King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Mulai runyam.


__ADS_3

Semua orang mengarahkan pandangannya pada dua peti yang akan dikebumikan. Makam Pram akan bersebelahan dengan Greta dan makam nyonya sofhia berada di depan makan milik Pram.


Beberapa orang lelaki bertubuh tegap dengan sigap melakukan tugasnya untuk menguburkan kedua jenazah dengan sangat hati-hati. Hening keadaan benar-benar hening hingga pada saat seseorang meminta ijin untuk mulai menutup kedua peti dengan gundukan tanah Valera seakan diam tak menjawab, maniknya tak terlihat karena tertutup oleh kacamata hitam miliknnya, begitupun dengan tuan Ramius dan Vyan putra lelakinya. Akhinya Remigio yang memberikan kode kepada para pekerja untuk segera melakukan tugasnya dan mereka mengangguk patuh walaupun ragu.


Perlahan-lahan peti itu tertutup dengan begitu sempurna, Hanya ada air mata dari orang-orang terkasih nya yang mengiringi kepergian kedua orang terkasih itu ketempat peristirahatan terakhirnya. Tuan Ramius tampak begitu terpukul karena kehilangan istri tercintanya dan juga orang kepercayaan nya yang sudah mengabdi sangat lama dengan keluarganya.


Semua orang memberikan penghormatan untuk terakhir kalinya, mereka membungkuk dengan pandangan menunduk dan terpejam lalu diakhiri dengan menaburkan bunga diatas gundukan yang masih basah.


Satu persatu anak buah king pamit mengundurkan diri dengan mengucapkan rasa bela sungkawa terlebih mereka tak bisa meninggalkan beberapa tempat dengan waktu yang begitu lama karena kabar penyerangan yang terjadi membuat semuanya semakin lebih waspada.


'' Kami turut berduka cita '' ucap Red salah satu anggota black road yang kini usianya tak lagi muda. Lelaki berkulit sawo matang itu sedikit menunduk di samping sang Lady yang masih terus menatap makam sang ibu.


" terimakasih Red '' ucap Valera lirih.


Semua orang kembali hening dan sunyi bahkan tuan Ramius terlihat enggan untuk meninggalkan tempat peristirahatan sang istri hatinya terasa begitu berat dan hampa bahkan sedari tadi tuan Ramius terlihat mengusap air matanya berkali-kali.


Lama mereka menunggu akhirnya tuan Ramius mengangguk pasrah setelah Vyan dan Valera mengucapkan untaian demi untaian kata agar sang ayah mau untuk dibawa kembali ke Mansion karena mereka khawatir dengan kondisi kesehatan tuan Ramius yang terlihat pucat dan kelelahan.


iring-iringan mobil dengan warna senada terlihat meninggalkan pemakaman pribadi milik sang Lady, bukan hanya tuan Ramius bahkan anak dan para cucunya terlihat bersedih harus meninggalkan tempat peristirahatan sang nenek untuk terakhir kalinya.


Tiga hari setelah nya, Markas utama.

__ADS_1


Valera memerintahkan seluruh jajaran nya untuk berkumpul di markas utama untuk membicarakan dan membahas kejadian yang merenggut dua nyawa orang terkasih nya.


Kini disebuah ruangan rahasia milik sang Lady mereka berkumpul layaknya mengadakan sebuah pertemuan besar-besaran, tak ada ekspresi yang ditunjukkan oleh sang lady saat ini. Tatapan tajam dan wajah datarnya kini kembali terlihat dan terlihat lebih menakutkan.


Wanita yang bergelar lady itu duduk dengan angkuh di kursi kebesarannya. Pakaian hitam dengan rambut yang diikat satu kian menambah kesan garang dalam diri wanita beranak dua itu.


" Penghianat! " ucap tiba-tiba Valera dengan datar dan dingin. Semua orang yang hadir disana sontak terkejut dan mengerutkan dahinya satu sama lain. Penghianat ? apa kemungkinan besar terjadi. Tapi siapa. ? " sistem king dengan begitu mudah diretas oleh seseorang. Lalu bagaimana bisa mereka masuk kedalam pertahanan yang aku buat dengan begitu ketat. '' pekik Valera dengan mata yang melotot lebar hingga membuat semua orang yang berada di ruangan itu tersentak kaget dibuatnya.


" Tapi siapa aunty ? '' ucap Isabella polos tanpa rasa takut setelah melihat Valera yang mulai tak terkontrol emosinya. Semua orang menatap kearah gadis cantik itu bahkan Dave dibuat kikuk seraya mengusap tengkuknya yang tak gatal.


'' itu sebab nya aku mengumpulkan kalian semua disini. Cari penghianat itu dan seret kehadapan ku!! '' dingin Valera menatap Isabella tanpa berkedip. '' Aku yakin salah satu anak buah ku ada seorang penghianat! '' tegas Valera lagi.


" Aku rasa paman Pram mengetahui sesuatu '' ucap Aisley membuka suaranya dan kini putri sulung Dave di tatap oleh orang-orang hingga sang lady pun ikut menatap dengan dahi mengeryit. " Entahlah firasat ku mengatakan demikian aunty. Jangan berburuk sangka terlebih dahulu ini hanya dugaan ku saja terlebih orang yang berhasil dilukai oleh paman Pram memiliki tanda yang sama persis dengan jasad aunty Greta saat ditemukan '' ucap Aisley dengan tegas dan berwibawa, putri sulung Dave itu begitu lugas menyampaikan pendapatnya sendiri dihadapan para petinggi king.


" Aisley bagaimana jika perkiraan mu salah " sarkas Isabella menatap Kakak nya ragu namun Aisley tersenyum miring.


" Jika perkiraan ku melesat ada dua hal kemungkinan. Aunty mengatakan penghianat itu artinya dia salah satu dari kita. Sekarang aku bertanya siapa yang mengetahui sistem pertahanan king jika bukan aunty Valera, aunty Greta dan hmmm.. paman Thomas '' ucap Aisley lagi hingga semua hening tak bersuara.


" Namun aku pastikan aku bukan penghianat! '' tegas Thomas seperti tersinggung saat Aisley mengatakan hak demikian.


" aku tak mengatakan demikian paman '' ucap Aisley terkekeh dan Thomas mendengus kecil dibuatnya. Sungguh putri sulung Dave ini diam-diam bermulut tajam dan penuh perhitungan.

__ADS_1


Valera diam saja seraya memikirkan apa yang baru saja ia dengar dari Aisley. Benar selama ini hanya dirinya, Greta dan Thomas yang mengetahuinya namun Valera sedikit ragu dibuatnya mana mungkin Greta dan Thomas menghianatinya.


" Sepertinya pada saat aunty Greta diculik, seseorang telah melakukan sesuatu padanya hingga tanpa sadar aunty Greta memberitahu sesuatu yang seharusnya tak ia lakukan '' ucap Athena yang akhinya membuat suara setelah ia mencerna apa yang dikatakan oleh Aisley. '' bukankah kasus aunty Greta belum sepenuhnya usai ? bahkan penculiknya saja belum kita dapatkan hanya beberapa petunjuk yang baru kita temukan '' lanjut Athena lagi dan semua orang mulai mengangguk pelan.


Syina dan Elena yang pada saat itu menangani kasus Greta mendadak lemas karena keduanya meluapkan permasalahan itu begitu saja hingga mereka menemukan kondisi Greta sudah tak bernyawa dengan keadaan yang cukup mengenaskan.


" Rubah semua sistem yang ada mulai detik ini. Dave bantulah Thomas saat ia memulai pekerjaan nya. '' dingin Valera dan Dave Setya Thomas mengangguk mantap.


kringgg kringgg


suara dering ponsel terdengar menggema disana. Athena yang ditatap semua orang mendadak kikuk dan tersenyum samar tangannya segera meraih ponsel milik nya dan melihat siapa yang menghubunginya.


" maaf " ucap Athena lalu menahan tombol hijau sebagai tanda sambungan sudah terhubung.


" queen. Kami menyelidiki kediaman tuan Diego dalam keadaan berantakan. Sepertinya baru saja terjadi pertempuran disini bahkan kami melihat darah berceceran yang sudah mengering " ucap seorang lelaki berbicara dengan tenang. Athena yang mendapatkan kabar buruk tentang keluarga Lavanya itu mendadak berdebar begitu saja.


" Apa tak ada petunjuk ? " ucap Athena tenang namun belum sempat orang itu menjawab terdengar suara baku tembak begitu saja hingga Athena terkejut bukan main " max !! " teriak Athena lantang hingga lagi-lagi mengejutkan semua orang yang berada di ruangan itu. Namun naas tak ada jawaban disana yang ada hanya suara aksi baku tembak yang terdengar keras dan lantang.


Athena mematikan sambungan seluler yang ada hingga Valera menyipitkan maniknnya seketika.


" Maaf mom. Sepertinya keluarga Gevariel sedang dalam masalah. Bahkan dalam acara pernikahan ku mereka tak datang. " ucap Athena sedikit cemas. Valera hanya mengangguk tanda mengerti bahkan Valera menyuruh Alland dan Brandon untuk mengikuti Athena hingga sampai tujuan. '' Sepertinya aku tak bisa ikut dalam rapat kali ini, beri tahu aku jika ada hak yang penting yang harus dibicarakan. '' ucap Athena dengan sopan dan tegas, semua orang mengangguk mantap membiarkan Athena pergi walaupun mereka penasaran apa yang telah terjadi dengan keluarga Diego.

__ADS_1


__ADS_2