
Semua persiapan sudah selesai, terasa tak ada yang kurang semua telah dipersiapkan dengan sempurna, Benny menjadi orang yang paling sibuk mengurus segala persiapan dari mulai acara, bawaan keluarga Richard, persiapan konfirmasi pada keluarga Ameera, apa yang diinginkan Richard telah di penuhi, di kamarnya, juga di vila baru Ameera yang berlokasi di agrowisata semua tak lepas dari kontrol Benny dan Hanna.
Semua keinginan Richard telah di tunaikan apapun itu sampai sedetail-detailnya, berharap acara khidmat dan lancar segera terwujud dan selesai dengan memuaskan semua pihak.
Acara yang akan berlangsung di kediaman Ameera dan resepsi di taman Vila Melati keluarga Haji Marzuki sudah begitu siap menanti iring-iringan rombongan calon pengantin prianya.
Richard yang sudah di dandani sedemikian rupa sama juru rias paling kelihatan tegang dan begitu tak tenang walau kelihatan begitu pangling dengan pakaian resmi pengantin hasil rancangan desainer terkenal dan nanti akan berganti dengan pakaian adat dan modern.
Richard begitu tampan dengan postur tinggi menjulang dan badan begitu kokoh dalam balutan pakaian jas lengkap dengan dasi motif garis kecil yang di pilihkan Ameera untuknya.
Keluarga intinya sudah kompak dengan tugas dan bawaannya masing-masing, Mama Amalia paling kelihatan sumringah dan Papa Isaak juga Adiknya Andrea semua begitu bersuka-cita luar biasa melepas anak bujang yang begitu lama di nantinya untuk saat seperti sekarang ini.
Pernikahan Richard begitu lama ditunggu keluarganya hingga mereka lupa sejak kapan awal mereka mengingatkan anaknya untuk segera berpikir berumah tangga.
Hingga akhirnya khabar bahagia datang juga dari Benny asisten dan kepercayaan Richard yang juga berhubungan baik dengan kedua orang tuanya, membawa kabar begitu gembira kalau Richard sekarang dalam masa serius berhubungan dengan anak seorang pemilik vila sebelah hotel milik Richard.
__ADS_1
"Ben! lama banget kita berangkat jam berapa ini?" ucap Richard begitu tak sabar.
"Jam delapan kurang Bos, sabar dikit apa, kalau nggak pakai aturan pergi aja sendiri nyelonong sana, mungkin di sananya belum siap, atau dandanan calon istrimu belum selesai." jawab Benny sambil senyum melihat tingkah Richard seperti anak kecil yang tak sabaran.
"Persiapan jauh-jauh hari masa waktunya belum siap juga? gue sudah tidak bisa menghubungi Ameera dari semalam, gue kangen banget rasanya nggak sabar melihat Ameera, ya ampuuuuun ... serasa dada ini mau pecah." ucap Richard sambil berdiri lalu duduk lagi dan mengetuk-ngetuk kan kakinya ke ubin.
"Haaa ... jangan-jangan kalau nanti Ameera sudah ada berdua di dalam kamar, Bos malah pingsan!" olok Benny sambil terkekeh sendiri.
"Nggak bakalan Benny, ini hari yang begitu lama gue tunggu, hari yang begitu bersejarah buat gue sama Ameera. Tak akan gue lewatkan dengan pingsan kecuali malam senin nanti mungkin tepar berdua." jawab Richard begitu bersemangat.
"Gue sarapan lihat poto Ameera Benny, sama minum sereal juga cukup, semalam kurang tidur menghafal ijab Qabul makanya gue pengen segera praktek!"
"Waduh, malam nanti kalau praktek Bos! sekarang acara sakral niatkan di hati dengan ikhlas semoga semuanya lancar." Benny tetap saja bercanda pada Richard dirinya mengerti perasaan begitu tegang harus ada yang mengajak bicara dan menenangkan.
"Itu sudah pasti Benny, kayak lo nggak pernah merasakan saja!"
__ADS_1
"Iya Bos, satu yang menjadi penasaran aku pengen melihat secantik apa bidadari pengantin perempuannya, pasti bikin semua orang gagal fokus termasuk calon suaminya haaaa ...." canda Benny kali ini membuat Richard tersenyum.
"Sudah gue bayangkan semua itu Benny, mulai sekarang nggak boleh ada yang menyentuh Ameera siapapun! sudah, coba telephon lo ngobrol melulu!"
"Siap Bos!"
Benny bicara pada seseorang ditelepon sambil mengangguk-angguk tanda mengerti apa yang mereka obrolkan dan diucapkan di ujung telepon, Richard mengamati semua gerakan Benny dengan tak sabarnya, mendorong untuk segerw tahu kenapa begitu lama mereka belum berangkat.
"Ayo siap-siap kita berangkat sekarang." ucap Benny sambil mempersilahkan Richard berjalan ke mobil pengantin di parkiran.
Semua bergerak mempersiapkan diri dan akan menempati mobil masing-masing walaupun jarak tidak begitu jauh tetapi menginginkan mereka datang dengan mobil karena keluarga yang hadirnya keluarga intinya saja orang tua dan saudara kandungnya Paman Bibi uak serta yang lainnya keponakan tidak lebih dari lima mobil saja.
Yang lainnya menyusul jalan kaki saja, karena menghemat tempat parkir yang tidak begitu luas.
Mama Amalia sama Papa Isaak juga Andrea dan Benny sopirnya satu mobil, Richard masuk mobil dengan hati-hati di dampingi sama Mamanya takut dandanannya rusak.
__ADS_1
Benny menjalankan mobilnya dengan perlahan, yang lain mengikuti di belakangnya, Richard menarik nafas dalam-dalam berusaha menenangkan hati dan pikirannya.