
rombongan Valera sudah tiba di Thailand menggunakan pesawat khusus tamu agar tak ada yang menyangka jika pihak king telah tiba di salah satu negeri Asia itu. George yang sedari tadi rupanya terus menukar informasi dengan Malvin perihal Gabriel dan Alexandrea yang kemungkinan akan tiba sore nanti.
" Lady sepertinya disekitar bandara pun banyak sekali pengawasan ketat. Apa ini tidak apa-apa ? '' tanya white sedikit berbisik saat mengungkapkan sikap waspada nya.
" Tenang saja paman. Malvin sudah menerobos masuk cctv yang berada di Thailand saat ini juga. '' ucap George menyahuti.
" Benarkah ? '' tanya Valera lagi dan George mengangguk pasti. Valera tersenyum tipis karena usaha Malvin dan George cukup membantu pergerakan nya disini. Valera dan Remigio gak ingin gegabah saat berada di negeri orang lain.
Mobil jemputan mereka sudah menunggu, rupanya para anggota black road pernah melakukan misi pada saat masa kepemimpinan Marcell Harson dahulu. Valera yang baru saja mengetahui sungguh terkejut namun dirinya tak mau ambil pusing.
Beberapa wanita berpakaian serupa dengan rambut yang diikat tinggi terlihat berjejer seraya memakai kaca mata hitamnya. Valera mengerutkan dahinya sesaat saat seorang wanita terlihat berjalan kearah para anggota black road.
" Welcome back Yellow " sapa wanita itu terlihat genit dengan mengerlingkan satu matanya seraya melakukan sebuah gerakan selamat datang. Wanita itu lalu melirik kearah anggota lainnya dan melakukan hal yang sama yaitu memberikan sebuah gerakan selamat datang diikuti dengan yang lainnya. Valera, Remigio dan George mengeryitkan dahinya bingung.
" Terimakasih atas sambutannya dan selamat bertemu kembali. Kau tidak lupa bukan bersama siapa kami pergi kesini ? '' ucap yellow dan wanita itu terlihat melirik kearah Valera, Remigio dan George dengan tatapan datar nya. " Kau harus menghormati mereka. Wanita ini adalah pemimpin kami cucu perempuan dari mendiang tuan Marcell '' ucap yellow lagi.
" Yellow. Kau tau aku bagaimana bukan? ahh maksud ku kami. Tuan kami hanya satu yaitu Marcell Harson jadi kami tak akan pernah mau untuk tunduk pada siapa pun selain perintahnya " ucap wanita itu lagi menatap wajah yellow lekat hingga para anggota black road merasa cemas bukan main.
" Lalu kau pikir aku mau heh.. sungguh percaya diri sekali. '' cibir valera dan para wanita asing itu hanya menatap datar pada Valera. " Kau tak membicarakan hal ini padaku terlebih dahulu ? Kau lihat sikap mereka. Aku tak suka. Jangan sampai aku melakukan hal lainnya sebelum misi ku dimulai! '' dingin Valera menatap pada wanita itu dingin manik Hazel miripnya seakan ingin menusuk dalam-dalam wajah mereka hingga para wanita itu sadari jika tatapan yang dimiliki oleh Valera sangat mirip dengan mendiang Marcell Harson.
Kakek sampai saat ini apakah aku tak mengetahui rahasia lainnya ? Atau jangan-jangan masih banyak teka-teki yang belum aku ketahui. Batin valera
__ADS_1
" Lady maaf. Namun sebaiknya kita harus cepat pergi dari sini " saut red dan Valera akhinya menurut walaupun sang lady berwajah kesal. Sedangkan Remigio hanya mengelus lembut pipi sang istri dan mengecup nya pelan.
Mobil mereka akan menuju suatu tempat yang tak pernah Valera kunjungi. Para anggota black road mulai meneliti setiap jalan yang mereka lalui. Rupanya tak banyak yang berubah dari beberapa tahun silam yang lalu. Semuanya seakan tetap sama namun hanya saja sosok pemimpin pertama tak ada disana.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam akhirnya mereka telah tiba disebuah bangunan yang mirip seperti markas. Valera menatap bangunan itu dengan seksama.
Para anggota black road membawa Lady mereka kebangunan tersebut setelah mereka berunding dengan para wanita asing itu hingga mereka mengijinkan nya.
Kini mereka sudah duduk disebuah ruangan yang berbentuk lingkaran lengkap dengan sofa empuk berwarna abu yang melingkar. Valera masih tidak mengerti namun dirinya mempercayakan hal ini pada anggota black road milik nya.
" Jadi kalian ingin membebaskan seorang tawanan di sini ? " tanya seorang wanita yang memiliki tahi lalat di bawah matanya.
" bukan hanya seseorang namun beberapa. " saut white dengan sikap yang tenang. '' Salah satunya putri Lady kami.'' lanjut white lagi dan para wanita berkuncir satu itu hanya mengangguk saja.
Mereka saling melirik satu sama lain membuat Valera kesal bukan main dirinya merasa membuang-buang waktu untuk tiba di tempat seperti ini.
" Wanita ini seorang pemimpin dari kelompok yang berjalan di dunia bawah seperti kita. Hanya saja wanita ini mempunyai kelainan mental. Kalau tidak salah para anak buahnya tiba di Thailand beberapa hari yang lalu melalui jalur perairan. Kapal mereka membawa beberapa kotak hitam didalam nya. Tak ada yang berani mengusik mereka white! '' ucap seorang wanita itu lagi.
" Jika begitu kalian tau dimana markas mereka bukan ? '' tanya Valera menyelidik hingga wanita itu terkekeh kecil.
" Jika pun kami tau. Aku sendiri tak akan memberikan informasi lebih tentang mereka! '' dingin wanita itu.
__ADS_1
BRAKKKK
Semua orang terkejut karena Valera menggebrak meja dengan sangat keras hingga barang yang tertata rapi diatas nya berserakan begitu saja. Manik Hazel sang lady menatap nyalang pada wanita yang baru saja ditemuinya hari ini.
" Kau!! Siapa kau berani berkata seperti ini padaku! Apa kau tau kenapa aku mencari wanita sialan itu! " teriak Valera marah " wanita itu menyekap putriku! Menyekap putri seorang Valera Harson! " Geram nya bukan main " Kau dan kau, kalian semua aku tak perduli jika di masa lalu kalian semua berkaitan dengan kakek ku! Tapi ingat aku masih bisa membuat kalian tunduk dibawah kaki ku! " teriak nya lagi hingga suasana disana semakin mencekam.
" Aku tak peduli! Dan itu tak akan pernah terjadi! Kau bukan lah siapa-siapa bagi kami. Sekarang pergilah walaupun aku memberitahumu sekalipun itu semua akan sia-sia. Mungkin saja putrimu sudah mati ditangan Jasmine! '' ucap wanita itu lagi.
DORRR
Valera menembak lengan wanita itu dengan bengis hingga para wanita disana sontak terkejut dan langsung menghampiri mereka sedangkan Remigio dan George hanya bisa diam saat Valera mengamuk dan menembak orang disaat sedang terjadi pembicaraan yang serius.
GREPPPP
BRAKKKK
" Venon!! " pekik mereka saat melihat tubuh yang sudah berdarah di tendang tak berperasaan oleh Valera hingga membentur dinding. Para anggota black road panik namum mereka gak bisa berbuat banyak saat sang Lady dalam keadaan marah saat ini.
" Percaya atau tidak aku bisa membunuhmu saat ini juga! " bengis Valera dengan menginjak kasar dada wanita itu hingga si korbannya merasakan sesak bukan main.
" Lady. Tenanglah " saut Green berusaha untuk melerai pertengkaran berdarah yang terjadi. " Varas bawa Venon untuk diobati! Dan kalian tetap lah disini " garang Green dan akhirnya wanita bernama varas itu membawa Venon pergi dari sana untuk di obati.
__ADS_1
Valera menenangkan hatinya saat ini kemarahannya membuat tubuh dan pikirannya sedikit lelah. Remigio tampak mengelus lembut punggung sang istri seraya membisikkan kata-kata manis yang membuat Valera tersenyum.
" Pastikan mereka mengatakan apa yang diketahuinya white! Jika tidak. Aku sendiri yang akan meledakkan tempat ini hingga hancur tak tersisa! '' dingin Valera dan white hanya mengangguk walaupun dirinya masih tertekan bahkan para anggota black road tak menyangka jika para wanita V ini mengetahui banyak tentang Jasmine tanaphon.