
DODODODORR
AGHHH
" no Daddy!! " teriak Elmer menggelegar saat melihat tubuh sang ayah diberondong peluru hingga George roboh dan memuntahkan cairan berwarna merah dari mulut nya. " Aghhh!!! " teriak Elmer lantang dengan berlari ke arah George dimana kini para anak buahnya datang dan mengepung musuh.
George terlihat tak bergerak membuat Elmer panik seketika, manik nya memerah kala melihat salah satu peluru bersarang di dada kirinya.
" No daddy! wake up " lirik Elmer dengan memangku kepala sang ayah dengan manik terpejam erat. " Dad aku mohon " lirih Elmer lagi hingga suara ledakan hebat terdengar dan membuat tatapan lelaki bermanik biru itu menoleh.
Terlihat Malvin datang membawa senjata pelengkap buatan nya, terlihat ayah dari serena itu membunuh musuh nya dengan sangat sadis.
" Elmer go! " teriak Malvin hingga lelaki itu sadar jika keadaan tak memungkinkan. Elmer berlari dengan belati di tangan nya lelaki itu dengan lihat menyayat musuh dengan sekali gerakan.
" Kepung mereka dan bunuh tanpa ampun! " teriak Malvin saat melihat musuh mulai menyelamatkan diri dan berpencar tak tentu arah. Pihak king dengan cepat memblokir jalan menggunakan bom yang langsung menewaskan itu hingga beberapa ledakan terdengar sangat memekakkan telinga.
kepulan asap serta kobaran api terlihat memenuhi hampir seluruh wilayah pertempuran. Elmer lelaki itu terduduk di samping tubuh sang ayah dengan manik yang menahan isak tangis.
__ADS_1
" George " lirih Malvin saat melihat tubuh teman masa kecil nya terbujur kaku dengan peluru yang bersarang hampir di seluruh tubuhnya. Malvin lunglai dan ikut terduduk di samping Elmer dengan pandangan yang tidak menentu.
Para anak buah king yang terlibat pertempuran dibuat terkejut saat melihat George harus gugur di medan perang. Elmer dan Malvin saling pandang dengan manik yang memerah menahan amarah.
Di sisi lain keberadaan Ezio.
helikopter yang di tumpangi Ezio dan Xinza terbang merendah disebuah kawasan perbatasan zona King. Manik keduanya terbelalak saat melihat tubuh Dyora tergantung bebas pada sebuah helikopter asing yang terbang tak jauh dari keberadaan mereka.
" Dyora " gumam Xinza saat melihat wanita yang menarik perhatian nya tak sadarkan diri tergantung pada pangkal pintu helikopter. Ezio menyipit tajam saat lelaki keturunan Oglo itu memanggil adik perempuannya. " Lambang itu " ucap nya seperti mengenali lambang berbentuk kalajengking.
" Kau mengenali mereka? " tanya Ezio bersuara rendah. Xinza terdiam namun sesaat mengangguk samar.
DUARRRR
Ezio dan Xinza terkejut saat mendengar ledakan tak jauh dari tempat keberadaan nya. Manik kedua pemuda itu terbelalak lebar saat melihat helikopter yang membawa Dyora oleng.
" Cepat! Waktu kita tak banyak. Seharus nya para anak buah Aslan bisa menahan mereka " ucap Ezio yang di angguki oleh Xinza yang ikut mengendalikan burung besi milik Ezio.
__ADS_1
DODODODORRRRR
Para anak buah Aslan bergerak dengan gesit saat mencoba menghalangi sebuah helikopter asing yang hendak landas disebuah kapal selam milik seseorang.
Mereka menggempur di setiap sisi hingga helikopter yang membawa Dyora terbang menukik tak tentu arah.
DODODODORRR!!
BYURRR
" Dyora!! " pekik Ezio panik saat melihat tubuh sang adik terlepas dari tali yang mengungkungnya hingga terjun bebas begitu saja ke perairan. " merendah! " pinta Ezio dan Xinza mengangguk cepat
kapal selam asing yang terus digempur anak buah Aslan menghilang begitu saja di lautan karena terus di gempur di seluruh sudut hingga helikopter asing yang mengudara dengan bebas berhasil di lumpuhkan oleh para anak buah Aslan.
Xinza membiarkan Ezio terjun begitu saja dengan membawa perlengkapan lainnya saat ingin menolong Dyora yang terjatuh kelautan dalam keadaan tak sadarkan diri, hal itu membuat Xinza menghubungi Ex saudaranya.
" Keadaan tak memungkinkan! Dyora terjatuh kelautan sedangkan ibunya entah kemana, hubungi Aslan untuk mendeteksi hal lainnya. " ucap Xinza saat sambungan itu terhubung begitu saja.
__ADS_1
Ex yang mendapatkan kabar itu tentu saja terkejut bukan main terlebih Valera yang mendengar percakapan mereka karena Ex sengaja membuat semua orang mendengar percakapan mereka.
Aslan yang tak perlu di perintah dengan cepat mencari target yang membawa Athena. Rupanya musuh kali ini sedang berbagi tugas dan mengecoh para keturunan king hingga Aslan tak menyadari jika George tewas di tempat.