King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
" Curiga.


__ADS_3

Disisi lain keberadaan Noe.


" Fokus saja pada kemudi mu, biar aku yang mengecoh mereka " pekik Noe sedang mengisi amunisi pada senjatanya hingga penuh. Sang supir mengangguk pelan. Noe tak membawa begitu banyak pengawal hanya dua orang saja namun siapa sangka jika kepergiannya menuju suatu tempat justru berakhir menegangkan seperti ini.


TRANGGG


TRANGGG


DODODOR !!


" Sial mereka berusaha untuk merusak mobil ini karena tak dilengkapi fitur otomatis " pekik Noe dengan merunduk kebawah karena ia khawatir jika mereka justru menembak bagian kaca mobil.


" Tuan muda berlindung lah biarkan aku yang mencoba nya " ucap salah satu diantara mereka.


DODODODOR !!


BRAKKKK


anak buah Noe berhasil menembak salah satu ban bagian depan nya hingga bergerak oleng dan menabrak sebuah pembatas jalan hingga mengeluarkan asap begitu saja.


" awas !! " pekik Noe saat melihat sebuah mobil truk siap menabrak mobil yang mereka gunakan, sontak sang supir membanting kemudi ke kanan hingga memasuki sebuah jalan gang yang sedikit ramai penduduk. Noe mengumpat kasar karena cemas jika musuh mengejar mereka hingga sini.


" tuan muda bagaimana ini " cemas sang supir karena ia takut jika membuat keributan disekitar warga sipil yang tak berdosa.


" cari jalan keluar dari area ini, " ucap Noe dengan mengedarkan pandangannya ke sekeliling karena merasa aneh. " Hati-hati entah mengapa perasaan ku mengatakan jika kita dalam bahaya. " lirih Noe.


Mereka berusaha untuk menemukan jalan keluar namun tak bisa Noe merasa bingung dan aneh, akhirnya Noe menyuruh mencari jalan utama sebelum mereka memasuki jalan gang yang kumuh itu.


" Tuan.. sepertinya..


DODODOR !!


PRANGGG


" Tuan muda !! " Noe terperangah dengan menundukkan tubuhnya saat kaca dibagian samping kirinya pecah karena sebuah peluru. " Anda tak apa ? '' panik seorang pria yang berada disisi nya, Noe menggeleng.


Noe memerintahkan untuk menukar posisi dengan dirinya yang mengemudi dan sang supir pun mengangguk paham. Skill mengemudi Noe tak perlu diremehkan dalam hal ini.


BHOMMMM


" Pastikan mereka tak mengejar. Tembak jika terlihat namun jika tak ada pilihan gunakan bom jangan membuang waktu!! '' tegas Noe dengan mengemudikan kecepatan mobilnya cepat. Noe begitu fokus agar tak menabrak beberapa properti milik warga sipil.


DODODOR !!


DODODODODOR !!


Kedua anak buah Noe saling membalas dari sisi kiri dan kanan mereka harus fokus karena mobil yang sedang mereka kendarai berjalan dengan tinggi karena Noe yang mengemudinya.


" Tuan sepertinya mereka tidak sedikit. '' ucap salah satu dari mereka.


" Aku mengerti. '' tegas Noe.


Noe terus memacu kecepatan mobilnya dengan penuh hingga ia menukik tajam berbelok ke arah kiri dan benar saja sebuah mobil siap untuk menghantam, namun Noe tak takut dirinya justru melaju tanpa merendahkan kecepatan nya.

__ADS_1


TRANGGG


DODODODOR


Noe berbelok sedikit dan memepet ke sisi dengan begitu mudah hingga suara letusan senjata api kembali terdengar, rupanya Noe langsung menembak sang supir yang terlihat dengan manik tajam nya.


DODODOR !!


" mereka tak akan berhenti untuk mengejar '' gumam Noe kesal, lalu ia melihat kearah jam tangan milik nya untuk melihat keberadaan Gabriel, rupanya sang kakak tak jauh berada di tempat kejadian.


BRAKKKK


Noe menerobos sekumpulan kayu yang menghalangi jalan begitu saja hingga ia melihat jalan utama yang tak jauh dari sana. Senyum nya mengembang seketika.


BHOMMMM


CKITTTT


" tembak !! " lantang suara asing yang memekikkan telinga. Noe melebarkan matanya saat melihat sebuah senjata yang cukup mengerikan siap menghantam mobil miliknya.


DUARRR


Noe terkejut bukan main karena bukan mobil yang sedang dikendarainya yang meledak, namun sebuah truk yang siap menghantam nya jutsru meledak hebat karena terjangan sesuatu.


Noe berputar dan menjauh dari area yang sudah tak terkondisikan dengan cepat. Kedua anak buah Noe menjadi waspada dan lebih siaga kali ini, rupanya Noe dengan cepat menemukan jalan utama mobil yang dikendarainya dalam kondisi setengah ringsek.


DUAKKK


mobil Noe tiba-tiba dilempari sebuah kayu hingga mengenai body mobil dan membuat Noe terkejut, Noe menjadi curiga jika mereka adalah orang-orang yang sama dalam beberapa saat hari terakhir pertempuran.


Sekarang Noe lebih leluasa untuk melumpuhkan separuhnya hingga ledakan kedua kembali terjadi, dan kali ini suara sirine polisi terdengar dari arah jauh.


" Tuan muda sepertinya mereka mengetahui kekacauan ini '' ucap salah satu anak buah Noe melirik kearah belakang dengan sekilas.


" Ya mereka menganggu saja " gerutu Noe bukan main.


Namun pada saat Noe hendak menancapkan pasal gas nya kembali tiba-tiba asap keluar dari sisi kemudi Noe membuat mereka panik dan menyadari jika mobil ini tak secanggih mobil milik nya.


" Go !! " pekik Noe dengan membuka pintu cepat begitupun dengan kedua anak buah nya.


DODODODOR !!


ahhh


" tuan muda !! '' teriak lantang saat Noe tersungkur dan mendapatkan sebuah peluru bersarang di lengan nya. Noe merintih namun masih bisa menahan nya dia tak ingin mati disini dengan keadaan konyol. " kita berlindung, mereka terlalu banyak " serunya lagi dan Noe mengangguk patuh. Hingga sebuah mobil tiba di hadapan mereka.


" masuklah " seru Alland cepat. Noe dan kedua anak buahnya segera masuk kedalam mobil yang dikendarai oleh Alland.


Disisi lain Gabriel bersama dengan Vergo berhasil mengamankan perjalanan Noe hingga bertemu dengan Alland walaupun Gabriel geram jika sang adik mendapatkan luka tembak di tubuh nya.


Gabriel semakin curiga jika mereka orang-orang yang dikirim oleh lelaki itu untuk mengacau nya maupun mengacau sang adik, Zizi belum tau jika Gabriel sedang berhadapan dengan kakek nya sendiri. Ya Gabriel sudah mengetahui jika lelaki yang menyerang nya dulu adalah ayah dari sang ibu.


" tuan sepertinya kita akan berurusan dengan pihak berwajib '' tutur Vergo santai seraya memasukkan amunisi ke senjata andalannya hingga penuh.

__ADS_1


" Maka sambutlah mereka. Aku tak perduli '' sinis Gabriel dan Vergo hanya bisa mengangguk. Ternyata bukan nona nya saja yang tak takut akan terlibat dengan para aparat melainkan keturunan king lainnya pun sama hal nya. Mereka tak takut dengan apapun.


CKITTT


DUAKKK


" Apa kau tak bisa mengemudi dengan baik !! '' pekik Gabriel pada salah satu anak buahnya yang mengemudi.


" Maaf tuan muda. Sepertinya kita akan sulit untuk melewati jalur ini '' ucap nya dengan tenang dan Gabriel maupun Vergo segera melihat kearah depan. Rupanya para aparat memblokir jalan mereka Vergo dan Gabriel saling lirik satu sama lain.


sekitar sepuluh orang menodongkan senjata nya kearah mobil yang dikendarai oleh Gabriel. akhirnya Vergo Gabriel dan anak buah Gabriel turun dengan tenang.


" Angkat tangan !! '' teriak salah satu dari mereka dengan bengis. Bahkan Gabriel merasa jika dia adalah ketua dari para pasukan nya. Ketiga orang itu mengangguk dan menurut bahkan beberapa orang mendekat dan segera menggeledah tubuh mereka dengan intens.


KRAKKK


AGHHH


DODODOR !!


Vergo sengaja mematahkan tangan seseorang saat hendak menyentuh area pinggulnya yang terdapat senjata tajam. Hal itu memicu kericuhan sehingga terjadi lagi baku tembak di tempat itu.


" bunuh saja mereka. '' ucap Gabriel tanpa perasaan.


DODODODOR !!


Vergo berlindung dan menjadikan body mobil sebagai tamengnya. Gabriel bergerak dan langsung meluncurkan senjata kedap suaranya hingga empat orang aparat tewas seketika dengan luka tembak di jantung dan kepalanya.


DODODOR !!


" mundur !! " teriak seseorang saat ia menyadari jika lawan nya dapat melawan dengan cepat, namun Vergo dan Gabriel tak memberi celah mereka saling bergerak satu sama lain hingga menyisakan dua orang saja.


" where you go ? '' ucap tiba-tiba Gabriel muncul dengan santai seraya menggenggam senjata api nya dengan sikap yang tenang.


" who are you ? " ucap seseorang yang memakai sebuah topi hitam dengan lambang khas Yunani.


" inilah akibatnya jika kalian menghalangi jalanku. Menyingkir atau mati. " desis Gabriel.


DODODOR !!


TRANGGG


DODODOR


AGHHH


" keras kepala. " pekik Gabriel marah. " Maka jangan salah kan aku. " desis nya lagi.


DODODOR !!


Vergo bergerak maju seraya menumpahkan amunisinya dengan santai. Gabriel Masih berada ditempat sedangkan anak buahnya yang mengikutinya diminta untuk diam di mobil.


DORR

__ADS_1


" done " Gabriel melirik sekilas mayat-mayat yang bergelimpangan bebas begitu saja. Vergo mengeryit saat Gabriel justru mengoyak habis salah satu pakaian dari mereka dan memberikan sebuah inisial G dengan cara menyayat tubuh manusia dengan menggunakan belati miliknya.


__ADS_2