
sudah tiga hari berlalu semenjak Kenneth membawa Larissa dari cengkraman lelaki asing itu kini putrinya tampak lebih pendiam tidak seperti biasanya yang akan lebih cerewet jika berada di mansion.
Elisya yang menyadari keanehan dari putrinya merasa ada sesuatu hal yang tidak dirinya ketahui. Larissa menatap lurus kedepan dimana pemandangan malam sedang dirinya nikmati.
" Kau belum tidur? " ucap Elisya lembut membuat Larissa menoleh dengan cepat. " ada apa hmm? kau baik-baik saja? '' tanya Elisya lagi dan Larissa hanya mengangguk kecil.
" Mom dimana Daddy? " tanya Larissa menanyakan sosok ayahnya yang tak ia lihat selama berada di mansion.
" Daddy mu sedang mengurus sesuatu bersama dengan kakek '' ucap Elisya lagi " Ada apa? kau membutuhkan sesuatu dari ayahmu? '' tanya Elisya lagi.
" Tidak mom. Besok aku akan keluar kemungkinan Aria akan menjemput ku! '' ucap Larissa lagi berbicara pada sang ibu karena ia tahu jika sang ibu terasa berat mengujikan dirinya untuk keluar dari mansion setelah apa yang terjadi selama hampir tiga bulan ini. " mommy tenang saja. Aku akan gold mansion, Mike dan Mikael berada disana mommy tak perlu khawatir. '' ucap Larissa lagi dan pada akhirnya Elisya mengangguk dan memberikan ijin pada putrinya untuk keluar.
**********
Disisi lain Dyora sedang berada di bandara karena sedang menunggu kedatangan seseorang. Alland dan Sean tak luput mengekori kemana nona mudanya melangkah.
" nona sebaiknya kita tunggu saja disini! bagaimana? " tanya Sean kepada Dyora yang terlihat sangat menunggu kedatangan seseorang.
" Sean berhenti berbicara. Aku takut dia tersesat! " gerutu Dyora lagi terlihat kesal kepada salah satu bodyguard nya itu. Sean mengusap hidungnya yang tak gatal sungguh menjaga gadis muda yang satu ini harus mempunyai kesabaran yang lebih.
" bagaimana jika aku yang menjemputnya. Nina tunggulah disini bersama dengan Alland. Bagaimana? '' tanya Sean lagi namun Dyora dengan cepat menggeleng membuat Alland dan Sean saling melempari pandangannya satu sama lain.
" Heii kalian cepatlah. " ujar Dyora lagi sedikit berteriak kala melihat Sean dan Alland hanya diam mematung di tempatnya. " dia sudah berada di pintu keluar '' ucap Dyora lagi membuat Sean dan Alland hanya mengangguk saja.
sepanjang perjalanan Alland dan Sean tentu saja mengawasi sekitar nya dengan mata tajam mereka. Apalagi sebuah bandara yang ramai di kunjungi oleh orang-orang. Apalagi mereka khawatir jika disini ada musuh yang sedang berkamuflase.
Dyora sedikit berlari kala melihat siluet seseorang yang sedang berdiri memakai pakaian serba hitam. Senyum nya mengembang saat melihat orang itu.
__ADS_1
" Ar..Arnold !! '' teriak Dyora senang hingga lelaki yang dipanggil Arnold itu menoleh dan ikut melambaikan tangannya. Dyora berlari dengan begitu gembira tanpa memperhatikan sekitanya hingga tanpa sadar gadis berambut coklat susu itu telah menabrak seseorang.
BRUKKK
" Nona! " teriak Alland dan Sean panik saat melihat putri Athena justru tersungkur begitu saja setelah tak sengaja menabrak seseorang Arnold segera berlari dan menghampiri Dyora. yang kala itu sedang meringis.
" ahh.. sakit sekali '' rintih Dyora seraya menekan mata kakinya yang sedikit berdenyut. Alland membantu Dyora untuk segera berdiri saat melihat jika Arnold cukup kesulitan untuk memapah tubuh Dyora yang sedikit berisi.
" maafkan nona kamu tuan '' ucap Sean terdengar sopan menatap lelaki muda bertubuh tinggi di hadapan Dyora. Lelaki itu mengeryit dan menatap Sean datar hingga pandangan Dyora dan lelaki itu saling bertemu.
Dyora terpaku saat melihat tatapan lelaki itu seolah sedang ingin melahap nya hidup-hidup. Manik biru Dyora sedikit gugup saat melihat bagaimana lelaki itu menatapnya dengan tajam.
" maaf '' hanya itu yang Dyora ucapkan dengan manik yang tak berani menatap.
" Kau ceroboh lain kali kau harus lebih berhati-hati '' ucapan tegas itu mengalun pelan membuat detak jantung Dyora berpacu lebih cepat. Setelah mengatakan hal itu lelaki itu pergi begitu saja mengabaikan tatapan Alland dan juga Sean yang kian menajam.
" Nona sebaiknya kita pergi dari sini! " ucapan Sean membuyarkan suasana hingga Arnold mendelik sinis begitupun dengan Dyora. Alland hanya tersenyum tipis saat melihat raut wajah Dyora yang sudah mengerucut kecil dengan mata yang terus mendelik sinis kearah Sean.
sudah bukan rahasia lagi jika putri Athena ini tak menyukai Sean yang berada di sekitarnya. Bahkan Alland masih mengingat betul bagaimana Dyora merengek pada dirinya agar tak mengikutsertakan Sean kemana pun dirinya pergi.
Namun Alland tak bisa berbuat apapun apalagi menuruti keinginan Dyora yang menurutnya sangat mustahil. Sean dikirim langsung oleh Remigio untuk ikut mengawasi Dyora setelah terjadi penyerangan beberapa bulan yang lalu.
" Arnold apa ibumu tau kau kemari? '' tanya Dyora lagi.
" tentu saja bahkan ibu dan nenek ku membawa hadiah untuk mu '' ucap Arnold lagi hingga manik Dyora berbinar seketika.
" wahh benarkah itu? jika begitu berikan hadiah itu langsung padaku Arnold " ucap Dyora polos hingga Arnold mendengus kasar dan memalingkan wajah nya kearah samping karena kesal. " Paman Alland kita ke Gold mansion aku yakin nenek pasti senang karena Arnold mengunjunginya. '' ucap Dyora lagi dan Alland hanya bisa menuruti perkataan gadis itu
__ADS_1
Sesampainya di Gold mansion kedatangan Arnold tentu saja disambut hangat oleh sang tuan rumah terlebih Remigio yang sudah mengenal baik cucu salah satu sahabat nya itu.
" Lama tak berjumpa Arnold..kau tumbuh besar dan tinggi seperti ayah mu '' ucap Valera lagi dan Arnold hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Valera yang terkesan menggodanya.
" Nenek apakah Elmer ada disini ? " ucap Dyora tiba-tiba hingga dahi Valera mengeryit heran. " Aku hanya bertanya nenek '' ucap Dyora saja hingga valera terkekeh pelan dibuatnya.
" Tidak ada kakak mu sedang bekerja dengan Ezio '' ucap Valera lagi dan Dyora hanya menganggukkan kepala nya pelan " ada apa? '' tanya Valera lagi.
" Nenek. Pasti kau sudah tau jika kedatangan Arnold kemari bukan hanya sekedar berkunjung '' ucap Dyora lagi dan valera hanya diam menyimak " aku dan Arnold merencanakan berlibur bersama '' ucap Dyora lagi sedikit gugup. Arnold yang melihat Dyora terlihat tak yakin dengan cepat ikut berbicara.
" Aku mengajak Dyora pergi ke Amerika nenek. Karena Jovanka akan merayakan ulang tahunnya disana. '' ucap Arnold lagi dan Valera terlihat diam menatap Dyora dan Arnold lekat.
" Jovanka? " picing valera dan Arnold mengangguk kecil. " Jika begitu apa ibu dan ayah mu berada disana? " ucap Valera lagi penasaran.
" ibu ku tidak datang. Hanya ayah dan kakek ku yang berada disana. Kemungkinan keluarga kakek Romeo akan tiba esok hari '' ucap Arnold lagi seketika Valera melirik kearah Remigio.
" Aku lupa membicarakan hal ini padamu sweatheart '' ucap Remigio lagi dengan kikuk.
" Jika begitu kita pergi bersama '' ucap valera lagi hingga Remigio, Dyora dan juga Arnold terdiam namun detik kemudian mereka bertiga mengangguk setuju.
Lagipula Valera sudah lama tak datang dalam acara penting jamuan ORTAXS. Terlebih Jovanka adalah cucu lelaki Akayama yang merupakan salah satu sahabat suaminya itu. Seperti sebuah kehormatan jika Lady dari king mau mengunjungi acara ulang tahun salah satu cucu anggota ORTAXS itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys maaf yah kemarin bolong up ea karena ada sesuatu yang harus dikerjakan terlebih dahulu, ini keren up pagi yahh semoga sore atau malam bisa up lagi.
see you ❤️❤️❤️
__ADS_1