King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
orang di masa lalu ?


__ADS_3

" Kakak " teriak Elisya saat melihat sosok lelaki berbadan tegap yang sangat dikenalnya, Elisya langsung berlari dan memeluk tubuh Malvin dengan erat.


" kau tak apa ? '' tanya Malvin menatap cemas pada adik satu-satunya ini, Elisya menggeleng pelan. " syukurlah, " ucap Malvin lagi dengan mengelus dadanya sendiri karena merasa lega jika tak terjadi sesuatu yang buruk pada adik perempuannya ini.


" tapi tas ku " rengek Elisya dan Malvin menghela nafasnya perlahan.


" sudahlah " ucap Malvin lagi dan Elisya mengangguk dengan lemas, Malvin segera membawa Elisya menuju rumah mewahnya, rumah hasil jerih payahnya selama ini dan Malvin mampu membangun rumah dengan tiga lantai untuk dirinya sendiri.


mobil sport berwarna hijau itu melesat dijalan ibukota, warna nya yang mencolok membuat beberapa pasang mata yakin jika pemilik mobil itu adalah seorang pengusaha kaya.


" Elisya. Kakak akan mengantarmu terlebih dahulu ke rumah setelah itu kakak akan pergi ke perusahan " ucap Malvin dan Elisya mengangguk patuh " disana ada beberapa maid, jadi kau tak akan kesepian selama aku belum pulang. " ucap Malvin lagi.


" baiklah. Tapi nanti ajak aku untuk menemui kak Athena dan lainnya " ucap Elisya dan Malvin mengangguk setuju. Ya Elisya telah mengenal Athena dari usianya masih kecil tapi sayang pada saat usia Elisya tujuh tahun ia harus pindah bersama dengan mommy juga daddynya ke turki, mau tak mau akhirnya Elisya mengikuti keinginan kedua orangtuanya, hanya saja Malvin tak ingin pergi kemanapun dan Valera yang akan mengawasi pertumbuhan Malvin selama ini, sampai ia berhasil dan menjadi seperti sekarang ini.


tak butuh lama Malvin telah sampai di depan gerbang rumahnya, dan Elisya segera turun dari mobil mewah milik kakak nya, Elisya melambaikan tangannya saat mobil itu mulai bergerak dan menjauh dari pandangannya.


Malvin mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju perusahaan karena pasti George sedang menunggunya apalagi siang ini ada rapat penting dengan perusahaan asing.


" kenapa mobil itu terus mengikutiku " gumam Malvin saat melihat kearah kaca spion mobilnya dan sebuah mobil berwarna hitam mengikutinya semenjak dari bandara tadi.


Malvin menambahkan kecekatan mobilnya dan lagi-lagi mobil itu pun melakukan hal yang sama, Malvin hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu ia menghubungi George dengan cepat.


" Malvin apa kau masih lama ? aku merasa tak nyaman jika harus pergi menemui klien itu sendirian ! " ucap George diseberang sana.


" Ya tunggulah sebentar, aku sedang diikuti seseorang. Kau tunggu saja " ucap Malvin dengan nada santainya.


" siapa ? kirimkan lokasi mu. Aku akan membantumu untuk membasmi kecoa liar itu. " ucap George.


" tidak perlu. Kau tunggu aku " ucap Malvin lalu mematikan sambungan telepon itu dengan sepihak tanpa menunggu jawaban dari George.


Malvin tak mungkin menuju perusahaan nya saat ini karena itu sedikit membahayakan dan berisiko, alhasil Malvin memilih untuk bermain-main dengan mobil sialan itu, Malvin berusaha memutari sebuah bundaran kota hanya untuk bersenang-senang.


satu jam berlalu akan tetapi rupanya mobil hitam itu tak mau mengalah dan masih tetap pada pendiriannya membuat Malvin geram bukan main, sedari tadi George terus menghubunginya bahkan George sudah mengirimkan sebuah pesan jika dia telah menemukan lokasi Malvin saat ini.


CKITTTT

__ADS_1


Malvin menghentikan mobilnya dan menginjak rem mobil itu dengan tiba-tiba hingga mobil yang berada di belakangnya melakukan hal yang sama.


" sialan !! menganggu saja " umpat Malvin dengan cepat ia mengambil senjata miliknya yang tersimpan rapi dashboard bagian depan lalu ia keluar dengan gagah nya.


tak lama para penghuni mobil hitam itu keluar satu persatu, empat orang lelaki berpakaian kemeja lengkap dengan jasnya keluar dengan memakai kaca mata hitam, Malvin mengulum senyum nya karena merasa lucu.


Apa-apaan mereka ini seperti seseorang yang ingin sedang melamar kerja saja. batin Malvin tersenyum geli.


" Akhirnya kau berhenti juga anak muda " kekeh salah satu lelaki itu dengan tersenyum tipis.


" jangan berbasa-basi. Mau apa kalian mengikutiku. " ucap Malvin to the points.


" tentu saja untuk menangkap mu " ucap lelaki itu lagi " pasti tuan kami sangat senang dibuatnya " ucapnya lagi dan Malvin memicingkan matanya seketika. Sepertinya orang-orang itu tak waras, siapa tuannya itu ? menyebalkan.


" jangan membuang waktuku ini, " ucap Malvin datar, dan keempat lelaki itu hanya tertawa secara bersamaan. Malvin menatap secara menelisik, salah satu wajah mereka tak asing bagi Malvin, lalu detik kemudian Malvin mengingat jika lelaki itu anak buah mantan kekasih dari ibunya, Chaiden.


" cihh. Kita bertemu lagi paman ? " kekeh Malvin saat ia menyadari sesuatu " untuk apa lagi paman menampakkan wajah jelek mu itu " canda Malvin hingga membuat keempat lelaki itu memicingkan matanya karena merasa ucapan Malvin seperti sebuah penghinaan.


" ckckck rupanya ingatan mu masih sangat bagus, aku kagum pada kemampuan mengingat mu. Kau persis seperti ayahmu yang sudah mati itu " ucap lelaki itu dengan tajam hingga membuat Malvin menatap tajam pada lelaki yang berani menyebut ayahnya ini. " ada apa dengan wajah mu itu anak muda ? " ucap lelaki itu dengan sinis.


" sialan kau !! " pekik marah lelaki yang memakai sebuah jam tangan yang persis seperti alat pelacak dan penyadap suara. Malvin tak sebodoh itu. " harusnya aku mampu melenyapkan mu pada waktu itu " ucapnya lagi dan Malvin hanya mengangguk-anggukan kepalanya pelan dengan tersenyum manis. " seret dan bawa dia !! " ucapnya memerintah kepada tiga orang kawanan nya dan Malvin langsung bersiaga dan memasang ancang-ancang bersiap untuk melawan.


" menurut lah " ucap lelaki itu akan tetapi Malvin menggeleng cepat.


" jangan harap !! " ucap Malvin.


DODODORDODODOR !!


DODODORDODODOR !!


suara selongsong peluru itu mengalihkan pandangan Malvin dan lainnya. Ternyata George datang tepat waktu membuat Malvin hanya menatap datar kepada sahabatnya itu.


" ckckck. Kau sedang bermain-main tanpa mengajakku " keluh George dan langsung bergabung dengan Malvin dan tanpa aba-aba George dan Malvin menyerang para lelaki itu dengan gerakan tiba-tiba.


gerakan keduanya sungguh lihai dan licin, Malvin dan George benar-benar gesit dan lihai dalam bertarung, rupanya keempat lelaki itu cukup sulit mengimbangi gerakan yang dilakukan oleh Malvin dan juga George.

__ADS_1


BUGHHHHHH


DORR !!


BUGHHHHHH


AGHHH


dua dari mereka ambruk dan salah satunya tewas karena Malvin menembakkan pelurunya tepat bagian pitalnya, ketiga lelaki itu melongo secara bersamaan.


" satu orang telah menjadi korban ! ingin mendaftar lagi " sinis Malvin dan George hanya terkekeh karena ulah sahabatnya itu.


" jangan senang dulu anak muda !! ini belum berakhir " senang lelaki itu kala melihat beberapa mobil yang baru saja tiba, George dan dan Malvin memandang satu sama lain lalu detik kemudian mereka tersenyum licik.


" ckckck keroyokan !! " keluh George lalu mengambil senjata miliknya di balik kemeja merahnya itu.


" let's play bro " gumam Malvin dan George tersenyum kecil.


DODODODOR !!


Malvin dan George menghindar dan bergerak dengan cepat saat beberapa peluru melesat cepat kearah mereka.


DODODODOR !!


AGHHH


George tak mau kalah ia langsung melesatkan peluru nya kearah para kecoa liar itu dengan gesit dan lihai.


DODODODOR !!


" **** " umpat Malvin saat sebuah peluru hampir saja mengenai kepalanya, Malvin menajam seketika.


DODODODOR !!


DUARRRR

__ADS_1


AGHHH


__ADS_2