
Terlihat Larissa menatap Edgar lekat, sekilas senyum tipis nya terbit saat melihat sebuah benda yang sudah dikenalinya tepat ditelinga sang kepercayaan sang nenek.
Edgar yang ditatap seperti itu hanya bisa menunduk dalam diam seraya memikirkan sesuatu dalam benak nya.
" Tidak ingin menjelaskan? " ucap Larissa dengan nada rendah seraya melihat kearah morsi yang sedang asyik memakan rumput yang diberikan oleh Xavier.
" Hanya menjalankan tugas yang diperintahkan oleh nyonya Valera nona. " ucap Edgar dengan tenang.
" Mengikuti ku? Mengintai kami ? Atau bagaimana? " kekeh Larissa dengan senyum mengejek nya. " Lalu bagaimana dengan mereka? " ucap Larissa lagi dengan nada serius.
" Nona bisa bertanya pada tuan muda Florian " ucap Edgar lagi dengan sopan. Larissa hanya mengangguk dengan balas tersenyum karena melihat kekasih nya berjalan dengan gagah menuju kearah dirinya.
" Ingin diteruskan atau bagaimana? " picing Xavier dengan memeluk kilas Larissa dihadapan orang kepercayaan king yang sangat disegani itu. Edgar terdiam tapi mata tajam nya menelisik penuh selidik.
" Paman siapkan penerbangan untukku dan juga Florian serta Xavier. Aku memutuskan untuk pulang. Sepertinya keadaan tidak menguntungkan. " ucap Larissa tegas dan Edgar hanya mengangguk patuh.
" Kau yakin? Tidak ingin menikmati liburan mu ? " tanya Xavier meyakinkan sekali lagi. Namun Larissa hanya menggeleng pelan. " Baiklah " ucap Xavier lagi.
Larissa membawa Xavier menuju taman belakang untuk berbincang sesuatu. Ya setelah kejadian yang terjadi di kapal pesiar milik Asyur ternyata bala bantuan tiba tepat waktu sehingga anak buah bayangan milik Edgar membawa nona muda mereka menuju tempat yang lebih aman.
Di tempat Valera berada.
__ADS_1
Wanita yang kini duduk di sebuah kursi kebesaran nya hanya terdiam duduk dengan tenang seraya mendengarkan hasil laporan anak buah nya.
Mata Hazel nya hanya menatap dengan lurus seraya menggoyangkan gelas kristal nya yang berisi wine dengan elegan.
" Terus pantau mereka dengan benar dan teliti. Para penerusku tidak boleh terkecoh sedikit pun! " ucap Valera dengan tegas hingga lelaki pembawa kabar itu mengangguk dengan cepat dan berlalu pergi.
Valera hanya menatap kilas pintu ruangan nya hingga kakinya melangkah kesebuah komputer yang di kelilingi alat-alat canggih lainnya.
Jari-jari tangannya sangat lincah menekan tombol-tombol penting lainnya hingga beberapa poto tertera dengan berbagai keterangannya.
" Banyak sekali. " gumam valera dengan menyipitkan matanya. " Sepertinya akan sangat sulit " ujar valera lagi dengan senyum penuh maksud.
CEKLEK
" Kemarilah " ucap valera lagi mempersilahkan orang itu untuk masuk. " Ada apa hmm? " ucap valera lagi.
" Nenek bisakah kau mencari tau seseorang untuk ku? " tanya suara yang begitu manja di pendengaran.
" Siapa? " picing valera merasa heran karena permintaan cucu perempuannya itu. Dyora! Ya dyora gadis itu tersenyum tipis lalu menyerahkan sebuah tablet berukuran sedang kepada sang nenek.
Valera memicing karena melihat seorang lelaki berparas tampan yang berada di tablet milik Dyora.
__ADS_1
" Dia...
" Nenek pasti tau bukan? Aku percaya nenek mengetahuinya. " ucap Dyora cepat hingga valera yang mendengarnya mengerutkan dahinya pelan. " Aku ingin tau tentang nya tapi.. " ucap Dyora menggantung seraya jari telunjuk nya ia gigit kecil.
" Apa yang sebenarnya ingin kau katakan Dyora? " ucap valera heran sekaligus penasaran. "
" Aku hanya ingin mengetahuinya saja Nenek. " ucap Dyora lagi pelan " Aku tak bisa mengakses nya lebih jauh lagi " lanjut Dyora lagi seraya mengambil tablet miliknya lalu memberikan nya kembali pada Dyora. " Apa nenek tau siapa dia? " ucap Dyora lagi.
" Memang nya siapa? " ucap valera lagi.
" Marganya Wang. Xenya Wang! " ucap Dyora lagi hingga manik hazel valera memicing dan menatap kearah Dyora lekat. Entah apa yang ingin Dyora katakan namun melihat dari ekspresinya sepertinya Dyora sedikit tertarik.
" Nenek akan mencobanya untuk mu " jawab valera hingga Dyora tersenyum lalu mengangguk.
" Terimakasih nenek. Aku tau nenek bisa " oceh gadis berambut susu itu. " Jika begitu aku pergi " ucap Dyora lagi dan Valera hanya mengangguk kecil sebagai tanda jawaban.
Wang! Marganya terdengar seperti orang Asia. Ada apa dengan mereka ini?. Batin valera menggerutu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai-hai readers apa kabar semua? Apakah kalian masih setia dengan novel owe ini? Aku harap begitu yah.. Maaf sekali karena keterlambatan waktu untuk update setiap hari dikarenakan urusan pribadi jadi novel ini pending untuk tamat nya.
__ADS_1
Tetap berikan owe dukungan dan semangat yah readers. Owe gak janji akan up tiap hari tapi owe sebisa mungkin untuk terus lanjutin novel ini hingga tamat yah..
TnQ..