Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Benny!


__ADS_3

"Annet, silahkan pulang!" perintah Richard tanpa memandang wajah Annet yang tersenyum tapi campur takut.


"Baik Bos, makasih banyak." Annet bergegas keluar dan tersenyum pada Hanna dan Benny yang di lewatinya di luar pintu ruangan Richard.


Richard tak menjawab hanya mengatupkan kedua rahangnya dan muka seperti besi mentah bakar menahan marah.


"Benny! masuk!"


Richard menatap Benny yang berdiri siap siaga dengan segala kemungkinan jawaban, alasan dan pembelaannya. Karena Benny tahu nomor satu sasaran kemarahan Bos adalah dirinya.


"Lagi di mana Kamu dan lagi kerjain apa? istriku ke sini sampai tidak ada yang memberitahukan kepadaku kepadamu juga Kamu Hanna?" teriak Richard.


"Hanna Kamu pergi saja dulu jangan ada di sini biar Aku yang bicara sama Bos Richard," ucap Benny sambil memandang Hanna istrinya.


Hanna berlalu tanpa bicara apa-apa mengikuti perintah Benny suaminya.


"Aku lagi melihat agenda hari ini dan Hanna masih sibuk di belakang jadi Kami tidak melihat Bu Ameera datang sama sekali."

__ADS_1


"Ameera pasti masuk ke dalam rumah yang berantakan melihat semuanya melihat Tante Diana! Pasti sangkaannya itu Aku yang memasukkan Tante Diana, kesalahpahaman besar dan kesalahan besar yang telah Kita lakukan di hadapan Ameera! Dan salahnya Aku lagi kenapa tidak menghindar saat Annet memelukku? padahal itu hanya mengucapkan terima kasih sungguh tidak ada apa-apa Aku hanya kasihan hanya toleransi kepada sahabat pada teman tidak menganggapnya lebih!" Richard mulai meracau.


"Semua telah terjadi Bos semua yang Kita takutkan akhirnya terjadi juga, Aku hanya bisa menunggu perintah. Apa dengan kekerasan menyingkirkan Tante Diana dari sini dipindahkan ke kamar hotel? Aku siap saja asal semua ada instruksi dari Bos! Atau Aku sekarang langsung menyusul Bu Ameera menerangkan semuanya?" ucap Benny begitu hati-hati bicaranya.


"Jangan! Ameera pasti lagi dalam keadaan marah dan salah paham biarkan tenang dulu sebentar lagi Aku yang akan menyusulnya ambilkan obat merah tanganku luka saat tadi jatuh!"


Benny tanpa menjawab lagi langsung berlari mengambil obat antiseptic dan balik lagi mengoles di luka ringan di tangan Richard.


"Siapa yang jaga satpam di depan? kenapa Dia diam saja?"


"Brengsek semuanya!" Richard melempar tempat ballpoint di mejanya dan semua berantakan menyatu dengan pecahan laptop yang di lempar Ameera tadi.


"Apa Bu Ameera tidak bilang kalau mau ke sini tadi pagi? apa Bos lupa barangkali?" tanya Benny dengan sangat hati-hati.


Datang Hanna dengan teh manis di nampan dan Benny menyodorkan pada Richard yang masih mematung mungkin berpikir apa sebaiknya yang harus dilakukan? menyusul Ameera ke rumah dan dirinya siap dengan segala pembelaan mungkinkah Ameera percaya?


Richard meminumnya karena Benny memaksa dan seperti perintah juga.

__ADS_1


"Ya ampun Benny! kenapa semua begitu berbarengan Ameera tanpa diduga datang ke rumah mengambil laptop yang tempatnya ada di ruang baca dan ruang kerjaku sedangkan di rumah itu begitu berantakan dan ada Tante Diana ada di kamarku Astagfirullah pasti pikiran Ameera sudah jauh berasumsi yang tidak tidak. Lalu datang ke sini Si Annet lagi memelukku mengucapkan terimakasih Aku harus bagaimana Benny? Aku tadi sempat melihat tempat hunianku yang berantakan tak terurus dan Tante Diana lagi tidur Aku aja melihat tempat itu merasa jijik! apalagi Ameera."


"Bicaralah baik-baik pada Bu Ameera Aku ada di samping Bos untuk menguatkan dan ikut bertanggung jawab melakukan pembelaan dan akan bicara juga."


"Hari ini bagaimanapun caranya pindahkan Tante Diana ke kamar hotel! dan pindahkan dulu semua barang-barangnya baru orangnya kalau sudah bangun dan bersihkan sebersih bersihnya rumah itu! kembalikan pada keadaan semula," ucap Richard masih dengan posisi mematung.


"Baik Bos, Apa sekarang Kita ke rumah Bu Ameera?" jawab Benny.


Richard memakai kaca mata hitamnya berdiri diikuti Benny yang ngintil di belakang.


Benny sepintas memberi perintah pada Hanna dan pegawai lainnya lalu bergegas menyusul Richard ke parkiran.


Richard telah duduk di samping jok kiri dan Benny langsung duduk di belakang kemudi dan mobil di jalankan menuju rumah Ameera.


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2