
Kediaman Ryunnal Dexa.
Kedatangan Valera dan George tentu saja membuat Ryunnal dan Karen gugup sekaligus takut dan merasa was-was dalam hati mereka.
Kini valera duduk dengan elegan yang terkesan angkuh sembari menatap datar Ryunnal dan Karen sedangkan George hanya diam saja tapi wajahnya sangat minim ekspresi.
" Aku turut berduka cita atas kematian istrimu tuan Ryunnal " ucap Valera memulai pembicaraan nya dengan nada tenang. " Aku tau kau marah dan bahkan membenci putriku. Dan ya bisa aku tebak mungkin kau akan merencakan sesuatu yang buruk terhadapnya bukan ? " tenang Valera dan Ryunnal diam dengan sebuah senyuman tersungging di bibirnya.
" Aku tak bisa meragukan analisis mu Lady " ucap Ryunnal berbicara dengan formal dan Valera terkekeh kecil " putrimu telah merenggut nyawa istriku " ucapnya lagi.
" Lalu aku harus bagaimana ? " ucap Valera bertanya dengan sikapnya yang tenang seakan tak terkecoh dengan keadaan walaupun firasatnya mengatakan tak baik-baik saja.
" Maka nyawa dibalas dengan nyawa ! " tekan Ryunnal dengan tegas dan wajah yang memerah menahan amarah.
BRAKKKKKK
George menggebrak meja dihadapannya hingga Karen terkejut dibuatnya, Valera mengelus lembut bahu putra nya itu dan memberikan sebuah senyuman tipis untuk nya.
Valera masih bersikap tenang walaupun keselamatan putrinya akan terancam tapi Valera mengapresiasikan keberanian Ryunnal yang berbicara seperti itu yang terkesan sedang menatangnya.
" kau benar tuan Ryunnal maka nyawa dibalas dengan nyawa " ucap Valera lagi dan George mengerutkan dahinya pelan lalu menatap bingung pada Valera yang duduk di sampingnya. " ya itupun ada dalam kamus dan prinsip ku. Tapi kau berkali-kali mengusik putriku bahkan mencoba dan berniat membunuhnya sebelum istrimu tewas di tangan Athena " timpal Valera lagi dan Ryunnal seketika gugup dibuatnya. " Jadi wajar jika Athena melakukan hal demikian karena sebenarnya kau lah yang menyebabkan istrimu tewas " sinis Valera dengan senyum tipis nya itu.
" Bagaimana jika aku membunuh putrimu ? " tanya Ryunnal menyeringai kecil.
DORR !!
Karen menjerit dan Ryunnal berteriak kesakitan karena lengan atasnya ditembak oleh George dari jarak yang cukup dekat, sempurna bidikan itu sungguh sempurna.
Lelaki dewasq bermanik biru itu telah menahan segala amarahnya didalam hati, terlebih kini Athena seperti sedang menghindarinya itu semua karena perjodohan konyol itu ditambah Karen dan Ryunnal yang mengusik kehidupan gadisnya.
" George kau !! " sentak Karen dan langsung menoleh kearah sang paman yang sedang merintih kesakitan. Manik Ryunnal menatap nyalang pada George dan Valera hanya diam saja tapi sebuah senyum tipis terbit di wajahnya.
" Jangan berpikir lebih tuan Ryunnal. Kau akan menyesal jika sampai hal itu terjadi. Rupanya aku terlalu berbaik hati padamu dan aku juga terlalu menghiraukan kelakuan mu Karen. " datar George dengan gaya angkuhnya.
" Kau yang buta cinta pada seorang gadis kecil seperti dirinya George !! Sekarang lihat aku ? apa kurangnya aku untuk mu George !! " teriak Karen histeris " aku dewasa dan aku memiliki segala nya " lanjutnya lagi hingga George tertawa terbahak-bahak dibuatnya.
__ADS_1
" Kau tak kurang apapun Karen, hanya satu kau bukan wanita yang ku inginkan. " ucap George dengan penuh penakanan.
" gadis itu benar-benar telah menghancurkan segalanya, dia merebut mu dari ku " ucap Karen.
" Jangan lupa gadis yang sedang kau bicarakan adalah putriku. " ucap Valera dengan sorot mata yang tajam menatap wanita di hadapannya itu yang sedang menangis tak karuan.
" Ya dia memang putrimu nyonya Valera, putrimu benar-benar gadis tak tau malu bahkan ia sangat mirip dengan monster !! dia menyiksaku dengan kejam dan dia juga mencambuk ku tanpa perasaan. Benar-benar iblis " tekan Karen dan Valera tersenyum miring dibuatnya.
" Ya dia memang luar biasa bukan ? " Picing Valera lagi dan Karen semakin membenci sosok Athena " Aku peringatkan padamu Karen. Jika kau merencakan hal buruk terhadap putriku maka aku sendiri yang akan menangkap mu dan mengurung di tempat terindah milikku " ucap Valera dengan seringai jahat nya. " itupun berlaku untuk mu Ryunnal. Aku tak akan melepaskan siapa saja yang mengusik ku bahkan keluargaku terlebih anak-anak ku. Aku akan memberikan hukuman setimpal untuk orang itu, dan kini kau harus kembali ke England dan jangan pernah menginjakkan kakimu di sini lagi itupun berlaku untuk mu Ryunnal " tegas Valera tak ingin terbantahkan.
" Tidak bisa !! " sentak Ryunnal seraya menahan rasa sakit di lengan nya akibat tembakan George.
" Kenapa tidak bisa ? '' Picing Valera.
" siapa kau beraninya mengatur ku dan juga Karen !! " erang Ryunnal dan Valera hanya tersenyum samar.
" Apa perlu aku jabarkan siapa identitas ku padamu tuan Ryunnal ? Aku yakin kau pun tau siapa aku bukan ? hahahaha ada apa dengan wajahmu itu, bahkan jika aku mau menendang mu saat ini juga akan aku lakukan tapi lihat. Aku masih berbaik hati padamu '' ucap Valera marah menatap garang Ryunnal dengan tajam bahkan Karen merasa ketakutan saat melihat wanita dihadapannya itu berbicara dengan nada yang begitu tinggi.
Valera berdiri dan lagi-lagi ia terus menatap tajam Ryunnal dan Karen secara bersamaan lalu dengan tegas mengatakan beberapa hal yang membuat mereka berdua semakin takut.
Tiga hari berlalu, AX series club's.
para generasi kini sedang berkumpul bersama menikmati waktunya dengan hiburan semata, dimana sebuah meja bundar yang sangat besar berada di depannya, berbagai minuman kelas dunia terhidang rapi disana.
Gaya mereka sungguh elegan dan terkesan angkuh, tak ada mimik wajah manis yang menebar keramahan. Nyatanya mereka semua menampilkan wajah datar tanpa ekspresi dengan sorot .mata yang menatap tajam bagaikan sebuah ujung pedang yang sangat tajam.
Samuel menghidupkan rokok mahalnya lalu menyesapnya dengan perlahan, matanya menatap liar pada wanita-wanita yang sedang menari seirama.
sedangkan Gabriel dan Kenneth serta Alexandrea menikmati minumannya masing-masing yang berada dalam genggamannya.
Jika dilihat para lelaki muda itu sungguh nampak seperti lelah dewasa, sikapnya yang dingin dan tenang membuat para wanita uang berada di sana menatap dengan penuh penasaran.
" kondisikan matamu Sam " ketus Isabella menatap sinis Samuel dan lelaki itu hanya terkekeh kecil dibuatnya. " ckckck. Dasar !! " cibir nya lagi.
" sayang sekali jika mereka tak aku lihat dan aku nikmati Isa " saut Samuel menanggapi perkataan Isabella dengan senyum jenaka nya.
__ADS_1
" menjijikan " bibir Aisley dengan matanya yang menetap kearah samping dimana seorang wanita hendak mendekati meja mereka.
Alexa yang saat itu sedang asyik menikmati permen berperisa melon dibuat tercengang dengan kehadiran wanita dewasa berpakaian yang menurut dirinya itu sangat jelek sedang menatap Kenneth.
Athena dan Elisya terlihat tak tertarik dengan hal itu ia sibuk memainkan ponsel nya untuk memainkan sebuah game yang membuat keduanya tak menghiraukan keadaan sekitar.
" boleh aku bergabung? " tanya wanita itu menatap para pria muda dengan mata yang berbinar-binar, wanita itu turut memperhatikan pakaian-pakaian bermerek Kenneth dan lainnya.
" maaf, kau tak bisa bergabung ! " tegas Aisley menampilkan wajah datarnya dengan sorot manik tajam dan tenang.
" kenapa ? " Picing wanita itu.
" karena kami tak menerima orang asing " saut Isabella yang ikut menimpali dengan senyuman tipis yang persis seperti mengejek.
" Apa kalian tidak tau siapa aku " ucapnya mulai merasa kesal dan Isabella hanya tertawa kecil dibuatnya. " ckckck. Kalian masih muda tapi sudah berada di sini. Sungguh sangat disayangkan. Tapi hmm.. siapa nama mu tampan ? " ucap wanita itu seraya berjalan mendekati Kenneth dan Gabriel yang duduk tak jauh disampingnya.
Kenneth maupun Gabriel memilih diam dan sibuk dengan dunianya masing-masing. Para pengawal yang menjaga tuan dan nona mudanya hanya bisa memperhatikan dan menatapi wanita itu datar.
" pergi " ucap Alexandrea tiba-tiba dengan dingin tanpa mau menoleh kearah wanita yang menurutnya persis seperti badut.
" kau mengusir ku " tanya wanita itu dengan membelai tangan Alexandrea dan Alexandrea mengangguk tegas.
" maaf Nona. Sebaiknya anda pergi dan jangan ganggu tuan serta nona muda kami " ucap salah atau pengawal dengan tegas dan langsung menarik tangan wanita itu untuk menjauh dari para monster muda yang mengerikan.
Wanita itu menatap penuh amarah pada sekumpulan orang-orang dimana banyak nya para pengawal yang mengelilingi mereka. Isabella tersenyum sinis tapi detik kemudian maniknya terbelalak saat menangkap seseorang yang sedang tersenyum menyeringai kearahnya.
Isabella tiba-tiba teringat akan perlakuan dia kala itu, tangannya terkepal sempurna tapi maniknya memerah seketika.
" Ada apa Isa ? " ucap Gabriel yang menyadari jika ada sesuatu yang terjadi pada putri bungsu salah atau petinggi king itu.
" Dia disini ? '' sinis Isabella dan semua orang ikut memandang kearah Isabella '' Lelaki itu ada disini. !! " tegas Isabella.
" who? " Picing Alexa merasa aneh, tapi Isabella tak menjawab dan ia justru menarik senjatanya lalu ia sembunyikan dibalik pinggang nya. Lelaki itu yang tau jika Isabella terus menatapnya segera bergegas dari tempat itu.
" TUTUP SEMUA PINTU AKSES DARI TEMPAT INI !! " pekik Isabella lantang hingga semua orang dan para pengawalnya terkejut tapi detik kemudian mereka mengangguk tegas.
__ADS_1