
Mansion Dave.
Daniel rupanya memberikan diri untuk datang menemui Dave dan juga Gloria sebagai kedua orang tua Aisley kekasih hatinya. Aisley tampak gugup saat ia ditatap tajam oleh sang ayah, namun Daniel segera mengelus lembut punggung kekasihnya hingga Dave menyipitkan maniknya seketika.
" to the point !! " tegas Dave dengan dingin namun maniknya masih mengunci pada putri sulungnya. Daniel tersenyum tipis namun ia mengangguk dengan tegas.
" Menikah ! " ucap Daniel tegas dan lantang. Dave menyeringai dengan begitu buas. Aisley tampak gugup dan takut jika Daniel menjadi bahan pukulan sang ayah. " Maaf jika perkataan ku terkesan tak sopan, namun kedatangan ku berniat baik ingin menjadikan Aisley sebagai pendamping hidup ku, cintaku. Aku mengerti jika perbedaan usia diantara kami begitu jauh, namun bukan kah cinta tak mengenal usia ? jadi saat ini aku datang memberanikan diri untuk mengutarakan maksud kedatangan ku '' ucap Daniel dengan tenang manik nya saling mengunci dengan Dave. Tak ada rasa canggung yang berlebihan ia rasakan. Daniel cukup mengenal Dave dan para jajaran king lainnya jadi dia sudah mengetahui para watak mereka.
" Setelah kau berhubungan secara sembunyi-sembunyi dengan putriku. Kini kau merasa lelah dan akhirnya datang kemari untuk mengutarakan niat mu begitu ? '' ucap Dave dan Daniel mengangguk saja. '' Namun jika aku mengatakan tidak, '' ucap Dave dengan dingin.
" Aku yakin paman tak akan bersikap demikian bukan ? '' kekeh Daniel dengan senyum manis tersemat diwajahnya. Aisley seketika terpana dengan senyum menawan milik Daniel namun Dave menangkap jelas jika putrinya juga mencintai nya.
" Jangan terlalu banyak berfikir sayang. Apa kau tak merasakan bagaimana dulu kita ditentang oleh ayah ku hmm ? walaupun ayah ku menolak tapi aku nekat karena aku mencintaimu, dan kini hidup kita sudah bahagia. Aku tak ingin kedua putriku merasakan hal yang sulit untuk cintanya. '' sendu Gloria yang datang tiba-tiba lalu duduk disamping Dave.
Lelaki yang masih saja gagah itu hanya bisa diam seraya ingatan nya kembali berputar ke masa lalu dimana dirinya melakukan banyak hal untuk Gloria. Dave juga tak mau jika Aisley dan Isabella bernasib demikian.
'' Jaga baik-baik putriku. Awas jika sekali saja kau membuatnya menangis maka aku tak akan segan padamu '' dingin Dave dan Daniel tersenyum lalu menatap kearah Aisley yang sedang balas tersenyum.
Gloria senang dan langsung memeluk putri sulungnya. Aisley tampak berkaca-kaca dan ia segera memeluk tubuh sang ayah erat. Dave mengulas senyum nya seraya mengusap lembut punggung anak gadisnya.
" Jadi, Setelah pernikahan Athena ? '' ucap Gloria antusias.
" Ya kami sepakat akan melangsungkan pernikahan setelah kak Athena. '' ucap Aisley lagi dan Gloria mengangguk setuju tanpa protes apapun.
Dave terlihat mau berbicara panjang lebar bersama Daniel. Lelaki yang sudah dewasa dan matang itu sangat terlihat jika dia mencintai Aisley sepenuh hatinya. Dave bisa melihat dari tatapan memuja Daniel pada Aisley. Bahkan Dave sudah mengenal karakter Daniel sangat lama, sejak ia dulu ditemukan oleh Valera kala itu.
******
__ADS_1
Madeline tampak kelelahan kala melayani Malvin diatas ranjang, keringat masih tercetak jelas di wajah dan pelipis wanita itu. Malvin tersenyum dan mengelus lembut perut yang sudah membuncit dimana anak nya akan lahir tak lama lagi.
" Aku lelah Malvin. '' kesal Madeline dan Malvin terkekeh.
" Lelah ? apa kau yakin sayang, padahal aku masih mau melihat wajah mu yang pasrah tak berdaya itu. Sungguh cantik dan menggemaskan '' saut Malvin santai beranjak dari ranjang dan memperlihatkan belalai panjang nya tanpa sungkan. Madeline menelan ludah dan tak mengalihkan tatapan matanya pada benda yang membuat nya mengerang tak berdaya itu. " see ? u like it. " ucap Malvin
" Kau.. !! " kesal Madeline seraya melemparkan banyak tepat ke wajah Malvin yang sedang tertawa. Malvin semakin ingin menggoda wanita yang kini sedang mengandung bayinya itu.
BRAKKKK
Madeline dan Malvin terkejut saat pintu kamarnya terbuka paksa. Elisya berteriak tat kala manik nya tak sengaja melihat yang seharusnya tak ia lihat.
" Elisya apa yang kau lakukan ? '' pekik Malvin terkejut dan langsung menyambar celana panjangnya begitu dengan Madeline yang memilih menggulung tubuhnya seng selimut berwarna putih.
" maaf.. sungguh aku tak sengaja '' teriak Elisya lalu pergi dengan berlari begitu saja. Madeline tertawa sedangkan Malvin panik setengah mati.
" Dia benar-benar '' gerutu Malvin dengan mengelus dadanya, " Sayang, tunggu lah sebentar aku akan melihat Elisya terlebih dahulu. Sepertinya dia ingin berbicara sesuatu '' ucap Malvin seraya mengecup lembut dahi Madeline.
Sedangkan diluar saja Elisya tampak gugup dan mengusap wajah nya kasar, bahkan ia menekan pelipisnya sendiri karena merasa ceroboh.
" sungguh aku tak sengaja '' cicit Elisya dengan berjalan ke kiri dan ke kanan. Malvin yang melihat sang adik gelisah hanya tersenyum kecil namun ia pun terkejut sama seperti Elisya. Gadis berambut panjang itu semakin gugup saat melihat sang kakak berjalan kearah dirinya.
Elisya langsung membalikkan tubuhnya seketika. Malvin tersenyum dan mengelus lembut rambut sang adik. Seraya menghembuskan nafasnya secara perlahan namun Malvin baru menyadari jika Elisya sudah berpakaian rapi.
" Kau akan pergi ? '' tanya Malvin dan Elisya mengangguk saja " kemana ? " ucap Malvin lagi.
" aku akan pergi makan malam bersama dengan Kent kak '' ucap Elisya lagi. Malvin mengangguk saja dan membiarkan sang adik untuk pergi dan tak lama suara seorang lelaki yang tak asing ditelinganya terdengar dari arah belakang.
__ADS_1
Elisya membalikkan tubuhnya dan tersenyum senang, Gadis itu berlari dan langsung memeluk tubuh Kenneth erat. Malvin berdehem namun Kenneth tak perduli dan ia justru membalas pelukan Elisya dengan erat.
" Aku ingin membawa Elisya untuk makan malam, Apa kau ingin ikut kak ? '' tanya Kenneth datar namun Malvin menggeleng tegas mendengar tawaran Kenneth yang menurutnya menggelikan. " Jika begitu kami pergi '' ucap Kenneth lagi
" Ya tetap hati-hati Kent. Terlebih kau membawa Elisya bersama mu '' tegas Malvin
" Jangan khawatir, aku mengerti. Jika begitu kami pergi '' ucap Kenneth seraya menggenggam tangan sang kekasih dengan tersenyum mesra. Malvin seketika merinding saat melihat sikap dan senyum Kenneth yang menurutnya sangat jarang terlihat.
Ya Kenneth memang dikenal lelaki yang tak pernah senyum maupun berekspresi, sikap dingin Kenneth lebih mirip dengan ayah Remigio yang tak lain adalah sang kakek yang kini menetap di Amerika.
Malvin memilih masuk dan membiarkan sang adik untuk menikmati waktu kebersamaan nya bersama Kenneth, dirinya masuk kedalam kamar kembali dan melihat Madeline yang sudah terlelap dengan buaian mimpi indahnya.
Disisi lain Kenneth sudah menyiapkan makan malam romantis disalah satu pantai yang telah ia sewa jauh-jauh hari. Elisya terlihat Kagum dengan kejutan yang telah Kenneth lakukan. Bunga-bunga lily dan lilin berbentuk hati bertaburan menghiasi gelap nya malam.
Kenneth selalu memperlakukan nya sangat baik bahkan lebih baik hingga membuat Elisya selalu nyaman jika bersama nya, Kenneth menarik kursi berwarna perak untuk Elisya duduki dan gadis cantik itu tersenyum tipis saat melihat tingkah Kenneth yang menurutnya sangat menggemaskan.
" Kent. Aku mencintaimu '' ucap Elisya menatap lekat wajah tampan pemuda berambut hitam begitupun dengan manik nya yang berwarna serupa. Kenneth diam namun dirinya justru menatap balik wajah cantik gadis dihadapan nya.
" Akhirnya kau mengatakan nya juga, '' kekeh Kenneth samar " Aku tahu kau mencintaiku begitupun dengan aku yang mencintaimu. Hiduplah bersama ku Elisya. Aku berjanji akan selalu membuat hidup mu bahagia, aku tak akan pernah membuatmu merasa bersedih maupun menangis. Pegang janji ku sebagai seorang lelaki sejati '' tegas Kenneth tanpa ada keraguan didalam manik nya, tatapan mata yang tajam itu seolah membuat bungkam Elisya. Kenneth meraih dan menggenggam tangan Elisya lalu mengecup lembut punggung tangan sang gadisnya.
" Aku mau. Tapi.. ''
" Aku mengerti tanpa harus kau jelaskan sayang. Bukankah kita sudah membicarakan hal ini bukan ? sebagai seorang lelaki aku sendiri yang akan berusaha berbicara dengan ayah mu. Jangan khawatir aku pastikan ayah mu akan menerima ku sebagai suami mu '' ucap kenneth dengan percaya diri Elisya tersenyum dan mengangguk pasti karena ia pun percaya jika Kenneth mampu mengatasi semuanya.
******
Episode slow dulu yah, kita kulik cerita manis percintaan para tuan dan nona muda dulu yah sebelum jantung berdebar-debar tak karuan 😁
__ADS_1
tetap berikan owee semangat yah, jangan lupa like dan komen nya. Owe berharap satu like satu komentar 😌😌 biar tambah semangat buat owe yang sudah cape2 menyusun alur cerita ini yang berkejiwet 😅
Love you ❤️❤️