
Semua orang hening saat Athena mengucapkan Anggota kerajaan. Namun bagi Zizi dan para petinggi king lainnya justru lucu apa yang ditakutkan oleh mereka pada Anggota kerajaan ? mereka hanya berlindung pada tubuh seseorang yang mereka anggap tangguh namun sebenarnya mereka tak mengerti apa-apa.
" militer " ucap Alexandrea tegas. Kening semua orang mengerut kasar. Militer. " Bahkan para petinggi pasukan khusus berada dibelakang dirinya. Mereka semua melakukan semacam kerja sama yang tak diketahui. Bukan kah itu tindakan ilegal " ucap Alexandrea tegas namun sorot matanya bak seekor elang pemakan daging.
" Lalu apa kalian takut " Picing Alexa menimpali.
" Tidak!! hanya saja ini sangat berbahaya untuk kita yang memilih jalan mafia, nona '' tegas seorang wanita persia. '' Kita tak boleh bertindak gegabah '' tegas nya lagi.
" Itu artinya kalian meragukan kemampuan kami " sinis Maxim.
" Bergabung atau tidak nya kalian dengan kami tak membuat kami menang maupun kalah. '' desis Isabella seraya memakan cemilan yang ia bawa. " Lihatlah. Gabriel justru berani melawan para pasukan khusus Yunani. Contohnya Mesir aku dan Aisley justru masuk daftar hitam negara itu, menyebalkan '' ucap sinis Isabella tanpa mau menatap sekumpulan para tamunya yang kini sedang menatapnya tajam. Aisley menghela nafasnya perlahan.
" Kami akan bergabung. Namun kami juga mengajukan beberapa persyaratan " ucap salah atau diantara mereka yang usianya jauh lebih tua. Ahura dan Jane saling lirik seketika.
" Tergantung dengan persyaratan yang kalian ajukan. Bukan nya jika berbisnis kita mencari keuntungan '' ucap Kenneth tersenyum penuh arti.
" Pertama beri kami harga khusus saat membeli persenjataan, kedua jika suatu saat nanti orang-orang Vegas datang dan mengusut hilangnya Vegas jangan libatkan kami didalam nya pada dasar nya kami memang tak terlibat. Ketiga kami ingin berbisnis bahan baku obat-obat langka yang kalian produksi '' tegas lelaki itu dengan sorot mata yang tajam menatap sekumpulan para anak muda.
Sontak pernyataan itu membuat semua orang diam termasuk para petinggi king. Namun detik kemudian tepuk tangan seseorang terdengar dan mengalihkan pandangan.
" Wow semacam cuci tangan tuan ? " sinis Samuel terkekeh tengil. " biarkan aku berbicara terlebih dahulu dari para saudaraku. Pertama. Kau meminta harga khusus bukan ? jujur aku bisa saja memberikan nya tapi tidak seluruhnya tergantung jenis, tipe dan banyak nya barang yang kalian beli, Kedua. Kami memang tak akan melibatkan para pecundang yang hanya bersembunyi dibalik kokohnya suatu kelompok, ketiga, maaf namun permintaan itu tak bisa aku kabulkan !! ingin tahu alasan nya ? alasan nya hanya kami yang bisa memproduksinya tidak ada yang lain termasuk kalian !! jika ingin membeli hanya satu sempel yang aku berikan tidak lebih '' tegas Samuel dengan wibawanya. Semua orang menatap kearah Samuel lekat. Bahkan Athena tersenyum miring dibuatnya.
__ADS_1
" Aku pun demikian " ucap Kenneth menyetujui.
" Kenapa tak bisa ? bukankah kita akan memulai untuk berbisnis " ucap salah atau diantara mereka yang ternyata seorang wanita.
" tawaran yang kalian ajukan membuat kami tertawa. Cara berbisnis kalian sungguh membuatku geli '' sengit Isabella.
" Jaga ucapan anda nona Isabella !! '' geram wanita itu menatap putri bungsu Dave tajam.
" Jaga intonasimu saat berbicara dengan ku, aku tak segan mengangkat senjataku untuk menembus jantungmu '' sengit Isabella tanpa ragu meletakkan senjata kesayangannya di atas meja hingga mata semua orang terbelalak lebar. " Inilah yang aku tak suka. " lanjut Isabella lagi.
" Calm down Isabella. Ini belum berakhir '' ucap Athena lekat memberikan kode pada adik sepupunya. Isabella memalingkan wajah terlihat kesal dengan para tamunya.
para kelompok Colorum saling lirik hingga tatapan mereka justru berpusat pada Athena hingga gadis bermanik hitam itu menatap bingung pada sekelilingnya. Athena mengembuskan nafas nya secara perlahan.
" baiklah maafkan atas perlakuan kami. Namun kami tetap ingin bergabung karena kami sudah tua. Aku harap kau mengerti tanpa aku jelaskan nona Athena. '' ucap seseorang.
" baiklah aku akan berbicara kembali dengan para saudaraku. Namun aku harap saat keputusan kami sudah final kalian harus menerimanya tanpa menabuh genderang perang '' tegas Athena hingga kelompok Colorum mengangguk tanpa ragu.
Athena menekan tombol sesuatu hingga meja bundar itu muncul sebuah tablet berukuran besar. Athena menekan sesuatu hingga ketukan pintu yang terdengar tegas menjadi pusat perhatian. Beberapa pelayan datang dan membawakan banyak suguhan untuk para tamunya. Manik Isabella berbinar tat kala melihat beberapa cemilan manis yang memanjakan lidah.
" Nikmati hidangan nya " ucap Kenneth dengan lugas hingga semua orang hanya mengangguk ragu. Para petinggi king masih belum bisa mencerna dengan apa yang telah terjadi mereka seakan terjebak dalam persidangan yang baru saja usai.
__ADS_1
Valera bahkan menatap putra putrinya dengan lekat. Dirinya tak menyangka jika para anak-anak nya sudah mampu berdiri sendiri bahkan membuat jantungnya hampir meloncat keluar. Mereka tak menyangka jika para anak-anak mereka memiliki kekuasaan yang setara dengan king bahkan kekuasaan nya bertambah luas hingga negeri timur.
Para tamu di ijinkan untuk menginap karena tak mungkin mereka kembali dalam hari yang sama. Jane sangat senang bisa bertemu dengan Athena kembali hingga yang lainnya hanya bisa menggeleng tak jelas.
Keesokan harinya Blue mansion tampak ramai dengan orang-orang yang berlalu lalang. Beberapa pelayan serta koki ternama di sewa oleh Gabriel untuk memanjakan lidah para tamunya. Gabriel tak ingin memberikan kesan buruk pada mereka yang sudah datang berkunjung.
" Bagaimana ? " tanya Aisley
" Semuanya sudah siap nona. Anda bisa menunggu di meja makan '' ucap seorang lelaki muda dengan sopan. Aisley mengangguk tanda mengerti.
Meja makan sudah dipenuhi sebagian orang bahkan Isabella dan Maxim sudah duduk saling berdampingan dimana Dave yang menatapnya sangat tajam. Aisley memilih duduk disamping sang ayah hingga pandangan Dave beralih pada putri sulungnya.
'' Ada apa dad. Kenapa kau menatapku seperti itu ? " tanya Aisley bingung.
" Mungkin Daddy sedang iri dengan kemesraan ku dan juga max. Benar kan dad '' celetuk isabella seraya menyesap teh beraroma mawar di pagi hari. Dave memicing sehingga Maxim hanya mengulum senyum nya
" Apa kau sudah bertanya pada Daddy untuk mengijinkan mu memiliki kekasih Isa ? '' dingin Dave namun Isabella hanya tersenyum tipis menanggapi. Aisley diam dan mulai meminum teh yang telah di sungguhkan. Satu persatu orang telah berkumpul dimeja makan bahkan Athena pun sudah duduk manis disamping Remigio, mereka semua saling tatap saat Dave menatap Isabella dan Maxim tajam.
" Cepat atau lambat kami para anak-anak mu akan menikah dad. '' lirih Isabella dengan pandangan menunduk tak mau menatap. " Kenapa tak boleh ? Maxim mencintaiku begitupun dengan aku. '' lanjutnya lagi hingga Dave diam saat mendengar perkataan isabella. " Kenapa kau egois sekali dad. Apa maksud mu aku tak boleh memiliki kekasih begitu ? '' tanya Isabella kesal.
" Sudahlah Isa. Kau tidak bisa menikah terlebih dahulu sebelum aku menikah dengan Daniel '' saut Aisley hingga Dave tercengang bukan main. Jadi kecurigaan nya selama ini benar putri sulungnya menjalin kasih dengan Daniel. bahkan Valera yang mendengar nya hanya termenung saat salah satu anak didik nya mencintai putri dari sepupunya. takdir begitu misterius bukan ?
__ADS_1
Akhirnya drama itu usai begitu saja kala Dave tak bisa berkata-kata. Athena dan lainnya sarapan dengan tenang di pagi yang cerah ini bersama dengan kelompok Colorum yang akan bertolak menuju Mesir sore ini juga, Hingga para petinggi king akan mempersiapkan acara besar-besaran untuk menyambut hari besar mereka.