Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Aaaaaaw ...lagi dong!


__ADS_3

"Richard! ini aku. Apa kamu tidur?"


Ameera mendekat ke tempat tidur dimana Richard berbaring dengan muka penuh lebam.


Ameera duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur megah itu, mengusap tangan kekar yang penuh goresan luka, menggenggamnya dan mengusap dengan jempolnya perlahan sambil tetap di genggamnya.


"Richard, apa yang terjadi? kenapa jadi begini? kamu pasti sakit banget."


"Apa semua ini buntut dari kesalahan dan permasalahan ku yang baru saja selesai?"


"Tapi aku merasa Mas Fathir tak akan setega ini, tapi jika dia di balik semua ini maafkanlah, karena mereka hanya kecaewa padaku dan kamu yang jadi sasarannya."


Ameera duduk lama memandangi Richard yang tidur dengan pulas nya. Ameera menyapu pandangan ke seluruh ruangan, begitu sunyi ruangan besar itu, tanpa suara sama sekali terasa lengang dan tenang, hanya suara nafas halus dan teratur Richard yang ada dan begitu kedengaran.


Tadi Hanna keluar saat Ameera masuk, menemaninya sebentar lalu keluar setelah memberitahukan kalau Richard baru minum obat mungkin lagi tidur karena meminum obat anti sakit. Hanna bilang mau ke dapur biar ada yang di makan buat siangnya.


Ameera meneliti wajah Richard dari dekat, baru kali ini dengan jelas dirinya bisa melihat wajah yang begitu dingin tapi begitu simpatik, dan tampan diatas rata-rata, kalau sudah kenal Richard memanv begitu romantis dan begitu nakal nggak sabaran dan selalu bisa curi-curi kesempatan, pura-pura spontan lah, pura-pura lupa lah, juga pura-pura tak sengaja walau itu di depan orangtua Ameera, hanya sekedar ingin menempel dengan manja pada Ameera.


Kadang lucu juga semua tingkah Richard, tapi tetap berwibawa saat berhadapan dengan relasi yang mengharuskannya serius.


Semua keputusan hasil pemikiran dan diskusinya dengan Benny orang kepercayaannya.


Saat tidak setuju selalu ada alasan yang di kemukakan sebagai jawaban dari tidak setujunya, dan solusi lain yang menjadi alternatifnya.


Richard selalu ingin memberi yang terbaik buat Ameera dan cintanya, satu vila idaman Ameera di ujung Taman Agrowisata hampir delapan puluh persen selesai, Richard ingin mengisinya suatu saat dirinya halal dengan Ameera.


Vila dua lantai dengan bangunan istimewa dan ruangan atas tanpa penyekat ruangan sama sekali menjadikan view indah ke segala penjuru bagian begitu bebas, pemandangan perkebunan Melinjo dan Pala di satu sisi, danau buatan dan sawah juga kolam pemancungan di sisi lainnya, dan wahana permainan dan trek wisata, juga taman belakang yang begitu asri.


Betapa ingin Richard beri kebahagiaan itu buat Ameera, mereka bisa memadu kasih di tempat idaman mereka tanpa ada yang mengganggu. Mencurahkan segala rasa dengan bebas di tempat hunian baru mereka.


Ameera tersenyum mengingat saat Richard berbisik di telinganya saat mereka pulang melihat proyek yang lagi di kerjakan dengan marathon.


'Aku akan menculik seseorang sehabis ijab Qabul nanti Ameera, biar semua orang pada sibuk mencari pengantin cantiknya.'


'Semoga Allah mengabulkan harapan kita Richard.' Jawab Ameera di barengi dengan senyum.


'Apa yang akan kamu lakukan padaku Rich?'


'Mungkin aku akan memandangi dirimu sayang, dan mengagumimu dengan rasa tak percaya kalau kamu telah menjadi istriku.'

__ADS_1


Tapi di dekat Ameera begitu kelihatan manjanya, kelihatan selalu cari perhatian.


Ameera bangkit merasa tak enak berdua dalam satu ruangan, menunggui orang tidur. Kemanakah Hanna dan Benny? Ameera baru tahu Hanna ternyata orangnya cantik dan begitu cekatan jauh dari perkiraannya dan baru kali ini Ameera kenalan dekat dengan orang yang mengurus segala keperluan Richard.


Ameera berdiri di samping jendela kaca yang menghadap ke luar, lembah yang terhampar hijau dengan bangunan yang menghiasi berwarna-warni kelihatan kecil dari kejauhan.


Ameera mau pulang saja dulu, atau menunggu di luar sambil mau mencari Hanna.


Ameera memandang Richard dari kejauhan, sosok yang selama ini mengisi dalam hatinya, mengisi hari-harinya dengan kebahagiaan dengan cinta yang mekar dan merekah begitu tumbuh subur di sanubarinya, memberikan warna dan keceriaan setiap saat.


Sosok yang selalu menghidupkan malam-malamnya dengan candaan dan sapaan yang tidak bisa dilupakan, pandai merayu melambungkan dirinya begitu memanjakan, melindungi dengan sepenuh hatinya.


Sungguh Ameera tak bisa memaafkan siapa orang yang berbuat begitu tak punya hati pada Richard, siapapun orangnya dan apapun motifnya Ameera begitu mengecamnya.


Richard kelihatan bergerak, mulutnya seperti mengigau mungkin antara tidur dan kesadaran nya.


Rahangnya lebam sampai ke pipi, pelipisnya terluka tangannya di balut sebelah.


Richard mencoba meraih udara hampa di hadapannya dengan kedua tangannya dan menjatuhkan kembali tangannya yang sakit, mencoba menepis dan ingin berteriak tapi suaranya tidak keluar.


Ameera menghampirinya memegang tangannya, tapi Richard berusaha melepaskannya


Mata yang sebelah menyipit dan bola matanya merah. Richard meringis dam kesakitan dan ketakutan.


"Richard, ini aku Ameera! sadar kamu itu habis kecelakaan."


Richard membuka matanya yang terasa sakit dan berat, Ameera bagai bayangan di hadapannya.


"Ameera, maafkan aku tak bisa menelephon kamu malam tadi."


"Jangan kamu pikirkan itu, aku memang menunggumu menelephon sampai ketiduran sendiri, tapi waktu Pak Benny memberitahukan semua kejadian semua sudah jelas." jawab Ameera mengusap lembut tangan Richard.


"Aku tak mau sedikitpun membuat kamu kecewa Ameera, walaupun sekedar menunggu. Aku tidak mau kamu jadi kepikiran."


"Aku tidak apa-apa Rich, jangan pikirkan semua itu yang terpenting sekarang kamu sehat kembali, harus bisa istirahat dengan baik agar segera pulih, kenapa kamu malah pengen pulang? Bukankan rumah sakit itu tempat yang pas untuk penyembuhan?"


"Aku ingin bersamamu Ameera, tak mau orang lain, biar dokter yang datang ke sini."


"Richard, aku bukan perawat, tak bisa juga bukan dokter yang bisa mengobati dan merawat mu."

__ADS_1


"Kamu segalanya buatku, tadinya aku mau ke Bandung hari ini, tapi mungkin keluargaku yang akan ke sini."


"Jangan pikirkan dulu yang lainnya, fokus pada kesehatanmu saja." Ameera tersenyum lembut.


"Aku juga tak bisa menemani kamu ke proyek, merubah konsep awal vila kamu."


"Ssssst ... kamu jangan pikirkan apa-apa selain kesehatanmu, aku baru pulang dari proyek itu aku sudah sampaikan semuanya, semua baik-baik saja, semuanya lancar tinggal sekarang kamu istirahat yang baik ya minum obat biar cepet sehat kembali."


Richard mencoba tersenyum walaupun mulut dan pipinya terasa sakit untuk digerakkan.


"Aku kangen kamu Richard .... cepat sembuh kita jalan-jalan bersama, dan kita saling telepon lagi setiap malam," Bisik Ameera dekat ditelinga Richard. Dada Richard terasa hangat dan berdesir hebat. Ada senyum di bibirnya.


Richard meraih tangan Ameera dan meletakkannya di wajahnya, menggesekkan punggung tangan Ameera pada bayangan biru bekas bulu-bulu yang tumbuh subur di wajahnya lalu di cukur licin dan meninggalkan bayangan kebiruan dan rasa geli karena karena terasa kasar. Richard merasa nyaman walau tangan Ameera selalu ditariknya perlahan. Tangan Ameera di pegangnya kembali sambil di gesekkan pada pipi dan di ciuminya tangan itu.


"Richard, kamu lagi sakit jangan macam-macam."


"Yang sakit badanku saja, yang lainnya tetap normal sayang."


"Kamu harus istirahat biar obatnya bekerja Richard jangan banyak ngelawak dulu."


"Kalau ada kamu di sini aku pasti akan cepat sembuh, lihat saja aku hanya luka luar saja karena di serang tiba-tiba orang rombongan gitu, aku tak sempat bela diri, yang aku jaga satu saja kebanggaan ku Ameera spesial buat kamu nanti, yang lainnya habis babak belur, apa kamu mau memeriksa senjataku yang selamat dari serangan?"


"Richard!"


"Haaaaaaaa .... bercanda sayang biar aku tertawa, kan tertawa itu obat paling mujarab setelah ciuman."


Ameera mencubit tangan Richard dengan gemas tak perduli itu ada luka goresan.


"Aaaaaaw ... lagi dong."


******


Baca juga Karya Enis Sudrajat lainnya


❤️Meniti Pelangi


❤️Pesona Aryanti


❤️Biarkan Aku Memilih

__ADS_1


❤️Masa Lalu Sang Presdir


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2