
"Ameera siapa orang yang mau investasi di perusahaan kita itu? Apakah kamu sudah kenal orang mana? pekerjaannya seperti apa? Bapak bukan meremehkan seseorang tetapi investasi di usaha kita itu bukan investasi yang sedikit paling tidak Bapak akan menerima seandainya dia sanggup mengeluarkan satu pertiga dari anggaran yang kita rencanakan dari awal."
"Sepertinya setengah dari keseluruhan anggaran juga dia akan sanggup Pak."
"Kenapa kamu begitu optimis dengan orang itu, pikirkan dulu matang-matang kolaborasi dengan orang lain, kerjasama itu harus saling percaya dulu modalnya. Karena akan menjadikan kita harus saling menghargai saling mengerti saling memahami dulu, kenapa kamu tidak bicara dulu sama Bapak sebelum ngomong ke orang itu Nak?"
"Maafkan Ameera Pak, Ameera melihat respon Pak Richard yang begitu antusias saat aku tawarkan proyek wisata agro itu, asalnya aku hanya bicara tentang vila kita karena mungkin melihat vila kita bangunan-bangunannya sudah lama tidak ada pembaharuan, dia mencari tahu pemiliknya barangkali dia mau menjual untuk perluasan hotelnya akhirnya kami ngobrol sampai pada usaha yang sedang dirintis Bapak."
"Jadi yang namanya Pak Richard itu pemilih hotel yang sebelah vila melati kita?"
"Iya Pak, awalnya dia mengirim utusan kepercayaannya Pak Benny. Kami ngobrol-ngobrol lanjut mengundang aku datang ke hotel itu dan sambutan Pak Richard begitu antusias. Malah Pak Richard datang berkunjung ke sini dengan niat bertemu Bapak, sayang Bapak tidak bisa di hubungi waktu itu, akhirnya aku antar pak Richard ke lokasi karena ingin tahu tempat itu."
"Kapan dia sempat ada waktu lagi bertemu Bapak? Bapak mau tahu keseriusannya."
"Nanti aku telephon Pak Benny."
"Ameera, Bapak senang kamu bisa menyibukkan diri dan sosialisasi dengan siapapun, bahkan bisa mencari investor yang bisa kerja sama sama dengan perusahaan keluarga kita, Bapak hanya mau tahu apa antara kamu sama Fathir sudah finish?"
"Mas Fathir belum men-talak aku dengan talak lepas atau talak tiga. mungkin dengan pertimbangan sesuatu dan lain hal, walau aku begitu ingin lepas sekaligus, tapi talak adalah hak suami."
"Masih bisa dia berpikir seperti itu?
"Tapi talak dua juga aku sudah merasa beban ini berkurang dalam hati dan perasaanku."
"Berarti dia mengerti agama. Talak satu dan talak dua adalah talak yang masih dapat dirujuk atau kawin kembali. Sedangkan talak tiga adalah talak yang memiliki konsekuensi hukum berupa kedua mantan suami-istri tidak boleh rujuk dan kawin lagi sebelum mantan istri kawin dengan orang lain dan bercerai dengan laki-laki tersebut."
"Aku tak mau memikirkannya lagi Pak, talak yang Mas Fathir jatuhkan padaku itu sudah aku anggap final."
__ADS_1
"Maafkan sekali lagi Bapak Ameera, tentukan masa depanmu dengan pilihanmu sendiri, do'a Bapak sama Ibu bersama langkahmu Nak."
Yang sudah terjadi biarlah jangan di sesali Pak, Ameera begitu banyak mengambil hikmah dari semua kejadian itu, tapi satu yang sangat di sayangkan pengorbananku tak di beri penghargaan sama Mas Fathir, Aku belajar mencintai dengan sepenuh hati tapi di balas dengan perlakuan yang begitu menyakitkan."
"Bapak juga tak mengira akan seperti ini berakhir dengan sangat memalukan."
"Sudahlah Pak, jangan jadi beban buat Bapak, Ameera sudah mengikhlaskannya, belajar bersabar, menerima dan memohon jalan terbaik untuk kedepannya. Ameera hanya ingin segera merealisasikan proyek yang Bapak rancang, nanti Ameera akan kelola dengan baik semoga menjadi kesibukan dan hiburan buat Ameera, tak terbayang megah dan uniknya agro wisata itu seandainya fasilitasnya sudah memadai."
Pak Haji Marzuki tersenyum melihat semangat Ameera, betapa takut Haji Marzuki kehilangan senyum anak kesayangannya, dan betapa ingin menciptakan senyum baru yang penuh harapan di senyum Ameera.
"Kenapa kamu begitu yakin kalau investor yang sudah kamu kenal itu ingin ikut andil menanam saham di usaha keluarga kita?"
"Ameera sudah melihatnya sama dia kemarin Pak. Makanya dia begitu antusias ingin bertemu Bapak dan bicara lebih lanjut."
"Oh ya? Pak Richard sudah melihat langsung ke lokasi?"
"Heemhgt ... karena waktu itu biar bisa melihat langsung sama Bapak juga Pak Bagas, tapi Bapaknya tak bisa Ameera hubungin."
"Terimakasih Pak, bahkan kalau sudah ada kesepakatan terus maket sudah jadi Pak Richard mau menurunkan orang juga buat memantau pengerjaan juga mencairkan dana kesepakatan biar bisa lebih cepat penyelesaian dan cepat jadi proyeknya."
Pak Haji Marzuki menjadi penasaran terhadap orang yang dinilai begitu baik sama anaknya Ameera. Ameera saat berbicara tentang Richard begitu berbinar mukanya seolah menimbulkan harapan baru yang ingin segera merealisasikan proyek yang sedang digarapnya sekarang.
"Apa kira-kira orangnya bisa di nilai baik? maksud Bapak bisa konsekuen dan bisa di percaya?"
"Ameera tiga kali bertemu dan ngobrol banyak pandangan sama Pak Richard, tapi untuk bisa di percaya Ameera belum tahu."
"Tak bisa sekarang meminta bertemu? mumpung Bapak lagi banyak waktu mungkin Ameera bisa nelepon sama orang kepercayaannya siapa tadi ya, Pak Benny?"
__ADS_1
"Oh, boleh Pak Ameera coba ya, hubungi Pak Benny."
Ameera mengambil ponselnya dan mencoba menyambungkan sama Benny.
"Halo, Assalamualaikum Pak Benny, saya Ameera dari vila sebelah. Pak Benny apa khabarnya?"
"Waalaikum salaam Bu Ameera, Alhamdulillah khabar biasa-biasa saja, Bu Ameera sendiri gimana khabarnya?"
"Baik Pak Benny, Saya hanya ingin tanya apa Pak Richard ada?"
Maksudnya, waktu itu mau bertemu sama Bapakku tetapi kebetulan waktu itu tidak terealisasi karena Bapakku ada kesibukan lain, terus sekarang Saya sudah sampaikan dan bicarakan pada Bapak keinginan Pak Richard untuk investasi di usaha keluarga saya yaitu agro wisata itu, kebetulan sekarang Bapak lagi ada disini di vila barangkali Pak Benny bisa menyampaikan sama Pak Richard seandainya ada waktu luang saya mengundang Pak Richard di vila saya sekarang begitu."
"Oh, begitu. Baiklah, akan Saya sampaikan sama Pak Richard sepuluh menit Bu Ameera akan mendapat khabar."
"Baik Pak Benny, terimakasih banyak."
"Sama-sama Bu Ameera."
*****
Baca juga Karya Enis Sudrajat lainnya :
❤️Meniti Pelangi
❤️Pesona Aryanti
❤️Biarkan Aku Memilih
__ADS_1
❤️Masa Lalu Sang Presdir
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏