
satu Minggu sudah George berada di England, hari-hari gadis bermanik hitam itu mendadak suram dan tak bersemangat, sepertinya George sama hal nya dengan sebuah heroin yang menjadi candu untuk dirinya, hal serupa pun dirasakan oleh George yang selama seminggu ini hanya menatap wajah cantik yang selalu ia rindukan melalui layar ponsel miliknya.
Hari ini entah mengapa Athena mendapatkan sebuah pesan notifikasi dari Malvin jika ia harus datang ke restoran X malam ini, dan Malvin mengatakan jika Athena harus berdandan secantik mungkin, ia yakin jika gadis bermanik hitam itu tak akan menyesal.
" Hmmm kejutan ? aku suka dengan sebuah kejutan. " gumam Athena tersenyum manis, lalu ia beranjak untuk bersiap-siap.
Aroma vanila terasa begitu pekat diruangan itu, Athena memutuskan untuk memilih aroma yang begitu menenangkan, Sebuah long dress berwana hijau tosca dengan memperlihatkan bahu dan belahan dadanya semakin membuat Athena menjelma menjadi gadis yang sangat cantik.
rambutnya ia urai dan memberikan sentuhan bergelombang halus pada rambutnya agar terkesan lebih natural, sepasang sepatu hills melekat indah pada kaki jenjangnya, Athena memperhatikan diri nya pada sebuah cermin yang berukuran besar dan lebar.
" sempurna " gulma Athena tersenyum lembut saat melihat tampilannya yang memuaskan ini.
Remigio memicingkan matanya saat melihat sang putri malam ini, sebuah long dress menjadi pusat perhatiannya kini. Athena tersenyum dan langsung menghampiri sang ayah dan mengecup pipinya singkat.
" kau ada acara ? " tanya Remigio dan Athena hanya mengangguk kecil. " biarkan Sean yang mengantarmu sayang " ucap Remigio lagi.
" ya baiklah, mommy dimana ia ? " tanya Athena lagi.
" mommy mu belum pulang mungkin sebentar lagi " ucap lembut Remigio.
" baiklah jika begitu aku pergi dad. " ucap Athena memeluk dan mendekap tubuh sang ayah, Remigio balas memeluk dan mencium pucuk kepala putrinya itu.
Restoran X.
sepi ? hening ? bahkan tak ada pengunjung membuat Athena mengeryitkan dahinya pelan, ia menatap sekelilingnya dengan teliti dan cermat. Langkah kakinya terus berjalan secara perlahan walaupun Athena sedikit ragu.
Apakah kak Malvin mengerjai ku. Batin Athena.
Athena memutuskan untuk menghubungi Malvin dan dengan cepat Malvin mengangkat panggilan tersebut, Athena langsung memberi kan beberapa pertanyaan yang membuat Malvin harus menjawabnya dengan sabar.
" naiklah ke lantai paling atas, Athena. Kau akan menemukan kejutan mu disana " ucap Malvin lalu mematikan sambungan teleponnya dengan sepihak tanpa mau mendengarkan jawaban dari gadis bermanik hitam itu, Athena menggerutu pelan dibuatnya.
" Baiklah jika begitu, mari kita lihat apa kejutannya " ucap Athena antusias.
__ADS_1
seorang pelayan wanita menunduk hormat saat ia bertemu dengan Athena dan Athena hanya tersenyum tipis, pelayan itu membawa dan mengantar Athena hingga ke lantai teratas.
Athena hanya diam dan memperhatikan keadaan sekitar hanya untuk berjaga-jaga, seorang Lelaki berperawakan tegap dengan wajah pahatan bak seorang dewa sedang tersenyum sembari memperhatikan gadisnya.
manik birunya tak luput melihat kearah Athena yang tampil sangat cantik dan menggoda.
Kau memang wanita ku. batin George.
" silahkan nona " ucap pelayan itu membuka pintu dan Athena masuk, sebuah pemandangan terbuka yang menampilkan langit malam yang bertaburan bintang menjadi icon yang begitu menyejukkan.
kaki jenjangnya perlahan maju dan melihat ada sebuah buket bunga mawar yang sangat besar di atas meja, jantung nya berdegup kencang saat penciumannya menangkap aroma lelaki yang ia rindukan beberapa hari ini.
" aku sangat merindukan mu sayang " ucap tiba-tiba seorang lelaki memeluk tubuh Athena dari arah belakang dan mengecup tengkuk putih milik gadisnya dengan sentuhan lembut.
" Kak " cicit Athena dan ia memutar tubuhnya dan seketika lelaki bermanik biru itu tersenyum lembut dengan tatapan penuh cinta. Athena langsung memeluk tubuh itu tanpa sungkan dan ragu membenamkan wajahnya di dada menghirup dalam-dalam aroma yang begitu ia rindukan. " aku merindukan mu " cicit Athena lagi dan George hanya terkekeh lalu menangkup wajah Athena dengan lembut.
" benarkah ? bahkan aku lebih jauh merindukan mu " ucap George berbisik pelan seraya memperhatikan wajah Athena lekat-lekat.
" it's surprise for you darling " ucap George Maraih tangan Athena dan mengecup lembut punggung tangan gadisnya disana.
Athena merona malu dengan senyum yang terkulum indah, manik hitamnya menatap sayu pada George. Lalu detik kemudian bibirnya dengan cepat mencium bibir George.
George membalas setiap sentuhan lembut dari gadisnya hingga mata keduanya sama-sama terpejam karena menikmati, tangan kekar George mengelus lembut punggung Athena dengan mesra.
belitan benda tak bertulang itu semakin gencar dan lihai, suara decapan-decapan penuh kenikmatan terdengar seirama, angin yang sejuk menerpa tubuh keduanya membuat aroma semerbak bercampur menjadi satu.
" Dasar nakal " ucap George saat tautan mereka terlepas dan George mengelus lembut bibir Athena yang sedikit membengkak dan merekah menggoda itu.
" Aku hanya nakal dengan mu kak " ucap Athena lagi dan George tersenyum lalu mengecup dahi Athena dengan lembut dan penuh perasaan, mereka saling berpelukan satu sama lain.
setelah itu, satu orang pelayan masuk dan langsung menundukkan pandangannya saat matanya menangkap adegan romantis didepan matanya, pelayan itu meminta maaf karena telah masuk dengan lancang.
George dan Athena tak mempermasalahkan hal itu dan dengan cepat pelayan itu menyajikan hidangan mewah dengan sangat hati-hati. Athena tersenyum saat mendapatkan kejutan yang begitu sangat romantis.
__ADS_1
George manik kursi dengan elegan dan Athena langsung menyambutnya dengan duduk cantik nan anggun, George dengan romantis memotong terlebih dahulu daging untuk piring Athena.
Athena hanya diam dan menatap George yang sedang mengurus daging dengan tatapan tak biasanya, sungguh lelaki dihadapannya ini sangat-sangat romantis dan penuh perhatian.
" makanlah, jangan menatapku seperti itu secara terus menerus " goda George dan Athena hanya tersenyum tipis.
keduanya akhirnya menyantap hidangan yang tersedia dengan begitu epik, Athena tak sungkan memakan beberapa menu yang tersedia diatas meja. Setelah merasa cukup ia segera mengelap bibirnya dengan gerakan perlahan.
George menarik tangan Athena dan merebut tisu itu dan sontak Athena terkejut bukan main, George mengambil alih dan mengusap perlahan bibir Athena dengan lembut lalu mengecup singkat disana.
" jangan mengambil kesempatan kak " ucap Athena lagi dan George memicingkan matanya sesaat lalu tersenyum polos. " menyebalkan. " ucap Athena lagi lalu meneguk sebuah wine di gelas kristal miliknya, begitupun dengan George keduanya larut dalam fikirannya masing-masing hingga George memberikan sebuah kotak hitam dengan hiasan indah berwana silver diatasnya.
" bukalah. " ucap George dan Athena mengangguk pelan, manik hitamnya melotot lebar saat melihat sebuah kalung dan sebuah cincin dengan permata berlian dengan edisi terbatas.
Tapi tunggu terdapat sebuah batu Ruby beranda hijau pekat ditengah-tengah nya, Athena menatap lekat-lekat kedua benda tersebut dengan intens.
" aku akan membantumu untuk memakai nya " seru George dan Athena mengangguk saja.
kedua benda tersebut tampak cantik berada ditubuh Athena, George membelai mesra pipinya gadisnya dan tersenyum lembut disana, jantung Athena berdebar tak karuan saat manik biru itu menatapnya penuh minat.
perlahan wajah mereka semakin mendekat membuat Athena merasakan sesak nafas seketika.
" kau milikku Athena. Hanya milikku " ucap George dengan mata terpejam saat menghirup aroma tubuh gadisnya, hidungnya tepat berada di leher jenjang gadis cantik itu, dengan tangan yang melingkar erat pinggang ramping Athena.
" sembarangan. Aku milik orangtuaku " ucap Athena mencabik kesal dan sedikit mendorong tubuh George untuk menjauh, George tersenyum dan terkekeh mendengarnya.
Athena berpaling dan menatap langit malam yang bertaburan bintang dengan wajah tanpa ekspresi nya, George memeluk tubuh itu dari arah belakang, gadis bermanik hitam itu memejamkan kedua matanya erat menikmati tubuhnya di peluk lembut oleh orang yang dicintainya.
George memejamkan kedua matanya secara perlahan, kedua insan itu larut dalam pelukan malam, nafas keduanya terdengar teratur dan berirama satu sama lain.
" *I love you " lirih Athena.
" I love you more my Quenn " lirih George menimpali*.
__ADS_1