King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Bersiap


__ADS_3

Hasil akhir sudah Valera kantongi perihal peristiwa yang menimpa keponakannya Noe yang mengalami kecelakaan yang dirinya yakin itu adalah hasil sabotase. Dirinya duduk dengan begitu angkuh saat empat orang lelaki masuk dengan menunduk sopan seraya menyodorkan sebuah map berwarna putih.


Valera membuka dan membacanya dengan begitu teliti. Seorang lelaki berpakaian dokter terlihat duduk dengan lelah karena pekerjaan nya yang menyita waktu hingga membuat dirinya begitu tak memperhatikan diri.


'' Sudah ku duga. " desis Valera menatap tajam selembar kertas yang menandakan jika hasil penelitian Noe adalah salah. Jasad itu bukan milik Noe melainkan milik salah satu asisten nya. " Kumpulkan anak buah Zizi yang bertugas untuk mengawasi Noe kala kejadian itu. Cepatlah sedikit, karena aku memiliki waktu yang lain! '' tegas Valera kepada empat anak buahnya dan mereka mengangguk mengerti.


" Sudah selesai bukan ? bisakah aku pulang " tanya lelaki yang berprofesi sebagai dokter forensik, Valera melirik sekilas namun hal itu membuat dirinya terlihat takut akan lirikan manik Valera yang begitu dingin dan menusuk.


" Hmmm. Terimakasih kau memang bisa diandalkan. " ucap Valera seraya menulis selembar cek berisi angka yang begitu besar sebagai imbalan atau upah selama beberapa hari dokter itu bertugas. Lelaki itu tersenyum senang dan menatap selembar cek yang Valera berikan dengan hati yang begitu riang.


" ohh tuhan. Terimakasih, huuuu akhirnya aku bisa berpesta " riang lelaki itu hingga membuat Valera mengerutkan dahinya halus. " Senang bisa bekerja sama dengan anda Lady " sopan lelaki itu seraya mengangguk penuh hormat pada sosok Valera. Wanita yang bergelar Lady itu hanya mengangguk samar dengan menatap lelaki itu lekat hingga menghilang dari pandangan.


Tak lama seseorang mengetuk pintu ruangan Valera hingga dirinya yang hendak meraih secangkir teh Jasmine ia urungkan karena harus mempersilahkan orang itu masuk. Rupanya anak buahnya dan anak buah


" Jelaskan padaku kejadian yang sebenarnya ? " tanya Valera langsung dengan begitu tenang. Lima orang lelaki itu menatap satu sama lain seolah siapa yang akan menceritakan kejadian yang sesungguhnya. Valera masih diam dengan menatap satu persatu orang yang berada di hadapannya, lalu Valera memberikan kode pada anak buahnya untuk keluar dan mereka mengangguk tanda mengerti.


" Pada saat itu Tuan muda Noe keluar dari perusahaan milik tuan Vyan seorang diri. Kami semua berada di sekitar sana untuk memantaunya. " ucap seorang lelaki memberanikan diri untuk berbicara awal '' semuanya tampak biasa-biasa saja tak ada hal yang mencurigakan sama sekali hingga mobil yang dikemudikan tuan muda Now seperti kehilangan keseimbangannya dan melaju semakin cepat bahkan tuan muda terlihat menghindari beberapa mobil dihadapan nya, kami semua berusaha untuk mensejajarkan mobil yang kami gunakan agar bisa menyelematkan nya namun kecepatan mobil milik tuan muda Noe benar-benar melaju pesat hingga kami pun turut kehilangan keseimbangan hingga tragedi itu pun terjadi '' ucap nya dan valera terlihat menyimak penuturan dengan cermat.


'' Apakah kalian melihat seseorang selain Noe ? " Picing Valera namun mereka kompak menggeleng karena mereka memang tak tau adanya. " Apakah kalian sama sekali tidak menemukan sesuatu yang janggal ? '' tanya Valera lagi seakan tak percaya, namun lagi-lagi mereka menggeleng dengan tegas.

__ADS_1


SWINGGG


JLEBBB


AGHHH


semua orang terkejut saat Valera tiba-tiba melemparkan sesuatu benda tajam pada seorang lelaki berkulit coklat. Semua terperangah kaget.


" Siapa kau ? '' tanya Valera dengan tenang hingga perkataan sang Lady menimbulkan tanda tanya besar. Semua orang kompak menoleh kearah lelaki yang sedang terluka dengan tatapan heran. " Aku tau kau bukan bagian dari mereka! " tegas valera lagi, namun lelaki itu justru mengerutkan dahinya seperti orang yang tak mengerti.


" Ehh..Kau siapa ? kenapa aku baru memperhatikan dirimu '' ujar seorang lelaki bertubuh tegap memiliki tato huruf Z di dadanya menandakan jika dia salah atau anak buah Zizi.


" Tentu saja aku bagian dari kalian " seru nya membela diri dengan menunjukkan tato huruf Z seperti para anak buah Zizi. Wanita bergelar Lady itu tersenyum sinis dan melangkah kearah lelaki yang sedang menatapnya dengan tajam.


Sontak Valera menghindarinya dengan gesit. Semua orang terkejut karena penyerangan tiba-tiba itu hingga mereka semua mengepung si lelaki penyamar, namun lagi-lagi mereka tak bisa berkutik saat lelaki itu memegang sebuah benda seperti alat pemacu bom.


'' Tak perlu aku jelaskan. Namun aku yakin kalian semua tau dengan benda ini bukan ? Biarkan aku pergi dan jangan pernah untuk mencoba menangkap ku jika tidak maka aku tak segan akan meledakkan tempat ini saat itu juga '' ancam lelaki itu tak gentar membuat semua orang terdiam namun Valera wanita itu hanya terkekeh lucu merasa perkataan si lelaki asing hanya sebuah lelucon semata.


" Jika begitu lakukan, dan akan ku pastikan kau ikut di dalam nya '' seringai Valera muncul terlihat begitu mengerikan.

__ADS_1


'' jangan pernah menyesal '' ucap lelaki itu lagi dan Valera mengangguk saja dengan raut wajah yang begitu santai berbeda dengan para anak buah Zizi yang sudah tegang bahkan berkeringat saat membayangkan jika hal tersebut benar terjadi.


DUAKKK


ahhh


" sergap dia!! " lantang Valera saat berhasil melempar sebuah senjata tepat kearah kepalanya hingga benda yang tergenggam ditangannya lepas begitu saja, lelaki itu berontak tat kala tubuh nya dipegang erat oleh beberapa orang.


DUAKKK


'' ngengat tak berguna seperti mu memang seharusnya mati! '' marah Valera setelah menjambak kuat rambut si lelaki lalu membenturkannya kelantai yang dingin hingga suara jeritan kesakitan terdengar kembali. '' Bawa dia keruang bawah tanah! " seru Valera seraya menghembuskan nafasnya agar lebih teratur. Valera melirik jam yang melingkar di tangannya setelah ini ia akan bertemu dengan beberapa orang untuk memulai misi terselubung yang akan dilakukan oleh orang-orang pilihannya, Namun sebelum itu ia harus memastikan sesuatu terlebih dahulu.


Lelaki asing itu terus berontak tat kala tubuhnya dijerat oleh rantai besi yang membelenggunya hingga manik nya melebar karena ternyata rantai besi itu memilik aliran listrik yang kapan saja bisa menyengat tubuh korban nya.


Valera datang lalu dirinya membisikkan sesuatu kepada salah satu dari mereka dan orang itu mengangguk mengerti. Valera tersenyum sinis dibuatnya.


" Hei!! Apa yang akan kalian lakukan!! " pekik orang itu lantang dengan urat-urat leher yang menonjol karena marah. Beberapa orang mulai melucuti pakaiannya dan hanya meninggalkan pakaian dalam saja. '' dasar wanita sialan!! '' teriak orang itu lagi marah.


prok prok prok.

__ADS_1


" Aku menjadi penasaran siapa orang yang telah mengirim mu kesini hmm '' tanya Valera setelah melirik benda yang mirip dengan sebuah chip penyadap seakan sengaja berbicara seperti itu. " Wow benda ini berkedip ? Hahaha itu artinya mereka mendengarkan ku bukan. '' ucap Valera terkekeh lalu menyentuh benda itu secara perlahan. Namun detik kemudian dirinya terkejut karena rupanya benda itu dialiri sengatan listrik serta sensor jari seseorang '' oh keamanan.. Namun tak apa, sebaiknya kalian bersiap karena aku akan menjadi malaikat pencabut nyawa dan mimpi buruk yang tak akan pernah kalian lupakan, sekalipun di neraka '' desis Valera dengan seringai dingin lalu menghempaskan alat itu dan membuatnya hancur berkeping-keping hanya dengan sebuah alat khusus miliknya.


Lelaki yang dibelenggu oleh rantai besi hanya diam seraya menatap tajam penuh amarah dengan Valera namun wanita beranak dua itu tersenyum dan melambaikan tangannya seraya mengatakan hal yang menurut semua orang tak wajar. Akhir nya Valera keluar dari ruangan itu setelah ia memberikan tugas pada anak buah Zizi untuk tetap mengawasi si lelaki penyamar itu hingga waktu yang telah ditentukan, tentu saja lelaki yang kini ditangkap berontak dan berteriak lantang hingga para anak buah Zizi geram dan pada akhirnya memukul tubuh lelaki itu dengan keras hingga jatuh tak sadarkan diri.


__ADS_2