King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Meet Lamora End 1


__ADS_3

Setelah melakukan perjalan hampir empat jam kini Valera dan rombongan sudah tiba di kawasan Lamora. Pemandangan yang begitu indah hampir dikelilingi lapangan besar layaknya lapangan Golf dengan di hiasi tanaman yang berwarna-warni.


George menatap setiap kawasan tempat tinggal masa kecil nya dulu. Dimana Frada sang pengasuh yang akan menjaganya saat bermain. Beberapa penjaga tampak membungkuk penuh hormat tat kala kedatangan sang majikan.


open the door.


Gerbang putih yang menjulang tinggi layak nya pagar istana negeri dongeng tampak terbuka saat sistem otomatis membaca. Rombongan Valera masuk begitu saja dengan sapaan hangat pada pengawal disana.


" Welcome back Vale " ucap A yang langsung menyambut kedatangan Valera beserta rombongannya. A memeluk kilas Valera seraya tersenyum lalu pandangan nya jatuh pada bayi yang berada di gendongan seorang wanita asing untuk nya.


" Mari jelaskan di dalam jangan disini A " ucap valera yang mengerti tatapan A penuh menyelidik. A mengangguk dan segera membawa Valera dan rombongan untuk masuk kedalam karena cuaca akhir-akhir ini sungguh dingin dan akan masuk musim penghujan.


Athena tampak memperhatikan keadaan sekitar dengan mata yang berbinar. Benar Lamora sangat lah indah bahkan benar-benar indah.


" Kau mengaguminya ? " tanya George dan Athena mengangguk setuju " Disini lah aku di besarkan oleh wanita yang telah aku anggap sebagai ibuku. Bahkan dulu aku mengklaim diriku sendiri seperti seorang pangeran yang tinggal disebuah kastil nan megah " jelas George lagi dan Athena hanya menyimak dengan tenang.


" Kini pangeran itu telah berubah menjadi raja di hati ku. " kekeh Athena dengan penuh canda hingga membuat George ikut tertawa.


" Ratu " ucapan serempak itu membuat Athena dan George mengalihkan pandangan. Tampak pasukan Phoenix memberikan tanda hormat dengan ucapan selamat datang pada Valera.


Athena yang melihatnya entah mengapa mendadak merinding karena dirinya tak menyangka jika sang ibu Sanjay di hormati dan dilayani layaknya seorang ratu keadilan.


" Apakah mereka sudah datang? " tanya Valera langsung.


" Dia sudah datang dan berada di ruang pertemuan " saut K yang ikut bergabung dengan Valera dan A. " B dan C turut bersama dengan mereka. " ucap K lagi.


" Baiklah. " ucap Valera lagi. ''beri aku waktu satu jam lagi. Aku yakin dia mengerti. " ucap Valera dan K tentu saja menyetujui. K menyempatkan untuk melihat bayi Athena yang baru saja beberapa Minggu lahir. K tersenyum dan mengelus lembut pipi bayi laki-laki itu.


" Dia tampan " puji K dan Athena yang mendengarnya tersenyum dan menatap bayi nya yang sedang tertidur nyenyak. '' Baiklah lebih baik kalian beristirahat terlebih dahulu. Hmm George lama gak bertemu " ucap K melirik George yang hanya terdiam sedari tadi.


" Bibi " Sapa George tersenyum manis. K mengangguk dan mengelus pipi George lembut.


" Kau tumbuh menjadi George yang luar biasa. Jangan kecewakan banyak orang '' imbuh K dan George hanya mengangguk walaupun tak mengerti dengan ucapan yang dilontarkan oleh K.


Satu jam kemudian, di sebuah ruangan pertemuan Lamora.


CEKLEK


Valera membuka pintu berwarna hitam sebagai pembuka menuju ruangan dimana akan terlibat pertemuan yang menegangkan. Athena meremas jari-jarinya sendiri hingga Remigio merangkul bahu putri nya dan tersenyum lembut.


" Daddy disini. Jangan khawatir '' bisik Remigio dan Athena mengangguk. Langkah kaki mereka kian dekat hingga suara beberapa orang yang sedang berbincang terdengar jelas di telinga.

__ADS_1


Valera menghentikan langkahnya dan menatap George serta Athena sekilas hingga Remigio mengangguk dan memberikan sebuah kode jika semuanya akan baik-baik saja.


KLEKKKK


Valera mengedarkan pandangannya hingga manik Hazel nya bertemu dengan sosok lelaki yang sedang duduk dengan gagah. Lelaki itu menatap balas kearah Valera lalu pandangannya jatuh pada sosok Athena yang kini menatap nya tajam.


" Kau!! " ucap Athena menatap tak percaya ' Bajingan!! " raung Athena marah dan langsung berjalan cepat kearah lelaki yang selama ini dicarinya. " Brengsek!! " teriak Athena saat tubuhnya di todong kan senjata api oleh dua lelaki lainnya. Sontak Athena tertegun dan menatap tajam.


" Kami tak akan segan memuntahkan isi peluru ini untuk menembus tubuh mu Athena! " ucap seorang lelaki yang tak dikenal oleh Athena.


" Enough! " pekik K menengahi permasalahan yang ada.


" Persetan dengan semuanya. Kau!! Kau harus mati ditangan ku! '' teriak Athena garang. Namun lelaki itu masih diam dan duduk dengan tenang sama hal nya dengan George.


" Athena kau sudah berjanji pada mommy untuk tetap tenang. " dingin Valera.


" Apa maksud mu! Tentu saja rasanya aku ingin membunuhnya dengan kedua tangan ku. " pekik Athena lagi berusaha untuk berontak dari cengkraman sang ayah, namun tenaga Remigio jauh lebih kuat.


" Athena jika aku tidak bisa tenang kami putuskan tidak mengikut sertakan mu dalam pertemuan ini! " ucap Remigio sedikit mengancam dengan manik hitam nya yang menatap putrinya tidak bersahabat. Athena balas menatap tajam pada sang ayah " Daddy tidak main-main kau terlalu emosional " sarkas Remigio yang masih mencengkram lengan Athena.


" Bagaimana ? " tanya Valera menatap Athena.


" Baiklah. Aku bisa tenang namun kau cukup tau perasaan ku mom '' ucap Athena akhirnya mengalah dan valera mengangguk tanda mengerti.


para anggota black woman hanya bisa diam begitupun dengan dua lelaki yang dibawa oleh seseorang disana. Valera melirik dan menatap sosok lelaki berpakaian semi formal dengan sebuah pin yang tersemat di jas motif nya.


Valera cukup paham dengan semuanya ini itu artinya dirinya harus hati-hati dengan segala tindakan maupun ucapan yang akan terlontar nantinya.


" Long time no see Harvey '' ucap Valera mengawali pembicaraan dan lelaki yang bernama Harvey itu mengangguk dengan senyum tipis di bibirnya.


" Lama tak berjumpa. " ucap lelaki yang bernama Harvey itu. " Mari kita mulai saja. Pertama aku rasa tidak perlu mengenalkan diri karena Kakak pasti sudah membicarakan perihal tentang ku bukan? " ucap Harvey lagi hingga Remigio, Athena dan George terbelalak lebar karena lelaki itu memanggil Valera dengan sebutan kakak " Kedua. Sebelumnya aku minta maaf padamu Athena karena sudah melakukan hal yang seharus nya tidak ku lakukan. Andai saja aku tak ada hari ini mungkin kau dan para saudaraku sudah merasakan sakitnya menjadi orang yang lumpuh. Sama seperti Kenov Petra. " ucap Harvey kini Valera yang terkejut bukan main. " Aku melakukannya karena aku memang tertarik padamu. Namun aku sadar karena kau telah bersuami namun aku pikir tidak apa-apa jika benih ku tumbuh bukan ? dan benar saja benih itu tumbuh dan kini dia sudah lahir. Jadi siapa namanya ? " ucap Harvey lagi dengan tenang.


BRAKKKK


" Lancang! Bajingan. Kau tak lebih dari seorang lelaki iblis " teriak Athena lantang " Kau dan wanita itu pasti sudah merencanakan nya bukan ? Kau sialan. Aku pasti akan membunuhmu " pekik Athena lagi dan semua orang hanya diam saja membiarkan Athena meluapkan semua amarah yang terpendam selama ini.


" Kakak putrimu cukup sentimentil. " ucap lelaki itu lagi.


" Harvey Montello! " dingin Valera dengan tatapan nya yang menusuk " pertama apa kau bekerja sama dengan Jasmine untuk menyerang ku hingga putriku masuk dalam permainan. Kedua, aku tak menyangka jika kau melakukan hal tak bermoral pada putriku. Ketiga apa kau sudah tak memandangku lagi sebagai orang yang telah berjasa atas seluruh keluarga mu dulu. " ucap Valera mencoba berbicara baik pada sosok Harvey Montello yang dikenal sangat Sudan diatur.


" Jangan ingatan aku tentang masa lalu kakak! Kejadian beberapa tahun silam itu antara kau dengan ayahku! Namun aku berterimakasih padamu karena telah menjaga Istana ini beserta peninggalan berharga lainnya dan aku pun berterimakasih karena kau juga telah membunuh Uttera. " ucap Harvey lagi dan Valera menyikapinya dengan santai.

__ADS_1


" simpan terimakasih mu itu baik-baik Harvey! Sudah seharusnya aku membasmi habis musuh yang paling aku hindari itu bukankah aku ratu nya? " ucap valera menyeringai.


" Ya kau benar. Aku tidak tertarik dengan aset milik ayahku yang sudah menjadi milik mu itu. Aku cukup menikmati hidup ku yang saat ini menjadi seorang pemimpin walaupun dulu aku hany seorang putra yang diasingkan '' ucap Harvey lagi.


" Bagus jika kau ingat. Sekarang jangan berkilah lagi. Kesalahan mu cukup membuatku tak bisa menerima semua ini dan bagaimana bisa kau melakukan hal itu pada putriku '' tajam Valera geram bukan main.


'' Aku hanya tertarik dengan putrimu dan menyelamatkan nya dari cengkraman Jasmine. .'' ucap Harvey lagi.


PRANGGG


" sialan! wanita yang membuat mu tertarik itu adalah istri ku. Kau membuatnya hamil dengan darah sialan mu itu. Kau membuat aku dan juga istriku bersiteru sialan. '' teriak George marah. '' aku bersumpah andai saja kau tak mempunyai hubungan erat dimasa lalu dengan ibuku. Maka kali ini aku pastikan kau hanya tinggal nama '' ucap George marah dengan nafas yang tersengal.


K dan A memijat pelipis nya pelan masalah ini tak bisa terselesaikan jika tidak dengan kepala dingin.


'' Lalu kau ingin apa ? membunuhku, lakukan jika kau bisa '' ucap Harvey dengan manik yang berkilat marah '' harusnya kau berterimakasih karena aku menyelamatkan Athena dan para saudaranya melalui Gabriel dan juga Alexandrea. Jika saja mereka tak data tepat waktu maka sudah ku pastikan mereka pulang tanpa nyawa. Dendam!! ingat wanita itu datang membawa dendam aku tak bisa melakukan lebih selain melakukan itu. Ku mohon mengertilah '' ucap Harvey lagi.


" Aku tak mau aku ingin kau mati! '' ucap Athena.


" Begitu maka jangan salah kan aku jika para anak buah ku melakukan hal yang diluar dugaan. Kau pun mengerti apa maksud mu kak. " ucap Harvey lagi.


'' Aku akan sangat kecewa jika mommy tak bisa mengabulkan keinginan ku! '' ucap Athena lagi dengan manik yang berkaca-kaca " Mati aku ingin dia mati! " ucap Athena lagi.


" Kau gegabah Athena sangat gegabah! Jika kau menginginkan dia mati maka bagaimana dengan nasib putramu. Kau egois dan tidak bisa membaca situasi tidak kah kau bercermin pada ibumu ? " ucap K penuh penekanan " Maaf jika kata-kata ku baik. Namun aku berhak mengatakan sesuatu bukan ? buatlah kesepakatan diantara kalian ini. Berdamai adalah jalan terbaik bagaimana pun kau tak bisa menyentuh putra mahkota dari raja terdahulu. Harvey terlalu kuat untuk kau lawan bahkan ibumu akan berpikir dua kali. Maaf Vale namun putrimu harus disadarkan. Aku sebagai wanita pun akan melakukan hal yang sama, namun aku akan memikirkan nasib anak itu dimasa depan ketimbang rasa dendam yang ada. '' Saut K lagi.


" Kau gak perlu memikirkan aku Athena. Namun terimakasih kau telah melahirkan putraku. Berlian pun tak akan mampu menukarnya. Namun bisakah kau memaafkan ku. Aku tulus '' ucap Harvey lagi.


" apakah harus begini ? '' lirih Athena.


" Jangan bersedih. Aku tidak akan menganggu hubungan mu dengan suamimu. Namun aku ingin keberadaan ku sebagai ayah biologis nya diakui. Kau tidak bisa menyangkal hal itu.


" Baiklah " ucap Athena sepakat hingga semua tak menyangka jika Athena akan semudah itu untuk menerima. Perkataan K cukup membuat dirinya memahami. Valera tersenyum tipis begitu pun dengan Remigio walau hati kecil mereka marah tapi demi kebaikan bayi Athena dimasa depan.


" Ezio Pillipo. Itulah nama yang aku sematkan untuk cucu pertama ku " ucap Remigio lagi hingga Harvey memicingkan manik nya sesaat " Aku tak menyematkan nama belakang keluarga karena aku memikirkan masa depan nya. " ucap Remigio yang memahami pemikiran dari seorang Harvey.


" Terimakasih tuan Remigio. Aku sangat menghargainya. Aku tidak keberatan dalam sekali nama itu sangat mengagumkan " ucap Harvey lagi.


Akhirnya mereka sepakat untuk berdamai dan menerima semua kenyataan yang ada begitupun dengan George dan Athena. Mereka akhinya mau menerima Harvey dan mengakuinya bahkan tak melarang nya untuk bertemu dengan Ezio suatu saat nanti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tinggal satu episode lagi ya guys. Maaf jika ada kata yang kurang aku ngetik ini dalam keadaan ngantuk berat. Jika ada salah kata tolong komen entar aku revisi yah.

__ADS_1


tnQ ❤️❤️


__ADS_2