King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Bergeraknya kubu Elena.


__ADS_3

Di lain tempat pencarian Greta masih berlanjut.


Sebuah hunian yang begitu nyaman telah disewa oleh Ed dengan identitas lain miliknya, selama beberapa hari Syina dan Elena mengintai tempat kejadian beberapa hari lalu dengan dibantu oleh anak buah Melani.


Alexa dan Alexandra terlihat tak tertarik dengan pembicaraan para orang dewasa yang menurut mereka sangat membosankan. Namum diam-diam kedua anak Elena ikut mencari Greta di tempat tersebut namun hasilnya nihil jejak Greta tak ada disana.


" Alex. Coba kau lihat ini. " seru Alexa seraya menyodorkan tablet miliknya dengan tampilan sebuah pulau tempat terakhir mereka menyelematkan Syina dan Elena. Alexandrea menatap tajam pada tablet milik sang adik.


Mereka berdua saling berpandangan satu sama lain, pantas saja tempat itu mudah diketahui oleh pihak asing karena terdapat beberapa cctv tersembunyi yang terletak di rerimbunan daun yang lebat.


Alexandrea tak habis fikir pada orang yang menaruh benda itu di luas nya hutan belantara jika benar terjadi maka ada sebuah tempat yang memantau pergerakan sekitar disana.


" Mercusuar ? apa kau melihat nya ? " tanya Alexandrea menatap Alexa lekat. Gadis berambut panjang itu terlihat sedang berpikir keras. Jalanan yang mereka lalui cukup membuat pusing Alexa.


" aku rasa tidak Alex. " ucap Alexa dengan penuh percaya diri. Ya dirinya yakin jika tidak melihat tempat itu disana namun jika ada maka sudah dikamuflase dengan sangat baik. '' pasti ada. Ya seharusnya ada. Coba kau cek sekali lagi dengan teliti Alex. '' seru Alexa namun pemuda yang kerap disapa Alex itu lebih dulu mengecek ulang dengan satelit milik king.


setelah beberapa saat Alexandrea menemukan tempat yang cukup menarik perhatiannya dimana ia melihat sebuah bendera berwarna hitam yang terselip disalah satu pohon. Alexandrea terus mengintai apa yang berada disana.


'' Ohh ini sebuah hunian !! '' pekik Alexandrea dan Alexa segera ikut melihat kelayar tablet milik saudara kembarnya. Sebuah hunian berkamuflase alam terpantau oleh satelit milik king. Alexa dan Alexandrea saling berpandangan satu sama lain. " Apa mungkin aunty Greta berada disana ? '' gumam Alexandrea dengan lirih.


" kenapa kita tak memantau daerah itu terlebih dahulu. Suruh beberapa orang untuk melihat keadaan disana '' seru Alexa memberikan saran namun Alexandrea terlihat diam saja namun pada akhirnya ia mengangguk setuju.


******


DODODODOR !!


Alexa meluncurkan senjata berpeluru kedap suara untuk melumpuhkan sasaran yang terlihat oleh manik nya. Benar saja hunian berkamuflase itu terdapat pergerakan yang terlihat. Awalnya Melani maupun Roz dan Leam tak percaya namun mendengarkan penjelasan dari Ed dengan cara kerja kedua anak nya, baru mereka bertiga percaya.


" Daddy !! " pekik Alexandrea saat melihat Ed handak masuk perangkap yang sengaja dibuat oleh seseorang. Ed mengelus dadanya kasar nafasnya naik turun karena terkejut saat mendengar peringatan yang dilayangkan oleh putra nya. '' Hati-hati tempat ini banyak sekali jebakan. Alexa telah melihat ulang daerah ini '' ucap Alexandrea dan Ed mengangguk tegas.


Disisi lain Elena dan Syina berada di sisi timur bangunan yang telah ditandai beberapa waktu lalu. Sedangkan Melani mengikuti Alexa bersama dengan Roz dan juga Leam.


SHOTTT


JLEBBB


Syina maupun Elena meluncurkan peluru anak panah yang membuat korbannya pingsan dan kehilangan fungsi syaraf nya. Kedua jajaran king itu bergerak masuk secara perlahan, benar tebakan anak-anak nya tempat ini sungguh luar biasa berkamuflase.


Tak ada yang tahu akan tempat ini sebelumnya, bahkan para penjaga disini pun memakai pakaian serupa untuk mengelabui lawan nya.

__ADS_1


KREKKK


Syina terkejut bukan main saat Elena tak sengaja menginjak sesuatu dibawah sana hingga menimbulkan suara yang cukup besar. Elena gugup bukan main bahkan jantungnya berdebar tak karuan, belum juga mereka berusaha untuk mengepung namun sepertinya Dewi fortuna tak memihak.


" Penyusup !! " teriak lantang seseorang saat menyadari kehadiran Syina dan Elena yang justru diam mematung ditempat. Sontak Elena mengambil langkah lebih awal dengan menembakan peluru milik nya kearah lawan.


DODODODOR !!


AGHHH


Syina berlari dan menuju sebuah pintu saat Elena sibuk dengan lawan nya. Elena terus menekan pelatuk nya hingga peluru itu habis begitu saja. Rupanya para penjaga disini begitu banyak hingga Elena dan Syina harus bersembunyi dengan mengunci diri.


Disisi lain Alexa yang tahu jika ibunya diketahui dengan cepat melumpuhkan musuh dengan sebuah peluru anak panah berukuran kecil yang mampu membuat korban nya tak sadarkan diri.


" Nona. Sepertinya ini tak biasa " ucap Roz berkata pelan pada putri Elena dan juga Ed. Alexa menatap datar kedepan.


" Oh shitt !! Menghindar " teriak lantang Alexa mengejutkan Leam,Roz dan juga Melani.


DODODODODORR !!


DODODODOR !!


DODODODOR !!


para penjaga yang berada disana meluncurkan peluru-peluru nya kearah Alexa dan juga lainnya. Namun Alexa dengan cepat bangkit dan menghindari peluru yang hendak bersarang di tubuhnya.


" Bunuh mereka !! " pekik Alexa lantang hingga Roz dan Melani mengangguk dengan serempak. Entah mengapa perintah Alexa membuat seorang Melani tunduk padanya padahal Alexa hanya seorang gadis belia yang hendak beranjak dewasa.


DODODODOR !!


Alexa menembak targetnya dengan membabi buta seraya melihat kearah pergelangan tangannya. Melani dan Roz bekerja sama untuk melindungi putri Elena yang hendak masuk kesuatu pintu berlumut lebat.


DUARRRR


Ledakan pertama membuat kubu Alexa terdiam sesaat. Mereka saling pandang satu sama lain. Elena dan Syina belum terlihat begitupun dengan Alexandrea dan juga Ed.


" ohh para tikus-tikus kecil rupanya " ucap tiba-tiba seorang lelaki matang yang datang menghadang langkah Alexa. Melani yang berada di belakang tentu saja bersiaga dengan senjata miliknya.


" Ckckck menyingkir lah dari hadapan ku. " kesal Alexa karena tiba-tiba jalannya dihadang begitu saja. Lelaki itu menatap tajam kearah alexa dan gadis berambut panjang itu hanya memicingkan matanya dengan berani. '' Ada apa hmm ? jangan bilang jika kau begitu terpesona dengan kecantikan yang ku miliki paman " kekeh Alexa hingga Melani yang mendengarnya begitu terkejut. Lelaki itu diam saja namun mata nya begitu marah tapi Alexa hanya menanggapinya dengan tenang.

__ADS_1


SWINGGG


" ohh wow " kekeh Alexa saat sebuah belati berhasil mengenai pipi nya hingga mengeluarkan darah segar. Melani panik namun ia bisa melihat jika putri dari Elena itu begitu tenang.


" orang yang sudah memasuki tepat ini maka tak akan pernah keluar dengan hidup-hidup '' dingin Lelaki itu dan Alexa hanya tersenyum miring seraya melihat jari tangannya yang terlumur darah segar.


" jika seperti itu aku tak akan sungkan " datar Alexa.


SHOTTT


DORR !!


Lelaki itu terperangah karena gerakan Alexa yang begitu cepat. Alexa berlari dan langsung menendang dadanya kuat. Sedangkan Melani berhasil masuk kedalam untuk melihat apakah Greta berada di ruangan itu atau tidak.


disisi lain Elena dan Syina terpojok karena mereka merasa merasa terkepung dengan segerombolan lelaki yang berdatangan.


DODODODOR !!


baik Elena maupun Syina bergulung saat pihak lawan mengeluarkan peluru-peluru mereka secara bersamaan. Syina dengan gesit menembak balik dalam keadaan bergulung dan berhasil mengenai beberapa orang disana hingga tewas seketika.


Elena terkejut saat seseorang justru terus membidik kearah nya seakan dirinya adalah target yang tepat. Namun Elena tak ingin mati sia-sia tanpa membawa Greta kembali.


SHOTTT


JLEBBB


AGHHH


Elena tertegun saat tangan kanan nya tertancap sebuah pisau kecil dengan ujungnya yang sangat runcing seperti anak panah. Dahinya berkerut karena melihat darah yang mulai keluar mengalir begitu saja.


SHOTTT


JLEBBB


" Jangan kau sentuh istriku !! '' sentak Ed tiba-tiba masuk menerobos kedalam disaat keadaan di luar sana sangat kacau. Elena terdiam melihat suaminya yang menancapkan sebuah belati tepat di jantungnya seorang pria.


" Elena !! '' pekik Syina saat melihat temannya terluka. Ia dengan cepat menghampiri Elena namun ibu dua anak itu berkata baik-baik saja sehingga Syina hanya mengangguk pelan walaupun ia terlihat cemas dengan luka tersebut.


DUARRRR

__ADS_1


suara ledakan di luar sana membuat Ed dan lainnya terkejut bukan main bahkan Elena memikirkan Alexa dan juga Alexandrea diluar sana.


__ADS_2