloria heran.


" sudahlah aunty, kenapa jadi membahas luka ku ini " ucap Athena lagi dan Gloria hanya terkekeh dan mengangguk kecil tanda ia tak akan menanyakan hal itu lagi.


Isabella dan Aisley lebih memilih memakan cemilan bola-bola coklat dengan taburan keju parut dan kacang mete kesukaan Remigio dan Athena tentu nya.


Kenneth bahkan lebih memilih fokus pada layar ponsel miliknya, yang sedang berbalas pesan dengan seseorang hingga matanya menangkap sesuatu berita yang cukup hangat pagi ini untuk diperbincangkan.


Telah terjadi kasus penusukan didepan gedung GM Crop's. Batin Kenneth.

__ADS_1


Matanya fokus membaca artikel panas tersebut hingga perbincangan kecil keluarganya tak ia hiraukan begitu saja.


" Mom, apakah perusaan kak George sedang bermasalah ? " tanya Kenneth dan Valera menatap putrinya itu lalu menggeleng tak tau. " coba kau baca mom, artikel hari ini tentang perusahaan GM Crop's " ucap Kenneth lagi hingga Valera maupun Athena sibuk mencari berita itu di ponsel nya masing-masing.


Remigio hanya bisa menunggu kabar dari sang istri begitupun dengan yang lain, Dave bahkan menerka-nerka apa yang telah terjadi pada perusahaan tersebut.


" Apa ini ? korban penusukan ? sungguh berita yang kurang baik. penusukan ? apa sistem keamanan disana kurang hingga terjadi hal seperti ini " ucap Valera dengan memicingkan matanya seketika dan Athena diam saja.


disana tidak diikutsertakan photo si korban nya mereka hanya mengumumkan jika korbannya adalah seorang wanita, Athena menyandarkan kepalanya di sandaran sofa agar terlihat nyaman.


" Apa ini ulah para musuh kak George maupun kak Malvin ? " jawab Aisley dan semua orang hanya terdiam dengan perkataan Aisley.


" Aku rasa tidak mungkin kak, kenapa harus kasus receh seperti ini ? sungguh tidak elit. " keluh Isabella menimpali.


" hmm biarkan mereka yang mengurusnya sweatheart, kita hanya bisa menunggu dan memantau apa yang mereka lakukan. GM Crop's tentu saja berada di puncak tertinggi saat ini bahkan perusahaan milik George patut diperhitungkan setelah perusahaan milikku dan juga perusahaan milik keluarga mu " ucap Remigio lagi dan Valera hanya mengangguk saja.


Tak lama ponsel milik Athena berdering dengan fitur love berwarna merah dalam layar wallpaper nya, Isabella gencar menggoda Kakak sepupunya itu bersama dengan Aisley.


Athena pamit menuju kamar pribadinya hanya untuk mengangkat panggilan Vidio dari George, Remigio dan Valera menatap kepergian putri sulungnya dengan heran.


Dave melihat jika Athena tak memiliki kesamaan dengan sang ibu saat usianya masih muda, entahlah mungkin Athena lebih mirip dengan sang ayah.


" sweatheart, apa kau dulu seperti itu ? " tanya Remigio dan Valera melirik sang suami dengan mengeryitkan dahinya pelan.


" aku rasa tidak Remi. Mungkin kau dulu yang seperti itu " ucap Valera dan Remigio terkekeh menatap sang istri. Kilatan masa mudanya terngiang-ngiang indah di ingatannya.


mengenang saat pertama kali ia bertemu dengan Valera dulu, bahkan kisah cintanya bak Romeo dan Juliet yang selalu romantis bahkan terkesan romansa.

__ADS_1


sekilas senyum manis Remigio yang jarang terpancar terbit disudut bibirnya, manik hitamnya menatap sang istri yang asyik meminum hot chocholate tanpa menatap kearah sang suami.


Dave melirik kearah Remigio yang sedang tersenyum menatap sang lady, entah apa yang ia fikirkan saat ini, laku Dave menatap Gloria yang asyik sibuk mencomot cemilan bersama dengan kedua putrinya dan Kenneth yang asik memainkan sebuah benda yang entah apa namanya.


__ADS_2