King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
*Shoot two


__ADS_3

DODODODOR !!


Kenneth tersenyum miring kala kedatangan para orang-orang dari ibunya, sedangkan Malvin dibuat terkejut karena ia tak tau menahu soal hal ini sama sekali. Beberapa dari mereka ambruk dan sebagiannya berlarian untuk menyelamatkan diri dari peluru-peluru yang diarahkan ke tubuh mereka.


" tuan muda, anda tak apa ? " ucap salah satu dari mereka dan ternyata orang itu Asnee.


" tidak paman " ucap Kenneth datar tanpa ekspresi,


DORR !!


AGHHH


Kenneth terbelalak lebar saat bahu Malvin tertembak begitu saja, kemeja putih itu seketika berubah menjadi berwarna merah akibat luka tembak dari darah yang mengalir lumayan deras.


" paman kejar mereka semua !! " perintah Kenneth dengan tegas dan ia segera berlari kearah Malvin yang terduduk dengan wajah yang meringis menahan rasa kebas serta sakit di daerah bahunya " kakak, kau tak apa. Sebaiknya kita pergi dari sini " ucap Kenneth membantu Malvin untuk berdiri dan Malvin ia mengangguk saja bahkan kini wajahnya sudah sedikit pucat.


DODODODOR !!!


PRANGGG.


" sial. " umpat Kenneth saat dirinya dan juga Malvin telah berhasil masuk kedalam mobil, dan untung saja hanya kaca mobil Kenneth yang mulai retak akibat rentetan peluru yang diterimanya.


Malvin menatap area sekitar ternyata masih ada beberapa orang yang berada di balik pepohonan untuk bersembunyi, suara rentetan peluru lagi-lagi terdengar dimana para anak buah king kini berpencar hanya untuk melumpuhkan musuh.


" Kenneth, cepat ... cepat pergi dari sini " ucap Malvin sedikit meringis dan Kenneth mengangguk paham.


mobil Kenneth melaju dan meninggalkan para orang-orang ibunya untuk menyelesaikan tugas akhir walaupun beberapa orang musuh masih saja keras kepala.


Kenneth melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal, saat ini Malvin butuh pertolongan karena wajah pucatnya kian membuat Kenneth panik.


sepertinya jalanan yang mereka lalui benar-benar sudah direncakan, tidak ada mobil lainnya yang lewat bahkan terlihat epik seperti sesuai rencana.


" mereka mengejar " ucap Malvin masih bisa bertahan dan Kenneth melihat kearah kaca spion miliknya. Luka di bahu Malvin kian kebas dan terasa sedikit ngilu ditambah kondisi tubuhnya sedang tidak prima.


mobil yang mengikutinya dari arah belakang kian mendekat dan seperti hendak menabrakkan dirinya begitu saja, dan benar Kenneth yang cepat membanting setir kemudinya kearah kiri hingga mobil itu tak bisa menyentuh mobil miliknya.

__ADS_1


Malvin merasa adrenalin nya dipacu dengan hebat, dadanya berdebar dan berdetak dengan cepat, Kenneth mengendarai mobil nya dengan sangat liar dan sedikit gila.


" Kau tenang saja kak, kita tak akan mati dengan cepat " ucap Kenneth datar seraya melirik Malvin dari balik kaca yang tepat di depan matanya itu.


DUARRRR


Kenneth maupun Malvin terkejut saat mendengar suara ledakan hebat, dan ternyata mobil yang mengikutinya tadi tiba-tiba meledak begitu saja dengan api yang mulai membungbung tinggi keatas.


Malvin melihat kearah sekitar, ternyata ada para anak buah king yang membantu dan membuat mobil sialan itu hangus terpanggang dengan sang pengemudi nya di dalam.


lima belas menit berlalu akhirnya Kenneth telah tiba di sebuah rumah sakit besar, Kenneth segera meminta beberapa perawat untuk membantu Malvin yang mulai kehilangan kesadarannya walaupun manik itu masih menatapnya sayup.


" kak bertahanlah, kau akan baik-baik saja " ucap Kenneth memberikan semangat pada Malvin yang mulai dinaikan di atas kursi roda berbaring itu.


Malvin segera ditangani oleh dua orang dokter sekaligus, mereka terkejut karena kedatangan putra sekaligus cucu pengusaha konglomerat terkenal disana, bahkan beberapa bisnis milik sang ayah maupun sang kakek masih berada di puncak tertinggi hingga saat ini.


Kenneth duduk diruang tunggu seorang diri, tangannya ia lipatan diatas dada sembari kedua mata yang terpejam sempurna, satu jam telah berlalu tapi belum ada tanda-tanda para tenaga medis itu akan keluar.


Kenneth kian panik dan merasa jantungnya berdebar-debar bagaimana Malvin terluka karena ingin melindunginya, tapi justru nasib buruk menimpa lelaki dewasa itu.


*****


" selamat datang tuan George " ucap kepala maid yang usianya hampir setengah abad, dengan pakaian yang rapi berwarna hitam.


" ahh ya, tolong siapkan secangkir kopi untukku " ucap George sopan dan kepala maid itu langsung mengangguk dengan patuh.


George segera naik ke lantai tiga dimana kamar pribadinya berada, sepi dan hening bahkan Valera dan lainnya tak terlihat di area itu, tak lama seseorang mengetuk pintu kamar miliknya.


" tuan ini kopi anda " ucap maid tersebut dan George mengambilnya lalu mengucapkan terimakasih.


waktu terus berlalu kini waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, George turun karena perutnya merasa lapar dan tak nyaman.


" mamih " seru George saat melihat Valera yang duduk tanpa memakan apa-apa. Valera tersenyum menyambut putra sulungnya.


" kau sudah pulang ? mamih kira kau tak akan pulang " ucap Valera lagi dan George hanya terkekeh tipis.

__ADS_1


" dimana yang lain nya ? " ucap George memicingkan matanya sembari menatap kearah Valera uang asyik meminum sesuatu.


" papih dan Athena pergi ke Amerika tadi malam " ucap Valera lagi hingga George terkejut bukan main, Athena pergi ke Amerika tanpa memberitahu kan hal ini kepada dirinya ? George seketika merasa hawa tubuhnya panas saat ini.


valera tersenyum saat melihat raut wajah George yang memerah dengan memegang sendok yang terkepal sempurna.


" sudah tak apa-apa, mereka hanya pergi sebentar untuk memastikan nyonya Rosalina baik-baik saja " ucap Valera dan George hanya mengangguk kecil.


" nyonya Rosalina sakit ? " ulang George lagi dan Valera mengangguk membenarkan " apa keadaanya memburuk ? " tanya George.


" semoga tidak sayang, " ucap Valera tersenyum dan George hanya mengangguk lagi " ohh dimana Kenneth, bahkan mobilnya tidak ada di garasi " ucap Valera yang teringat akan putra bungsunya itu.


tak lama ponsel Valera berdering dan ternyata Kenneth menghubunginya, Valera dengan cepat mengangkat panggilan dari putra bungsunya itu.


" Kent, kau belum pulang ? '' tanya Valera dengan lembut.


" maaf mom, aku akan pulang terlambat ada sedikit masalah. Kak Malvin tertembak dan aku sedang berada di rumah sakit kini " ucap Kenneth memberitahukan hal ini pada sang ibu.


" tertembak ? apa yang terjadi " ucap Valera cemas dan George uang mendengar nya dibuat panik seketika, " Kent kau tunggu kedatangan mommy disana " ucap Valera sedikit tegas dan Kenneth mengiyakan ucapan sang ibu. Valera langsung memutuskan panggilan tersebut dan menatap George " ayo kita harus menyusul Kenneth kerumah sakit, Malvin tertembak " ucap Valera sehingga George membelalakkan matanya selebar mungkin saat mengetahui jika sahabatnya itu tertembak.


George dan Valera segera bergegas menuju rumah sakit menggunakan mobil mewah milik George, Valera harap-harap cemas dibuatnya hingga pandangannya tak menentu menatap jalanan ibu kota yang terasa ramai dengan kerlap-kerlip lampu cahaya yang berwarna disepanjang jalan.


tak butuh waktu lama mereka telah tiba dirumah sakit yang telah Kenneth ucapkan tadi, George dan Valera berjalan dengan langkah tergesa-gesa, hingga langkah mereka menuju lantai lima dimana Kenneth sedang duduk termenung seorang diri tanpa siapapun yang menemaninya.


" Kent " ucap Valera sedikit berteriak hingga lamunan Kenneth buyar dan segera berjalan kearah sang ibu serta memeluknya erat Valera balas memeluknya dan mengecup dahi Kenneth lembut. " bagaimana keadaan Malvin ? " tanya Valera.


" baik, tapi kak Malvin masih belum sadarkan diri sedari tadi. Aku takut mom " ucap Kenneth lagi Valera mengelus lembut punggung putranya itu, seakan mengatakan jika semuanya baik-baik saja.


George menatap sahabatnya dari balik kaca dengan tabir yang terbuka walaupun hanya sedikit, ia bisa melihat tubuh Malvin sedikit miring karena luka tembak pada bahunya itu.


George penasaran apa yang telah terjadi hingga Malvin berada ditempat seperti ini, Kenneth duduk disamping sang ibu sembari mengenggam erat tangan nya.


tak lama Asnee datang dengan dua orang lelaki bertubuh besar dibelakangnya, kedatangan George dan Valera cukup membuat Asnee dan dua orang lainnya terkejut dan sedikit gugup.


" lady " ucap Asnee menyapa dengan sopan dan Valera hanya mengangguk dengan tatapan mata yang seolah meminta penjelasan. George yang sudah tau meminta Valera dan Asnee berbicara dan Valera mengangguk lalu mereka mulai menjauh dari sana.

__ADS_1


George menepuk pelan bahu Kenneth dan pemuda itu seketika menatap manik biru George dengan tatapan biasanya, George tersenyum tipis.


" semuanya akan baik-baik saja " ucap George dan Kenneth mengangguk.


__ADS_2