King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Tak main-main.


__ADS_3

Gold mansion.


Athena menatap tajam pada kehadiran Silla di mansion keluarganya. Silla hanya tersenyum saat mendapatkan tatapan tak biasa dari gadis bermanik hitam. Remigio dan Valera yang melihat itu semua hanya diam saja ini pasti akan terjadi terlebih Athena tak suka dengan kehadiran Silla.


" untuk apa kau disini ? " Picing Athena menatap tak suka pada wanita di hadapan nya kini yang memasang wajah manis bak gula kapas.


" Menemui Daddy dan mommy " ucap Silla lagi dan Athena langsung mengalihkan tatapannya pada kedua orang tuanya. Remigio tersenyum lembut dan mengelus rambut putrinya dengan penuh kasih sayang. Silla yang melihatnya hanya diam memperhatikan ayah dan anak itu.


" Dia hanya berkunjung sayang. " jelas Remigio dan Athena hanya menyunggingkan senyumnya tipis. " Ayo ganti baju mu dan kita akan makan malam bersama. " ucap Remigio lagi dan Athena mengangguk lalu mengecup pelan pipi Remigio dengan manja.


Remigio menggelengkan kepalanya pelan saat mendapatkan kecupan hangat di pipinya begitupun dengan Valera tapi Silla merasakan hal lain saat melihat itu semua.


" Ayo Silla kita makan malam " ucap Valera dengan merangkul tangan Silla dan wanita itu segera mengikuti langkah valera.


Di meja makan sudah ada Kenneth dan Elisya mereka tentu saja menunggu Anggota keluarnya yang lain untuk berkumpul di meja makan, Silla menggeser kan kursinya di dekat Remigio dan hal itu membuat Kenneth menatap datar Silla.


Semoga kau tak melakukan hal yang salah Silla, dan tak membuat kedua anak ku membencimu. Batin Valera.


Remigio tersenyum saat Silla duduk disebelah kiri dirinya, ia tahu jika Kenneth menatap tak suka tapi Remigio tak ingin membahas masalah ini, tak lama George datang bersama dengan Daniel dan juga Aldo tentu saja kehadiran mereka membuat Valera dan Remigio menyambutnya dengan hangat.


" ohh kalian, duduklah kita makan malam bersama " ucap Valera seraya melepaskan pelukan dari George.


Aldo dan Daniel mengangguk dan tak lupa menyapa Remigio dan juga Kenneth serta Elisya. Tapi kedua lelaki itu menatap asing pada kehadiran Silla dan hal itu membuat Silla hanya menundukkan wajahnya saja.


" Kak.. dia siapa ? " tanya Daniel menatap Silla


" Dia hanya tamu kak. " ucap tiba-tiba Athena yang berjalan dengan santai, gadis bermanik hitam itu berjalan menuju kursinya dan duduk dengan diam, kecupan hangat ia dapatkan saat George mencium pucuk kepalanya.


Silla mengepalkan tangannya perlahan, ucapan Athena yang menganggapnya sebagai tamu membuat Silla sakit hati seketika. Dia tak ingin di anggap sebagai tamu saja melainkan sebagai bagian dari keluarga mereka. Athena tersenyum tipis dibuatnya.

__ADS_1


" Wahhh.. sejak kapan kursi itu berubah kepemilikan ? " sinis Athena menatap Silla dengan angkuh " Hmmm.. Tamu yang tak tau peraturan " celetuk Athena hingga semua orang terdiam saat mendengar ocehan gadis bermanik hitam. George yang tau jika Athena sedang marah dengan segera duduk disamping gadisnya.


" Sudah lah ayo kita makan. Setelah ini aku akan menemanimu " ucap George lagi dengan lembut. Semua orang tampak diam dan mulai memakan hidangan yang ada dengan tenang.


Gadis ini benar-benar bermulut tajam. Batin Silla.


Keesokan paginya Athena dan Elisya akan pergi bersama dengan Alexa kesuatu tempat. Kedua gadis itu sudah sama-sama siap dengan pakaian kasualnya.


Kenneth mendatangi Elisya dan juga sang Kakak, Athena memicingkan matanya saat melihat rona kemerahan pada wajah Elisya.


" Sayang hati-hati '' saut Kenneth seraya mengelus lembut pucuk kepala Elisya hingga membuat Athena terdiam menatap adik serta Elisya.


" Sayang ? " celetuk Athena dan tiba-tiba Elisya langsung mencubit gemas lengan Athena hingga suara gelak tawa Athena pecah seketika. '' oh baiklah. Aku mengerti '' ucap Athena lagi.


Seorang maid datang dan memberitahukan jika Alexa sudah datang hal itu membuat Athena dan Elisya mengangguk saja. Kenneth mengantar kepergian Elisya dan juga kakak nya hingga pintu utama.


sebuah mobil terparkir di halaman Gold mansion hal itu membuat Athena dan lainnya menatap kearah siapa yang datang, dan ternyata Kenov yang datang sepagi ini.


" Daddy tunggu !! " ucap seorang wanita tiba-tiba berteriak hingga membuat semua orang memandang kearah sumber suara. Remigio berbalik dan melihat Silla yang setengah berlari kearah nya. " Daddy bolehkan nanti siang aku datang ke perusahaan mu ? Aku ingin belajar banyak hal dengan mu sebelum aku masuk ke perusahaan '' ucap Silla dengan penuh harap.


Remigio tidak langsung menjawab ia pun bingung untuk menanggapi sikap Silla yang yang selalu seperti ini, tapi ia pun tak bisa menyalahkan Silla.


" Daddy tidak janji Silla. Nanti siang Daddy akan bertemu dengan seseorang '' ucap Remigio lembut dan hal itu membuat Silla tampak kecewa. Athena tersenyum miring dibuatnya.


" Remi! Cepatlah " ucap Kenov tiba-tiba berteriak hingga Remigio dan Silla memandang kearah Kenov.


Athena dan Kenneth sama-sama menatap tajam kearah sang ayah hingga Silla dibuat gugup karena nya, tapi Remigio hanya tersenyum lembut dan segera menghampiri Athena dan juga Kenneth yang masih terus menatapnya tanpa berkedip.


Remigio menepuk pelan bahu Kenneth dan mengelus lembut pucuk kepala Athena, Athena segera memeluk tubuh sang ayah dengan erat dan Remigio membalas pelukan sang putri.

__ADS_1


" Daddy. Awas saja jika dia berani merebut mu dariku. Maka aku tak akan segan memberikan satu peluru milik ku di tubuhnya '' bisik Athena dan Remigio terkekeh lalu mencium dahi Athena dengan penuh kasih sayang.


" itu tak akan pernah terjadi sayang. Kau putri ku satu-satunya '' ucap Remigio lagi menatap Athena lekat dan manik keduanya sama-sama saling bertatapan dengan dalam. '' ingat Athena hanya putriku '' balas Remigio dengan berbisik dan Athena tersenyum miring.


Silla hanya diam menatap pemandangan manis didepan matanya, rasa iri selalu ada di dalam hatinya untuk Athena. Kenov merasa jengah dengan drama di pagi ini.


" Baiklah Daddy pergi dulu. Kemungkinan Daddy akan pulang larut malam '' ucap Remigio " ingat, bawa Sean bersama mu! '' ucap Remigio lagi dan Athena hanya mengangguk kecil.


Kenneth hanya diam memandang kepergian sang ayah, dirinya sudah biasa melihat kemanjaan sang kakak kepada ayahnya. Elisya tampak tersenyum menatap Kenneth.


Athena berbalik dan menatap Silla yang masih saja berada disana dan hal itu membuat Athena kesal hingga memutuskan untuk menghampirinya. Silla menatap Athena yang berjalan kearah dirinya.


'' ingat posisi mu baik-baik disini! kau hanya tamu dan seharusnya kau bersiap layaknya seorang tamu bukan seperti putri dari pemilik mansion ini. '' tajam Athena dan Silla diam menatap manik hitam itu yang berkilat marah dengan penuh ancaman '' jangan membuatku bertindak yang tak bisa kau duga Silla. Kau hanya orang asing di keluarga kami. Kau hanya beruntung jika ayah dan ibuku menyelamatkan mu pada kejadian kelam yang menimpa mu dulu!. Jadi kau harus tau batasnya. Jika tidak '' seringai Athena dengan senyum penuh misteri. '' peluru ku tak akan segan bersarang di tubuh mu ini '' ucap Athena dengan penuh penekan


" Kau mengancam ku ? '' Picing Silla dan Athena menatap remeh Silla '' Apa kau takut jika perhatian mommy dan Daddy beralih kepadaku ? '' tanya Silla dan Athena seketika tertawa renyah.


'' sangat !! Maka dari itu aku akan menyingkirkan ngengat bermuka dua seperti diri mu tanpa ampun '' ucap Athena lagi.


'' Kau tak akan bisa melakukan nya kepadaku. '' sinis Silla dan Athena menatap tajam kearah wanita yang sedang menantang nya. Silla tersenyum tipis dan menatap remeh kearah Athena.


Silla benar-benar memancing emosi dari seorang Athena, hingga tubuhnya menegang kala sebuah senjata berjenis revolver tepat berada di bawah dagunya. Gugup ? tentu saja iya.


" Jangan memancingku Silla. '' ucap Athena dengan penuh penekanan


" A..apa yang kau lakukan ? jangan gila '' pekik Silla marah karena merasa nyawanya sedang terancam. " ahh..'' teriak Silla saat sebuah benda tajam menggores pelan dadanya hingga Silla meringis kesakitan.


belati ? seketika tubuh Silla menegang saat melihat belati tergenggam cantik di tangan Athena. Bagaimana bisa ? bukankah tadi sebuah senjata api tapi sekarang telah berubah menjadi sebuah belati kecil yang sangat tajam.


" ini peringatan untuk mu wanita sialan '' desis Athena melenggang pergi mengabaikan Silla yang sedang meringis dengan tubuh menegang karena syok.

__ADS_1


Silla benar-benar tak habis fikir dengan sikap berani Athena, gila ? ini benar-benar gila. Dia melakukanya tanpa rasa takut sedikitpun pun. Silla memegang dadanya yang terasa perih lalu menatap kearah jari nya.


" Darah ? '' lirih Silla hingga tubuhnya terhuyung tak menyangka jika Athena benar-benar nekat dan melakukan aksi gila terhadap dirinya.


__ADS_2