
Terlihat beberapa pergerakan dari bangunan satu-satunya yang berdiri kokoh di tengah-tengah lebat nya hutan. Bangunan berlantai tiga itu tampak sepi dan senyap namun dengan kecerdikan Aslan, remaja itu justru menerbangkan sebuah benda berbentuk burung dengan teknologi khusus yang dilengkapi sensor pergerakan.
Rupanya didalam bangunan itu terlihat beberapa orang yang berlalu lalang, kamera mini yang lebih mirip dengan sebuah kamera pengintai itu menangkap adanya aktifitas manusia.
" Oke.. Lihatlah benda milikku. Ini benar-benar keren bukan? '' seloroh Aslan duduk dengan tenang seraya memangku laptop dan tablet di pangkuan nya.
" Berikan kami detail dari letak bangunan itu Aslan. Waktu kita tak banyak '' ucap Ezio tegas dan Aslan mengangguk mantap.
" oke listen. Bangunan itu memiliki sensor pendeteksi. Jika cahaya itu menyorot tubuh kita dan menangkap pergerakan yang kita buat. Maka alarm akan berbunyi nyaring. Dilengkapi dua belas kamera cctv. Aku akan mencoba menonaktifkan kamera sialan itu agar kalian bisa bergerak dengan bebas namun ingat bodohi cahaya itu hmmm..maksud ku kalian bisa bergerak jika cahaya itu mati selama lima belas detik. Kalian paham! '' tegas Aslan menatap tajam pada kawanan nya. Dan sontak mereka yang ditatap tajam mengangguk saja. " Selebihnya tak ada alat yang dapat membuat kalian sulit. tak ada senjata otomatis dan lainnya namun ketika kalian masuk kedalam kalian harus berusaha sendiri melumpuhkan mereka. Dan sekarang mari kita lihat yang satu ini. '' ucap Aslan lagi dan mereka menatap laptop dan tablet Aslan secara intens.
Benda burung kamuflase itu mencoba memasuki celah jendela yang masih terbuka di lantai dua. Aslan menggerakkan sebuah papan tombol di tangan nya. Benda itu menyusuri setiap sudut bangunan hingga suara Larissa memekik seketika.
" oh! Tato itu! Ya itu tato yang sama dengan orang-orang yang menyerang arena latihan hingga menewaskan Lexi! Sialan! '' geram Larissa lagi.
" Kau yakin? " picing Elmer dan Larissa mengangguk tegas. Hingga visual seseorang tertangkap jelas oleh kamera yang berada di benda kamuflase buatan Aslan.
" Dakota! " seringai Elmer tercetak jelas hingga manik birunya memancarkan aura hitam yang dapat dirasakan oleh semua orang. " Baiklah. Aku rasa kita harus bergerak! Aku menginginkan dia hidup-hidup! '' ucap Elmer lagi.
" Baiklah good luck! '' ucap Aslan lagi menatap para kawanan nya itu.
Ezio dan Elmer memecahkan diri begitupun dengan Larissa, Elion dan Lotus. Bahkan mereka dilengkapi MH yang terpasang ditelinganya agar tetap saling terhubung satu sama lain. Berbagai senjata melekat di tubuh mereka karena menggunakan pakaian khusus agar tetap terlindungi.
mereka mengingat perkataan Aslan jika harus menghindari cahaya sensor itu agar tak menimbulkan keributan. Pertama Elion berhasil melalui cahaya itu yang bergerak tak beraturan hingga Ezio dan Elmer pun berhasil melaluinya walaupun langkah mereka harus terjeda sedikit demi sedikit.
" Tidak perlu khawatir. Aku tak melihat apapun yang akan keluar! Tetap hati-hati '' ucap Aslan yang terdengar jelas di telinga mereka yang saling terhubung dengan MH.
Larissa yang bergerak paling akhir dapat melalui cahaya itu pertama kalinya. Gadis cantik itu menoleh kebelakang melihat kawanan nya yang belum selesai mengakhiri tantangan.
" Aku akan bergerak kesamping! Bagaimana Aslan? '' ucap Larissa lagi.
" Ya analisis mu benar Larissa. Seseorang berada disana. '' imbuh Aslan lagi dan Larissa mengangguk paham. Gadis itu berjalan dengan santai seraya melihat bangunan itu dengan matanya yang hitam. Tiba-tiba
KLEKKK
" siapa kau! ''
SRETTTT
BRUKKK
Larissa berhasil menyayat leher si lelaki hingga darahnya keluar begitu deras dan lelaki itu ambruk dengan manik terbelalak lebar. Lotus yang baru saja tiba segera memindahkan tubuh lelaki bertubuh tegap itu ke antara tumbuhan bunga yang subur dan lebat hingga tubuhnya tertutup dengan rerumputan liar.
Disisi lain Ezio sudah berhasil melakui cahaya itu dan kini dia nekat membuka pintu utama dengan cara yang unik yaitu menggunakan sebuah jepit rambut lancip milik Dyora untuk membuka paksa pintu yang terkunci itu, Aslan yang memantau nya hampir saja tertawa karena melihat cara unik yang Ezio lakukan padahal lelaki bermanik Hazel itu bisa saja menembak nya namun tak dilakukan sama sekali.
" Oh! ****! seseorang turun dari arah tangga! Siapa yang lebih dekat! Lumpuhkan! '' ucap Aslan yang terdengar langsung. Sontak mereka terdiam hingga Elion yang hampir memasuki sebuah ruangan kembali dan melihat seseorang turun dari lantai dia menuju lantai dasar.
DUAKKK
SRETTTT
" Menyusahkan! '' gerutu Elion yang melihat darah mengotori lantai berbahan marmer.
__ADS_1
" Paman Elion go! Seseorang datang dengan langkah tergesa! '' ucap Aslan lagi hingga sontak Elion membawa tubuh tegap itu masuk kesebuah ruangan yang entah milik siapa.
" Darahnya meninggalkan jejak '' gumam Elion yang sudah bersiap di belakang pintu seraya menggenggam sebuah senjata tajam.
" Siapa disana! " teriak seseorang terkejut karena melihat darah berceceran hingga menuju sebuah ruangan yang ternyata tempat bahan makanan. Lelaki itu berjalan perlahan seraya mengeluarkan sebuah pistol miliknya.
KLEKKK
DUAKKK
JLEBBB
Elion berhasil menusuk dada lelaki itu laki membungkam nya dengan kuat agar tak bersuara. Namun sayang perbuatan Elion diketahui oleh seseorang hingga Aslan yang berada di dalam mobil menepuk dahinya pelan.
" Dia ketahuan! '' ucap Aslan lagi sontak mereka yang masih menunggu diluar menghela nafas pelan nya hingga suara asing terdengar nyaring dan mengejutkan semua orang.
" Penyusup! " teriak para lelaki bertubuh tegap itu dengan menyiagakan senjata nya cepat, Namun.
DODODOR !!
Tembakan didalam rumah terdengar seketika. Elion terpaksa melakukan nya karena dia dikepung oleh tiga orang lelaki dan membuat senjata kesayangannya harus bekerja.
Elmer dan Ezio yang posisi nya tak jauh hanya mengangguk kecil sebagai sebuah tanda, Lotus tetap berada di sekitar Larissa walaupun mereka masih terlihat sedikit berjarak.
" Waspada! Mereka Licik! '' ucap Aslan mengingatkan. Namun.
DUAKKK
Lenguh Larissa saat punggungnya dihantam sesuatu hingga gadis itu tersungkur kedepan dengan merintih nyeri. Lotus yang melihat itu segera bertindak.
SHOTTT
DODODOR !!
" Larissa! Go! '' pekik Lotus lagi. Hingga dirinya berlari menghindari cahaya merah yang dapat membidik dirinya kapan saja. Larissa menoleh dan mendapati seseorang hendak menyerang nya kembali, namun.
DUAKKK
BRAKKKK
Lelaki itu mengerang setelah sepatu boots milik Larissa yang keras mendarat di dadanya. Lelaki menjerit kembali saat Larissa menusuk kedua matanya dengan belati kembar serupa.
CRATTT
AGHHH
" Rasakan! Kau nakal! '' desis Larissa tajam hingga darah mengenai tangan hingga sikunya. Lotus memekik dengan apa yang terjadi namum tiba-tiba.
DUAKKK
" penyusup! Ulung! '' ucap seseorang menghantam tubuh Lotus hingga membentur dinding hingga mengeluarkan darah dari mulutnya. Larissa melotot dan mendatangi lelaki itu dengan nafas menderu.
__ADS_1
SHOTTT
AGHHH
Larissa gadis itu mengerang dan seperti orang kejang setelah sebuah tongkat hitam melontarkan sebuah tali yang mempunyai aliran listrik. Lotus terkejut dan bangkit seketika.
SWINGGG
DUAKKK
" Sialan! " pekik lelaki itu marah karena kepalanya dilempari hingga mengeluarkan darah. Larissa terjatuh dan ambruk dengan keringat dingin mulai menjalar namun tekad nya kuat dan bangkit dengan begitu cepat, hingga.
BUGHHHH
BUGHHHH
GREPPP
'' berani sekali kau menyentuh ku! '' marah Larissa dengan manik kelam nya yang semakin tajam.
uhukkk
AGHHHH
kini giliran lelaki itu yang mengalami kejang hebat karena Larissa terus menekan tombol on tak berjeda.
'' AGHHH! sialan...'' ucapnya tersengal '' Larissa Dutton!!'' ucapnya susah payah hingga gadis cantik itu terkejut karena kawan nya mengetahui identitas nya. '' kau.. keturunan king sialan! harusnya ka..kalian mati saja '' ucapnya tersengal.
AGHHH
" jika begitu mati saja! '' pekik Larissa dengan melemparkan sebuah senjata belati tak bergagang dan tepat mengenai tenggorokan si lelaki itu. Larissa menatap datar dan berpaling begitu saja dengan lotus yang mengikutinya.
sedangkan disisi lain Ezio dan Elmer harus menghadapi para lelaki yang terus muncul begitu saja. Elmer Pemuda bermanik biru melempari musuhnya dengan sebuah jarum.
SHOTTT
CRATTT
" AGHHH panas! " teriaknya memekik dengan mata yang terpejam.
" Dakota! keluar kau! '' teriak Elmer geram.
DODODOR !!
" Oh ****! " pekik Ezio dan langsung berlindung begitu saja begitupun dengan Elmer. Aslan yang melihat itu hanya diam mengamati.
" Luncurkan! bom! '' ucap Aslan lagi. Hingga Ezio terdiam dan melirik Elmer yang mulai mengamuk membantai para lawan nya dengan sebuah jarum ciptaan nya.
" Dakota! '' teriak Elmer lagi.
DODODOR!!
__ADS_1
DUARRRR!!