
Lama Richard menikmati suara empuk Ameera jauh di ujung sana.
"Sayang, ini Aku!"
Lama diam Ameera tak memberi jawaban, Suara Richard sedikit mengagetkannya tapi telpon sudah di jawab Ameera. Sambil berpikir Apa yang akan diucapkan pada laki-laki yang sangat di cintainya dan kini begitu di bencinya, suara rengekan Richie membuat hati Richard semakin bergejolak dan ingin segera bertemu dengan keduanya bicara dan minta maaf lalu bisa membuat Ameera tersenyum kembali.
"Ya, Aku tahu banyak cara yang pasti Kamu lakukan Rich!" ucap Ameera dengan ketus.
"Ameera Sayang tolong dengar dulu Aku suamimu mau bicara..."
__ADS_1
"Aku sudah tahu! mau bicara apa lagi bukankah semua itu jelas ada di depan mataku? Aku lihat dan saksikan sendiri! bukan satu kesalahan lagi tapi banyak kesalahan dan kebohongan yang Kamu lakukan Rich!" jawab Ameera masih kedengaran marah.
"Baik Ameera, semua perlu di luruskan dan semua kejadian itu tidak seperti yang Kamu lihat, kebenarannya ada! dari sekian banyak yang ingin Kamu tahu mana yang ingin Kamu dengar dan ingin Kamu tahu dan Aku akan jawab dan jelaskan? sepertinya tidak enak kita bicara hanya lewat telepon Aku ingin menjelaskan di depanmu Aku ingin memperbaiki semuanya biar terbuka semuanya jelas Kamu biar meyakini dan semuanya tidak menjadi keraguan lagi, di mana Kamu berada? Aku akan menjemput..." ucap Richard dengan suara perlahan berharap Ameera mau mendengarkan.
"Tidak! Aku tidak mau hidup sama pembohong yang di hadapanku begitu manis tapi di belakang main gila dan menusukku menyakiti hati dan perasaanku! apa salahku Rich? Kamu setega itu melecehkan Istrimu sendiri? Aku tidak sudi melihat rumahtanggaku di kotori dan di obrak abrik sama orang lain apalagi yang datang dari masa lalu mu!" ucap Ameera dengan sengitnya.
"Ameera, Kamu bisa marah Aku juga bisa lebih marah lagi saat Istriku tak mau mendengar penjelasanku! Lihat saja Aku juga bisa marah saat ingin menjelaskan tapi Kamu tidak pernah memberikan kesempatan! jangan Aku yang bicara kalau Kamu tak mau mendengar apa yang akan Aku luruskan tapi Benny yang tahu semuanya, Aku tegaskan dan pastikan hanya salah paham saja," ucap Richard berusaha memberi pengertian dengan perasaan marah yang ditahan.
"Itu karena Kamu tidak mau bicara sama Aku tidak mau mendengarkan Aku! Lihat saja Aku juga bisa marah dan melakukan apapun kalau Kamu bisa kenapa Aku juga tidak?"
__ADS_1
"Silahkan! kalau itu yang baik menurutmu Rich!"
"Ah Ameera, jangan buat Aku gila! selama sepuluh hari ini Aku menyisir semua tempat orang lain villa, hotel dan penginapan yang mungkin Kamu singgahi tetapi sampai saat ini Kamu begitu pelit dan begitu rapat menyembunyikan diri sebenarnya apa yang Kamu inginkan kebenaran atau kemarahanku?"
Ameera diam dan langsung menutup telepon saat Richard belum selesai bicara. Ditelepon lagi berulang kali tapi tetap saja tidak aktif mungkin Ameera mematikan ponselnya.
Aaargh! prank... crang bruk! Richard melempar ponsel Aliyah ke dinding kantor Agrowisata semua hancur tak bersisa.
********
__ADS_1
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️