
Disebuah tempat lainnya.
Ezio, Elmer dan Aslan sudah bersiap untuk berangkat menuju California setelah Aslan mengulang kembali pelacakan melalui identitas orang lain. Tentu saja California menjadi bagian yang paling kuat saat ini.
Sedangkan Larissa yang bersikukuh ingin ikut dalam misi akhirnya di ijinkan oleh sang ayah setelah Melawati perdebatan panjang dan akhirnya Kenneth memberikan ultimatum tegasnya pada Ezio selaku lelaki yang jauh lebih tua dari putrinya untuk tetap menjaga kekompakan kelompok. Tentu saja Ezio Merasa tertekan saat Larissa ikut karena mereka seperti melakukan sebuah misi percobaan.
Pesawat milik Remigio yang ditumpangi oleh Ezio, Elmer, Aslan, Larissa dan juga Elion serta lotus selaku mentor mereka dalam menjalankan misi seperti yang Valera maksud. Akhirnya pesawat pribadi itu pergi meninggalkan Perancis menuju California.
Selama dalam perjalanan Aslan terus melacak apa yang dirinya ketahui. Ayes blood bukan hanya pintar memanipulasi tapi mereka pintar berkilah dan berpindah-pindah tempat membuat Aslan geram karena merasa dipermainkan.
" ohh aku menemukan sebuah gedung di dalam hutan. Sinyal milikku berkedip namun.. oh ****!! Apa diantara kita ada yang membawa sesuatu hingga sinyal milikku dan mereka seperti sedang terkecoh! " pekik Aslan lagi hingga mengejutkan yang lainnya.
" Apa maksud mu? " picing Elmer tak mengerti.
" See! Mereka mengetahui kita akan datang! tapi dari mana ? " ucap Aslan lagi.
" Jadi mereka kabur? " ucap Ezio lagi dan Aslan diam saja.
" Oke tenang. Ini semuanya serba kebetulan. Aslan coba kau cek sekali lagi. Jujur aku tak mengerti dengan ayes blood ini. Siapa yang kita cari? bahkan namanya saja aku tidak tau. Dan kalian hanya mengucapkan ayes blood! Bukannya itu sedikit keliru ? " ucap Elion mengutarakan pendapat nya saat ini.
" Ayes blood! Entah itu Antoni atau Dakota! " ucap Elmer lagi. " Aslan aku tak mau tau. Kau harus mendapatkan mereka setelah kita tiba nanti. Paman bukan nya paman mempunyai banyak anak buah di Amerika bahkan kakek ku juga memiliki nya disana seharusnya itu bukan hal yang sulit untuk kita lakukan " ucap Elmer dingin.
Elion dan lotus hanya saling pandang satu sama lain dan menghela nafas nya pelan. Elion lalu menghubungi seseorang disebrang sana tapi sebelum itu Aslan mengutarakan jika targetnya akan menuju perairan di timur.
__ADS_1
" Done! " ucap Elion lagi datar.
" Terimakasih paman " ucap Elmer tersenyum miring. Elion menatap pemuda itu dengan dalam entah apa yang Elion pikirkan saat ini.
Setelah beberapa jam berlalu akhirnya mereka tiba di California dan mendarat dengan mulus. Bahkan kehadiran mereka disambut oleh sekelompok orang yang tak dikenal. Elion dan lotus hanya tersenyum tipis menanggapi.
" Mereka anak buah ku! " ucap Elion lagi dan Elmer hanya mengangguk sedangkan Ezio dan Aslan sibuk mengutak-ngatik ponsel nya itu berbeda dengan Larissa dan lotus mereka berdua seperti menandai tempat itu dengan sangat intens.
Akhirnya mobil yang membawa rombongan Ezio melintas dan menuju sebuah perkampungan yang jatuh dari hiruk pikuk penduduk. Aslan sudah memprediksi hal ini jika mereka akan menginap disebuah hunian yang jauh dari kata mewah. Namun Aslan diam saja dan ingin melihat bagaimana reaksi yang lainnya nanti.
Perjalanan selama hampir tiga jam akhirnya usai. Ezio mengerutkan dahinya saat melihat sebuah hunian yang mirip dengan sebutan gubuk yang tak layak huni. Elmer menatap tak percaya dan melihat Elion serta lotus bergantian.
" Sungguh aku tak tau! '' ucap Elion lagi seakan mengetahui apa isi kepala dari putra Athena itu. Elmer menatap tak percaya dibuatnya. " Sudahlah ayo masuk! Jangan membuang waktu dan terima saja konsekuensinya. Ini misi bukan ajang berkeluh! '' tandas Elion dengan wajah garang hingga Larissa terkejut bukan main pasalnya lelaki paruh baya itu jarang sekali menunjukkan sikap garangnya.
KLEKKK
'' oh! '' kejut Ezio saat melihat isi rumah gubuk itu cukup baik dengan dinding lapis berbahan baja. Kening Elmer mengeryit begitupun dengan Larissa. " ini tak seperti yang ku bayangkan. Its oke. Ini cukup baik lantai yang cukup bagus dinding yang kokoh walaupun hunian ini lebih mirip dengan hunian kamuflase '' kekeh Ezio lagi.
Akhinya sore itu mereka memutuskan untuk beristirahat memulihkan tenaga karena perjalanan panjang itu. Bahkan Larissa menyajikan minuman hangat yang sudah tersedia di dalam tas miliknya.
Ezio memutuskan untuk memburu mereka pada malam hari dan hal itu disetujui oleh semua orang yang terlibat. Bahkan mereka mendengarkan Ezio yang memberikan saran strategi untuk mengepung hunian yang diyakini tempat Dakota maupun Antoni berada.
" Jadi apakah sampai sini kalian mengerti? '' tanya Ezio dengan tenang seraya menghidupkan sebatang rokok miliknya. Larissa menghindari asap itu dengan wajah kesal nya.
__ADS_1
" Ya baiklah Kami mengerti! Dan kau Aslan. Tetap didalam mobil dan kendalikan keadaan dengan baik. Aku mengandalkan mu! '' ucap Lotus lagi dan Aslan terlihat mengangguk dengan mantap.
Malam hari nya.
Larissa dan Elmer sudah bersiap dengan pakaian khusus miliknya mereka semua mengemas berbagai senjata menjadi satu bagian begitupun dengan Ezio serta Lotus dan Elion sebagai pembimbing.
Mobil yang mereka gunakan hanya dua buah saja. Tak ada anak buah ataupun lainnya hanya mereka berlima yang akan menggempur kediaman anggota ayes blood itu.
Mobil berjenis serupa itu membelah jalanan gelap yang hanya dihuni oleh pepohonan rimbun disekitarnya. Ezio, lotus dan Larissa berada di mobil terakhir sedangkan Elmer, Elion dan Aslan berada di mobil pertama sebagai pemandu jalan.
" Stop! " pekik Aslan tiba-tiba hingga mengejutkan Elion yang sedang mengemudi berserta lotus yang dibelakangnya. " Belok kiri! Ada pergerakan. Aku yakin mereka kelompok ini! Go! " pekik Aslan lagi sontak Elion dan lotus panik dan mereka segera melakukan apa yang diperintah oleh Aslan.
" Matikan lampu! " ucap Aslan lagi dengan dada berdebar. Elion dan lotus serta lainnya mematikan lampu yang terdapat di mobil mereka dan benar saja tak lama kemudian, Rombongan motor yang terkuat seperti konvoi keluar dari semak nya belukar.
mereka yang melihat konvoi itu terfokus dengan menyiagakan senjatanya masing-masing. Aslan yang melihat itu hanya diam tak bersuara begitu pun dengan yang lainnya.
" Apa yang mereka lakukan? " lirih Larissa lagi seraya menggenggam senjata api miliknya. " Aslan bagaimana ? " ucap Larissa lagi yang terhubung oleh MH di telinga mereka masing-masing.
" Belok kanan dan lurus! Setelah ini aku harap tak ada halangan lagi! Hunian itu tak jauh dari tempat kita berada " ucap Aslan lagi.
" Baiklah. Sekarang ayo kita bergegas. " ucap Elion lagi hingga kedua mobil itu akhirnya melaju berlainan arah dengan konvoi motor tadi. Tampak mereka terlihat begit waspada dan bersiaga dengan Larissa dan Elmer yang selalu melirik kearah belakang.
jantung Aslan serasa dipicu kuat karena sebentar lagi akan terjadi kegaduhan bahkan keributan atau lebih dari itu namun Aslan tetap berharap mereka pulang tanpa terluka sedikitpun.
__ADS_1