
Dua bulan telah berlalu, kematian George memberikan luka terdalam bagi orang yang ditinggalinya terutama bagi anggota B woman, dimana mereka mengetahui kehidupan George saat ditemukan dulu hingga lelaki gagah itu menikah dan memiliki anak.
Kehidupan pelik, bahagia dan air mata sudah George lewati hingga pada akhirnya nyawa lelaki itu terenggut dengan kondisi yang sangat tragis.
CEKLEK
Seorang gadis terlihat sedang duduk seraya menatap kearah balkon didalam kamarnya. Pakian putih nan tipisnya tak mengganggu gadis itu walaupun angin berhembus kencang.
" Pakailah pakaian hangat Dyora " ucap Ezio seraya memakaikan mantel hangat pada tubuh sang adik yang terlihat pucat. Dyora bergeming dan hanya menatap lurus tanpa mau menjawab.
Ezio menghela nafasnya lelah karena melihat perubahan Dyora yang berubah sangat drastis Ezio menoleh dan menatap wajah Dyora dengan sendu, tidak ada lagi senyum bahagia yang terukir di wajah gadis bermanik biru itu.
" Dyora " panggil Ezio lagi namun tiba-tiba.
GREPPP
__ADS_1
" Jangan menyentuhku! " dingin Dyora hingga maniknya saling bertatapan dalam dengan manik Ezio.
" Rose " lirih Ezio saat mengenali tatapan mata itu lebih liar dan tajam. Dyora menyeringai tipis kala nama dari altar ego nya terlontar dari bibir sang kakak. " Sejak kapan kau disini? " tanya Ezio mengubah intonasinya menjadi dingin seolah tak menginginkan kehadiran Rose dalam diri Dyora.
" Sangat lama " ucap Dyora singkat tersenyum tengil.
" Pergilah dan kembalikan adikku! Kau sangat buruk " ucap Ezio langsung hingga tatapan Rose beralih dan menatap nyalang lelaki di samping nya itu.
Ezio menyeringai kala melihat tatapan Rose kian liar seolah ingin menyerang dirinya dan benar saja tangan Dyora bergerak dan menyerang Ezio namun dengan cepat lelaki itu mengelak dan membiarkan pukulan sang adik tak berbuah hasil.
" Agh!! " erang Dyora saat tangan nya terkungkung membuat gadis itu mengerang kencang. Ezio yang tersadar dengan cepat melepaskan gerakan nya.
" Pergilah dan jangan kembali! Aku tak menyukai sikap adikku yang seperti ini. Aku ingin Dyora yang lembut dan ramah bukan seperti mu! " tunjuk Ezio sinis namun Dyora hanya terkekeh kecil.
" itu sebab nya daddy mati dengan sia-sia karena adik mu yang lemah, dia tak membiarkan aku untuk menguasai dirinya saat tertekan! Alhasil daddy mati sia-sia! " teriak Dyora dengan nafas tersengal.
__ADS_1
" DYORA!! " teriak Ezio marah.
" Rose! Namaku Rose! " ucap Dyora lantang dengan nafas memburu.
" Kematian Daddy sudah takdir Dyora! Aku dan lainnya bahkan berusaha untuk mencari pelakunya hingga sampai saat ini mommy masih belum ditemukan. Jika memang rumor yang mengatakan Rose mampu untuk bertarung, maka tunjukkan padaku! " ucap Ezio dengan menekan setiap kata-katanya.
Dyora yang mendengar hal itu terdiam dengan dahi yang berkerut dalam, perkataan Ezio seolah menamparnya dirinya tak suka diremehkan dan dianggap ancaman oleh semua orang bagaimanapun Dyora dan Rose tetap lah sama.
" Baiklah aku mematuhi perkataan mu " ucap Dyora seraya memalingkan wajahnya karena tak berani menatap dalam manik Hazel itu yang seolah menghipnotisnya. Ezio tersenyum dan menarik tangan Dyora lembut.
" Namun aku pinta padamu jadilah Dyora yang lembut seperti adikku! kau tau walaupun adikku memiliki Altar ego aku tetap menyayangimu " ucap Ezio seraya mengecup lembut punggung tangan Dyora hingga gadis itu tertegun " Bolehkah aku memeluk mu? " tanya Ezio lembut hingga Dyora mengangguk ragu.
Ezio tersenyum dan menarik lembut tubuh sang adik dan memeluk nya erat, sudah lama dirinya tak memeluk sang adik saat kejadian sang ayah tiada. Adiknya yang selalu tersenyum seolah hilang begitu saja. Kini Ezio dapat melihat senyum itu kembali walaupun harus ada pertengkaran ringan yang terjadi diantara mereka.
" Bersihkan dirimu dan turunlah, nenek dan kakek sedang menunggu " ucap Ezio lembut dan Dyora mengangguk seraya tersenyum kecil.
__ADS_1
" Baiklah, sampai ketemu nanti kak Zi " jawab Dyora hingga Ezio tersenyum lebar mendengarnya.