King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Mood


__ADS_3

Belum juga tiba di rumah sakit. George dan Malvin lagi-lagi harus berurusan dengan para pengganggu di jalanan, George mendesah kembali dan Malvin terlihat tersenyum senang.


" Apa Kau senang ? " ucap George


" Ya. begitulah " saut Malvin dan George hanya geleng-geleng kepalanya pelan, saat ini George ingin sekali memeluk dan mendekap tubuh gadisnya dengan erat, tapi lagi-lagi mereka harus menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu.


DODODORDODODOR !!


DODODORDODODOR !!


" lihatlah George. Mereka sepertinya sudah tak sabar ingin bermain " celetuk Malvin saat dirinya melihat kearah belakang sebuah mobil sedang mewah sedang mengejar dengan seseorang yang membidikkan pelurunya tepat kearah mobil George.


" Shitt. Awas saja jika mobil ku sampai lecet dan rusak sedikitpun. Aku akan meminta ganti ruginya " ucap George kesal dan Malvin terkekeh akan hal itu. Malvin mengambil sebuah senjata revolver berhias mahkota di gagang nya, kini posisi Malvin pindah ke kursi belakang.


" Aku akan meladeni mereka, kau fokus saja " ucap Malvin dan George diam saja lalu ia mulai memutar musik dengan alunan yang menenangkan seperti harpa China, George seakan tak perduli dengan keadaan darurat.


mobil mewah George terdapat sebuah lubang yang tak dapat dilihat oleh pihak luar, Malvin membidik mereka dari lubang tersebut dengan revolver yang ia genggam kuat saat ini.


mobil sedan itu terus mengejar mobil George tapi mereka belum membuat keonaran yang lebih, Malvin fokus pada bidikannya.


DODODORDODODOR !!


Malvin membidik tapi sesaat kemudian ia menghela nafasnya pelan. Malvin menyadari jika kaca mobil musuh anti peluru jadi itu semua tak berpengaruh apapun. George yang melihat itu hanya terkekeh dan tertawa kecil sedangkan Malvin ia mendengus kesal.


" Mereka menggunakan nya " ucap Malvin menyandarkan kembali kepalanya dan memejamkan matanya sesaat.


DODODORDODODOR !!


DODODORDODODOR !!


" Menganggu " kesal George lalu ia menambahkan kecepatan mobilnya, mobil mewah itu melaju sangat cepat untung saja George mahir mengemudi. " Aku akan membawa mereka ke tempat yang sepi. Ini tak bisa dibiarkan " ucap George lagi.


" Ya. Bangunkan aku jika sudah sampai " asal Malvin hingga George membelalakkan matanya lebar-lebar. Sungguh sikap yang sangat tenang.


CKITTTT


BRAKKKKKK.

__ADS_1


George tertawa renyah saat melihat mobil yang mengejar dirinya menabrak pembatas jalan hingga hancur, Malvin diam saja tak mau menoleh. Akan tetapi mereka tak berhenti sampai disitu.


" belum menyerah juga ! " pekik George kesal hingga Malvin ikut menatap kearah belakang, George berhenti disebuah gedung terbengkalai yang sudah lama.


Tak lama mobil itu pun berhenti dan beberapa orang keluar dengan berwajah garang, George dan Malvin diam saja tak keluar. Malvin menyelipkan senjata miliknya begitupun dengan George.


DOK DOK DOK


para lelaki berwajah garang itu menggedor kaca mobil George dengan keras dan kasar, hingga mereka melakukannya berkali-kali. George yang tak suka kebisingan akhirnya mengambil tindakan.


BRAKKKKKK


BUGHHHHHH.


George sengaja menyentuh mereka dengan pintu mobil miliknya, hingga orang itu meringis kecil dan mengelus badannya sendiri, Malvin seketika tertawa renyah.


" sialan. Berani-berani nya kau berbuat seperti itu padaku. " teriak orang itu lantang dan George tersenyum sinis, kini para lelaki itu menodongkan senjatanya kepada George dan Malvin secara bersamaan.


George dan Malvin reflek mengangkat kedua tangannya dan menunjukkan wajah polos seperti anak-anak yang tak berdosa.


'' Kau " tunjuk orang itu kepada Malvin " ikut kami sekarang juga " ucap nya dengan nada tegas dan tak ingin terbantahkan. Malvin mengerutkan dahinya sesaat kenapa dirinya harus ikut ? memangnya kenapa.


'' maka aku akan menyeretmu dengan paksa dan mungkin kau akan merasakan kekerasan fisik terlebih dahulu " ucapnya penuh percaya diri dan Malvin hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja seperti menyetujui perkataan orang itu.


" begitukah. " seringai Malvin terlihat sangat mengerikan dimata para lelaki itu. George tampak tersenyum polos.


BUGHHHHHH


Malvin menerjang dada pria yang tadi berbicara lancang padanya, George tak mau menyia-nyiakan hal ini ia berputar dan seketika menghajar para lelaki itu dengan kaki nya.


BUGHHHHHH


AGHHH


perkelahian tak terhindarkan dua lawan lima, bukan hal yang buruk untuk Malvin dan George bahkan kedua pemuda itu bisa menghabisi musuh sepuluh orang sekaligus.


Malvin dan George lihai dan licin seperti belut, gerakannya lembut tapi menyimpan ketegasan didalamnya. Dua orang telah terkapar hanya dengan pukulan telak dari Malvin dan George.

__ADS_1


" maaf paman tapi kau mengusik ku terlebih dahulu " seringai Malvin seraya mengunci gerakan tangan lawan yang hendak menerjang wajahnya. .


JLEBBB


Malvin tersenyum saat belati miliknya menancap sempurna di dada lelaki itu, hingga matanya terbelalak lebar dengan tubuh yang mulai bergetar dan lemas.


BRUKKK


" done !! " ucap George merapihkan kembali pakaiannya yang terlihat acak-acakan, Malvin melenggang dan tersenyum tengil menatap George.


" Ayo kita harus segera sampai dirumah sakit. " ucap Malvin dan George mengangguk pelan, mobil mewah itu pergi dan meninggalkan orang-orang yang terkapar lemah disana, bahkan dua dari mereka tewas ditempat.


Rumah sakit internasional Paris.


Athena memakan buah jeruknya dengan wajah kesal dan bibir mengerucut, Diandra dan Asyur hanya melihat Athena dengan senyum terkulum, sedangkan Elisya asyik memainkan ponsel miliknya.


" Athena " sapa Asyur dan Athena menoleh seketika. " ada apa ? wajah mu tampak kesal dan kusut. Apa kau tau kau akan jelek jika seperti itu. " goda Asyur dan Athena diam saja sedangkan Diandra semakin tersenyum menggodanya.


" kak George... " ucap Athena seketika terhenti kala menatap sosok lelaki tampan bermanik biru yang sedang menatapnya dengan tatapan penuh cinta dan kasih sayang, George berjalan dengan gagah menuju ranjang Athena dan mengecup pipi gadis itu tanpa merasa sungkan dan malu dihadapan beberapa orang.


Malvin menyapa ayah dan ibunya lalu mendekat kearah Elisya dan mengelus lembut kepala adiknya dengan kasih sayang. Asyur menatap kedua pemuda itu dengan tatapan yang sulit diartikan, sudut bibirnya tersenyum walaupun sangat tipis.


" kenapa kakak lama " keluh Athena dengan mata yang mendelik sinis " ini sudah satu jam saat aku menghubungimu tadi. " ucap Athena kali ini ia merengek dengan memainkan kemeja milik George.


" maaf kan aku, tadi ada sesuatu yang harus aku selesaikan terlebih dahulu. " ucap nya dengan lembut.


" sepertinya kak Athena sangat merindukan kak George " celetuk Elisya dan Athena tersenyum kikuk membuat George terkekeh kecil dan gemas.


semua orang yang berada di sana hanya geleng-geleng kepala saja melihatnya, Elisya hanya tersenyum dan sibuk kembali pada ponsel nya kembali.


Tak lama Remigio dan Valera datang keruangan itu, Athena menatap ayahnya dengan tatapan berbinar dan merenggangkan tangannya untuk minta di peluk, Remigio memeluk putrinya dengan lembut dan mengecup pipinya, Athena membalas mengecup pipi sang ayah dengan kasih sayang.


Diandra duduk bersama dengan Valera dan Asyur, sedangkan Malvin ia bersandar dan berbagai ranjang bersama sang adik, George memilih duduk di kursi yang tersedia.


" Dad, bagaimana keadaan Kenneth ? " ucap Athena


" dia baik-baik saja, dan saat ini ia sedang bermain game di ponsel nya " ucap Remigio dan Athena mengangguk lega begitupun dengan George, ia belum sempat melihat keadaan adik lelaki nya itu.

__ADS_1


Pada saat semuanya serba berbincang ringan tiba-tiba ponsel Athena berdering dan tertulis nama Gevariel disana, George yang tak sengaja melihat itu hanya bisa diam saja.


Remigio tersenyum geli saat melihat api cemburu yang dilayangkan George pada Athena sedangkan si gadis justru asyik berbincang ringan dengan teman masa kecilnya nya itu.


__ADS_2