
Disisi lain Elisya meringkuk ketakutan sudah beberapa hari dirinya disekap oleh orang-orang tak dikenalnya, rasanya air mata Elisya sudah mengering saat ini percuma dirinya menangis dan menangis saat ini.
" Apa yang harus aku lakukan '' lirih Elisya saat menatap sekelilingnya dengan mata yang penuh selidik. Walaupun dirinya tak pernah belajar ilmu beladiri atau semacamnya tapi tetap saja jiwa kelamnya seakan muncul dan memaksa Elisya untuk melakukan sesuatu. " benar aku harus melawan mereka, tapi apa ? gumam Elisya.
BRAKKKKKK
Elisya terkejut saat melihat dua orang lelaki bertubuh tegap sedang menatapnya tajam dan Elisya justru merasa ketakutan tapi Elisya menutupi rasa takutnya dengan menatap balas tatapan mereka.
" sebaiknya kau menurut gadis kecil, jangan berontak dan ikuti perintah ku '' tajam lelaki berkepala plontos, jelas-jelas Elisya berontak saat tangan kekar seseorang menariknya dengan kasar.
" lepas brengsek !! '' pekik Elisya lagi.
PLAKKK
" Sudah ku bilang jangan melawan !! '' bentak lelaki itu lagi hingga Elisya terdiam dengan sendirinya, rasanya ingin sekali menangis tapi percuma tidak akan pernah merubah apapun.
Elisya diseret dan di bawa kesebuah mobil SUV hitam dirinya bertanya-tanya akan dibawa kemana, Elisya didorong paksa hingga kepalanya mengenai body mobil dan Elisya meringis kecil dibuatnya.
" Kau akan membawa ku kemana '' ucap Elisya lagi tapi para pria itu diam dan tak ingin berbicara tak lama iring-iringan mobil SUV itu berjalan dan menjauh dari tempat Elisya disekap sebelumnya.
Disisi lain Asyur baru saja tiba di Prancis bersama dengan para anak buahnya, kedatangannya kali ini akan menyelamatkan anak dan istrinya, tak butuh waktu lama Asyur segera menuju kesebuah tempat.
Asyur mendapatkan kabar jika salah satu anak buahnya menemukan titik lokasi Elisya Melalui satelit dan cctv yang dicurigainya, Asyur segera bergerak menuju lokasi itu.
Akan ku bunuh siapapun yang berani melakukan hal ini pada anak dan istriku. Batin Asyur.
Tanpa Asyur sadari jika kendaraan mereka saling berpapasan dengan rombongan mobil SUV yang membawa Elisya, Asyur tak begitu memperhatikan ia hanya fokus dengan pencarian keluarga nya hingga mereka tiba di sebuah rumah singgah minimalis.
" cari mereka !! " titah Asyur lagi dan para anak buahnya mengangguk patuh.
Asyur berjalan dengan senjata dikedua tangannya maniknya menyorot tajam bangunan tersebut dan tak lama Malvin serta anak buahnya datang mereka cukup terkejut dengan kedatangan Asyur ketempat ini begitupun sebaliknya.
__ADS_1
" Tuan mereka tidak ada disini. Sepertinya bangunan ini baru saja ditinggalkan terlihat ada semangkuk pasta yang baru saja tersaji " ucap salah satu anak buah Asyur hingga Asyur mengepalkan tangannya erat.
" shitt.. Apa jangan-jangan rombongan mobil tadi yang membawa Elisya " umpat geram Malvin hingga Asyur menyipitkan matanya seketika, Pada saat Asyur akan bertanya Malvin terlebih dahulu pergi bersama anak buahnya dan meninggalkan tempat itu. Sontak Asyur pun ikut menyusul.
Malvin meretas dengan cepat cctv yang berada diarea sekitar hanya butuh lima menit Malvin berhasil menemukan petunjuk, mereka tak mungkin bisa mengejar rombongan tadi alhasil Malvin mengandalkan cctv dengan satelit milik king yang ia gunakan.
" belok kiri cepat !! " titah Malvin lagi maniknya menatap tajam dengan segera ia menarik senjatanya dan mengisi penuh dengan amunisinya. Tak lama ia melihat rombongan tersebut didepannya " ohh itu dia !! " ucap Malvin lagi, Dibelakang mobil milik Asyur berada ia yakin jika rombongan didepannya yang dimaksud oleh Malvin, pada saat Asyur hendak mendekat suara tembakan terdengar.
DODODODOR !!
Asyur terkejut bukan main karena Malvin melakukannya dengan cekatan tanpa aba-aba, sontak apa yang dilakukan Malvin membuat mobil-mobil didepannya oleng dan melakukan aksi balas.
DODODOR !!
DODODODOR !!
TRANGGG
disisi lain Elisya terkejut saat mendapati serangan tiba-tiba dari orang lain suara tembakan senjata terdengar santer dan kian mencekam.
" sialan. Mereka mengetahui lokasi kita !! " umpat salah satu lelaki berkepala plontos lali ia melirik kearah Elisya yang menutup kedua telinganya erat. " ohh gadis ini, lebih baik kita turunkan saja. Aku tak perduli jika bos marah daripada kita tertangkap dan akhirnya mati dengan konyol " ucap lelaki itu dan mendapati anggukan dari yang lainnya.
" Apa yang kau lakukan !! " panik Elisya saat sebuah tangan yang siap mendorong tubuhnya dari mobil tersebut " tidak jangan lakukan itu aku mohon " pekik Elisya
DODODOR !!
" bajingan. !! " umpat nya lagi.
" cepat lakukan !! " pekik lelaki berambut cepak
mobil yang membawa Elisya bergerak dan melaju cepat saat disebuah tikungan Elisya akan siap dikeluarkan dari mobil secara paksa. Malvin terus memepet mobil musuh agar mau berhenti dan mengalah, Hingga.
__ADS_1
BRAKKKKKK
" Elisya !! " pekik Malvin saat melihat Elisya didorong keluar pada saat mobil mereka masih melaju, Malvin syok dan terkejut lalu ia menghentikan laju kendaraan hanya untuk melihat kondisi Elisya yang tubuhnya bergulung-gulung bebas di pinggir jalan.
Elisya meringis kesakitan tubuhnya terasa sakit dan pedih karena mendapatkan luka dibeberapa bagian, Malvin segera menepikan mobilnya ke sisi jalan.
" Elisya !! " pekik Malvin saat meraih tubuh adiknya dan Elisya tersenyum karena mendapati sang kakak yang menyelamatkannya, Malvin segera memapah tubuh sang adik untuk masuk ke dalam mobil.
sedangkan satu buah mobil lainnya bertugas untuk mengejar mobil musuh atas perintah tuan nya, Elisya tentu saja syok karena diperlakukan seperti itu, Malvin marah karena mendapati adiknya dalam keadaan terluka.
" kak, mommy ? " ucap Elisya dan Malvin tersenyum dan mengusap lembut rambut Elisya dan berkata jika semuanya baik-baik saja.
sedangkan disisi lain, Asyur telah berhasil menabrak salah satu dari mereka apa yang dilakukan Asyur rupanya mengudang perhatian pihak lain.
DODODODOR !!
" brengsek !! '' umpat Asyur dengan terus meluncurkan seluruh amunisinya.
BRAKKKKKK
DUARRRR
ledakan hebat terjadi setelah Asyur menabrakkan mobilnya kesalah satu mobil SUV yang diyakini membawa Elisya pergi, tak lama ia turun ingin melihat keadaan mobil yang meledak hebat lalu kemudian disusul oleh anak buah nya serta anak buah Malvin.
" tuan Asyur nona Elisya sudah ditemukan dan saat ini bersama dengan tuan muda kemungkinan mereka menuju rumah sakit terdekat '' ucap salah satu anak buah Malvin dengan nafas yang tersengal dibuatnya.
Asyur tentu saja terkejut bukan main saat mendengar hal itu sontak ia segera bergegas, anak buah Malvin segera mengurus sisanya karena tak mau mendapatkan masalah lain lagi, terlebih kawasan ini masih milik lady dari king.
Malvin membawa sang adik menuju rumah sakit terdekat untuk mengobati luka-luka yang didapati sang adik di tangan serta kakinya akibat dorongan keras yang ia terima.
Malvin menjilat pelipisnya pelan belum saja sang ibu ditemukan kini kondisi sang adik yang tak baik-baik saja, tangan putra dari mendiang Macky itu terkepal dengan manik yang berkilat merah menahan segala amarah yang rasanya kian memuncak, pada saat itu Asyur datang dengan langkah tergesa-gesa membuat Malvin kian menatap tajam pada ayah sambungnya itu.
__ADS_1